🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Sandbox HSI, Ruang Belajar dan Pencetak IT Andal

Reporter: Rizky Aditya Saputra

Redaktur: Dian Soekotjo


Di tengah derasnya arus digitalisasi, sektor information technology (IT) menjadi penopang utama dalam bidang teknologi dan keamanan siber. Semua hal yang terhubung secara digital tentunya memiliki risiko gangguan dan peretasan, di sinilah peran IT yang mumpuni diperlukan.

Menyadari hal tersebut, Divisi IT HSI AbdullahRoy hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar secara daring. Divisi ini menangani berbagai kebutuhan teknologi yayasan, mulai dari pengelolaan sistem pembelajaran, pengembangan aplikasi, hingga pemeliharaan server yang menunjang kegiatan dakwah dan pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas SDM, Divisi IT HSI menyelenggarakan seminar Sandbox IT, sebuah rangkaian pelatihan intensif untuk mencetak kader IT yang andal dan berkompeten. Program ini dirancang bukan hanya untuk memperkenalkan dasar-dasar pemrograman, tetapi juga membangun mental pembelajar yang siap berkontribusi dalam proyek-proyek digital dakwah yayasan. Melalui Sandbox, para peserta diberi kesempatan untuk belajar, bereksperimen, dan berlatih langsung dalam lingkungan yang kondusif serta terarah.

Kini, Sandbox IT menjadi salah satu program unggulan Divisi IT HSI yang telah melahirkan banyak talenta digital dari kalangan santri. Mereka tak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai dakwah dan semangat kontribusi untuk umat. Dengan dukungan mentor berpengalaman, Sandbox IT terus berperan sebagai ruang belajar dan inkubator yang melahirkan generasi penerus IT di lingkungan Yayasan HSI Abdullah Roy yang siap menghadirkan solusi digital untuk kemajuan dakwah Islam di era modern.

Digagas Sejak 2022

Selama tiga tahun terakhir, Sandbox HSI hadir untuk mendidik talenta-talenta digital IT yang akan membantu pengembangan dakwah Yayasan HSI Abdullah Roy. Secara rutin, Sandbox HSI membuka kelas online dengan jumlah peserta hingga ratusan orang tiap tahunnya.

Dimulai pada 2022, Sandbox HSI angkatan pertama dirintis dengan diikuti sekitar 400 santri. Mereka belajar dasar-dasar program yang dibutuhkan untuk pemula. Pada tahun kedua, Sandbox HSI memiliki 293 peserta ikhwan dan 91 akhwat. Sedangkan dua tahun terakhir, bagian dari Divisi IT HSI ini total mengedukasi sekitar 800 peserta ikhwan maupun akhwat.

Ibarat sebuah anak tangga, keberadaan Sandbox HSI sangat penting. Ia merupakan pijakan pertama yang berfungsi untuk menjembatani seseorang masuk ke Divisi IT HSI. Tanpa pijakan pertama itu, jenjang berikutnya akan terasa berat dan terjal. Oleh karena itu, seseorang akan mulai belajar mengeksplor kemampuannya di bidang IT melalui Sandbox.

Filosofi Kotak Pasir

Secara harfiah, Sandbox merupakan sebuah kotak pasir. Filosofinya adalah tempat bermain untuk mencoba berbagai hal baru bagi anak-anak. Mereka dapat bermain sepuasnya dan beruji coba tanpa takut salah.

Di dekat kotak pasir itu, ada sebuah kolam air yang cukup besar. Kolam ini baru dapat dimasuki oleh anak-anak, jika mereka telah puas “bermain” di kotak pasir tersebut.

“Mungkin bisa diibaratkan bahwa Sandbox itu kolam pasir, tempat uji coba buat bermain. Sandbox itu bisa dibilang playground saja buat main-main,” kata Kadiv IT HSI, Akhuna Kurnia Adhiwibowo, kepada Tim Majalah HSI.

“Sedangkan teman-teman yang sudah menguasai program itu bukan di kolam pasir, tapi di kolam air. Kalau yang kolam air namanya production. Nanti kalau memang sudah bisa, baru ‘nyemplung’ ke kolam airnya,” Akhuna Kurnia menambahkan.

Banyak hal mendasar yang dapat dipelajari di Sandbox. Selama empat bulan, calon peserta dapat memilih salah satu program yang hendak dikuasai sesuai kebutuhan, antara lain: Django, Golang, Flutter, Kotlin, NextJs, dan UIUX Design.

“Tugas utama kami ini terus mengembangkan teknologinya. Artinya fitur-fitur dari beberapa aplikasi terus berkembang sesuai kebutuhannya. Aplikasi seperti BMT, HSIB, dan Sakinah, itu masih terus kami kembangkan. Untuk server kami masih terus menyesuaikan dengan kebutuhan. Kami optimalisasi agar (feedback) yang diterima user tidak menjadi keluhan,” Akhuna Kurnia menjelaskan.

