Mutiara Nasihat Muslimah

Mulailah dari yang Ringan

Penulis: Indah Ummu Halwa

Editor: Athirah Mustadjab


Seseorang kadang sangat ingin melakukan ibadah-ibadah yang besar dan hebat, tetapi ia merasa belum mampu atau belum ada waktu yang cukup. Lantas, ia pun hanya menunggu dan menunggu tanpa banyak berbuat. Padahal, banyak sekali amalan-amalan ringan yang dapat dilakukan tanpa membutuhkan waktu yang banyak. Amalan-amalan tersebut ternyata berpahala besar, meskipun terlihat ringan. Terlebih lagi jika dilakukan secara kontinu, ia akan menjadi amalan terbaik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“Dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanyai, ‘Amal apa yang paling dicintai oleh Allah?’ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, ‘Amalan yang dikerjakan secara kontinu, meskipun sedikit.’" (HR. Muslim no. 783)[1]

Berikut beberapa amalan ringan yang dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja, tanpa perlu menunggu waktu luang.

Pertama: Membaca Al-Quran.

Rasulullah H bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ: الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْف

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi no. 2910. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)[2]

Bacalah Al-Quran setiap ada kesempatan, walaupun sedikit karena membaca Al-Quran adalah zikir yang paling utama. Al-Auzai berkata, “Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang menyamai Al-Quran. Akan tetapi, para salaf membiasakan diri berzikir kepada Allah E sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari.” (At-Tidzkar fi Afdhal Al-Adzkar, hlm. 59)[3]

Kedua: Berzikir.

Berzikir memiliki banyak keutamaan, apalagi bagi kita yang menyadari bahwa usia kita terbatas. Kita tidak tahu kapan pemutus amalan itu datang, sehingga wajib bagi kita untuk cerdik memanfaatkan dan mengisi setiap hela nafas kita dengan segala sesuatu yang mendatangkan kecintaan dan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, serta memenuhi pundi-pundi pahala sebagai bekal kelak menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرَاً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan berzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Berikut ini adalah beberapa contoh zikir yang mempunyai banyak sekali keutamaan:

1. Ucapan بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (bismillahirrahmanirrahim), artinya “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. Membaca basmalah sangat dianjurkan untuk memulai setiap pekerjaan yang baik karena keutamaannya sangat banyak: penjaga diri agar syetan tidak ikut masuk ke rumah kita atau makan dan tidur bersama kita, penyempurna keberkahan,[4] serta penjaga dari setan agar setan tidak bisa melihat kita sehingga kita tidak diganggu.[5]

2. Ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (subhanallahi wabihamdih), artinya “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya”. Orang yang mengucapkan zikir ini akan dihapuskan dosanya walau sebanyak buih di lautan.[6] Orang yang membaca zikir tersebut sebanyak 100 kali dalam sehari akan terhapus dosa-dosanya, meski sebanyak buih di lautan.[7]

3. Ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ (subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil 'azhim), artinya “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung”.[8] Dua kalimat tersebut adalah kalimat yang ringan di lidah, tetapi besar pahalanya pada hari kiamat dan disenangi oleh Allah E.[9]

4. Ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (subhanallahil 'azhimi wa bihamdih), artinya “Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memuji-Nya”.[10] Jika seseorang membaca zikir tersebut, maka baginya akan ditanam sebatang pohon kurma di surga.[11]

5. Ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ (subhanallahi, wal hamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar). “Maha Suci Allah. Segala Puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar.”[12] Empat ucapan zikir tersebut merupakan kalimat yang paling dicintai oleh Allah E.[13]

6. Ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ (subhanallah) yang diucapkan sebanyak 100 kali, artinya “Maha Suci Allah”.[14] Jika seseorang mengamalkan zikir tersebut, maka baginya ditulis seribu kebaikan atau dari dirinya dihapus seribu kejelekan.[15]

7. Ucapan لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ (laa haula wa laa quwwata illa billah), artinya “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.[16] Ucapan ini merupakan salah satu perbendaharaan surga.

