Tingkatkan Kompetensi Amil Zakat, HSI BERBAGI Menuju LAZ Nasional

Penulis: Leny Hasanah

Redaktur: Subhan Hardi


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

”Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

“Apakah sudah siap mengikuti pelatihan pagi ini?”

“Siap!”

“Apakah sudah siap besok untuk sertifikasi?”

“Siap!”

“Apakah sudah siap untuk lolos semuanya dalam sertifikasi ini?”

“Siap, siap, siap!”

Seruan penuh semangat itu menggema di aula Kantor Back Office HSI BERBAGI Solo, Sabtu pagi, 14 Juni 2025 lalu. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat dibuka dengan antusiasme para peserta yang datang dari berbagai wilayah: Surabaya, Bekasi, Depok, Sukabumi, hingga Yogyakarta.

Kemeriahan tersebut dipimpin oleh Akhuna Mujiman Abu Ibrahim, Ketua Divisi HSI BERBAGI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. Tak ubahnya seperti dukungan suporter di stadion, semangat itu seakan mencerminkan kesiapan peserta untuk menjadi amil zakat yang profesional dan bersertifikasi nasional, biidznillah.

Legalitas dan Kompetensi: Dua Pilar Menuju LAZ Nasional

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juni 2025 itu merupakan bagian dari ikhtiar besar HSI BERBAGI untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memenuhi persyaratan legalitas sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional.

Awalnya, terdapat 13 peserta yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi, namun qadarullah dua peserta berhalangan hadir. Sehingga, menyisakan 11 peserta lainnya tetap mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat. Mereka mewakili tujuh divisi internal strategis: SDM, Penghimpunan, Distribusi, Keuangan, HR, Markom, dan IT.

“Tujuan pelatihan ini agar mereka memiliki kompetensi sebagai amil zakat yang sah dan memiliki standar. Ini menjadi bagian dari syarat penting menuju pengajuan legalitas LAZ HSI BERBAGI secara nasional,” ujar Akhuna Mujiman.

Materi Komprehensif dan Sertifikasi Resmi BNSP

Pelatihan hari pertama dipimpin langsung oleh Ustadz Slamet, M.A. CEO LAZ Ruang Amal Indonesia—lembaga yang telah bersertifikasi BNSP dan berbasis di Tangerang, Banten. Adapun materi yang diberikan mencakup:

Regulasi zakat nasional Fikih zakat sesuai syariat Islam Strategi penghimpunan dan sosialisasi zakat Manajemen penerimaan dan pendistribusian dana zakat Pelayanan kepada muzakki dan mustahik Penanganan keluhan dan survei kelayakan mustahik Pengelolaan transaksi dan pelaporan keuangan.

Hari kedua diisi dengan uji kompetensi penuh, yang dipimpin langsung oleh Ustadz Nurhasan, M.A., asesor resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Ujian berlangsung dari pukul 08.00–16.00 WIB, dan alhamdulillah atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, seluruh peserta dinyatakan kompeten dan layak menerima sertifikasi nasional.

Performa Lembaga Terletak pada SDM dan Konsistensi

Dalam sesi wawancara, Ustadz Nurhasan menekankan bahwa performa LAZ sangat ditentukan oleh kualitas SDM, komitmen bersama, dan konsistensi amil zakat.

“Sebagus apapun sistemnya, kalau tidak konsisten, tidak akan berjalan. Lembaga itu ibarat rumah: jika salah satu tiangnya lemah, maka tidak akan kokoh,” ujar Ustadz Nurhasan menegaskan.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarlembaga, terutama bagi lembaga yang baru berkembang. Membangun brand awareness, kepercayaan stakeholder, serta kemitraan dengan pemerintah harus dilakukan sejak awal.

“PR besar kita adalah kompetensi. Tidak semua amil punya bekal yang sama. Amil digital harus paham konten dan teknologi. Maka pengembangan SDM wajib dilakukan secara berkala, minimal setiap 3–6 bulan,” jelasnya meyakinkan.

