Mengenal Lebih Dekat HSI Pro, Solusi EO Syar’i Andalan HSI

Reporter: Rizky Aditya Saputra

Redaktur: Happy Chandraleka


Keberadaan Event Organizer (EO) menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesuksesan setiap acara. Di balik layar, EO bertanggung jawab mengelola setiap detail mulai dari tahap perencanaan yang matang, penentuan konsep yang memukau, hingga memastikan keamanan dan kenyamanan para peserta. Tanpa mereka, acara besar sekalipun sulit untuk berjalan lancar dan mengesankan.

Sebagai muslim, tentu sebuah acara tidak dapat dibuat asal-asalan. Ada beberapa panduan syariat yang juga perlu diperhatikan, misalkan dalam sebuah acara tidak boleh ada kemaksiatan, kemudhorotan dan termasuk yang dianggap biasa adalah alat musik. Ketiga hal tersebut bisa menjadi gesekan yang sulit dielakkan, apabila EO yang menggelar acara belum sejalan dengan As-Sunnah dan pemahaman Salafus Shalih.

Kebutuhan Yayasan Akan Adanya EO

Didasari oleh kegelisahan itu, biidznillah, tercetus nama HSI Production (HSI Pro) sebagai jawaban.

Sesuai konsep dan tujuan awal, HSI Pro berfokus pada penyelenggaraan acara yang sesuai tuntunan agama, namun tetap menarik dan profesional. Terbukti sudah dua tahun terakhir, HSI Pro menjadi event organizer syar’i di balik suksesnya berbagai acara yang diselenggarakan HSI Abdullah Roy.

HSI Go Pro, Satu wadah Dua Fungsi

Ada sedikit perbedaan antara HSI Pro dengan HSI Go. Dalam pengaplikasian tugas, HSI Pro mengarah kepada event organizer syar’i, sementara HSI Go berfokus pada perencana perjalanan halal atau travel syar’i.

“Awalnya, ide ini disampaikan Ketua Yayasan kami, Heru Nur Ihsan. Beliau ingin membuat paket tur yang halal, sopirnya tidak merokok, akhwat yang kalau pergi dengan mahramnya, di mobil tidak diputar musik, serta tidak mendatangi tempat kemaksiatan atau kesyirikan. Tercetuslah HSI Go sebagai halal trip planner, dan HSI Production (HSI Pro) sebagai EO syar’i,” ujar Kepala Divisi HSI Go / HSI Pro, akhuna Andry Anuttama Swaputra, saat berbincang dengan Tim Majalah HSI di Jakarta.

“Selama ini HSI sering mengadakan kegiatan-kegiatan seperti kajian dan dauroh yang tidak ada tim khusus yang meng-handle. Sehingga bagi Yayasan HSI itu menjadi sebuah upaya yang cukup menyita energi, waktu dan lain-lain. Karena setiap ada acara akan diawali dengan penunjukan ketua panitia, lalu pembentukan kepanitiaan. Sehingga untuk bisa meng-handle sedikit kegiatan saja dalam setahun itu effort-nya sudah cukup terasa,” jelasnya.

“Dari situ dirasa ada urgensi untuk membentuk sebuah tim khusus kajian. Mungkin belum sampai ke divisi (ketika itu). Tapi ada tim khusus kajian yang kapan pun yayasan membutuhkan kegiatan yang sifatnya kajian, majelis ilmu, dauroh, gathering atau apapun itu, ada tim yang sudah siap menerima amanah tersebut. Dari situ, sekaligus kami membentuk shari'i organizer atau EO syar’i,” akhuna Andry menambahkan.

Jumlah Tim dan Penugasan

Sebagai tim profesional, HSI Pro memiliki anggota tim yang berjumlah hampir 100 orang. Mayoritas berdomisili di Jabodetabek, dan yang lainnya tersebar di beberapa kota di Pulau Jawa. Selayaknya event organizer pada umumnya, dari sisi kepanitiaan tentu dibutuhkan peran dari panitia ikhwan dan akhwat untuk menangani beragam peserta.

