Program SDF HSI BERBAGI: Rezeki Allah Maha Luas
Penulis : Leny Hasanah
Editor : Subhan Hardi
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ – وَأَحْسِبُهُ قَالَ – وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ » [أخرجه البخاري ومسلم]
“Orang yang membantu para janda dan fakir bagaikan seorang mujahid fi sabilillah. “Dan aku juga mengira beliau mengatakan, “Seperti orang yang sholat malam tidak pernah berhenti dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah Kehilangan Suami
Wanita paruh baya ini bernama Ummu Rio, seorang ibu yang telah menjalani kehidupan sebagai single parent selama lima tahun terakhir. Qodarullah, kehidupannya berubah drastis pada awal November 2019, ketika suaminya, yang sehat dan penuh semangat, mendadak meninggal usai sarapan pagi. Seketika dunia terasa runtuh, karena kehilangan orang yang dicintai, sekaligus tulang punggung keluarga. Meski sempat terpuruk, Ummu Rio mencoba memilih bangkit dengan keyakinan bahwa setiap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membawa kebaikan.
Di tengah duka dan ujian yang dihadapi, rupanya bantuan datang dari berbagai penjuru. Tetangga, komunitas pengajian, dan teman-teman lama suaminya menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Meski awalnya, belum sanggup memulai usaha karena masih berkabung, masa pandemi Covid-19 mendorongnya harus segera bangkit mencari penghasilan. Dengan modal semangat dan kreativitas, ia pun mulai berjualan aneka jajanan anak-anak seperti pizza mini, donat, kebab mini, hingga ayam geprek. Dari depan rumahnya, usaha kecil itu menjadi sumber pendapatan bagi dirinya dan anak-anak yang harus dinafkahi.
Bersyukur Mendapat Bantuan
Saat dagangannya mulai surut dan penghasilan tidak mencukupi, ia mulai kebingungan untuk membeli bahan dagangan yang diolah untuk dijual. Hasil berjualan hanya cukup untuk kebutuhan harian., terlebih anak bungsunya harus mendapat terapi Kesehatan. Ketika pikirannya makin bercabang-cabang, Allah memberikan jalan. Ummu Rio mendapatkan informasi tentang Program Santunan Dhuafa (SDF) HSI BERBAGI melalui status WhatsApp teman dan website Edu HSI.
Setelah bertanya kepada teman-teman di HSI. dengan mengucapkan basmalah, Ummu Rio memutuskan untuk mendaftar, meskipun ia tidak terlalu banyak berharap. Ia pasrah jika pengajuannya tidak diterima. Sekali lagi, Allah menunjukkan kuasanya. Alhamdulillah Ummu Rio menerima bantuan SDF HSI BERBAGI tahun 2024 sebesar Rp4.854.500,00.
“Jazaakumullahu khairan kepada tim HSI BERBAGI. Uang itu saya gunakan untuk membeli barang dagangan dan membantu pengobatann terapi anak saya. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada semua pihak yang terlibat dan dimudahkan semua urusannya,” tutur Ummu Rio dengan rasa syukur yang mendalam.
Senyum dari Lombok Utara
Kisah serupa juga dialami Ummu Nadia, seorang guru SD di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Nadia tinggal bersama suaminya yang juga pengajar di tingkat SMP dan SMA di lingkungan pondok pesantren dengan tiga anaknya yang masih balita. Ketika mendengar informasi tentang Program SDF dari grup diskusi reguler HSI dan website HSI BERBAGI, ia memutuskan untuk mendaftar.
Motivasinya sederhana: ingin melunasi utang, mulai dari seragam dan SPP sekolah anak, hingga memperbaiki motor miliknya yang kadang tak bersahabat. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, Ummu Nadia menerima bantuan sebesar Rp3.942.000,00.
“Alhamdulillah, Allah pilih kami menjadi salah satu penerima. Sekarang semua utang sudah lunas, dan kebutuhan keluarga kami terpenuhi. Saya sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada tim HSI BERBAGI, karena tidak dikatakan bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterima kasih kepada makhluk,” ujarnya penuh haru.
