Ngopi Bareng Perdana: Menapaki Jejak Sehat Rasulullah ﷺ

Reporter: Reza Firdaus

Redaktur: Dian Soekotjo


Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، حَسْبُ الْآدَمِيِّ، لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ غَلَبَتِ الْآدَمِيَّ نَفْسُهُ، فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ، وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ، وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ

“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman, dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR Ibnu Majah no. 3349, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani) [1]

Dalam upaya mengedukasi masyarakat muslim tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Divisi HSI Herbal menggelar program Ngopi (Ngobrol Pintar) Bareng. Acara yang berlangsung pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025, atau bertepatan dengan 16 Muharram 1446 H lalu itu, berhasil menyedot ratusan partisipan dari berbagai daerah. Ngopi Bareng HSI Herbal diadakan secara daring melalui media Zoom.

Nampak dipandu dengan hangat dan santai namun tetap berbobot, forum diskusi ini menghadirkan perpaduan antara ilmu kesehatan modern dan nilai-nilai syariat Islam.

Ngopi Bareng Agenda Kontinyu

Melalui sesi wawancara khusus, Ketua Divisi HSI Herbal selaku penyelenggara acara Ngopi Bareng, Akhuna Amirul Muttaqin, mengonfirmasi bahwa program ini dirancang menjadi agenda kontinyu. Rencananya Ngopi Bareng akan diadakan enam kali tahun ini, dan akan digelar sekali sebulan dari Juli hingga Desember 2025.

“Ini event saja, Mas… tapi insyaallah akan diadakan enam kali sampai akhir tahun,” ujarnya.

Akhuna Amirul Muttaqin menyatakan bahwa acara Ngopi Bareng terbuka untuk umum, agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat luas. Sehingga, tidak hanya santri HSI, tetapi masyarakat luas selain santri HSI juga dapat ikut serta. “Formatnya akan tetap santai seperti diskusi warung kopi. Namun, sarat dengan adab, ilmu, dan nilai Islami,” Akhuna Amirul Muttaqin memaparkan.

Ia juga menjelaskan bahwa pembicara akan diprioritaskan dari kalangan ustadz atau pakar herbalis yang bermanhaj salaf. “Insyaallah, para pembicara yang kompeten di bidang herbal khususnya. Semoga Allah beri kemudahan untuk menghadirkan narasumber yang terkenal di Indonesia,” lanjutnya.

Akhuna Amirul Muttaqin juga mengatakan bahwa format Ngopi Bareng HSI Herbal sedikit banyak akan mirip dengan Konsultasi Dokter HSI Berbagi, “Hanya saja lebih fokus pada tema-tema herbal dan gaya hidup sehat Islami,” pungkasnya.

Keteladanan Sehat Seumur Hidup

Edisi perdana Ngopi Bareng mengangkat tema Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Jarang Sakit? Pada kesempatan itu, HSI Herbal menghadirkan narasumber istimewa Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK, seorang pakar kesehatan klinis yang juga dikenal luas sebagai dai bermanhaj salaf, serta terstandardisasi MUI.

HSI Herbal mengetengahkan keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal pola hidup sehat. Ustadz Raehanul Bahraen, sebagai pembicara, membuka pemaparannya dengan satu fakta penting bahwa selama diangkat menjadi Nabi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengalami sakit dua kali. Pertama, ketika beliau memakan daging beracun yang disajikan oleh seorang wanita Yahudi pasca Perang Khaibar. Kedua, menjelang wafat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami demam tinggi yang disebut para ulama sebagai dampak lanjutan dari racun tersebut.

“Ini bukan hanya soal keajaiban atau mukjizat. Ada sebab yang nyata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjaga kesehatannya dengan pola hidup yang sangat teratur dan seimbang,” jelas alumnus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta yang tengah melanjutkan studi di Al-Madinah International University tersebut.

Ustadzuna Raehanul menjelaskan bahwa gaya hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara umum dapat dirangkum dalam empat pola utama yaitu pola makan, pola tidur, pola gerak, dan pola pikir-jiwa.

