Merajut Sakinah Bersama WO Khairunnikah
Reporter: Rizky Aditya Saputra
Editor: Happy Chandraleka
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ، فَقَدِ اسْـتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْـنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْمَـا بَقِيَ
“Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa.”[1]
Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua hati, melainkan ibadah terpanjang yang akan dirajut oleh setiap muslim. Sejak lafaz ijab dan qabul terucap, maka babak baru kehidupan dimulai. Perjalanan mengayuh bahtera rumah tangga beserta argo pahalanya segera dituai, Insyaallah.
Untuk memulai sebuah ibadah yang diberkahi, sepatutnya kaum muslimin memilih jalan terbaik yaitu jalan yang hak. Menyelenggarakan akad dan walimah sesuai tuntunan agama, tampaknya adalah satu-satunya pilihan yang utama. Jangan sampai, niat hati menyiarkan sebuah ibadah pernikahan, sayangnya justru dosa yang didapat karena adanya pelanggaran syariat.
wedding organizer yang Dikelola Divisi HSI Pro
Berawal dari keresahan itu, dicetuskanlah sebuah event planner bernama Khairunnikah Walimah Syar’i oleh HSI Pro. Sebagai wedding organizer (WO) syar’i, Khairunnikah tampaknya siap memenuhi kebutuhan kaum muslimin untuk menyelenggarakan pernikahan yang profesional dan sesuai syariat Islam.
“Event Pasar Cantik Muslimah 2025 menjadi momen launching Khairunnikah Walimah Syar’i. Kami berharap dapat memudahkan kaum muslimin melaksanakan akad. Pernikahan tidak harus paket yang mahal, baik bujet terbatas atau berkecukupan, Insyaallah kami berikan layanan yang terbaik dengan tanpa melanggar syariat,” kata Ketua Divisi HSI Pro, Akhuna Andry Anuttama Swaputra kepada Tim Majalah HSI.
Khairunnikah sendiri bukan sekadar nama program yang digagas HSI Pro. Ternyata ada pesan dan makna mendalam di baliknya. Akhuna Andry menjelaskan bahwa nama Khairunnikah diambil dari sebuah petikan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Abu Dawud No. 2117, خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ, sebaik-baik pernikahan adalah yang mudah.[2]
Dari hadits tersebut, Akhuna Andry menyatakan bahwa badan usaha di bawah divisi yang dipimpinnya tersebut membawa semangat untuk merepresentasikan sebuah nilai, yaitu pernikahan yang mudah dan berkah.
Dua Prinsip: Profit dan ta’awun
Tak hanya perkara proses pelaksanaan, WO Khairunnikah juga berupaya menjadikan soal bujet tak demikian membebani calon pengantin maupun keluarganya. Project Manajer Khairunnikah, Akhuna Muhammad Rustam Samad, menyatakan bahwa pada dasarnya Khairunnikah mengadopsi dua prinsip penting, yaitu profit atau manfaat (keuntungan) dan ta’awun atau tolong-menolong.
“Ada kesan umum bahwa walimah syar’i itu murni profit oriented, tapi di sini, kami antara profit dan ta’awun,” tutur Akhuna Rustam.
“Dari semangat hadits tersebut, kami mengambil poin ringan pada sisi mempermudah prosesnya. Biayanya sebisa mungkin kami fasilitasi atau beri keringanan,” Akhuna Rustam membeberkan misi sub divisi yang dinahkodainya.
Lalu ia menambahkan, “Tujuannya membantu kaum muslimin mewujudkan pernikahan yang di dalamnya terpenuhi syarat syar’i, tidak ada kemaksiatan, dengan biaya yang terjangkau.”
Program Nikah Gratis
Ibarat dua sisi koin mata uang, profit dan ta’awun meski terlihat berada di sisi berseberangan, tetapi menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan dari WO Khairunnikah. Akhuna Rustam menegaskan bahwa WO Khairunnikah digagas untuk merealisasikan dua hal tersebut sekaligus.
