Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Mata
Kontributor: Nurul Hikmah Ilyas, S.Ft., Ftr.
Redaktur: dr. Avie Andriyani
Apakah wortel dapat membuat penglihatan menjadi tajam?
Benarkah membaca di ruangan gelap akan merusak mata?
Terlalu dekat dengan layar membuat mata jadi minus?
Tidak semua informasi kesehatan yang populer di masyarakat sudah pasti benar. Beberapa di antaranya tidak terbukti kebenarannya dan hanyalah mitos. Bagaimana cara membedakannya dan seperti apa faktanya? Berikut topik pembahasan terkait mitos dan fakta kesehatan mata.
Mengapa Kesehatan Mata Perlu Dijaga?
Penglihatan adalah anugerah dan nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Sebagai indera penglihatan, mata memiliki fungsi yang sangat penting untuk kualitas kehidupan sehari-hari. Setiap harinya, kita melibatkan mata untuk mengerjakan segala rutinitas, seperti melihat, membaca, belajar, bekerja, dan beraktivitas. Melalui mata yang sehat, kita mampu menyimpan sekian banyak memori kehidupan.
Mata merupakan organ vital pada manusia. Mata sangat penting bagi kita untuk beraktivitas sehari-hari. Namun demikian, masih banyak yang belum memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mata. Menjaga kesehatan mata sebenarnya hal yang mudah dilakukan. Setiap hari tentunya kita melibatkan mata untuk mengerjakan pekerjaan kantor, membersihkan rumah, olahraga, membaca, belajar hingga bermain game atau bekerja di depan layar.
Kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi kesehatan mata seperti terlalu lama menatap layar, nutrisi yang tidak seimbang atau kelebihan gula dan garam, kurang tidur, dan lain-lain. Pencegahan dan penanganan dini bisa melalui pemeriksaan mata secara rutin 6 bulan sekali. Selain itu, mengetahui mitos dan fakta seputar mata juga bisa membantu kita untuk menghindari informasi yang keliru dan menyesatkan. Berikut ini beberapa mitos dan fakta seputar mata yang perlu kita ketahui:
Mitos atau Fakta? Membaca dalam Kondisi Gelap Bisa Merusak Mata?
Mitos:
Membaca di tempat gelap pasti menyebabkan mata rusak atau menjadi minus.
Fakta:
Kondisi pencahayaan yang kurang dapat membuat mata lebih cepat lelah dan tidak nyaman, tetapi tidak secara langsung menyebabkan mata menjadi minus. Saat cahaya terlalu redup atau terlalu silau, otot mata harus bekerja lebih keras untuk fokus. Jika kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kelelahan mata dan menurunnya kemampuan penglihatan, seperti gangguan refraksi.
Mata lelah adalah kondisi ketika mata terasa tidak nyaman akibat digunakan secara berlebihan, terutama saat menatap layar gawai dalam waktu lama. Mata lelah terjadi ketika otot siliaris yang mengatur gerakan lensa mata untuk fokus pada objek, terlalu berat bekerja. Faktor risiko yang dapat meningkatkan mata lelah yaitu, karena mata kering, kelainan otot mata seperti juling, rabun jauh, rabun dekat, maupun silinder.
Salah satu penyebab menurunnya kemampuan penglihatan adalah gangguan refraksi, atau yang sering kita kenal sebagai mata minus dan plus. Gangguan refraksi adalah gangguan pada mata untuk beradaptasi dengan objek dan cahaya. Akibatnya, penglihatan menjadi buram, baik dalam jarak dekat maupun jauh. Faktor yang diduga menyebabkan gangguan refraksi ialah riwayat keturunan, usia diatas 40 tahun, membaca atau menatap layar jarak dekat dalam waktu yang lama, riwayat operasi katarak, dan penderita diabetes.
Kondisi pencahayaan saat membaca sangat penting untuk menunjang kesehatan mata. Pastikan saat kita bekerja atau membaca pencahayaan ruangannya cukup, tidak terlalu gelap atau silau.
