Tanya Dokter

Waspada TBC pada Anak

Dijawab oleh dr. Hery Susanto, Sp.A

Editor: Za Ummu Raihan


Pertanyaan dari Neneng Ummu Risky, Sumatera:

Apakah merokok bisa menyebabkan TBC? Pertanyaan selanjutnya, apabila seorang pedagang makanan menderita sakit TBC, apakah bisa menularkan lewat batuk ke pembeli?

Jawaban :

Merokok merupakan faktor risiko terjadinya penyakit PPOK, yaitu Penyakit Paru Obstruktif yang menahun. Penyakit paru ini bisa menyebabkan batuk yang lama dan tentunya bisa berisiko menjadi kanker paru. Merokok hanyalah faktor risiko terjadinya TBC, bukan penyebab langsung TBC. Pada orang yang merokok, fungsi paru akan menurun sehingga sistem imun atau sistem pertahanan tubuh juga akan menurun sehingga kuman TBC lebih mudah berkembang biak dan hal ini dapat memudahkan terjadinya penyakit TBC.

Kuman TBC tidak akan masuk apabila sistem pertahanan di dalam parunya bagus. Imunitas yang baik akan menyebabkan sebagian besar kumannya mati sehingga individu tersebut tidak terjangkit TBC.

Mengenai pedagang makanan, memang ini merupakan risiko terjadinya penularan. Gejala utama TBC pada orang dewasa adalah batuk yang lama dan dapat disertai batuk darah. Penderita TBC, terutama TBC aktif, maka di dalam dahaknya mengandung kuman TBC. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan dahak atau sputum baik dengan kultur atau pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam) atau pengecatan atau dengan pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler). Pada rumah sakit sudah ada alat TCM yang bisa mendeteksi kuman TBC dalam waktu 6 jam. Kalau positif mengandung kuman TBC maka ini sangat menular kepada keluarga maupun pembelinya. Sehingga sebaiknya kalau sudah batuk lebih dari 2 minggu, harus segera periksa ke dokter.

Pertanyaan dari Andri Taufiq, Kuningan, Jawa Barat:

Assalamu’alaikum, Dokter. Kalau batuk terus-menerus selama lebih dari 1 bulan, namun berat badan tidak turun, tidak demam, dan nafsu makan tetap normal, apakah bisa dikategorikan TBC?        

Jawaban:

Kalau hanya batuk lebih dari 2 bulan disebut batuk kronis. Belum bisa dikatakan TBC karena penyebab batuk ada banyak, bisa kuman TBC, bisa juga infeksi paru lainnya, seperti radang paru (pneumonia), bisa juga batuk alergi misalkan asma, kemudian bisa juga radang pada saluran napas bawah yaitu bronkitis. Sehingga biasanya akan dilakukan pemeriksaan kalau sudah batuk lebih dari 2 bulan, yaitu Tes Mantoux dan dilanjutkan dengan foto rontgen dada. Apabila hasil Tes Mantoux negatif, mudah-mudahan bukan TBC. Tapi kalau hasil Tes Mantoux positif, maka harus mendapat obat pencegahan TBC.

Kemudian dilakukan foto rontgen dada untuk memastikan kelainan pada paru-parunya, apakah ada gambaran TBC atau bronkitis atau pneumonia (radang pada parenkim paru).

Selanjutnya, diperlukan juga tes alergi. Kalau berat badan tidak turun, nafsu makan bagus, kelihatannya tidak mengarah ke TBC, tapi bisa juga mengarah ke alergi. Apabila ada kecurigaan alergi, dokter biasanya akan mengarahkan untuk dilakukan tes alergi. Tes alergi ada 2 yaitu dengan pemeriksaan darah dan ada juga tes kulit yaitu prick test. Pemeriksaan tes kulit atau prick test bagi anak-anak agak menyakitkan karena seperti digores kulitnya.

Terakhir, pesan saya, selalu jaga kebersihan rumah, jadikan rumah bebas dari polusi, debu, asap rokok, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pertanyaan dari Ibu Kasmidah, Kramat Jati, Jakarta:

Izin bertanya, Dok. Apabila terjadi sakit TBC pada anak yang sulit minum obat, padahal pengobatan TBC itu butuh waktu yang panjang yaitu 6 bulan, sehingga memungkinkan anak bosan minum obat. Bagaimana solusinya ya, Dok? Terima kasih.

Jawaban:

Ini memang sering terjadi. Jadi memang sakit TBC itu memerlukan pengobatan yang cukup lama. Pengobatan TBC yang ringan selama 6 bulan. Sedangkan pengobatan TBC yang berat selama 9 bulan – 1 tahun. Pada anak-anak, seringkali sulit untuk minum obat.

Akan tetapi sekarang sudah ada obat TBC berbentuk tablet dan rasanya manis. Nama obatnya adalah FDC (fixed dose combination). Cara minum obat FDC adalah tablet tersebut dilarutkan di dalam air dan obat akan larut sendiri. Setelah obat larut di dalam air, kemudian dapat diminumkan. Obat bentuk FDC lebih enak daripada bentuk puyer karena kalau puyer kadang-kadang pahit rasanya. Obat TBC bentuk FDC ini sudah tersedia di puskesmas dan rumah sakit.