Sebagai salah satu program HSI Pro, WO Khairunnikah menjadi unit yang dirancang mendulang profit. Namun di sisi lain, Khairunnikah juga dibentuk sebagai wadah tolong-menolong bagi kaum muslimin. Sehingga WO Khairunnikah berupaya dapat menjadi mitra siapapun muslimin yang hendak menyelenggarakan pernikahan, termasuk saudara-saudara kita yang Qadarullah memiliki keterbatasan bujet.
“Untuk bujet kami kembalikan kepada kaidah awal, karena sifatnya ta’awun, maka pelayanan yang kami tawarkan untuk menyusun dan merencanakannya,” ungkap Akhuna Rustam. “Di antaranya adalah harga yang bersaing untuk Sahabat Runi (sapaan untuk calon mempelai di WO Khairunnikah, red), tanpa ada ketentuan minimum harga,” imbuhnya.
Layanan penyelenggaraan pernikahan tanpa minimum harga ini, nampaknya bukan sekedar program di awang-awang. Nyatanya WO Khairunnikah telah mempersiapkan berbagai paket pilihan.
“Kami memiliki Paket Ekonomis sebagai acuan awal,” ungkap Akhuna Rustam. “Cukup dengan 12 juta rupiah sudah mendapatkan riasan, busana akad, dekorasi, MC, dokumentasi, dan lainnya. Nanti jika ada tambahan, akan kami buatkan penawarannya mengikuti kemampuan ekonomi dan bujetnya sesuai kesiapan finansial Sahabat Runi,” ujar ayah dua anak itu menambahkan.
Tak berhenti di sana, WO Khairunnikah bahkan menyiapkan program nikah gratis. Namun, menurut keterangan Akhuna Rustam, fasilitas ini bersifat terbatas. Ia memaparkan bahwa program nikah gratis akan disalurkan untuk mereka yang memiliki kriteria khusus, yakni asatidz atau para pendidik agama dan huffadz atau para penghafal Al-Qur'an.
“Harapannya setiap tahun, kami bisa mengadakan nikah gratis setidaknya untuk dua kriteria tersebut, yaitu untuk para asatidz dan huffadz. Insyaallah, selain sisi profit, juga ada unsur ta’awun-nya,” jelasnya.
Melayani Lintas Kota
WO Khairunnikah terlihat mengusung misi dakwah yang demikian penting yaitu penyelenggaraan pernikahan syar’i yang mudah dan profesional. WO Khairunnikah bergerak mewujudkan strategi dakwahnya ini lewat layanan pernikahan syar’i yang telah dihadirkan di beberapa kota besar.
Jakarta dipilih sebagai kota sentral sekaligus kantor pusat WO Khairunnikah. Sedangkan berbagai layanan akad dan walimah nikah, Insyaallah, dapat dijangkau Khairunnikah hingga ke Surabaya.
“Layanan kami tentunya di Jabodetabek. Untuk Jakarta sekaligus menjadi head office kami. Ke depan, kami rencana buka di beberapa kota besar lainnya seperti Bandung, Yogyakarta atau Semarang, dan Jawa Timur diwakilkan oleh Surabaya,” jelas Akhuna Rustam.
Di balik capaian besar tersebut, ternyata WO Khairunnikah hanya memiliki 12 anggota inti. Namun Akhuna Rustam merasa yakin bahwa tim ini cukup solid karena telah teruji dan berpengalaman menangani berbagai event besar HSI Pro. “Tentunya, jangan ragukan pelayanan wedding organizer Khairunnikah,” selorohnya.
“Strukturnya secara global ada ana sendiri sebagai Project Manajer, di bawahnya ada dua Asisten Manager Operation, masing-masing ikhwan dan akhwat. Karena mereka yang akan bekerja atau berinteraksi dengan klien, jika ikhwan maka dengan ikhwan, bagi klien akhwat dengan staf akhwat. Untuk struktur dan staf jumlahnya sekitar 10-12 orang,” Akhuna Rustam menuturkan.
