Mutiara Hadits

Sabar, Optimis, dan Yakin

Penulis: Abdullah Yahya An-Najaty, Lc.

Editor: Yum Roni Askosendra, Lc.


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لِيْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « ‌وَاعْلَمْ ‌أَنَّ ‌النَّصْرَ ‌مَعَ ‌الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma; ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran, jalan keluar beriringan dengan kesukaran dan sesudah kesulitan akan datang kemudahan.’”

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, nomor 2803 sesuai lafazhnya; Al-Hakim dalam Mustadrak-nya, nomor 6304; Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, nomor 11243; dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman, nomor 9528 dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Syaikh Syu’aib Al-Arnauth rahimahullah menilai hadits di atas shahih dalam takhrij-nya terhadap Musnad Imam Ahmad,5:19. Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah juga menyatakan sanadnya shahih dalam takhrij-nya terhadap Musnad Imam Ahmad,3:245.

MAKNA UMUM HADITS

Hadits di atas menjelaskan bahwa kesabaran adalah kunci segala kebaikan dan pertolongan, apabila dibarengi keikhlasan. Solusi akan datang pada setiap kesukaran dan kemudahan akan datang setelah kesulitan. Rahmat Allah bagi hamba-Nya begitu dekat, Allah iringkan solusi dan jalan keluar setelah datangnya kesulitan, maka hendaknya seorang hamba tidak berputus asa atas apa pun yang menimpanya.[1]

SYARAH HADITS

Hadits di atas menunjukkan bahwa manusia di dunia ini, terutama orang-orang shalih, akan mengalami musibah. Hal ini sesuai dengan firman Allah ‘azza wajalla,

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ (*) ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ (*) أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).’ Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

‌أَنَّ ‌النَّصْرَ ‌مَعَ ‌الصَّبْرِ

Makna kalimat (‌أَنَّ ‌النَّصْرَ ‌مَعالصَّبْرِ) adalah kemenangan selalu beriringan, tidak bisa terpisahkan dari kesabaran[2].

Tabi’in yang mulia, Sa’id bin Jubair rahimahullah, menuturkan, “Sikap sabar ada dua macam: pertama adalah sabar dari segala sesuatu yang Allah haramkan dan kedua adalah sabar atas hal yang Allah wajibkan berupa ibadah – ini adalah jenis sabar yang paling utama. Adapun sikap sabar yang lain adalah sabar terhadap musibah (yang menimpa).”[3]

Membuka lembaran baru dalam hidup seringkali membutuhkan kesabaran. Ketika kita memulai sesuatu yang baru, tantangan dan rintangan pasti akan muncul. Kesabaran adalah kunci untuk menghadapi semua itu. Dengan bersabar, kita akan mencapai kemenangan, baik dalam bentuk keberhasilan, kebahagiaan, atau mencapai tujuan. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa kesabaran bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang akan membawa kita pada hasil yang diinginkan.

أَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ

Makna kalimat (أَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ) adalah bahwa solusi akan datang dengan cepat setelah kesukaran. Dengan demikian, kesukaran tersebut tidak akan bertahan lama[4]. Ketika kesukaran semakin banyak, kemudahan akan semakin dekat sebab Allah berfirman,

﴿أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ﴾

“Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan (Dia pula yang) menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)

Kunci utama dalam mendapatkan solusi dan jalan keluar dari semua problematika adalah takwa, mengerjakan segala perintah Allah, dan menjauhi semua larangan-Nya, sebagaimana Allah ingatkan dalam firman-Nya,

﴿وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجًا﴾


“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (QS. Ath-Thalaq: 2)

Setiap kesulitan yang kita hadapi tatkala memulai sesuatu yang baru pasti ada solusinya. Ketika kita merasa terjebak atau menghadapi masalah, yakinlah bahwa selalu ada jalan keluar. Ini adalah dorongan untuk tetap optimistis dan tidak menyerah, meskipun situasi terasa berat. Membuka lembaran baru berarti siap menghadapi ketidakpastian. Keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan akan memberi kita kekuatan untuk terus maju.

أَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا


Makna kalimat (أَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا) adalah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surat Asy-Syarh ayat 5-6, bahwa kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan sebab kata “kemudahan“ berbentuk nakirah (tanpa alif lam), yang maknanya tidak sama dengan yang pertama apabila lafalnya diulang. Adapun kata “kesulitan” berbentuk ma’rifah (didahului alif lam), sehingga maknanya tetap sama, meski diulang.[5]

Ini mengingatkan kita bahwa tidak ada kesulitan yang abadi. Setiap fase sulit dalam hidup, termasuk saat memulai sesuatu yang baru, akan diikuti oleh kemudahan. Ini adalah janji dari Allah yang memberikan harapan dan semangat untuk terus berusaha.

Imam Al-Alusi rahimahullah berkata, “Hendaknya setiap muslim menjadikan hadits ini sebagai cermin hatinya, syiar, semboyan, dan ucapannya, serta mengaplikasikannya dalam setiap gerak dan tingkah lakunya agar selamat di dunia dan akhirat serta mendapatkan kemuliaan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.”[6]

FAEDAH HADITS

  1. Dunia adalah tempat ujian, hendaknya dihadapi dengan kesabaran.
  2. Sabar adalah kunci keberhasilan, sehingga setiap individu muslim wajib bersabar dalam segala urusannya, terlebih lagi dalam menghadapi cobaan dan musibah.
  3. Optimistislah dalam menemukan solusi dan jalan keluar, bagaimanapun kesulitan yang harus dihadapi, dan yakinlah bahwa Allah akan mendatangkan solusi di balik semua kesulitan tersebut.
  4. Ketakwaan adalah kunci utama datangnya solusi dan jalan keluar.
  5. Allah menjanjikan bahwa kemudahan pasti datang setelah kesulitan, sehingga penyebutannya diulang sampai dua kali dalam Al-Qur’an.
  6. Keyakinan bahwa kemudahan pasti datang setelah kesulitan akan memberi kekuatan pada jiwa dalam mengarungi kehidupan.
  7. Sabar, optimistis, dan yakin adalah kunci sukses dalam membuka lembaran baru kehidupan.

Referensi:

  1. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Tahqiq Syu’aib Al-Arnauth, Mu’assasah Ar-Risalah-Beirut, Cet. 1, Tahun 1416 H/1996 M.
  2. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Tahqiq Ahmad Muhammad Syakir, Dar Al-Hadits-Kairo, Cet. 1, Tahun 1416 H/1995 M.
  3. Al-Mustadrak ‘Ala Ash-Shahihain, Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Al-Hakim, Tahqiq Mushtafa Abdul Qadir ‘Atha, Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah-Beirut, Cet. 1, Tahun 1411 H/1990 M.
  4. Al-Mu'jam Al-Kabir, Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub Al-Lakhmi Ath-Thabarani, Tahqiq Hamdi bin Abdul Majid As-Salafi, Maktabah Ibn Taimiyah-Kairo, Cet. 2, tanpa menyebut tahun.
  5. Syu'ab Al-Iman, Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain bin Ali Al-Baihaqi Al-Khurasani, Tahqiq DR. Abdul Ali Abdul Hamid, Maktabah Ar-Rusyd, Riyadh-KSA, Cet. 1, Tahun 1423 H/2003 M.
  6. Jala’ Al-‘Ainain Fi Muhakamah Al-Ahmadain, Abul Barakat Khairuddin Nu’man bin Mahmud bin Abdullah Al-Alusi, Mathba’ah Al-Madani, Cet. Tahun 1401 H/1981 M.
  7. Nur Al-Iqtibas Fi Misykah Washiyah An-Nabi Libni ‘Abbas, Abul Faraj Zainuddin Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab Al-Hanbali, Tahqiq Abu Mush’ab Tal’at bin Fuad Al-Hulwani, Al-Faruq Al-Haditsah, Cet. 1, Tahun 1425 H/2004 M.
  8. Situs web https://dorar.net/hadith/sharh/112208, diakses pada tanggal 4 Maret 2025.
0