Tanya Jawab
Bersama Al-Ustadz
Dr. Abdullah Roy, M.A. hafidzahullāh
01.
Assalāmu‘alaikum, Ustadz. Setiap hari kita dianjurkan untuk berdzikir, namun sering kali wudhu kita cepat batal. Apakah boleh berdzikir atau berdoa pada waktu-waktu mustajab dalam keadaan tidak berwudhu? Mohon penjelasannya, Ustadz.
Jawab:
Berdzikir disunnahkan dalam keadaan suci. Dahulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam senantiasa berdzikir kepada Allah di setiap waktunya. Sebagian ulama berdalil dari hal ini bahwa beliau selalu menjaga wudhunya, meskipun hal tersebut adalah sunnah dan tidak sampai pada derajat wajib. Yang lebih utama adalah berdzikir dalam keadaan berwudhu. Namun, jika seseorang berdzikir dalam keadaan hadats kecil (tidak berwudhu), maka hal itu tetap diperbolehkan dan tidak mengapa. Ia hanya meninggalkan keadaan yang lebih utama. Allāhu a‘lam.
02.
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh. Dahulu, saat saya sakit karena terkena sihir, saya sempat dibawa oleh saudara untuk berobat ke seorang Ustadz. Ustadz tersebut menanyakan nama ibu kandung, lalu mengajarkan wirid dan amalan-amalan yang tidak lazim dalam ibadah. Saya sempat mengamalkannya selama beberapa bulan. Setelah mengenal sunnah, saya tinggalkan semua itu dan bertaubat. Pertanyaannya, apakah perbuatan tersebut termasuk kesyirikan? Dan apakah amal-amal saya terhapus karena perbuatan tersebut? Mohon nasihatnya, syukran.
Jawab:
Jika seseorang menanyakan nama ibu kandung sebagai bagian dari pengobatan, maka itu adalah ciri seorang dukun yang berkedok ustadz. Jika amalan-amalan yang diajarkan hanya berupa tambahan-tambahan dalam dzikir, maka itu belum sampai pada kesyirikan, namun sudah masuk dalam perkara bid‘ah yang disukai oleh setan. Seorang muslim wajib bertaubat dari hal tersebut. Kita berharap semoga amalan penanya tidak sampai pada perbuatan syirik. Dan alhamdulillāh, penanya telah bertaubat dari amalan bid‘ah itu. Allāhu a‘lam.
03.
Assalāmu‘alaikum, Ustadz. Bagaimana jika kita merasa takut saat malam hari hingga mengganggu waktu tahajud? Mohon nasihatnya, Ustadz. Syukran, jazākallāhu khayran.
Jawab:
Allah berfirman:
فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman.” (QS. Āli ‘Imrān: 175)
Perbanyaklah mempelajari ma‘rifatullāh, yaitu mengenal Allah yang menciptakan alam semesta, termasuk jin. Mereka tidak mampu melakukan apa pun kecuali dengan izin Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaan-Nya. Kita adalah hamba Allah. Maka jika kita memohon perlindungan kepada-Nya, Allah pasti akan memberikan perlindungan-Nya.
Rasa takut yang membuat seseorang enggan bangun malam, berwudhu, dan shalat tahajud adalah waswas dari setan. Setan menginginkan kita malas dan menjauh dari amal saleh. Maka, janganlah takut. shalat malam adalah amalan agung dan kebiasaan orang-orang saleh. Jika seseorang dapat membiasakannya, itu adalah kebaikan yang besar. Allāhu a‘lam