8. Ucapan لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (laa ilaha illallah, wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai-in qadir), artinya “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”[17] Jika seseorang membaca zikir tersebut sebanyak 10 kali, dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.[18]

Selain lafal-lafal zikir di atas masih sangat banyak lafal zikir dan doa sederhana yang bisa kita lafalkan di sela-sela aktivitas kita. Tak lupa pula amalkan zikir dan pagi petang agar kita senantias berada dalam lindungan Allah Jalla Jalaluh. Semoga Allah Jalla Jalaluh memberikan kita taufiq untuk mengamalkan dan meraih keuntungan yang besar dengannya.

Ketiga: Bersedekah.

Besarnya pahala sedekah telah difirmankan oleh Allah di surah Al-Baqarah ayat 261,

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Bersedekahlah walau jumlahnya terkesan sedikit. Kita tidak harus menunggu diri kita kaya. Sesungguhnya Allah Jalla Jalaluh tidak melihat seberapa nominal sedekah kita. Dia semata melihat niat dan keikhlasan kita. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanyai tentang sedekah yang paling utama; jawaban beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,

جَهْدُ الْمُقِلِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An-Nasa’i no. 2526. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Keempat: Memberikan penangguhan kepada orang yang berutang.

Orang yang memberi penangguhan utang akan dihindarkan dari kesusahan pada hari kiamat. Sebagaimana dia telah menyelamatkan saudaranya dari kesulitan utang di dunia melalui penangguhan pembayaran yang dia berikan, maka Allah Jalla Jalaluh berjanji untuk menyelamatkannya pada hari akhir.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ طَلَبَ غَرِيمًا لَهُ فَتَوَارَى عَنْهُ ثُمَّ وَجَدَهُ فَقَالَ إِنِّي مُعْسِرٌ فَقَالَ آللَّهِ قَالَ آللَّهِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُنْجِيَهُ اللَّهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ أَوْ يَضَعْ عَنْهُ

“Dari Abdullah bin Abu Qatadah bahwa Abu Qatadah pernah mencari seseorang yang berutang kepadanya. Ternyata orang yang berutang itu berusaha bersembunyi dan menghindar. Ketika ditemukan, orang tersebut berkata, ‘Sungguh saya sedang dalam kesulitan.’ Abu Qatadah berkata, ‘Demi Allah?’ Dia berkata, ‘Demi Allah!’ Abu Qatadah melanjutkan, ‘Baiklah kalau begitu, sungguh saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa ingin diselamatkan oleh Allah dari kesusahan hari kiamat, maka hendaklah ia memberi penangguhan kepada orang yang kesulitan atau membebaskan utangnya.” (HR. Muslim no. 2923)

Kelima: Menjenguk orang sakit.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ , وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang muslim yang menjenguk saudaranya muslim pada pagi hari melainkan dirinya akan didoakan oleh 70.000 malaikat hingga petang. Jika dirinya menjenguk pada sore hari, dia akan didoakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi. Baginya juga akan disediakan kebun di tengah surga.” (HR. At-Tirmidzi no. 969. Beliau berkata hadits ini hasan gharib)

Keenam: Menyempurnakan wudhu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Maukah kutunjukkan kepada kalian tentang kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab, ”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, ”Menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu waktu shalat selanjutnya setelah selesai mendirikan shalat sebelumnya. Itulah kebaikan (yang banyak).” (HR. Muslim no. 251)

Ketujuh: Bersiwak.

Bersiwak adalah amalan ringan yang akan mendatangkan ridha Allah Jalla Jalaluh.

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Siwak adalah pembersih mulut dan merupakan sebab datangnya keridhaan Allah.” (HR. An-Nasa’i no. 5 dan Ahmad, 6:124. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kedelapan: Membaca doa setelah berwudhu.

Jangan meremehkan perkara sederhana seperti membaca doa setelah wudhu karena perkara yang dipandang remeh oleh sebagian orang ini ternyata seharga dengan delapan pintu surga yang terbuka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Barang siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan ‘asy-hadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, allahummaj’alni minattawwabina waj’alni minal mutathahhirin’ (artinya: Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci), maka dengan baginya akan dibukakan delapan pintu surga. Dia boleh masuk melalui pintu mana pun yang ia mau.” (HR. Tirmidzi no. 55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kesembilan: Istigfar.

