Program Istimewa untuk Jemaah Haji dari HSI Mahazi
Reporter: Rizky Aditya Saputra
Redaktur: Happy Chandraleka
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُوْرَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.
“Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.”
Shahih: [Shahiihul Jaami’ (no. 2901)], Sunan at-Tirmidzi (II/153, no. 807), Sunan an-Nasa-i (V/115)
Sumber : almanhaj.or.id
Haji merupakan ibadah spesial dalam Islam. Dari sebuah hadits shahih, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang mengerjakan haji dengan mabrur. Haji terbilang ibadah istimewa, setidaknya karena ada kriteria bila mampu bagi calon pelakunya. Mampu yang dimaksud di sini, tentu ditimbang dalam berbagai aspek yang ditetapkan syariat. Hanya mereka yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut, yang dikenai kewajiban berhaji. Sementara ibadah lain, rata-rata wajib dilakukan tanpa syarat oleh seluruh muslimin.
Namun, semua upaya khusus tersebut dikhawatirkan sia-sia belaka bila haji diamalkan tidak sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kegelisahan inilah yang mendorong Divisi Mahazi HSI AbdullahRoy menambah layanannya bagi santri-santri HSI yang hendak menunaikan ibadah haji.
Program Istimewa di Grup Whatsapp
Materi ilmu seputar haji dan umrah yang dipelajari para santri dalam Program Mahazi, akan diakhiri sekitar dua pekan sebelum jadwal keberangkatan rombongan haji pertama Indonesia. Namun, khusus para peserta yang berangkat haji di tahun tersebut, akan mendapat fasilitas khusus berupa grup WhatsApp bimbingan haji bersama Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, MA hafizahullah.
Ketua Divisi HSI Mahazi, Akhuna Restu Ramadhan, mengemukakan kepada Majalah HSI bahwa fasilitas grup WA tersebut terbilang istimewa. Peserta dapat bertanya berbagai hal seputar haji dan umrah kepada Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, terkait kendala praktik di lapangan. Mulai masalah fiqih, tauhid, ziarah, hingga kebijakan terkini di Arab Saudi pada tahun tersebut, boleh diajukan.
Semua pertanyaan, insyaallah akan dijawab langsung oleh Ustadzuna Dr. Abdullah Roy.
Arahan Terperinci dari Ustadzuna
Fasilita grup WA yang diselenggarakan Divisi Mahazi, diberikan kepada para santri yang hendak menunaikan ibadah haji tahun tersebut. “Kami beri privilege untuk ikut grup Whatsapp yang di dalamnya ada Ustadzuna. Jadi mereka bisa berinteraksi langsung mulai awal Dzulhijjah,” ungkap Akhuna Restu.
“Maasyaa Allah, Ustadz sangat perhatian. Berbagai pertanyaan bahkan bisa mencapai ratusan yang dijawab. Karena biasanya ketika di sana (saat santri berada di tanah suci, red), jemaah menemukan kebingungan baru, baik dalam masalah syariat maupun praktiknya,” ucap pria yang berdomisili di Batam ini.
Akhuna Restu juga menyatakan bahwa setiap tahun, Ustadzuna Dr. Abdullah Roy berkenan memperbarui materi. Hal ini disesuaikan dengan berbagai aturan dan keadaan di Arab Saudi. “Beliau akan sampaikan detail. Seperti persiapan apa yang akan dilakukan, waktunya di jam berapa, itu akan disampaikan Ustadz,” imbuhnya.
Tambahan Halaqah Umrah
Pada tahun ini, HSI Mahazi menambahkan sebuah materi khusus berupa silsilah manasik umrah. Materi ini tercetus setelah melihat adanya kesulitan peserta dalam memahami manasik umrah dan haji sekaligus. Seperti yang kita ketahui, dalam menjalankan ibadah haji, para jemaah juga menjalankan umrah. Di poin inilah kerancuan dan syubhat terkadang muncul.
Demi menghindari hal tersebut, HSI Mahazi pun menyusun satu materi khusus manasik umrah. Meski dibuat lebih singkat dengan hanya 15 halaqah, tetapi diharapkan para peserta HSI Mahazi dapat memahami perbedaan fiqih umrah dan haji secara komprehensif. “Mulai angkatan sekarang, 1446 Hijriah, kami menambahkan satu materi baru. Ekstra silsilah khusus manasik umrah. Sebelumnya digabung, bagian dari manasik haji,” ujar Akhuna Restu.
“Biasanya jemaah melakukan umrah lebih dulu saat tamattu atau qiran. Namun karena digabung, kadang peserta merasa kurang detail untuk masalah umrah. Akhirnya kami ambilkan dari materi praktikal. Kita sampaikan terpisah walau hanya 15 halaqah. Biasanya yang lain 25 halaqah,” kata Akhuna Restu.
“Terkadang, jemaah tercampur antara manasik umrah dengan haji karena sangat mirip dan satu safar dengan haji. Mereka tidak tahu mana yang bagian umrah atau hajinya. Kemudian, mana yang paling difokuskan,” jelas Akhuna Restu kemudian.
Telah Delapan Tahun Berproses
HSI AbdullahRoy membentuk Divisi Mahazi yang merupakan singkatan dari Madrasah Haji, Umrah, dan Ziarah. Fokus kerja HSI Mahazi ialah memberikan edukasi berkesinambungan kepada para santri peserta, seputar ibadah umrah dan haji.