Nilai-nilai ikhlas, amanah, dan kebersamaan juga menjadi fondasi yang tak tergantikan. “Dengan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, pengumpulan zakat akan meningkat setiap tahun.”

Ilmu, Amanah, dan Kesiapan Mengabdi

Akhuna Subhan Hardi, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Yayasan HSI BERBAGI, khususnya kepada Ketua Yayasan Ustadz Heru Nur Ihsan yang telah memberikan kepercayaan untuk mengikuti pelatihan ini.

“Saya mendapat ilmu yang bermanfaat tentang bagaimana mengelola zakat sesuai aturan syariat dan undang-undang yang berlaku. Mulai dari pengumpulan zakat, memahami peran muzakki dan mustahik, hingga distribusi yang adil dan amanah.”

Ia menambahkan, bahwa pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan besar menuju pengelolaan zakat yang berdampak nyata. “Upgrade skill dan pengembangan diri sangat penting agar kita bisa adaptif di tengah perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi masyarakat,” tandas Akhuna Subhan.

Gaya Saripudin dari Divisi Fundraising juga menyampaikan hal serupa. “Materi pelatihan sangat aplikatif. Kami dibekali empat cluster utama: cara menghitung zakat yang benar, strategi penghimpunan, distribusi tepat sasaran, serta pelaporan keuangan yang transparan. Ini adalah modal penting untuk meningkatkan kontribusi bagi umat.”

Menambah Deretan Amil Zakat Bersertifikasi Nasional

Lulusnya 11 peserta ini menambah daftar amil bersertifikat di bawah naungan HSI BERBAGI. Sebelumnya, pada 5–7 Februari 2025, dua pengurus—Akhuna Qodri Abu Hamzah (Pengawas Program) dan Akhuna Mujiman—telah dinyatakan lulus dalam Sertifikasi Amil Zakat oleh LSP BEKSYA dan BNSP.

Selanjutnya, pada 14–17 April 2025, tiga personel lainnya—Akhuna Aryo Abu Khansa, Akhuna Abdul Aziz, dan Akhuna Angga Pratama—juga dinyatakan lulus dalam Pelatihan Kualifikasi 5 Tata Kelola Zakat, yang difasilitasi Pokja LAZ Jawa Barat di Kanwil Kemenag, Provinsi Jawa Barat.

“Kami dituntut multitasking dan berpikir strategis, tidak hanya menguasai teori, tapi juga eksekusi lapangan,” jelas Akhuna Aryo yang juga Wakil Ketua Divisi HSI BERBAGI.

Menuju LAZ yang Tepercaya dan Profesional

Pelatihan sertifikasi menjadi momentum kebersamaan tim internal HSI BERBAGI yang sebelumnya banyak bekerja secara daring. Tentu saja, pertemuan tatap muka menjadi berkah tersendiri dan memperkuat koneksi antardivisi dalam membangun sinergi lintas wilayah.

HSI BERBAGI terus berikhtiar meningkatkan skill SDM melalui pelatihan rutin. “Tujuannya agar lembaga ini tumbuh sebagai LAZ nasional yang menyejahterakan mustahik dan memperluas dakwah,” ujar Akhuna Mujiman menegaskan keyakinannya.

Dalam hal ini, sertifikasi yang diperoleh nantinya akan menjadi dokumen strategis dalam pengajuan legalitas LAZ Nasional.

“Kami ingin pengelolaan zakat tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi standar hukum, syariat, dan etika. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada umat,” Akhuna Mujiman menambahkan.

Semoga seluruh ikhtiar yang telah ditempuh seluruh pengurus di HSI BERBAGI mendapat ridha Allah Ta’ala dan menjadi jalan lahirnya peradaban zakat yang lebih adil, profesional, dan membawa berkah. Allahuma Aamiin.*

2