Dengan istigfar, ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan datanga. Dengan istigfar, pintu rezeki terbuka luas. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (۱۰) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا (١٢)

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta memberikanmu kebun-kebun beserta sungai-sungai di dalamnya.’” (QS. Nuh: 10-12)

Kesepuluh: Berjabat tangan dengan saudari seiman (tetapi bukan dengan lawan jenis non-mahram).

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

“Dari Al-Bara’ bin ‘Azib I; dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, melainkan akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.’” (HR. Abu Daud no. 5212, At-Tirmidzi no. 2727, Ibnu Majah no. 3703, dan Ahmad, 4:289)

Kesebelas: Menunjukkan wajahnya berseri ketika bertemu saudari seiman.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Jangan remehkan kebaikan sedikit pun juga, walau sekadar bertemu saudaramu dengan wajah berseri.” (HR. Muslim no. 2626)

Kedua belas: Ucapan baik kepada orang lain.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam, dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda,

لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Kamar tersebut diperuntukkan untuk setiap orang yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (kepada orang yang membutuhkan), rajin berpuasa, dan rajin shalat malam lillahi Ta’ala ketika manusia sedang tertidur lelap.” (HR. At-Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad, 1:155. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Penutup

Ahibbatifillah, sebenarnya masih sangat panjang deretan amal-amal ringan yang bisa kita segerakan untuk diamalkan tanpa menunggu waktu khusus dan berpahala besar dengan usaha yang cukup mudah, bagi orang-orang yang diberi taufik oleh Allah B. Kendati demikian, dari yang sedikit ini, semoga Allah B mudahkan kita mampu menerapkannya dengan istiqamah. Oleh karenanya, jangan sia-siakan sedetikpun waktu luang agar kita dapat segera meraup banyak keuntungan dan terhindar dari banyak kerugian.

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Berhati-hatilah dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini, bukan berada pada hari esok. Jika esok tiba, engkau berada pada hari tersebut; sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika esok tidak menghampirimu, jangan sesali apa pun yang luput darimu pada hari ini.” (Lihat Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hlm. 30)

Hanya kepada Allah B lah kita memohon taufik agar diberikan kemudahan dan pertolongan mengamalkannya. Tiada daya dan kekuatan tanpa pertolongan-Nya. Semoga kita menjadi salah seorang di antara orang-orang yang beruntung. Barakallahu fikunna. Wallahu a'lam bish shawab.


Referensi:

  • Ensiklopedia Dzikir & Do'a, Al Imam An-Nawawi, 2007, Pustaka Sahifa, Jakarta.
  • Do'a dan Wirid: Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, 2013, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Bogor.
  • Wirid, Dzikir & Do'a Praktis, Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag., 2017, YBM, Malang.
  • Ensiklopedia Shahih Fadhail A'mal, Zakaria Ghulam Qadir Al-Bakistani, 2007, Pustaka Yasir, Surabaya.
  • Ma’alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan, Darul Qabis, Beirut.
  • https://almanhaj.or.id/35524-adab-menjenguk-orang-sakit.html
  • https://almanhaj.or.id/2658-keutamaan-berjabat-tangan-ketika-bertemu.html
  • https://hadits.in/muslim/2923
  • https://hadits.in/muslim/369
  • https://hadits.in/tirmidzi/50
  • https://rumaysho.com/782-lemah-lembutlah-dalam-bertutur-kata.html
  • https://rumaysho.com/1645-bahaya-sikap-menunda-nunda.html
  • https://rumaysho.com/2341-bermuka-manis-di-hadapan-orang-lain.html
  • https://rumaysho.com/26217-hadits-hadits-tentang-siwak-dan-sunnah-fitrah.html
  • https://rumaysho.com/5740-sedekah-saat-susah.html
  • https://tafsirweb.com/7271-surat-al-ankabut-ayat-45.html
  • https://tafsirweb.com/1027-surat-al-baqarah-ayat-261.html
6