“Karena ini di bawah kendali HSI Pro, lalu basic-nya kami kegiatan offline, kami ambil teman-teman yang berkecimpung lama di kegiatan offline HSI Pro. Dengan demikian, kami sudah saling tahu kinerjanya, dan memudahkan kami dalam berkoordinasi,” ucap santri HSI Angkatan 171 ini.
Perbedaan dengan HSI Sakinah
Sejak diluncurkan bulan lalu, banyak santri mengira WO Khairunnikah merupakan bagian dari HSI Sakinah yang fokus utamanya sebagai biro ta’aruf. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, namun tidak juga seratus persen benar.
Akhuna Rustam menjelaskan perbedaan mendasar antara WO Khairunnikah dengan HSI Sakinah. Menurutnya jika ditelaah, intinya Khairunnikah ialah wedding organizer, sedangkan HSI Sakinah ialah biro ta’aruf.
“Dari core business, HSI Sakinah lebih ke ta’aruf, sementara Khairunnikah adalah WO. Kalau melihat masing-masing bisnis, orang bisa berkesimpulan bahwa ini program lanjutan HSI Sakinah, bisa seperti itu. Tapi sebenarnya secara kebetulan saja, karena HSI Sakinah fokus program ta’aruf di lingkungan santri HSI saja,” ucap Akhuna Rustam.
Cakupan layanan ini termasuk poin penting yang membedakan keduanya. “Untuk Khairunnikah programnya di-launching untuk kaum muslimin dan muslimat secara umum, dan khususnya santri HSI,” Akhuna Rustam menjabarkan.
Ia menegaskan, “Saat launching, Ustadzuna Abdullah Roy telah berpesan bahwa Khairunnikah untuk kaum muslimin.”
“Kemudian perbedaan lainnya, HSI Sakinah basisnya online, sedangkan Khairunnikah memberikan layanan secara offline,” pemilik kunyah Abu Abdillah ini menambahkan.
Cara Mendaftar Khairunnikah
Untuk menggunakan jasa WO Khairunnikah, ada beberapa tahapan awal yang dapat dilakukan secara online. Akhuna Rustam menjelaskan bahwa Sahabat Runi dapat menghubungi admin Khairunnikah melalui platform online seperti Instagram atau Whatsapp. Setelahnya, Sahabat Runi akan diminta untuk mengisi formulir khusus yang berkaitan dengan identitas calon mempelai hingga bujet pernikahan.
Setelah proses verifikasi selesai, barulah Tim Khairunnikah akan menghubungi Sahabat Runi untuk melakukan pertemuan tatap muka jika memungkinkan. Dalam proses lanjutan ini, WO Khairunnikah akan memandu konsep pernikahan klien, menyesuaikannya dengan bujet yang tersedia. Dengan alur yang demikian, terlihat bahwa harapan untuk memiliki pernikahan impian sesuai syariat Islam, Insyaallah, mudah terwujud.
“Sahabat Runi bisa menghubungi nomor hotline. Nantinya akan diberikan formulir untuk mengisi info calon pasangan dan lainnya. Kemudian inquiry (permintaan, red) yang masuk akan ditindaklanjuti. Lalu kami buat janji pertemuan baik online atau offline. Kami akan jelaskan patok-patok atau batasan pernikahan syar’i,” jelas Akhuna Rustam.
“Untuk bujet kami kembalikan kepada klien. Kami fokus membantu merencanakan atau konsultasi sesuai syar’i, bagaimana mereka tetap tampil anggun, tanpa tabarruj. Sehingga walimah pernikahan tersebut ialah walimah yang ikhlas tanpa mengharap pamrih, dengan menu yang halalan dan thayyiban,” tutur Akhuna Rustam mengakhiri.
Nah, tunggu apalagi. Buat Sahabat Runi termasuk para santri HSI yang hendak melaksanakan pernikahan syar’i, WO Khairunnikah bisa digandeng mempersiapkan babak baru perjalanan antum. Semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran, dan limpahan ridha-Nya…aamiin. Yuk, hubungi WO Khairunnikah segera.