Kesehatan
🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Tidur Sebagai Ibadah: Menurut Sains dan Syariat

Kontributor : Nurul Hikmah Ilyas, S.Ft., Ftr.

Redaktur : dr. Avie Andriyani


Islam memandang tubuh sebagai amanah yang harus dijaga. Setelah lelah bekerja dan beraktivitas, tubuh membutuhkan waktu untuk istirahat. Tidur merupakan salah satu kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla dan sebagai wujud dari rahmatNya. Padanya tersimpan hikmah dan kemaslahatan bagi para makhluk. Tidur sangat bermanfaat untuk pemulihan dan ibadah. Istirahat yang cukup akan memulihkan kekuatan tubuh dan menopang kita agar dapat beraktivitas dan beribadah dengan baik.

Tidur yang cukup bukan sekedar istirahat, melainkan fondasi vital bagi kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Kualitas tidur yang memadai berperan penting dalam menjaga tubuh tetap optimal, secara fisik dan mental. Memahami pentingnya tidur cukup membantu kita untuk menjalani hidup dengan lebih produktif dan berkualitas serta mencegah risiko kesehatan. Bagaimana kiat tidur yang berkualitas hingga berpahala ibadah? Yuk, simak artikel kesehatan Majalah HSI edisi 93 kali ini. 

Mengapa Tidur Penting Bagi Kesehatan?

Saat tidur, tubuh memasuki mode pemulihan, dimana sel-sel yang rusak diperbaiki, jaringan otot diperbarui, dan energi disimpan kembali untuk aktivitas di hari berikutnya. Hal ini menjadikan tubuh siap menghadapi tantangan baru. 

Tidur berperan krusial dalam produksi sitokin, yaitu protein yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Kurang tidur dapat melemahkan respon kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap flu, pilek, dan berbagai penyakit lainnya.

Selain itu, tidur juga memungkinkan otak memproses informasi, menguatkan memori, dan meningkatkan kemampuan belajar. Kualitas tidur yang baik berhubungan langsung dengan tingkat konsentrasi, kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik. Proses tidur juga esensial untuk perkembangan jaringan saraf di otak, yang mendukung kemampuan adaptasi dan pembelajaran seiring bertambahnya usia.

Tidak hanya itu, tidur cukup membantu menjaga keseimbangan hormon penting seperti leptin dan ghrelin yang mengatur nafsu makan, insulin  untuk gula darah, serta kortisol untuk stres dan tekanan darah, keseimbangan ini berkontribusi pada pengolahan berat badan yang sehat, kadar gula darah stabil, dan tekanan darah normal.

Tidur dalam Perspektif Islam

Allah Azza wa Jalla berfirman, 

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba’: 9)

Tidur memiliki dua manfaat penting, sebagaimana yang dituturkan Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Maad. Pertama, untuk menenangkan dan mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas. Kedua, untuk menyempurnakan proses pencernaan makanan yang telah masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena pada waktu tidur, panas alami badan meresap ke dalam tubuh sehingga mempercepat proses pencernaan.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Surah Ar-rum ayat 23, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari.” Dalam Taisir Karimir Rahman [2/402] dijelaskan, Allah 'Azza wa Jalla menjadikan seluruh aktivitas makhluk berhenti pada suatu waktu, yakni pada malam hari. Manusia beristirahat pada waktu malam dan kemudian mereka berpencar pada siang hari untuk mendapatkan kemaslahatan dunia dan akhirat. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik tentang kebiasaan dan waktu tidur. Beliau tidaklah tidur melampaui batas yang dibutuhkan tubuh, tidak juga menahan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan. Kebiasaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam, yaitu setelah shalat isya sebagaimana Syaikh Abdullah Al-Faqih menjelaskan di dalam Fatawa Asy-Syabakiyyah no, 251950, “Adalah kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di awal malam setelah isya, karena dimakruhkan tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya”. 

