Khotbah Jumat

Sedekah Adalah Bukti Keimananl

Penulis: Abu Ady

Editor: Za Ummu Raihan

Khotbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَ: "يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا."

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah تعالى,

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah تعالى dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan kita dan mendekatkan diri kepada Allah تعالى adalah dengan bersedekah. Pada Khotbah hari ini, kita akan membahas tentang sedekah, keutamaannya, dan bagaimana sedekah menjadi bukti keimanan kita kepada Allah تعالى.

Apa itu Sedekah?

Kita semua sudah sering mendengar dan mengucapkan kata sedekah sehingga kita juga sama-sama mengetahui maknanya. Sedekah adalah pemberian seseorang kepada orang lain dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Islam, sedekah mencakup segala bentuk kebaikan yang kita lakukan untuk membantu sesama. Sedekah tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga bisa berupa senyuman, nasihat yang baik, atau perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah H bersabda:

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

"Setiap perbuatan baik adalah sedekah." (HR. Bukhari no. 6021 dan Muslim no. 1005)

Keutamaan Sedekah

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah تعالى,

Sedekah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Sedekah bisa menjadi sarana untuk membersihkan harta kita, mendatangkan keberkahan, serta pahala yang sangat banyak. Allah تعالى berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۢ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Sedekah juga dapat menghapuskan dosa. Rasulullah H bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi no. 614)

Selain itu, sedekah juga bisa menjadi pelindung kita dari kesulitan di akhirat. Rasulullah H bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

"Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan bersedekah sebiji kurma." (HR. Al-Bukhari no. 1417)

Sedekah sebagai Bukti Keimanan

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah تعالى,

Sedekah bukan hanya tanda kasih sayang dan bentuk kepedulian kepada sesama, tetapi juga sebagai bukti ketaatan kepada perintah Allah تعالى. Ketika seseorang bersedekah, ia sebenarnya sedang membuktikan keimanan dan keyakinannya bahwa Allah تعالى akan menggantikan apa yang ia keluarkan dengan sesuatu yang lebih baik. Rasulullah H bersabda:

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

"Sedekah itu adalah bukti." (HR. Muslim no. 223)

Imam Nawawi V menjelaskan dalam Syarah Sahih Muslim bahwa sedekah merupakan bukti atas keimanan pelakunya, karena seorang munafik akan menolak bersedekah karena ia tidak meyakini hal itu. Maka, barang siapa yang bersedekah, dapat disimpulkan dari sedekahnya bahwa ia memiliki keimanan yang benar.

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah تعالى,

Pada Khotbah kedua ini, marilah kita mengingat bahwa bersedekah adalah amalan yang harus kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah tidak hanya dianjurkan ketika kita memiliki kelapangan harta, tetapi juga saat kita dalam kesempitan. Allah تعالى berfirman:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

"Orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 134)

Biasakan diri kita bersedekah, walaupun sedikit, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara berkelanjutan. Rasulullah bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meskipun sedikit." (HR. Muslim no. 783)

Selain itu, kita juga perlu mengajarkan anak-anak kita untuk gemar bersedekah sejak dini. Tanamkan nilai-nilai kedermawanan dan kepedulian kepada sesama agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman dan peduli terhadap orang lain.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah تعالى,

Marilah kita tingkatkan keimanan kita dengan memperbanyak sedekah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar bersedekah, baik di waktu lapang maupun sempit, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang yang mendapatkan naungan-Nya di akhirat kelak karena kita memberi dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri kita tidak mengetahuinya. Aamiin.

Di akhir Khotbah ini, mari kita bershalawat untuk Nabi Muhammad H dan memanjatkan doa untuk diri kita dan seluruh kaum muslimin.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِينَ مُحَمَّدٍ ﷺ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِينَ مُحَمَّدٍ ﷺ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ

Referensi:

  1. Imam Bukhari, Shahih Bukhari. Al-Maktabah As-Syamilah.
  2. Imam Muslim, Shahih Muslim. Al-Maktabah As-Syamilah.
  3. Imam Tirmidzi, Sunan Tirmidzi. Al-Maktabah As-Syamilah.
  4. Imam Nawawi, Al-Minhaj. Al-Maktabah As-Syamilah
0