Empat Pola Dasar Hidup Sehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

1. Pola Makan

Yang pertama adalah pola makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak makan secara berlebihan. Bahkan, beliau bersabda bahwa tidak ada wadah yang lebih buruk untuk diisi oleh manusia selain perutnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Selain itu, beliau juga membiasakan diri berpuasa secara teratur, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh.

2. Pola Tidur

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki pola tidur yang sehat dan berkualitas. Beliau tidur lebih awal di malam hari dan bangun sebelum subuh untuk shalat malam. Beliau tidak suka begadang tanpa keperluan dan selalu mengamalkan adab tidur yang sesuai sunnah: berwudhu sebelum tidur, membaca dzikir, dan tidur miring ke kanan. Meski tidak tidur dalam durasi panjang, kualitas tidurnya terjaga dengan baik.

3. Pola Gerak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam aktif secara fisik. Aktivitas fisiknya bukan karena niat olahraga, tetapi memang bagian dari kehidupan sehari-hari. Beliau berjalan kaki, menunggang unta atau kuda, ikut dalam peperangan, memanah, dan berenang. Gaya hidup beliau jauh dari kebiasaan sedentary atau malas bergerak yang kini lazim di masyarakat modern, tetapi dinamis dan energik.

4. Pola Pikir dan Jiwa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal sebagai sosok yang tenang, tidak stres, dan penuh qana’ah Beliau selalu bertawakal kepada Allah dalam setiap urusan. Keseimbangan batin ini berdampak besar terhadap kesehatan fisik. Beliau juga mengajarkan untuk menjauhi keluh kesah yang berlebihan, serta membiasakan sabar dan syukur dalam setiap keadaan.

Menjawab Tantangan Pola Hidup Modern

Dalam pemaparan yang dilengkapi dengan ilustrasi kasus nyata, Ustadzuna Raehanul mengajak peserta untuk introspeksi terhadap gaya hidup modern yang kerap bertentangan dengan pola hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kebiasaan seperti pola makan berlebihan, begadang, jarang berolahraga, serta stres akibat gaya hidup kompetitif dinilai menjadi faktor utama melemahnya daya tahan tubuh masyarakat saat ini.

“Banyak orang menyalahkan nasi, gorengan, atau jenis makanan tertentu. Padahal, masalah utamanya bukan makanannya, tapi pola hidupnya. Kita makan berlebihan, jarang puasa, begadang, malas gerak, dan tidak menjaga pikiran,” ujar Ustadzuna.

Keempat pola yang telah dipaparkan bukan sekadar ajaran spiritual, tetapi juga merupakan fondasi gaya hidup sehat yang teruji dari sisi medis dan ilmiah. Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal menjaga tubuh dan jiwa adalah bagian dari ketaatan sekaligus bentuk syukur atas nikmat sehat yang Allah berikan.

Kesimpulan yang disampaikan Ustadzuna Raehanul bahwa penyakit bukan hanya datang dari makanan, tapi dari gaya hidup yang menyimpang dari sunnah: pola makan berlebihan, begadang, kurang gerak, dan pikiran yang kacau. Solusinya bukan sekadar obat, tapi pola hidup sehat sesuai gaya hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyeluruh dan seimbang.

Dukungan Edukatif dan Produk Herbal Unggulan

Dalam mendukung gaya hidup sehat yang Islami, Divisi Herbal HSI turut memperkenalkan kembali enam produk unggulan berbahan dasar alami, yang dapat diperoleh secara daring melalui laman herbal.hsi.id. Keenam produk tersebut meliputi:

HabbatuFIT – minyak habbatus sauda murni AuladiFIT for Kids – madu untuk meningkatkan nafsu makan anak HayaFIT – madu probiotik untuk pencernaan dan kulit Madu Ahsan – madu khusus untuk vitalitas pria Madu Jauzah – madu kesuburan wanita TurnFIT – formula herbal untuk meningkatkan trombosit dan daya tahan tubuh Sebagai bentuk komitmen edukatif, peserta juga mendapatkan akses gratis ke e-book “Empat Pola Dasar Kesehatan” yang ditulis langsung oleh Ustadz Raehanul. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis sekaligus ilmiah bagi masyarakat yang ingin mulai menerapkan gaya hidup sehat sesuai sunnah.