Selain itu, tidur siang pada tengah hari saat matahari bersinar terik biasa dilakukan juga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni Qailulah atau tidur siang yang singkat. Ulama menekankan pentingnya menjaga waktu tidur agar tubuh kuat untuk beribadah dan belajar. Istirahat yang cukup akan memulihkan kekuatan tubuh dan menopang kita agar dapat beraktivitas, beribadah, dan belajar dengan baik. Di dalam Madarijus Salikin 1 [459-460], Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa tidur di awal malam bermanfaat bagi kesehatan, paling baik dan paling bermanfaat dari lainnya.

Berapa Lama Tidur yang Ideal?

National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur ideal sesuai kelompok usia, yaitu bayi 12-16 jam, anak sekolah 9-11 jam, remaja 8-10 jam, dewasa 7-9 jam, dan lansia 7-8 jam. Durasi tidur serta kualitas tidur sangat penting dalam pemulihan dan perbaikan tubuh baik fisik maupun mental. Berbagai proses biologis terjadi selama tidur. Tidur memberikan waktu untuk otak memproses informasi, regenerasi sel, pemulihan otot, mengatur sistem metabolisme dan konsolidasi memori.

Manfaat Tidur Berkualitas

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik. Selama tidur, tubuh menjalani proses perbaikan dan regenerasi sel. Beberapa manfaat fisik dari tidur yaitu memperbaiki dan menjaga fungsi jantung, meningkatkan sistem daya tahan tubuh, menjaga berat badan karena tidur mengatur hormon yang mengontrol rasa lapar, serta mampu mengontrol gula darah.

Selama tidur, otak yang memproses dan pengalaman selama tidur yang membantu kita mengelola stres dan menjaga suasana hati tetap positif hingga membantu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan konsentrasi, fokus serta daya ingat, juga mampu menstabilkan emosi dan suasana hati.

Mitos dan Fakta Tentang Tidur

Mitos: Begadang bisa diganti tidur di akhir pekan.

Fakta: Mengganti tidur di waktu lain tidak sepenuhnya menggantikan kekurangan tidur kronis. Kondisi tersebut bisa mengganggu keseimbangan hormon tubuh dan meningkatkan stres yang berisiko hipertensi.

Mitos: Orang dewasa cukup tidur 5 jam.

Fakta: Sebagian besar orang dewasa membutuhkan waktu sebanyak 7–9 jam untuk tidur. Tidur yang berkualitas memberikan dampak signifikan pada kondisi fisik. Ini bukan hanya tentang merasa segar, tetapi juga tentang bagaimana organ-organ tubuh beregenerasi dan bekerja secara optimal.

Mitos: Tidur siang membuat malas.

Fakta: Qailulah 10–30 menit dapat meningkatkan kewaspadaan. Imam Asy-Syirbini Al-Khatib menyatakan bahwa tidur qailulah adalah tidur sebelum zawal (matahari tergelincir ke barat). Hal tersebut bisa diibaratkan seperti sahur bagi orang yang berpuasa (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130). Bisa disimpulkan bahwa tidur siang ini akan semakin menguatkan aktivitas ibadah.

Mitos: Mendengkur itu normal.

Fakta: Mendengkur bisa menjadi tanda sleep apnea. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan memunculkan keluhan sesak napas di malam hari.

Mitos: Semakin lama tidur semakin sehat.

Fakta: Tidur berlebihan juga terkait peningkatan risiko penyakit tertentu. Oversleeping dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke. Studi menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur yang terlalu panjang dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular. Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, karena dapat memengaruhi sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa.

Bahaya Kurang Tidur 

Jika seseorang mengalami gangguan tidur atau memiliki jam tidur yang kurang, maka irama sirkadian tubuh akan mengalami gangguan. Irama sirkadian sendiri adalah jam biologis tubuh, jika terganggu akan menyebabkan berbagai penyakit. Efek gangguan ini menimbulkan dampak jangka pendek hingga jangka panjang.

Dampak jangka pendek dari kekurangan tidur yaitu menurunkan fokus, merasakan kantuk sepanjang hari, mudah lelah, gangguan memori, mengganggu mood, hingga menurunkan kualitas hidup secara global.

Dampak jangka panjang kekurangan tidur yang kronik bisa menyebabkan timbulnya penyakit seperti darah tinggi atau hipertensi, diabetes tipe 2, serangan jantung, stroke, obesitas, gangguan sistem imun, serta gangguan kecemasan dan depresi.