Mitos atau Fakta? Terlalu Dekat dengan Layar Menyebabkan Mata Minus?
Mitos:
Melihat televisi atau layar terlalu dekat pasti membuat mata minus.
Fakta:
Kebiasaan melihat dekat dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah, sedangkan perkembangan rabun jauh memiliki faktor yang lebih kompleks, termasuk faktor genetik dan lingkungan. Menatap layar HP atau komputer dapat memengaruhi kesehatan mata. Pada dasarnya, mata berfokus pada objek yang sama, menatap ke satu arah secara terus-menerus dan dalam jarak sama. Hal ini bisa membawa efek buruk pada otot-otot mata dan merusak penglihatan, terutama jika aktivitasnya sering dan berulang.
Professor Chris Lohmann yang bekerja di RS Universitas Teknik Munchen, Jerman, mengatakan bahwa kebiasaan tersebut bisa mengurang ketajaman penglihatan jarak jauh. Jika normalnya mata kita berkedip setiap 10 detik, namun jika menatap layar maka kita hanya berkedip setiap 30-40 detik. Hal ini mempengaruhi refleks berkedip dan membuat mata lelah. Lapisan air mata kehilangan kemampuan untuk berfokus.
Untuk meminimalisir risiko kerusakan pada mata, pastikan tetap menjaga jarak pandang yang aman dengan layar sekitar 40-50 cm. Dengan begitu, paparan cahaya yang diterima mata bisa berkurang. Beban kerja pada mata bisa dikurangi dengan membatasi waktu penggunaan layar maksimal 2 jam dengan istirahat 10-15 menit.
Mitos atau Fakta? Memakai Kacamata Membuat Mata Semakin Bergantung?
Mitos:
Semakin sering memakai kacamata, mata akan semakin malas dan minus semakin bertambah.
Fakta:
Kacamata membantu mengoreksi gangguan refraksi sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Kacamata yang sesuai dengan tingkat mata minus, justru membantu mata bekerja lebih efisien dengan memfokuskan cahaya ke retina secara tepat agar penglihatan lebih jelas. Jika minus mata terus bertambah meski sudah memakai kacamata, kemungkinan besar penyebabnya bukan karena penggunaan kacamata itu sendiri. Adapun faktor-faktor pendukung bertambahnya minus mata antara lain genetik, kebiasaan membaca di ruangan yang minim cahaya, waktu menatap layar yang berlebih, serta kurangnya aktivitas di luar ruangan. Melakukan pemeriksaan mata secara rutin bisa mengantisipasi kelainan pada penglihatan mata, serta menjadi solusi yang tepat untuk mendapatkan penanganan dan koreksi yang tepat.
Mitos atau Fakta? Melihat Layar Ponsel Merusak Mata?
Mitos:
Melihat layar ponsel pasti merusak mata.
Fakta:
Penggunaan layar dalam waktu lama dapat menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata digital. Hampir semua aktivitas dilakukan di depan layar, dari bekerja, belajar, sampai hiburan. Tanpa disadari, kita bisa menghabiskan lebih dari 8 jam sehari di depan layar. Inilah yang menyebabkan mata kering, sakit kepala, sakit leher dan bahu, serta penglihatan kabur/buram.
Mitos atau Fakta? Filter Cahaya Biru Wajib Digunakan agar Mata Tetap Sehat?
Mitos:
Filter cahaya biru selalu wajib agar mata tetap sehat.
Fakta:
Cahaya biru adalah salah satu bagian dari cahaya yang bisa kita lihat. Cahaya ini berasal dari matahari dan juga dapat dipancarkan oleh layar seperti HP, tablet, dan komputer. Filter cahaya biru banyak digunakan untuk membantu mengurangi sebagian cahaya biru yang masuk ke mata. Cahaya biru sebenarnya bermanfaat di pagi hari untuk membantu mengatur kadar hormon, sehingga menghasilkan siklus tidur-bangun yang lebih baik. Namun, paparan cahaya biru yang berlebihan, terutama sebelum tidur, dapat mengganggu tidur kita. Pada malam hari, terlalu banyak cahaya dari layar dapat membuat tubuh lebih sulit merasa mengantuk.
