TBC pada Anak
Kontributor: Nurul Hikmah Ilyas, S.Ft., Ftr.
Redaktur: dr. Avie Andriyani
Saat ini, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC atau Tuberculosis terbanyak di dunia, setelah India. Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bulan Maret 2025, mengungkapkan telah terdeteksi lebih dari 1 juta kasus penyakit ini.[1]
Kemenkes mengklaim bahwa 135.000 di antara kasus-kasus tersebut, terjadi pada anak-anak berusia 0-14 tahun. Ini diperkuat dengan data sebelumnya yang diambil pada tahun 2024. Statistik kematian akibat TBC juga lumayan tinggi, yaitu tercatat hingga 125.000 kasus per tahun.[2]
Di tengah berbagai program pemerintah demi menekan penyebaran TBC, tampaknya kita patut peduli. Setidaknya kita perlu memahami perihal penyakit endemik ini, terutama yang menyerang anak-anak, demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. Apa saja yang perlu kita ketahui terkait TBC pada anak? Rubrik Kesehatan Majalah HSI mencoba mengulasnya melalui artikel edisi berikut.
Mengenal TBC
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menular ke manusia yang lain melalui percikan dahak atau droplet ketika penderita TBC paru aktif batuk atau bersin. Mycobacterium tuberculosis ini akan cepat mati bila terkena sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab.
Seorang anak yang terpapar bakteri penyebab TBC, bisa saja tidak menunjukkan gejala bila memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Namun, pada anak yang memiliki daya tahan tubuh lemah, TBC dapat menimbulkan gejala, seperti berat badan turun atau sulit naik, demam, batuk, lemas dan lesu, serta munculnya benjolan di rahang bawah, ketiak, dan selangkangan. TBC pada anak perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah bahkan menyebar ke organ lain seperti otak, tulang, atau kelenjar getah bening.
Penyebaran dan Gejala
TBC pada anak disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara, biasanya ketika seseorang dengan TBC paru aktif batuk atau bersin. Anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (karena HIV, gizi buruk, ataupun karena paparan asap rokok), lebih rentan tertular dan mengalami gejala TBC. Gejala TBC yang sering muncul dan ditemui pada anak, ialah sebagai berikut:
Batuk berkepanjangan, yaitu batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu ini bisa menjadi gejala awal TBC paru.
Demam berkepanjangan, yaitu demam yang tidak jelas penyebabnya dan berlangsung lebih dari 2 minggu
Penurunan berat badan atau gagal tumbuh kembang Anak dengan TBC mungkin mengalami penurunan berat badan atau tidak mengalami peningkatan berat badan sesuai usia.
- Kelelahan, lesu, kurang aktif, atau malas bermain
- Berkeringat berlebihan saat tidur, terutama di malam hari
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
- Pada kasus yang lebih parah, anak mungkin mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas.
- Batuk berdarah menjadi gejala yang lebih serius dan perlu segera ditangani.
Bagaimana Pencegahan dan Penanganan TBC pada Anak?
Tingginya kasus TBC di Indonesia, membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dalam pencegahan dan penanganannya. Berikut ini beberapa langkah nyata yang bisa kita usahakan untuk mendukung penanganan TBC di Indonesia :
- Mengikutsertakan anak-anak pada program vaksinasi. Vaksin BCG dapat memberikan perlindungan terhadap TBC berat pada anak.
- Anak yang berisiko tinggi tertular TBC (misalnya kontak erat dengan penderita TBC) dapat diberikan obat pencegahan TBC sesuai dengan petunjuk dokter.
- Lakukan pemeriksaan rutin pada anak di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama jika ada anggota keluarga yang menderita TBC.
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan rumah, menghindari paparan asap rokok, menghindari kontak dekat dengan penderita TBC, dan menggunakan masker.
- Segera periksakan dan konsultasikan anak yang memiliki gejala TBC untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan TBC pada anak memerlukan obat anti-tuberkulosis yang harus diminum secara teratur dan tuntas sesuai petunjuk dokter.
Berbeda dari penyakit yang disebabkan oleh virus, TBC tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Kabar baiknya, penyakit akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis ini termasuk penyakit yang sudah ditemukan vaksin dan pengobatannya sehingga besar kemungkinan bisa dicegah dan disembuhkan.
Jika anak mengalami gejala yang mengarah pada TBC, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, agar mendapatkan penanganan yang teratur dan tuntas untuk mencegah komplikasi maupun penyebaran infeksi.
Mari kita dukung program penanganan TBC yang komprehensif dari pemerintah Indonesia dalam rangka mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030!
Referensi:
- Making, M.A., et al. 2024. Analisa Faktor Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan TB Paru Pada Kontak Serumah Selama Era New Normal Covid 19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. Volume 5 Nomor 1.
- Pane, M.D.C. (2024, Februari 28). TB Paru Pada Anak, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya. Diakses dari https://www.alodokter.com/tb-paru-pada-anak-kenali-penyebab-dan-cara-mencegahnya
- Nutriclub. (2023, Agustus 15). Polusi Udara Picu Penyebaran TBC Pada Anak, Bagaimana Mencegahnya?. Diakses dari https://www.nutriclub.co.id/artikel/kesehatan/1-tahun/tbc-pada-anak
- IHC RS Djatiro. (2025, April 25). Tuberkulosis pada Anak: Kenali Tanda, Gejala, dan Cara Mencegahnya. Diakses dari https://rsdjatiroto.ihc.id/artikel-detail-1177-Tuberkulosis-pada-Anak-Kenali-Tanda-Gejala-dan-Cara-Mencegahnya
- Tim Konten Medis. (2024, Februari 21). 10 Gejala TBC Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai. Diakses dari https://ciputrahospital.com/10-gejala-tbc-pada-anak-yang-perlu-diwaspadai/
- Center for Disease Control and Prevention. (2025, April 17). Tuberculosis in Children. https://www.cdc.gov/tb/about/children.html
- Humas RSDS. (2023, Juni 23). Hal-Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang TBC Pada Anak. Diakses dari https://rsudsoeselo.tegalkab.go.id/berita/hal-hal-yang-harus-kamu-tahu-tentang-tbc-pada-anak.