Obat FDC juga tersedia dalam bentuk sirup sehingga anak lebih mudah menerima. Obat ini diminumkan setiap hari sebanyak satu kali, sebelum makan pagi. Obat ini gratis dan merupakan program pemerintah.

Pertanyaan dari Vina, Jawa Barat:

Untuk anak 4 tahun, apabila batuk berulang (sudah sembuh lalu kambuh lagi) sekitar 2-3 mingguan, kadang disertai pilek dan BB anak tidak naik dalam 3 bulan. Batuknya tidak terus menerus, sering kambuh, apakah butuh tes screening? Syukron.       

Jawaban:

Pertanyaan yang bagus. Anak 4 tahun, batuk berulang, sempat sembuh lalu kambuh lagi selama 2-3 minggu. Ini sudah bisa dikatakan batuk kronis. Sebaiknya dilakukan screening. Pertama, foto rontgen dada. Kemudian yang kedua Tes Mantoux. Untuk tes IGRA bisa dikesampingkan dulu karena biayanya yang mahal.

Apabila gejalanya memang mengarah ke TBC seperti batuk lama lebih dari 2 minggu, demam lebih dari 2 minggu yang tidak tahu penyebabnya, BB yang sulit naik dalam 2 bulan atau bahkan turun, saya sarankan dilakukan Tes Mantoux.

Kemudian dilakukan foto rontgen dada. Ini sebagai salah satu upaya kita untuk mengetahui penyebabnya, apakah sakit TBC atau tidak. Di samping itu, foto rontgen dada untuk mencari tahu penyebab yang lain, apakah ada gambaran pneumonia atau bronkitis. Kalau asma, batuknya sering pada malam hari disertai dengan suara mengi. Tapi bisa juga alergi yang lain, seperti asap rokok dan debu. Ini juga alergen yang perlu diwaspadai. Jadi perlu pemeriksaan yang lengkap dan kalau perlu pemeriksaan darah rutin juga.

Pertanyaan dari Ibu Ajeng, Jakarta:

Saya ibu dari dua orang anak. Di rumah, keduanya kontak erat dengan neneknya yang dinyatakan TBC kambuh. Qadarullah, anak saya yang paling besar hasil Tes Mantoux 20 mm dan sedang menunggu hasil foto rontgen dada untuk skoring.

Izin bertanya. Apakah pengobatan atau pencegahan TB aktif pada anak, jenis obat dan cara pengobatannya sama dengan penderita TBC dewasa? Kemudian apakah ketika sedang pengobatan pencegahan, kegiatan anak juga harus dibatasi atau bisa beraktivitas sekolah seperti biasa? Serta bagaimana pencegahan agar tidak kambuh dan menularkan pada anggota lain yang serumah? Apakah perlu konsumsi vitamin tertentu, Dok?

Jawaban:

Hasil Tes Mantoux 20 mm itu termasuk besar. Tes Mantoux dikatakan positif apabila hasilnya 10mm. Menurut saya sebagai dokter anak, apabila hasil Tes Mantoux sudah 20 mm, gejala klinis ada, seperti demam, batuk tidak kunjung sembuh, berat badan tidak naik, maka saya akan langsung memberikan pengobatan 6 bulan.

Tetapi kalau pada kasus ini, sudah dilakukan foto rontgen dada, alangkah baiknya memang kita menunggu hasil foto rontgen dada. Apabila hasil foto rontgen dada positif gambaran TBC, maka artinya mendukung penegakan diagnosis TBC. Tetapi kalau hasil foto rontgen dada negatif atau tidak mengarah ke TBC, menurut saya tetap harus diobati karena hasil Tes Mantoux 20 mm dengan gejala klinis yang positif.

Apabila hasil Tes Mantoux positif tetapi gejala klinisnya tidak mendukung, maka hanya memerlukan terapi pencegahan atau disebut obat profilaksis. Obat profilaksis ini diberikan selama 6 bulan namun obatnya berbeda. Obat profilaksis hanya diberikan satu macam obat yaitu isoniazid yang diminum sekali sehari. Sedangkan pengobatan 6 bulan pemberiannya pada 2 bulan pertama adalah tiga macam obat, kemudian 4 bulan berikutnya ada dua macam obat.

Anak dengan pengobatan maupun terapi pencegahan masih bisa beraktivitas seperti biasa termasuk olahraga ringan. Kalau dapat pencegahan, anaknya tidak sakit, hanya terinfeksi sehingga tidak ada masalah untuk aktivitas seperti anak yang lainnya.

Kemudian bagaimana pencegahan agar tidak kambuh dan menularkan pada yang lain? Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa TBC pada anak sebagian besar tidak menular. Biasanya yang bersifat menular adalah orang dewasa dengan TBC tipe aktif. Kecuali TBC anak tipe berat. TBC anak tipe berat atau TBC anak terkonfirmasi sputum positif maka ini juga berisiko menular.

Bagaimana pencegahannya supaya TBC tidak kambuh dan tidak menularkan ke orang lain? Apakah perlu konsumsi vitamin dan sebagainya? Yang perlu diperhatikan adalah kita harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan makanan bergizi, cukup istirahat, olahraga, menghindari polusi udara rokok, dan dapat ditambah dengan konsumsi multivitamin seperti vitamin C, vitamin B kompleks, dan sebagainya.

0