Manfaat filter cahaya biru terhadap pencegahan kerusakan mata belum dapat disamakan dengan kebutuhan menjaga kebiasaan penggunaan layar yang sehat. Meskipun tidak ada hubungan langsung antara cahaya biru dan kondisi seperti degenerasi makula atau mata kering, paparan jangka panjang terhadap cahaya biru dari perangkat digital telah dikaitkan dengan potensi efek negatif pada kesehatan mata dan pola tidur.
Menggunakan filter cahaya biru atau mengenakan kacamata dengan lensa penghalang cahaya biru dapat bermanfaat dalam mengurangi dampak potensial dari cahaya biru. Cahaya biru dan efeknya juga dapat dikurangi dengan menyesuaikan pengaturan pada beberapa perangkat elektronik atau membatasi waktu penggunaan layar sebelum tidur. Namun, kacamata anti cahaya biru bukanlah obat mujarab atau pencegahan untuk masalah mata umum seperti mata kering atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Sekali lagi, gaya hidup sangat memengaruhi kesehatan mata kita.
Mitos atau Fakta? Mata Tanpa Keluhan Berarti Sehat?
Mitos:
Jika mata tidak terasa sakit, berarti mata pasti sehat.
Fakta:
Beberapa gangguan mata dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Seperti organ lainnya, ada banyak jenis penyakit mata yang mengintai. Penyakit mata adalah kondisi atau gangguan yang memengaruhi salah satu atau beberapa bagian mata. Termasuk kelopak mata, kornea, lensa, retina, saraf optik, atau bagian-bagian lainnya.
Penyakit ini bisa bersifat akut (muncul dengan cepat dan berlangsung singkat) atau kronis (berlangsung dalam jangka waktu yang lama). Penyebabnya karena berbagai faktor, termasuk infeksi, peradangan, trauma, atau kondisi medis lainnya. Ada beberapa jenis penyakit pada mata yaitu konjungtivitis, mata kering, katarak, glaukoma, kelainan refraksi, hipermetropi, rabun jauh (miopi), astigmatisme, presbiopi, gangguan retina, kelainan kornea, amblyopia, buta warna, pterygium, strabismus, alergi, cedera mata, retinopati diabetik, dan degenerasi makula.
Mitos atau Fakta? Mengucek Mata Tidak Berbahaya?
Mitos:
Mengucek mata dapat membuat mata lebih nyaman dan tidak berbahaya.
Fakta:
Mengucek mata terlalu sering atau terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi dan pada kondisi tertentu dapat memperburuk masalah pada permukaan mata. Banyak orang melakukannya saat mata terasa gatal atau lelah. Padahal, tangan kita penuh dengan kuman dan bakteri. Mengucek mata terlalu keras bisa merusak permukaan kornea dan meningkatkan risiko infeksi serius.
Mitos atau Fakta? Wortel bisa Mengobati Mata Minus?
Mitos:
Wortel dapat membuat penglihatan menjadi tajam.
Fakta:
Wortel mengandung beta-karoten yang penting bagi kesehatan, tetapi mengkonsumsi wortel tidak akan menghilangkan rabun jauh atau membuat penglihatan menjadi super tajam. Memang wortel berperan penting untuk menjaga kesehatan mata, terutama pada anak. Kandungan karotenoid pada wortel dapat menjaga penglihatan agar tetap tajam. Selain itu, sayuran tersebut juga dapat mencegah tubuh kekurangan vitamin A.
Namun demikian, semua kandungan tersebut tidak dapat mengatasi mata minus yang terjadi pada seseorang. Hal tersebut karena gangguan minus pada mata terjadi ketika bentuk bola mata menjadi lebih panjang dibandingkan dari orang normal. Seberapapun kita mengkonsumsi wortel setiap harinya, bentuk bola mata tidak dapat dikembalikan menjadi normal.
