Peduli Osteoporosis Untuk Masa Tua Yang Lebih Baik
Dijawab oleh dr. Iwing Dwi Purwandi
Perbedaan Penyakit Sendi
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Osteoarthritis dan radang sendi (arthritis) itu sama, yaitu radang pada persendian. Radang sendi biasanya mengenai sendi-sendi besar contohnya sendi lutut. Jadi ada radang di daerah tersebut. Jika sendinya meradang, akan sangat nyeri ketika kita melakukan aktivitas. Salah satu faktor risikonya adalah berat badan yang berlebih. Radang sendi biasanya mengenai sendi yang menahan dan menopang tubuh kita, terutama pada sendi lutut yang menahan berat badan kita. Ketika terjadi kelainan seperti gesekan, kekurangan cairan pelumas, atau beberapa masalah, maka akan menyebabkan radang sendi.
Rheumatoid Arthritis (RA) atau rematik adalah radang sendi juga, namun RA disebabkan karena penyakit autoimun. Telah dibahas di Konsultasi Kesehatan yang telah lalu, bahwa penyakit autoimun adalah sistem kekebalan tubuh yang harusnya melawan infeksi, tetapi justru menyerang dirinya sendiri. Contohnya pada RA, maka ia menyerang sel-sel sendi yang sehat dan menyebabkan peradangan, nyeri, bengkak, bahkan kekakuan sendi. Maka dari itu, untuk kondisi RA membutuhkan pengobatan tersendiri.
Osteoporosis adalah tulang yang keropos. HNP (Hernia Nucleus Pulposus) adalah kondisi di mana bantalan sendi atau diskus pada segmen tulang belakang, dimana segmen tulang belakang ini terdiri dari banyak tulang dan saraf, keluar dari segmen tulang belakang tersebut. Jika terjadi penyempitan celah sendi, maka diskus akan menonjol keluar hingga menekan saraf atau menjepit saraf. Kondisi ini dikenal dengan saraf terjepit yang bisa menyebabkan rasa nyeri di pinggang hingga nyeri menjalar pada tungkai kaki.
Nyeri Sendi Lansia, Solusi
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Karena usia ibu sudah 63 tahun, jadi banyak kemungkinan yang bisa terjadi, misalnya kepadatan tulang di umur 63 tahun sudah tidak sepadat usia ketika kita masih muda, dan Qadarullah seperti itu. Tapi karena ini di sendi-sendi jari, besar kemungkinan terjadi rematik. Namun bisa juga bukan, atau ada kelainan yang lain. Jika tidak melihat secara langsung, agak sulit untuk mendiagnosis secara tepat.
Jadi ada banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan radang pada jari-jari tersebut, bisa karena rematik, osteoarthritis, bisa juga karena asam urat tinggi. Untuk pengobatannya, bisa dengan obat penurun nyeri atau penurun radang, dan obat asam urat agar kadar asam uratnya terkontrol, serta hindari makanan yang memicu asam urat. Setiap orang berbeda-beda, ada orang yang memiliki hormon untuk menurunkan asam urat, tidak dimiliki oleh orang yang lain. Untuk makanan popcorn, rempeyek, kelebihan garam pada masakan sebenarnya tidak menyebabkan peningkatan asam urat.
Kemungkinannya kalau di jari-jari kecil seperti tadi, bisa karena rematik atau kadar asam urat yang tinggi. Untuk makanan sendiri hindari jeroan, lemak-lemak pada makanan, jaga kadar kolesterol tetap normal, karena kolesterol tinggi bisa meningkatkan asam urat tinggi pada orang yang memiliki resiko asam urat lebih tinggi, dibanding dengan orang lain yang tidak memiliki risiko. Untuk makanan seperti bakso sebenarnya boleh, perhatikan komposisi lemaknya. Usahakan memilih bakso yang tidak banyak mengandung lemak, walaupun mungkin tidak seenak bakso yang berlemak.