Akhuna Andry menyadari hal itu merupakan tantangan bagi HSI Pro. Guna menghindari fitnah, ayah dua anak ini memberikan batasan interaksi antara panitia ikhwan dan akhwat. Begitu pun yang terjadi dalam pelaksanaan tugas. Komunikasi dilakukan dalam sebuah grup Whatsapp (WA) yang dibuat khusus per acara. Apabila acara selesai, grup WA tersebut juga ikut dibubarkan.

“Tentunya kaidah-kaidah yang sama itu kami terapkan. Bahwa interaksi nonmahram dibuat seminimal mungkin. Kami tiadakan 100 persen tidak mungkin, tetapi kami minimalkan sesuai dengan kebutuhan. Harus ada kebutuhan yang memang mensyaratkan untuk dilakukan itu. Dan secara kepanitiaan yang puluhan orang, tidak ada grup yang sifatnya besar (umum),” ucap akhuna Andry.

“Kalau kami ada grup-grup kerja berbasis WA, itu sifatnya adalah dibentuk dan dibubarkan sebelum dan setelah acara. Kami tidak ada grup campur atau grup ikhwan saja atau akhwat saja (khusus),” ia menjelaskan.

Seluruh Profit untuk Dakwah

Selain menangani acara internal HSI Abdullah Roy, HSI Pro juga tidak menutup diri jika ada pihak eksternal yang ingin menggunakan jasanya. Sesuai tujuan awalnya, HSI Pro memang disiapkan untuk menangani berbagai kegiatan profit maupun nonprofit.

Khusus kegiatan yang bersifat profit, setiap keuntungan yang diterima oleh HSI Pro melalui tiket masuk atau biaya sewa, akan dikelola untuk menunjang kegiatan dakwah di HSI. Sedangkan kegiatan nonprofit yang sifatnya adalah kepentingan dakwah dan kemaslahatan umat, tetap menggunakan sumber dana dari Yayasan.

“Pendanaan event-event HSI untuk umat, tentu sumber pendanaannya dari Yayasan HSI. Meskipun tetap dilakukan ikhtiar untuk efisiensi, sehingga pendanaan yang dikeluarkan itu benar-benar sesuai sasaran dan porsinya,” katanya.

“Lalu ada kegiatan-kegiatan yang memang ditujukan untuk profit oriented. Sumber pendanaannya bisa dari harga tiket masuk (HTM), lalu kalau kegiatan seperti bazar, itu tentunya dari sewa stand itu. Jadi secara pendanaan sih mandiri, meskipun nanti ke depannya juga mungkin tidak menutup kemungkinan bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang mendukung. Dalam hal pendanaan, tentunya akan diakadkan sesuai dengan syariat,” akhuna Andry menambahkan.

Horsery and Archery Camp (HAC)

Berkuda dan memanah merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dengan ajaran Islam. Sejak 1.400 tahun lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabat untuk mengajarkan berkuda dan memanah kepada anak-anak mereka.

Jika ditengok ke belakang, urgensi berkuda dan memanah sangat tinggi. Ketika itu, kaum muslimin sering terlibat peperangan, di mana pasukan dengan kemampuan berkuda dan memanah terbaik, insya Allah, dapat membuat gentar pasukan musuh. Lantas, bagaimana dengan keadaan saat ini?

Kini peperangan memang tak lagi menggunakan kuda dan panah, namun tentunya ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlaku hingga hari kiamat. Mayoritas ulama pun menyebutkan bahwa hukum berkuda dan memanah adalah sunnah yang jika dikerjakan akan berpahala.

Oleh sebab itu, tak heran jika kegiatan memanah dan berkuda, tetap digandrungi kaum muslimin lintas usia. Salah satunya ialah acara Horsery and Archery Camp (HAC) yang diselenggarakan oleh HSI Pro beberapa tahun terakhir. Kegiatan HAC menawarkan pengalaman seru berkuda dan memanah di alam yang sejuk dan asri.

Para peserta ikhwan dan akhwat akan diberikan pelatihan berkuda dan memanah yang sesuai tuntunan syar’i. Tentunya disertai penjelasan dari praktisi ahli dan profesional. Pada tahun ini, HAC diselenggarakan pada 26-27 April 2025 di Kiara Land Stable, Jatinangor, Bandung.