Tips Tidur Sehat Sesuai Sunnah

Untuk mencapai tidur yang berkualitas memerlukan kombinasi kebiasaan baik dan lingkungan yang mendukung. Konsistensi adalah kunci untuk mengatur jam biologis tubuh. Berikut tips tidur sehat sesuai sunnah untuk mengoptimalkan pola tidur.

  1. Tidur lebih awal setelah isya
  2. Hindari makan terlalu kenyang menjelang tidur
  3. Matikan atau jauhkan gawai 30-60 menit sebelum tidur
  4. Berwudhu sebelum tidur
  5. Membaca dzikir dan doa sebelum tidur
  6. Tidur miring ke kanan, sesuai sunnah
  7. Bangun untuk shalat subuh dan memulai aktivitas pagi 

Penutup

Tidur bukan tanda kemalasan, melainkan kebutuhan dasar yang Allah ciptakan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa. Sains modern membuktikan bahwa tidur yang cukup berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, otak, sistem imun, dan kestabilan emosi.

Islam telah mengajarkan adab tidur yang menyehatkan jauh sebelum penelitian modern berkembang. Dengan menjaga waktu tidur, mengurangi kebiasaan begadang, dan menghidupkan sunnah sebelum tidur, seorang muslim tidak hanya merawat kesehatannya, tetapi juga menyiapkan diri agar lebih kuat dalam beribadah dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Referensi:

  • Almanhaj. Tidur dalam Tatanan Sunnah. Diakses dari https://almanhaj.or.id/2915-tidur-dalam-tatanan-sunnah.html
  • Redaksi Halodoc. (2026). Tidur Cukup itu Penting: Kunci Sehat, Fokus, Produktif. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/tidur-cukup-itu-penting-kunci-sehat-fokus-produktif
  • Bahraen, Raehanul. (2019). Waktu Tidur Ideal Muslim. Diakses dari https://muslim.or.id/51745-waktu-tidur-ideal-seorang-muslim.html
  • National Sleep Foundation. (2026). How Many Hours of Sleep do You Really Need?. Diakses dari https://www-thensf-org.translate.goog/how-many-hours-of-sleep-do-you-really-need
  • Sariasih.id. (2018). Durasi Tidur yang Baik Untuk Kesehatan Tubuh dan Mental. Diakses dari  https://www.sariasih.id/artikel/artikel/durasi-tidur-yang-baik-untuk-kesehatan-tubuh-dan-mental
  • RSPI Sulianti Saroso. (2024). Manfaat Tidur Berkualitas untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran. Diakses dari https://suliantisarosohospital.com/healthpedia/manfaat-tidur-berkualitas-untuk-kesehatan-tubuh-dan-pikiran
  • Kusumoastuti, Astrid. (2022). Kurang Tidur Bisa ditebus di Lain Waktu?. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/kurang-tidur-bisa-ditebus-di-lain-waktu
  • Tuasikal, Muhammad. (2017). Pernah Amalkan Tidur Qailulah dan Tahu Manfaatnya?. Diakses dari https://rumaysho.com/15749-pernah-amalkan-tidur-qailulah-dan-tahu-manfaatnya.html
  • Alodokter. (2025). Sleep Apnea. Diakses dari https://www.alodokter.com/sleep-apnea
  • Redaksi Halodoc. (2026). Oversleeping? Ini Pemicu dan Bahaya Tidurmu!. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/oversleeping-ini-pemicu-dan-bahaya-tidurmu
  • Saraswati, Yolanda. (2022). Inilah Dampak Jika Kamu Kurang Tidur. Diakses dari https://www.rspremierjatinegara.com/jatinegara/en/inilah-dampak-jika-kamu-kurang-tidur
  • Hamid, Abdul. (2014). Adab-Adab Tidur. Diakses dari https://almanhaj.or.id/4009-adab-adab-tidur.html
  • Redaksi Halodoc. (2026). 10 Tips Tidur Nyenyak Malam Ini, Bangun Lebih Segar. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/10-tips-tidur-nyenyak-malam-ini-bangun-lebih-segar
9