Saat ini, delapan tahun sudah HSI Mahazi berperan menyampaikan ilmu fiqih haji dan umrah untuk santri-santri HSI. Selama kurun waktu tersebut, ribuan peserta telah merasakan manfaat HSI Mahazi. “Sampai saat ini, HSI Mahazi sudah meluluskan sekitar 48.000 santri. Ada sekitar 6.000 peserta per angkatan,” ungkap Akhuna Restu.
Ada empat silsilah yang merupakan bagian dari kurikulum HSI Mahazi. Keempatnya terbagi atas dua silsilah haji, satu silsilah umrah, serta satu silsilah ziarah Madinah. Masing-masing silsilah umumnya terdiri dari 25 halaqah yang harus diselesaikan oleh setiap peserta.
“Jadi metode di HSI Mahazi itu sama dengan HSI Reguler. Bedanya di sini ada empat silsilah. Yaitu Fiqih Haji 1, Fiqih Haji 2, Fiqh Umrah, dan Fiqih Ziarah. Untuk Fiqih Haji dibagi dua karena memang materinya cukup banyak, setiap materi ada 25 halaqah, kecuali Fiqih Umrah 15 halaqah. Nantinya ada evaluasi harian, pekanan, dan akhir,” ia menjelaskan.
Fokus Teori Ilmu
Ada perbedaan metode belajar yang diterapkan oleh HSI Mahazi bila dibandingkan dengan manasik haji atau umrah pada umumnya. HSI Mahazi lebih mendahulukan ilmu sebelum praktik. Berbeda dengan manasik yang lumrah dilakukan, yang biasanya berfokus pada praktik di lapangan.
Ada beberapa alasan mengapa penguatan teori lebih didahulukan ketimbang penguatan praktik. Akhuna Restu menilai, ilmu atau teori yang kuat, insyaallah, otomatis memberikan ketenangan beribadah karena menyampaikan pemahaman mendasar mana yang halal dan haram.
“Kami sering mendapat testimoni, terutama di akhir pembelajaran. Rata-rata merasakan manfaat dan bedanya HSI Mahazi dengan manasik haji yang dilakukan travel. Biasanya sebelum praktikal, kami belajar mulainya dari ilmu. Dalil mana yang kuat dan lemah, mana yang boleh dan tidak, kemudian setelah paham fiqihnya baru praktik. Alhamdulillah, mereka merasa yakin dan nyaman ketika beribadah,” ungkap Akhuna Restu.
Dalam menjalankan agenda divisi, Akhuna Restu disokong tim yang terlihat solid. Sedikitnya ada hampir 100 orang yang berada di balik layar kesuksesan kegiatan halaqah HSI Mahazi.
“Tim inti ada ketua divisi, lalu dua orang koordinator yang tugasnya menangani akhwat dan ikhwan. Di ikhwan ada Muraqib lima orang membawahi 40 Musyrif. Sementara akhwat ada Muraqibah di bawah koordinatornya, ada tujuh orang. Musyrifahnya ada 41 orang. Kalau ditotal hampir 100 orang,” jelas Akhuna Restu.
Umrah Lebih Tenang
Akhuna Restu Ramadhan berharap kehadiran HSI Mahazi dapat menjadi media pembelajaran manasik umrah dan haji yang sesuai sunnah. Ilmu yang disajikan, merupakan ilmu yang jauh dari keraguan. Menurut Akhuna Restu, hal ini begitu penting mengingat materi yang disajikan HSI Mahazi cukup mudah dipahami dan disampaikan oleh ahlinya.
“Insyaallah, belajar di HSI Mahazi jadi lebih tenang. Kita tahu Ustadz adalah ahli di bidangnya. Beliau pernah jadi pengajar di Madinah,” Akhuna Restu berpendapat. “Sebisa mungkin kita belajar ilmu dan fiqihnya dulu, sebelum praktik. Dengan metode belajar di Mahazi sudah terbukti, insyaallah, mudah dipahami dan melekat,” tutur Akhuna Restu berpromosi.
Salah satu yang pernah merasakan manfaat manasik umrah HSI Mahazi adalah Akhuna Didik. Jemaah asal Klaten ini begitu senang karena pengalaman haji kecilnya begitu berkesan. Terlebih lagi, ketika materi Sirah Nabawiyah disampaikan Ustadzuna Abdullah Roy dengan sangat lengkap.
“Saya merasakan banyak manfaat dalam hal keilmuan. Terkait umrahnya saya bisa melaksanakan sesuai dengan sunnah” ujar Akhuna Didik. “Kemudian, Ustadz Abdullah Roy, maasyaa Allah, beliau sangat menguasai keilmuan tentang keislaman dalam hal ini sejarah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ungkap Akhuna Didik.
“Alhamdulillah, saat ini kita hanya dapat menikmati, tetapi mudah-mudahan dengan kenikmatan ini, kita dapat mengambil ibrahnya,” pungkasnya.
Nah, teman-teman santri HSI tentu juga dapat mengikuti program manasik ini secara gratis. Tinggal mendaftarkan diri dalam Program Mahazi yang pendaftarannya secara berkala dibuka dan diumumkan melalui grup-grup diskusi. Mudah-mudahan Allah kabulkan kita bisa segera menunaikan ibadah haji, atau menunaikan umrah, maupun mengulangnya. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita..aamiin. Jangan lupa persiapkan diri sebelum berhaji dan berumrah, dengan ilmu yang lurus dan memadai. Yuk, ikut Mahazi..