“Memang tantangannya itu mengembangkan aplikasi yang lebih efisien dan optimal. Karena dengan perkembangan HSI yang semakin besar membutuhkan aplikasi yang tangguh, serta akrab dengan beban user yang banyak, namun tidak memakai resource yang besar,” terangnya.

Mentor Mumpuni

Setelah memilih salah satu program, peserta Sandbox akan mendapatkan gemblengan selama empat bulan. Beberapa mentor siap mengarahkan para peserta, agar dapat menguasai setiap materi secara detail dari A-Z.

Adapun mentor di Sandbox merupakan peserta aktif HSI Abdullah Roy. Mereka semua orang terpilih yang memiliki pengetahuan mumpuni tentang IT. Tak cuma skill individu, para mentor juga, insyaallah, dipastikan memiliki kemampuan mengajar yang baik.

“Mentor dipilih dari peserta aktif HSI Abdullah Roy yang menguasai bidang IT tertentu seperti front-end: web, mobile, back-end, atau UI/UX Design. Serta memiliki kemauan dan kemampuan mengajarkan pengetahuannya tersebut kepada santri peserta Sandbox,” ujar Ketua Sandbox HSI, Akhuna Gian Pratama.

Menurut Akhuna Gian, tujuan utama dibentuknya Sandbox ialah untuk menyiapkan talenta digital di bidang IT. Selain itu, Sandbox juga diharapkan dapat menjadi wadah berkumpulnya para alumni dan mentor dalam sebuah talent pool.

“Program ini dipersiapkan untuk menyiapkan talenta digital yang dapat membantu pengembangan dakwah Yayasan HSI Abdullah Roy di bidang IT secara khusus, dan dakwah Islam secara umum. Lalu, program ini juga mengumpulkan para alumni dan mentor dalam Talent Pool, jika ada pihak-pihak seperti SMA IT HSI yang membutuhkan mentor, desainer ataupun programer,” jelas Akhuna Gian.

Manfaat Jangka Panjang

Menariknya, Akhuna Gian sendiri merupakan lulusan Sandbox HSI angkatan pertama. Ketika itu, ia memilih materi pemrograman Flutter yang biasa digunakan untuk pengembangan aplikasi mobile.

Akhuna Gian bersyukur, karena melalui kelas Sandbox HSI tiga tahun silam, ia dapat terus mengembangkan aplikasi mobile edu.hsi.id yang kini digunakan ribuan santri reguler HSI. Santri Angkatan 211 ini juga berharap kebermanfaatan itu dapat terus berlanjut untuk jangka yang panjang.

“Saya bersyukur bisa bergabung dalam Sandbox IT HSI 1.0 tahun 2022. Bagi saya, program Sandbox adalah langkah awal pencetak kader-kader IT yang berminat menjadi pendukung dakwah sunnah, khususnya di Yayasan HSI Abdullah Roy,” Akhuna Gian menuturkan.

“Alhamdulillah sampai saat ini, hasil pembelajaran kami di Sandbox 1.0 berupa aplikasi mobile edu.hsi.id terus dikembangkan dan bisa dinikmati semua santri HSI dalam program reguler. Harapannya, bisa terus mendukung dan menebar manfaat yang jauh lebih besar dalam memenuhi kebutuhan digitalisasi divisi-divisi di Yayasan HSI Abdullah Roy,” tambahnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Ukhtina Irma Widyawati. Di kelas Sandbox HSI, Ukhtuna Irma tak hanya mendapat ilmu tentang IT, melainkan juga kebersamaan dan semangat dalam dakwah.

“Sandbox HSI memberi pengalaman berharga bagi saya. Tidak hanya meningkatkan keterampilan IT, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat berkontribusi untuk dakwah. Semoga HSI Sandbox terus berkembang dan melahirkan generasi IT yang unggul dan bermanfaat untuk umat,” harap santriwati Angkatan 221 ini.

Bagi ikhwan dan akhwat yang tertarik untuk mendaftar Sandbox HSI caranya mudah. Cukup masuk ke https://sandbox.hsi.id lalu klik ikon Daftar Sekarang. Setelah itu ikhwan dan akhwat cukup membayar biaya sebesar Rp 600.000 dan dipersilahkan memilih program yang diminati. Jadi jika antum atau anti mempunyai minat besar dalam dunia IT serta hendak terlibat dalam dakwah bersama HSI, mari segera bergabung. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai bagian dari dakwah hak serta memperberat catatan amal kebaikan…aamiin. Segera mendaftar ya.. Semoga Allah mudahkan. Baarakallahu fiikum.

81