Tautan rekaman: https://youtu.be/NyxlAon_11Y?si=wRR8KdVCz2YhNbAq
Nilai Tauhid di dalam Ibadah Qurban
Ditranskrip oleh: Avrie Pramoyo
Editor: Faizah Fitriah
Hiruk pikuk kaum muslimin menjual dan membeli hewan qurban di mana-mana. Semua ini dalam rangka mengungkapkan kebahagiaan menyambut hari yang mulia hari raya Iduladha. Setelah kaum muslimin berjuang menambah pahala di sepuluh hari yang pertama di bulan Dzulhijjah, juga setelah jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah sebagai rukun haji yang paling utama.
تقبل الله منا ومنكم
Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan juga kalian.
Ma'asyiral muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidaklah menciptakan manusia dalam keadaan sia-sia dan bukan pula menghidupkan mereka tanpa makna, akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan manusia untuk tujuan yang mulia dan maksud yang berharga, yaitu beribadah kepada-Nya semata, yakni Allah Rabb yang telah menciptakan mereka dan juga alam semesta.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۞ مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ ۞ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” (QS. Adz-Dzariyat: 56-58).
Beribadah kepada Allah Ta’ala tidaklah terwujud, kecuali apabila kita mentauhidkan-Nya dalam ibadah. Barang siapa di dunia ini mengesakan Allah di dalam ibadah dan meninggal dunia dalam keadaan bertauhid, maka Allah sediakan baginya surga. Namun, barang siapa yang melakukan sebaliknya, menyekutukan Allah dan meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah, maka tempat kembalinya adalah neraka selamanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
“Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barang siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik kepada Allah, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Muslim no. 93).
Di antara ibadah agung yang harus kita serahkan kepada Allah 'Azza wa Jalla semata dan diharamkan diserahkan kepada yang lain adalah ibadah menyembelih.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an-nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ۞ لا شَرِيكَ لَهُۥ
Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya.” (QS. Al-An'am: 162- 163).
Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
لَعَنَ اللهَ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ
“Allah melaknat seseorang yang menyembelih karena selain Allah.” (HR. Muslim no. 1978).
Seperti seseorang yang menyembelih seekor sapi untuk jin yang menunggu sungai supaya pembangunan jembatan lancar, atau menyembelih seekor kambing agar tidak diganggu penunggu gunung atau lautan, atau menyembelih seekor ayam agar mendapatkan kekebalan atau untuk pesugihan. Mereka melakukan semua itu mengikuti perilaku kaum musyrikin jahiliyah, kaum musyrikin pun sama melakukan itu di depan berhala-berhala mereka.
Qurban adalah Ibadah Syi’ar dan Bentuk Syukur Kepada Allah
Ma'asyiral muslimin, hari ini kita tunjukkan kepada dunia bahwasanya ibadah hanyalah untuk Allah Rabbul’aalamiin bukan untuk nabi atau wali, bukan untuk bulan atau matahari, dan bukan juga jin atau api.
Pada hari ini kita tunjukkan bahwasanya menyembelih hanya untuk Allah yang menciptakan hewan-hewan, bukan penunggu lautan atau untuk penjaga hutan.
Hari ini kita tampakkan tauhid di dalam ibadah qurban yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala syariatkan kepada umat-umat di setiap zaman.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلِكُلِّ أُمَّةٍۢ جَعَلْنَا مَنسَكًۭا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al-Hajj: 34).
Hewan-hewan ternak itu adalah rezeki untuk kita. Allah tunjukkan hewan-hewan tersebut sehingga dengan mudahnya kita makan dagingnya, kita minum susunya, kita jadikan baju dari صُوْف (bulu domba), kita tunggangi dan kita gunakan untuk memikul barang-barang berat kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَٱلْأَنْعَـٰمَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌۭ وَمَنَـٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ ۞ وَلَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسۡرَحُونَ ۞ وَتَحۡمِلُ أَثۡقَالَكُمۡ إِلَىٰ بَلَدٖ لَّمۡ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلۡأَنفُسِۚ إِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ
“Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 5-7)
Di dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala mengatakan,
وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَـٰمِ بُيُوتًۭا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَـٰثًۭا وَمَتَـٰعًا إِلَىٰ حِينٍۢ
“Dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (QS. Al-An-Nahl: 80).
Oleh karena itu bersyukurlah kepada Allah 'Azza wa Jalla dan berqurbanlah untuk Allah apabila kita memiliki kemampuan. Sembelihlah sendiri hewan tersebut apabila memungkinkan! Sebutkan nama Allah, agungkan Allah dan rendahkan dirimu serendah-rendahnya di hadapan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-Imran: 102)
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari raya Iduladha atau hari raya Idulfitri memberikan nasihat kepada kaum wanita agar bershadaqah bersedekah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ» فَقُلْنَ : وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ
“’Wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya, ‘Kenapa, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami.’” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 304).
Dan di dalam hadits yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ‘“Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.’” (HR. Ahmad, 1: 191 dan Ibnu Hibban, 9: 471). Syaikh Syu'aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Hukum Seputar Qurban
Kaum muslimin, di antara hukum qurban adalah tidak boleh berqurban dengan hewan yang kurus, hewan yang sakit, hewan yang pincang yang buta sebelah yang buta kedua matanya, yang patah tanduknya atau sebagian besar telinganya, dan tidak sah memotong hewan yang berkudis.
Dan tidak sah menyembelih seekor unta kecuali yang sudah berumur lebih dari lima tahun dan seekor sapi kecuali yang sudah berumur dua tahun lebih, dan seekor kambing kecuali yang sudah berumur setahun lebih, sedangkan domba maka yang sudah berumur enam bulan atau lebih.
Dan boleh menyembelih satu ekor unta atau satu ekor sapi untuk tujuh orang dan satu kambing untuk seseorang dan juga keluarganya. Tidak boleh menjual sedikit pun dari hewan qurban tersebut dan tidak boleh memberikan tukang jagal upah dari bagian hewan tersebut.
Dan memotong hewan qurban waktunya adalah setelah shalat hari raya sampai tenggelam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita taufik untuk dapat berqurban di tahun ini, serta menerima sembelihan hewan kita dan menjadikannya sebagai timbangan amal shalih di mizan kelak. Amin.