Doa

Rintihan Hati Memohon Kemudahan

Penulis: Fadhila Khasana

Editor: Za Ummu Raihan


LAFAL DOA

اَلَّلهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Allaahummaa laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa,

wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa.

“Ya Allah, tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau menjadikannya mudah. Engkau pula yang (Maha Mampu) membuat kesedihan menjadi mudah, jika Engkau menghendakinya.”

(HR. Ibnu Hibban no. 6737)[1]

MAKNA LAFAL:

اَلَّلهُمَّ artinya “Ya Allah”.[2]

السَّهْل adalah istilah untuk segala sesuatu yang bersifat lembut, mudah, dan tidak keras. Pasir yang ada di tepian pantai dinamakan سَهْلَةٌ

لاَ سَهْلَ yaitu tidak ada kelembutan dan kemudahan.[4]

الْحَزْنُ yaitu kesusahan.[5] Biasanya الْحَزْنُ dipakai untuk menyebutkan sesuatu yang tidak ada kemudahan sama sekali di dalamnya.[6]

ULASAN DOA:

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dan dinilai shahih oleh Al-Imam Al-Albani[7] dan Imam Ibnu Hajar.[8]

Ketika seorang muslim sedang mengalami kesusahan, disunnahkan baginya untuk melafalkan doa ini agar Allah mengangkat kesusahan yang sedang dialami.[9]

Segala sesuatu tidak akan menjadi mudah, kecuali jika Allah menghendakinya menjadi mudah untuk kita. Apa pun itu, baik berupa tugas atau pekerjaan, anak-anak, tunggangan, hubungan dengan sesama manusia, dan sebagainya. Isi doa ini memang tampak seperti sebuah pengakuan semata. Namun, hakikat di dalamnya mengandung permintaan dan rintihan hamba kepada Rabb-nya agar Dia berkenan memudahkan semua hal yang sulit untuk dihadapi. Seakan-akan, hamba tersebut mengatakan, “Wahai Rabb-ku, mudahkanlah untukku urusanku ini.” Doa terkadang memakai susunan kalimat seperti kabar atau pengakuan saja, tetapi terkadang pula memakai susunan kalimat permintaan secara jelas.[10]

Referensi:

  1. Shahih Ibnu Hibban. Al-Imam Ibnu Hibban. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  2. Syarh Hishnul Muslim. Abu Muslim Majdi bin Abdil Wahhab. Al-Maktabah Asy-Syamilah
  3. Ibrazul Ma’ani min Harazil Ma’ani. Abu Syammah Asy-Syathibiyyah. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  4. Da`iratu Ma’arifil Usratil Muslimati. ‘Iddatu Mu’allifin. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  5. Jami’u Shahihil Adzkar Lil Albani. Al-Imam Al-Albani. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  6. Fatawasy Syubkah Al-Islamiyyah. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  7. Artikel no. 226 (دعاء من استصعب عليه أمر). Dr. Khalid bin Utsman As-Sabt. https://khaledalsabt.com/explanations/442
0