Setiap peserta dapat memilih antara paket personal atau keluarga yang lebih ekonomis. Menariknya, HSI Pro membebaskan biaya alias gratis khusus anak-anak yang berusia di bawah 7 tahun. Dengan biaya mulai dari Rp 175 ribu, HAC 2025 bisa menjadi opsi liburan bareng keluarga yang seru dan tetap mengedepankan panduan syariat Islam.

Kajian Esensial Muslim 2.0

Dalam menjalankan kegiatannya, HSI Pro terkadang melakukan kolaborasi dengan pihak di luar HSI. Tujuannya, selain untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, kolaborasi dengan eksternal juga dapat menambah ilmu dan pengalaman baru. Hal itu tercermin dalam kegiatan Kajian Esensial Muslim (KEM) 2.0 yang diorganisir HSI Pro dengan POMM ETA.

KEM 2.0 diselenggarakan di AD Premier, Jakarta Selatan, pada 14-15 Februari 2025. Dalam event tersebut, HSI Pro dan POMM juga mendapat dukungan dari Taklim al-Haamidiyah. Selama dua hari, ratusan peserta KEM 2.0 mendapatkan ilmu terkait aqidah dan muamalah langsung dari pakarnya, yakni ustadzuna Dr. Abdullah Roy, MA dan ustadzuna Dr. Erwandi Tarmizi, MA.

Jika dibandingkan KEM 1.0 pada tahun lalu, ada sedikit penurunan dari segi kuantitas peserta di KEM 2.0. Kendati demikian, bila ditelaah dari sisi kualitas, KEM 2.0 memberikan keilmuan yang lebih mendalam dan spesifik.

“Selain durasi waktu pelaksanaan kegiatan, perbedaan lain berupa tema atau cakupannya. Dari sisi materi, kalau di KEM 1.0 masih pengenalan saja, sementara KEM 2.0 itu sudah ada tema spesifik yang dipilih dan mendalam. Untuk kuantitas peserta memang tidak sebanyak KEM 1.0 ya. Namun ini tidak menjadi sesuatu hal negatif. Karena ketika kita melakukan sesuatu yang secara kualitatif meningkat, memang biasanya drag off-nya juga adalah secara kuantitinya (menurun),” akhuna Andry memaparkan.

“Atau bisa jadi kaum muslimin memang sedang ada kesibukan yang lain, yang tidak memungkinkan mereka untuk hadir. Tapi tentu target kita adalah penyampaian ilmu yang lebih mendalam dan itu insya Allah tercapai dengan dilaksanakannya kegiatan ini,” imbuhnya.

Keberhasilan HSI Pro dan POMM ETA menggelar KEM 2.0 mendapatkan apresiasi dari beberapa peserta. Salah satunya, akhuna Tio (53), peserta HSI angkatan 182 ini mengikuti KEM 2.0 bersama istri tercintanya. Dengan pulpen dan buku di tangan, Tio tampak serius menyimak berbagai materi yang disampaikan oleh ustadzuna Abdullah Roy dan ustadzuna Erwandi Tarmizi. Dia berharap acara seperti KEM dapat diselenggarakan secara rutin.

“Masya Allah, ini acara yang sangat bagus dan sangat bermanfaat untuk muslimin. Kita bisa menerima ilmu dari dua guru yang sangat luar biasa. Semakin kita belajar, semakin haus menambah ilmu. Dan saya juga berharap mungkin nanti kalau ada kelas berikutnya, saya juga insya Allah ingin bergabung lagi. Karena belajar agama itu penting. Ini fondasi buat kita umat muslim untuk mengetahui agama kita sendiri,” akhuna Tio mengungkapkan.

Hal senada dirasakan oleh akhuna Dio (25). Mahasiswa fakultas teknik salah satu kampus swasta ini awalnya tak berniat mengikuti KEM 2.0. Namun pada H-1 acara, ia diberitahu ibunda bahwa namanya telah didaftarkan. Usai mengikuti materi aqidah dan muamalah selama dua hari, peserta HSI angkatan 211 itu merasakan banyak manfaatnya.