Manfaat dari wortel memang baik untuk menjaga kesehatan mata, tetapi tidak dapat mengobati gangguan minus pada mata. Penting untuk selalu menjaga kesehatan mata agar kelainan pada mata tidak terjadi, sehingga tidak membutuhkan bantuan dari kacamata.
Mitos atau Fakta : Sakit Mata selalu Butuh Obat Tetes Mata?
Mitos:
Sakit mata apapun, solusinya adalah obat tetes mata, sehingga boleh digunakan sesering mungkin tanpa aturan.
Fakta:
Jenis obat tetes mata berbeda-beda dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi mata. Obat tetes mata merupakan pilihan pengobatan untuk mengatasi beragam keluhan mata. Ada beragam jenis obat tetes mata, mulai dari tetes mata untuk mata kering hingga penyakit mata akibat infeksi. Cara menggunakannya pun harus tepat supaya manfaatnya bisa lebih optimal.
Salah satu kandungan yang biasanya ada di dalam obat tetes mata adalah saline atau air garam. Selain saline, obat tetes mata bisa mengandung bahan aktif yang disesuaikan dengan fungsinya. Agar manfaatnya optimal, penting untuk mengetahui cara menggunakan obat tetes mata yang benar. Pasalnya, bukan hanya manfaatnya menjadi tidak optimal, penggunaan obat tetes mata yang tidak tepat bahkan bisa memicu risiko terjadinya gangguan mata. Ada berbagai macam obat tetes mata, yang membedakannya sesuai dengan indikasi pemberiannya seperti obat tetes untuk mata iritasi, mata alergi, untuk mata kering, dan lain-lain.
Mitos atau Fakta? Mata Merah Selalu Berarti Kurang Tidur?
Mitos:
Mata merah artinya kurang tidur
Fakta:
Mata merah dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi hingga infeksi atau gangguan lainnya. Mata merah disebabkan oleh pembengkakan atau melebarnya pembuluh darah di dasar selaput putih (sklera) mata. Kondisi ini terjadi karena masuknya debu atau partikel asing ke dalam mata, infeksi, alergi, cedera, paparan sinar matahari, atau kondisi mata yang kering.
Kapan Mata Perlu Diperiksakan?
Ketika mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata untuk mengetahui kondisi kesehatan mata kita. Kemungkinan besar kita akan diresepkan kacamata, tapi perlu diingat bahwa kita tidak boleh mendiagnosis diri sendiri dan membeli kacamata hanya dengan mencoba-coba saja, tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Dr. John Lahr, direktur medis EyeMed, mengatakan bahwa gejala-gejala yang sering muncul pada mata itu sangat luas, sehingga satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahui apa masalahnya adalah dengan memeriksakannya ke ahli mata. Adapun tanda-tanda yang perlu diperhatikan adalah:
- Mata buram
- Sulit melihat di malam hari
- Sulit membiasakan dari gelap ke terang
- Buram saat melihat layar komputer
- Mata lelah
- Pusing yang berulang
- Penglihatan berbayang
- Melihat lingkaran cahaya
- Adanya tekanan di belakang mata (glaukoma)
Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Mata
Menjaga kesehatan mata harus dilakukan semaksimal mungkin untuk mencegah risiko infeksi dan penyakit mata. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat karena gaya hidup bisa berdampak pada kesehatan mata. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mata;
1. Menjaga jarak pandang
Pada saat menggunakan gawai, pastikan kita tetap menjaga jarak pandang yang aman yakni sekitar 40–50 cm dari layar. Dengan menjauhkan mata dari layar gawai, maka paparan cahaya yang diterima mata dari layar gawai dapat berkurang.
2. Mengurangi kecerahan layar
Adapun tips menjaga kesehatan mata di era digital lainnya ialah dengan mengurangi tingkat kecerahan layar pada HP/komputer yang sedang digunakan. Hal ini juga dapat membantu mata agar tidak cepat lelah akibat paparan cahaya dari layar HP/komputer.