Rezeki Allah Tidak Tertukar
“Kebutuhan hidup dan makanan makin mahal, sedangkan ikhtiar dan tawakal sudah maksimal. Membuat hidup terasa sulit dan merasa ini takkan berakhir, tetapi ingatlah hati harus terus yakin, karena rezeki sudah Allah tetapkan sebagai bagian dari takdir.”
Demikian bunyi pengantar broadcast Program SDF HSI BERBAGI yang diluncurkan pada 9 Oktober 2024 di grup-grup diskusi HSI AbdullahRoy. Rezeki Allah sangat luas kepada hamba-hamba-Nya, salah satunya melalui wasilah Program SDF HSI BERBAGI.
Syarat program ini sebenarnya terbilang mudah. Peserta yang mendaftar dibagi menjadi dua kelompok, yakni santri HSI dan eksternal HSI. Bagi santri HSI, persyaratannya merupakan santri aktif, termasuk dhuafa, tidak menerima bantuan dari HSI BERBAGI selama satu tahun terakhir, kecuali program Ramadhan, serta tidak sedang mengajukan bantuan di program HSI BERBAGI lainnya.
Sedangkan untuk kalangan eksternal, maka calon penerima harus mendapatkan rekomendasi dari santri aktif HSI yang mengenal baik kondisi calon penerima, dan tinggal tidak lebih dari lima kilometer dari rumah santri yang memberikan rekomendasi.
Antusias, 499 Peserta Mendaftar Program SDF
Alhamdulillah, Program SDF mendapat sambutan hangat dengan 449 peserta yang mendaftar. Qadarullah, tidak semua lolos seleksi awal karena beberapa alasan, seperti tergolong tidak fakir miskin, tidak setuju identitasnya dipublikasikan kepada para donatur, tidak setuju datanya disimpan HSI BERBAGI, serta tidak terdaftar sebagai santri aktif HSI.
Tahapan seleksi berlangsung ketat demi memastikan bantuan tepat sasaran. Hingga 26 Desember 2024, sebanyak 182 berkas masih dalam proses, sementara 219 berkas dinyatakan gugur dengan rincian:
- 181 berkas ditolak sebelum tahap verifikasi lanjutan (verlan).
- 30 berkas ditolak setelah verifikasi lanjutan.
- 8 berkas batal diproses.
Sampai saat ini, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp227.462.500,00 kepada 53 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Ummu Rio dan Ummu Nadia. Adapun total dana yang disediakan untuk Program SDF tahun 2024 sebesar Rp 1 miliar, dengan taksiran setiap pemohon maksimal mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.
Ketua Program SDF HSI BERBAGI, Krisnaji Sunyoto, menjelaskan bahwa persyaratan program tahun ini tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, seleksi diperketat agar bantuan benar-benar diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan, terutama yang memiliki kondisi kedaruratan seperti:
- Menderita penyakit berat atau menahun.
- Memiliki keterbatasan fisik atau mental.
- Menanggung utang sekolah atau konsumsi.
- Kehabisan masa kontrakan.
- Baru saja kehilangan pekerjaan.
- Mengalami perceraian atau sengketa.
- Baru melahirkan.
- Mengalami kebangkrutan.
“Mohon maaf kepada pemohon yang belum diterima pada periode ini. Dana zakat untuk SDF terbatas, sehingga kami harus memprioritaskan pemohon dengan kondisi paling mendesak,” ujar Krisnaji.
Krisnaji turut mendoakan agar pemohon yang belum lolos tetap diberikan kecukupan rezeki oleh Allah. “Kami menyarankan agar mereka yang sangat membutuhkan segera menghubungi customer service HSI BERBAGI untuk mendapatkan bantuan melalui jalur lain. Jazaakumullah khairan,” ujarnya menjelaskan.
Dengan program ini, biidznillah, HSI BERBAGI terus berupaya menjadi perantara kebaikan dan solusi bagi keluarga dhuafa muslim di seluruh Indonesia. Semoga manfaatnya makin luas dan memberikan keberkahan bagi semua pihak. Allahuma Aaamiin.*