Komitmen terhadap Kualitas Produk Herbal

Terkait produk, Akhuna Amirul Muttaqin menyatakan bahwa produk HSI Herbal telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, khususnya para santri HSI. Seluruh produk yang dipasarkan telah berstandar BPOM, bersertifikasi halal, ada juga yang berstandar PIRT, serta melalui Quality Control (QC) sebelum dipasarkan.

“Insyaallah, dari sisi kualitas sangat baik dan bermanfaat. Semuanya kita pastikan halal dan jauh dari syubhat. Dan semoga ke depan, semua produk minimal sudah berstandar BPOM,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa produk baru berupa kapsul minyak zaitun sedang melalui proses produksi setelah perizinan POM TR-nya resmi dirilis.

Diskusi Interaktif: Dari Batu Empedu hingga Motivasi Olahraga

Ngopi Bareng yang berlangsung lebih dari dua jam di kesempatan perdana tersebut, juga membuka sesi tanya jawab yang tampak berlangsung dinamis. Beberapa pertanyaan menarik muncul, seperti seputar pengobatan batu empedu, penggunaan obat jangka panjang, cara meningkatkan semangat olahraga keluarga, hingga pola makan sehat bagi penderita maag yang ingin menambah berat badan.

Ustadzuna Raehanul menekankan pentingnya sinergi antara pengobatan medis dan pengaturan gaya hidup. Beliau berkenan memberikan tips praktis seperti memulai olahraga ringan dengan metode beban tubuh sendiri, serta menjaga pikiran agar tetap tenang dan berserah kepada takdir Allah.

Salah satu peserta, Nur Imansyah, santri Angkatan 202, menyampaikan kesannya terhadap acara ini. Ikhwan asal Balikpapan yang juga seorang terapis bersertifikasi di bidang kesehatan tradisional tersebut, mengaku tertarik mengikuti karena latar belakangnya di dunia terapi dan keinginan untuk terus belajar dalam koridor syariat.

“Ana tahu acara ini dari grup reguler HSI. Temanya sangat menarik, dan pembicaranya, dr. Raehanul Bahraen, memang sering ana ikuti dalam kajian-kajian fiqih kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar acara ini bisa diadakan secara rutin, bahkan membahas tema-tema yang lebih spesifik.

“Na’am, ana sangat mengharapkan acara seperti ini jadi rutin. Mungkin bisa dibahas herbal apa yang cocok untuk penyakit tertentu. Atau bisa dikembangkan lebih luas ke pengobatan Arab klasik, pengobatan tradisional nusantara, thibbun nabawi, hingga TCM, selama masih dalam koridor syariat,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa dan harapan bahwa ilmu yang dibagikan dalam program Ngopi Bareng HSI Herbal ini dapat membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Menjaga kesehatan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga bagian dari amanah syariat.

“Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal menjaga kesehatan adalah bagian dari ketaatan. Sehat itu ibadah, sehat itu tanggung jawab,” pungkas panitia menutup acara. Insyaallah, Agustus nanti dan tiap sekali sebulan setelahnya, Ngopi Bareng HSI Herbal akan terus diadakan.

Jangan ketinggalan ikut menyimak. Sayang sekali kan kalau ilmu kesehatan nan penting sesuai teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seperti tema perdana lalu, terlewat begitu saja. Simak pengumuman di Grup Diskusi antum ya… Nantikan Ngopi Bareng kedua. Baarakallahu fiikum..

Referensi:

[1] https://muslim.or.id/52404-diet-sehat-ala-rasulullah-1.html

5