Kesehatan

Strategi Makan Sehat Bersama Keluarga di Hari Raya

Kontributor : Nurul Hikmah Ilyas, S.Ft., Ftr.

Redaktur : dr. Avie Andriyani


Hari raya Idul Fitri identik dengan hidangan melimpah dan suasana silaturahmi menguatkan ukhuwah. Beragam suguhan tersaji agaknya menjadi representasi rasa syukur atas rezeki yang Allah limpahkan. Ini ibarat simbol kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa.

Kurang afdal rasanya jika kita tak mencicipi hidangan yang tersaji. Namun, bagaimana cara menikmatinya tanpa mengorbankan kesehatan? Artikel edisi ini akan membedah tema tersebut. Mari simak bersama hingga tuntas.

Mengapa Pola Makan Saat Hari Raya Perlu Diperhatikan?

Perubahan pola makan dari yang terbatas dan teratur selama berpuasa ke pola makan yang cenderung berlebih saat hari raya, kerap terjadi. Perubahan ini meliputi peningkatan porsi dan frekuensi makan. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan karena harus bekerja lebih keras dalam waktu singkat.

Syari'at Islam mengajarkan kita untuk makan dan minum tanpa berlebihan. Salah satu hadis yang dikenal tentang pentingnya menjaga pola makan, yaitu:

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ الْحِمْصِيُّ، وَحَبِيبُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ، عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ ‏”‏ ‏.‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، نَحْوَهُ ‏.‏ وَقَالَ الْمِقْدَامُ بْنُ مَعْدِيكَرِبَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏

Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ’anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Manusia tidak mengisi wadah apa pun yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam makan apa yang dapat menopang punggungnya. Jika itu tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas.” (HR. at-Tirmidhi no. 2380 dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ’anhu)

Kebiasaan Makan saat Lebaran yang Sering Tidak Disadari

Momentum hari raya di tengah masyarakat negeri kita, erat dengan suasana saling berkunjung antar keluarga, kerabat, hingga kolega. Tradisi silaturahmi pas Lebaran, kadang menjadi pemicu kebiasaan makan yang terus-menerus. Selain makanan berat dan kue kering, minuman manis hingga minuman bersoda pun, lazim disuguhkan sebagai “teman” ngobrol. Tidak afdal rasanya ketika bertamu, kita tidak mencicipi suguhan tuan rumah. Padahal rata-rata, kita bertamu tidak hanya ke satu rumah.

Saking banyaknya makanan yang tersaji di depan mata, sering kali kita menjadi terlena hingga tambah lagi dan lagi. Lebih-lebih tubuh sulit mengenali rasa kenyang karena umumnya kita makan dengan tergesa-gesa atau terlalu antusias saat bercengkerama. Mengonsumsi makanan tinggi gula terus-menerus, juga menyebabkan rasa lapar muncul lebih sering akibat kurangnya nutrisi penting.

Dampak Makan Berlebihan Saat Hari Raya

Asupan yang tumpah-ruah, mungkin memicu masalah kesehatan. Jika kita terus menerapkan pola makan “balas-dendam” saat lebaran, sejatinya risiko penyakit berbahaya tengah mengintai. Bisa-bisa muaranya lonjakan gula darah, tekananan darah tinggi, hingga gangguan pencernaan.

Momen lebaran memang kerap mendorong kita lebih longgar pada diri sendiri. Opor ayam atau gulai bisa disantap hingga 2 sampai 3 piring dalam sehari. Pilihan itu sering kali didukung oleh perasaan yang memunculkan justifikasi, “Ah, setahun sekali saja, kok,” atau “Tidak apa-apa, kan tidak sering.” Imbasnya peningkatan berat badan yang berujung pada penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

Di sisi lain, suasana libur yang identik dengan santai dan minim aktivitas fisik, turut berpengaruh. Tubuh yang jarang bergerak, membuat metabolisme melambat sehingga kita lebih mudah merasa berat, kurang bugar, bahkan kehilangan produktivitas setelah hari raya usai.

Strategi Makan Sehat agar Tetap Fit di Hari Raya

Kita bisa berikhtiar mengatur pola makan selama hari raya dengan menerapkan strategi berikut ini :

  • Mengatur porsi makan secukupnya. Kita tetap boleh mencicipi ragam hidangan yang disediakan, namun gunakanlah piring kecil atau ambil porsi separuh dari biasanya. Dengan begitu, kita tetap menghargai tuan rumah tanpa harus menolak makanan.
  • Tetap imbangi dengan memperbanyak konsumsi serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Langkah ini akan membantu menurunkan kadar kolesterol serta gula darah dalam tubuh.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis. Pilih jenis makanan dan minuman manis yang lebih sehat seperti jus, puding buah, atau sup buah.
  • Mengatur jadwal makan juga sangat penting, agar tubuh terbiasa dengan rasa kenyang ataupun rasa lapar.
  • Pastikan tetap aktif bergerak. Strategi sederhana dan realistis yang bisa dilakukan bersama keluarga misalnya memilih berjalan kaki saat bersilaturahmi ke rumah keluarga atau kerabat yang dekat. Aktivitas fisik akan menjadi upaya penyeimbang antara kalori masuk dan yang keluar.
Menikmati aneka hidangan Lebaran mungkin adalah bentuk syukur atas rezeki dan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh. Namun, rasa syukur ini harus dibarengi dengan sikap bijaksana. Sebagaimana prinsip “makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan”.    

Terapkan pola makan yang bijak sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah kesehatan. Mudah-mudahan dengannya kita terhindar dari ancaman berbagai penyakit. Tubuh yang prima, insyaallah, akan memudahkan kita untuk terus beribadah dan beraktivitas, bahkan setelah hari raya usai.

Selamat Lebaran dan selamat menikmati waktu liburan. Mari senantiasa sadar untuk menjaga salah satu karunia Allah yang begitu berharga, yaitu kesehatan. Baarakallahu fiikum.

Referensi:

  • Adrian, Kevin. (2025). Penting Diketahui, Ini Tips Makan Sehat Saat Lebaran. Diakses dari https://www.alodokter.com/penting-diketahui-ini-tips-makan-sehat-saat-lebaran
  • Budiyanto. (2025). Ini Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran Berlebihan untuk Lansia. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/ini-bahaya-konsumsi-makanan-lebaran-berlebihan-untuk-lansia?srsltid=AfmBOoo4B23xi0yh1Ns_fNGVzHt9EIvWYCiwskp08CVU1yWSMioNTJO5
  • Fensynthia, Gracia. (2025). Polifagia, Kondisi Rasa Lapar Berlebih walau Sudah Makan. Diakses dari https://www.alodokter.com/polifagia-kondisi-rasa-lapar-berlebih-walau-sudah-makan
  • Rizal, Fadli. (2020). Apa Dampak yang Disebabkan Binge Eating. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/apa-dampak-yang-disebabkan-binge-eating?srsltid=AfmBOop3VVTcna7XA8Wge1rI4UrfZwBbIv9a9tLk_VEsS9uyS-gVf-jO
  • Tuasikal, Muhammad Abduh. (2020). Hidup Sehat Ala Rasulullah. Diakses dari https://rumaysho.com/25270-hidup-sehat-ala-rasulullah-hadits-jamiul-ulum-wal-hikam-47.html
6