3. Melakukan rule 20:20:20 saat menggunakan gawai
Penggunaan gawai terlalu lama dapat meningkatkan resiko kerusakan pada mata, hal itu dikenal dengan Computer Vision Syndrome (CVS). CVS ini dapat menyebabkan mata kering, sakit kepala, serta nyeri leher. Untuk mencegah hal tersebut dapat melakukan tips 20 : 20 : 20, yaitu mengalihkan pandangan selama 20 detik sejauh 20 kaki atau 6 meter, setelah menatap layar selama 20 menit
4. Melakukan relaksasi mata
Untuk mengurangi beban kerja mata, kita dapat melakukan relaksasi mata dengan cara menggosok-gosok kedua tangan. Lalu meletakkan hangatnya tangan di atas kelopak mata yang dipejam atau dengan memijat pelan kedua pelipis.
5. Membatasi waktu menatap layar
Meskipun kita sudah melakukan hal-hal di atas, tetapi jika kita tetap bermain gawai cukup lama, maka hal itu juga sama saja tidak ada artinya. Durasi penggunaan gawai dapat dibatasi maksimal selama 2 jam, kemudian istirahat selama 10 hingga 15 menit.
Penutup
Tidak semua informasi yang sering kita dengar tentang mata merupakan fakta medis. Beberapa mitos memang berawal dari kebiasaan yang baik, tetapi penjelasannya perlu diluruskan agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan mata dengan tepat.
Menjaga kesehatan mata bukan hanya tentang menghindari satu atau dua kebiasaan tertentu. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan sehari-hari yang sehat, memperhatikan perubahan penglihatan, dan tidak ragu memeriksakan mata ketika muncul keluhan. Dengan informasi yang tepat, kita dapat menjaga mata tetap sehat dan menggunakan penglihatan secara optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Referensi:
- Adrian, Kevin. (2025). Inilah Penyebab dan Cara Mencegah Mata Merah. Diakses dari https://www.alodokter.com/penyebab-mata-merah
- Agustina, Novita. (2022). Mata adalah Jendela Dunia. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1697/mata-adalah-jendela-dunia
- Dewi, Debby Shintiya. Ragam Jenis Penyakit Mata dan Pengobatannya. Diakses dari https://persadahospital.co.id/artikel/ragam-jenis-penyakit-mata-dan-pengobatannya
- Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas. (2023). Tips Penting bagi Pengguna Ponsel untuk Merawat Kesehatan Mata. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/tips-penting-bagi-pengguna-ponsel-untuk-merawat-kesehatan-mata
- Driedger, Janelle. (2023). What is Blue Light Protection for Glasses?. Diakses dari https://viewpointewpg.com/what-is-blue-light-protection-for-glasses/
- Handayani, Verury Verona. (2021)). Benarkah Mengonsumsi Wortel dapat Mengurangi Mata Minus?. Diakses dari https://hellosehat.com/mata/perawatan-mata/10-tanda-saatnya-periksa-ke-dokter-mata
- Kementerian Kesehatan RI. (2025). Kebiasaan yang Tidak Disadari dapat Merusak Mata. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/kebiasaan-yang-tidak-disadari-dapat-merusak-mata
- Marianti. (2026). Kelainan Refraksi. Diakses dari https://www.alodokter.com/kelainan-refraksi
- Marianti. (2026). Mata Lelah. Diakses dari https://www.alodokter.com/mata-lelah
- Marianti. (2025). Obat Tetes Mata, Ketahui Jenis dan Cara Menggunakannya. https://www.alodokter.com/penggunaan-obat-tetes-mata-yang-tepat
- Soebijantoro, Iwan. (2025). Apakah Kacamata Bisa Menyembuhkan Mata Minus? Ini Faktanya!. Diakses dari https://jec.co.id/id/article/apakah-kacamata-bisa-menyembuhkan-mata-minus