“Kolaborasi ini (HSI Pro dan POMM) sangat baik. Materi yang disampaikan untuk aktivitas sehari-hari itu menurut saya sangat relevan. Mana (transaksi) yang boleh dan tidak, itu dijelaskan dengan baik. Apalagi ini kumpul secara offline, jadi secara komunitasnya lebih terbentuk daripada online,” kata Dio bersemangat.

Acara KEM 2.0 ditutup dengan nasihat indah yang disampaikan ustadzuna Abdullah Roy dan ustadzuna Erwandi Tarmizi. Keduanya juga mengapresiasi penyelenggaraan KEM yang berjalan lancar, alhamdulillah, dan berharap semua panitia dan peserta mengikhlaskan niat menuntut ilmu hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dari hari yang pertama hingga yang kedua ini. Dan kita melihat antusias yang sangat besar dari para peserta sampai pada detik-detik yang terakhir. Harapan ana dan ustadz Erwandi, semoga acara ini Allah ridhoi dan berkahi, semoga Allah jadikan ilmu yang disampaikan dan diterima oleh peserta, menjadi ilmu yang bermanfaat, serta membawa kebaikan bagi mereka di dunia dan di akhirat,” ucap ustadzuna Abdullah Roy.

“Ini modal besar bagi kita sebagai muslim untuk bertransaksi yang benar, dengan akad-akad ini kita melakukannya. Namun ini tentu belum cukup, dalam menjalani hidup butuh akad-akad yang lain seperti syirkah. Dan untuk akad-akad ini, alhamdulillah, sudah dilengkapi dengan booklet, bisa dibaca dan dipahami lagi dan diulang-ulang, agar ketika suatu waktu Anda buka lagi bukunya, Anda bisa ingat boleh atau tidaknya apa yang akan Anda lakukan. Semoga Allah menjaga kita untuk selalu menaati-Nya dalam mencari harta dunia ini untuk kita bawa sebagai bekal ke akhirat,” tutup ustadzuna Erwandi Tarmizi.

HSI Pro Berubah Jadi Perseroan Terbatas?

Sebagai Kadiv HSI Pro, akhuna Andry tengah memikirkan ke mana arah EO syar’i ini akan dibawa. Dalam perencanaan jangka pendek, insya Allah, HSI Pro akan fokus pada berbagai acara seperti Halaqoh Online (HALO), Halal Food Corner, Family Gathering dan Horsery and Archery Camp 2025. Selain kegiatan reguler, akhuna Andry juga memastikan akan ada event baru yang masih ia rahasiakan.

“Pengembangan rencana event 2025 banyak. Tim online event kami sudah punya brand title namanya HALO. Selama 2025 kami merencanakan beberapa volume dan seri kegiatan. Untuk detailnya kita belum bisa kasih bocoran dulu. Demikian juga dengan event-event besar dan fair setahun ini, Salah satunya Halal Food Corner yang akan kami adakan lagi. Lalu dua (event) yang berbeda, belum pernah ada. Lalu dauroh dan rihlah, Family Gathering bersama HSI. Tak lupa HAC,” kata akhuna Andry.

Kemudian, dalam jangka waktu dua tahun ke depan, akhuna Andry berharap HSI Pro dapat terus eksis, bahkan jika memungkinkan beroperasi secara mandiri. Tujuannya agar HSI Pro dapat menjadi perseroan terbatas (PT) pada 2027 mendatang.

“Rencana ke depannya adalah untuk HSI Pro ini kami usahakan untuk bisa mandiri. Artinya adalah selama ini secara legalitas kami di bawah payung HSI Abdullah Roy. Kami targetkan 2027 itu kami secara entitas sudah berdiri sendiri, menjadi PT-lah gitu. Itu di 2027 di mana kami nanti akan mempunyai beberapa tim yang tidak sekadar relawan, tapi ada yang sebagai full timer (pegawai yang bekerja tetap),” harapnya.

0