Program Berbagi Qurban HSI BERBAGI: Mengelola Ibadah Mulia Sesuai Amanah

Reporter: Leny Hasanah

Redaktur: Subhan Hardi


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Bagi setiap umat yang telah Kami syari’atkan penyembelihan (qurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan Allah kepada mereka…” (Al-Hajj: 34)

Hari raya Iduladha 1446 Hijriyah tinggal menghitung hari. Alhamdulillah, HSI BERBAGI kembali dipercaya oleh ratusan Shohibul Qurban (SQ) dari berbagai daerah untuk mengelola ibadah mulia ini. Atas pertolongan Allah, sistem kerja yang semakin terstruktur dan pelaporan yang transparan, HSI BERBAGI sebagai pelaksana Program Berbagi Qurban, tentunya terus berikhtiar menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya—dari awal hingga akhir.

Masa pendaftaran resmi ditutup pada 30 Mei 2025, dan kini program memasuki fase inti: plotting hewan qurban, pembelian, penyembelihan, hingga pendistribusian. Di balik proses tersebut, ada sinergi kuat yang dilakukan, baik secara digital maupun tim lapangan yang disiapkan secara serius agar ibadah qurban terlaksana dengan tertib, tepat waktu, dan sesuai tuntunan syariat.

Distribusi Terpusat, Jangkauan Diperluas

Tahun ini, HSI BERBAGI menerapkan sistem distribusi qurban terpusat. Artinya, proses penyembelihan hingga pengemasan dilakukan di titik-titik utama, seperti Masjid HSI Al-Kautsar Bekasi dan lokasi Ma’had HSI Pandeglang. Dari berbagai titik utama ini, daging-daging qurban disebarkan ke wilayah-wilayah penerima, terutama wilayah yang jarang mendapat pembagian daging hewan qurban.

“Fokus kami bukan hanya pada banyaknya hewan yang disembelih, tapi bagaimana amanah ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Akhuna Mahmud Abu Naufal, Ketua Program Berbagi Qurban HSI BERBAGI.

Dari Pendaftaran ke Pelaksanaan

Saat penutupan pendaftaran pada 30 Mei 2025, HSI BERBAGI menerima amanah dari 325 Shohibul Qurban (SQ) dengan nilai donasi yang telah terkonfirmasi lebih dari Rp1 miliar. Adapun hewan qurban yang dikelola tahun ini sebagai berikut:

  • Kambing/Domba A (≥38kg): 110 ekor
  • Kambing/Domba B (≥33kg): 56 ekor
  • Kambing/Domba C (≥27kg): 119 ekor
  • Sapi (≥370kg): 40 Paket Qurban

Seluruh data yang masuk kemudian diolah menjadi skema Plotting Tahap 1, yang mencakup penempatan hewan ke wilayah mitra, cetak stiker, dan spanduk, serta pengadaan, dan dokumentasi hewan qurban di lapangan.

Satu Tautan, Satu Amanah

Salah satu kekuatan Program Qurban HSI BERBAGI adalah sistem pelaporan berbasis digital personal. Setiap SQ menerima satu tautan pribadi (one-link) yang berisi data pembayaran dan jenis paket qurban, foto pembelian dan penimbangan hewan, video penyembelihan, proses pengemasan, serta bukti distribusi ke penerima manfaat.

Semua ini dirancang untuk menjaga kepercayaan dan ketenangan hati SQ, karena HSI BERBAGI berikhtiar menjunjung tinggi prinsip “ikhlas tanpa sorotan”.

Jadikan 19 Wilayah Penyaluran

Distribusi daging qurban tahun ini menyasar 19 wilayah yang telah diverifikasi sebagai mitra pelaksana. Lokasi-lokasi tersebut meliputi:

  • Pulau Jawa dan Banten: Bekasi, Pandeglang, Cianjur, Garut, Sukabumi, Magelang, Gunungkidul, Yogyakarta, Solo, Magetan, Tuban, Lumajang, Boyolali
  • Sumatra dan Kalimantan: Padang, Lampung Selatan, Mempawah, Balikpapan
  • NTB: Mataram, Sumbawa

Beberapa di antaranya merupakan wilayah binaan da’i atau daerah minoritas Muslim yang membutuhkan penguatan dakwah.

“Qurban bukan sekadar berbagi daging, tapi juga sarana memperkuat dakwah dan syiar tauhid di daerah yang belum terjangkau secara optimal,” terang Akhuna Mahmud.

Lebih Mudah Sesuai Sunnah

Program ini dijalankan dengan dua sistem utama yakni qurban.hsi.id sebagai portal utama SQ dan app.berbagi.id, sebuah sistem koordinasi internal antara tim dan mitra.

Seluruh alur kerja—mulai dari pengajuan lembaga, verifikasi lapangan, plotting, validasi transfer, hingga pelaporan akhir—dikelola melalui sistem ini. Tim verifikator juga ditugaskan untuk mengecek kelayakan hewan dan memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat.

Dari Shohibul Qurban: Percaya dan Merasa Senang

Banyak SQ memilih HSI BERBAGI karena merasa tenang: sistemnya rapi, dokumentasinya jelas, tapi tidak berlebihan dalam menampilkan nama. Seperti dituturkan oleh Ummu Daffa dari Balikpapan.

“Kami ingin qurban yang benar-benar amanah. HSI insyaallah tahu ke mana harus menyalurkan, dan bagaimana adab dalam pelaksanaannya,” imbuhnya.

Ummu Fauzan dari Aceh menambahkan bahwa di tempatnya, masih banyak tradisi qurban yang tidak sesuai sunnah. “Saya ingin qurban yang lurus, dan HSI BERBAGI adalah jawabannya,” katanya menguatkan alasan kenapa berqurban di HSI BERBAGI.

Selanjutnya, Hari Penyembelihan & Distribusi

Fase penyembelihan akan dilakukan di hari-hari Tasyrik. Dokumentasi akan dikirimkan ke masing-masing SQ melalui tautan pribadi. Setelah itu, daging akan disalurkan ke wilayah target sesuai peta distribusi.

“Yang paling dinanti Shohibul Qurban biasanya adalah foto hewan mereka, dan video penyembelihan. Tapi lebih dari itu, kami ingin laporan itu menjadi penguat ikatan hati: bahwa amanah mereka sampai, dan doa-doa mereka ikut menyebar bersama daging qurban yang diterima dengan penuh bahagia,” tutup Akhuna Mahmud.

Alhamdulillah, fase pendaftaran telah usai, dan kini seluruh tim HSI BERBAGI berikhtiar menunaikan tahap pelaksanaan dengan amanah, teliti, dan penuh harap ridha Allah. Semoga setiap hewan yang disembelih menjadi sebab bertambahnya ketundukan, dan setiap tetes darah yang mengalir dari hewan qurban menjadi saksi cinta kepada Rabb semesta alam. Allahumma Aamiin.*

0