Mendaftar ke TK Tunas HSI, Demi Pendidikan Agama yang Lurus untuk Sang Buah Hati

Reporter: Dian Soekotjo

Redaktur: Hilyatul Fitriyah


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Ketika seseorang meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shalih (HR. An-Nasa’i, no. 3591 dari Sunan An-Nasa'i - Kitab Wasiat)[1]

Orang tua tentu mendambakan keturunan yang shalih. Mempunyai anak-anak yang taat kepada Allah, ibarat memperpanjang umur karena segala amal shalih buah hati tak urung mengalirkan pahala kepada ayah-bunda. Cucuran ganjaran ini tak akan terhenti walau ayah-bunda tutup usia.

Di sisi lain, di pundak orang tua jua, terpikul tanggung jawab bukan sederhana. Salah satunya adalah tanggung jawab memberikan pendidikan. Bukankah ini mandat besar? Sebaiknya tugas tersebut tidak disia-siakan.

Pendidikan Agama sebagai Fondasi

Memberikan pendidikan yang tepat pada anak-anak sejak usia dini, selayaknya menjadi prioritas para orang tua. Usia dini adalah masa keemasan perkembangan otak karena bahkan 80% pertumbuhan dan perkembangan struktural maupun fungsionalnya, terjadi pada rentang waktu itu.[2]

TK Tunas HSI, salah satu lembaga pendidikan tingkat taman kanak-kanak di bawah Yayasan HSI AbdullahRoy, berupaya mengoptimalkan pengenalan pendidikan agama dengan menerapkannya pada kurikulum sekolah. Ukhtuna Meyta Rahmadaniati, Kepala TK Tunas HSI, mengemukakan bahwa pendidikan agama sejak dini adalah fondasi dalam penanaman moral serta sifat positif.

Ustadzah Meyta, demikian Ukhtuna Meyta Rahmadaniati disapa santri-santri ciliknya di sekolah, mengaku sependapat dengan paham yang menyatakan usia dini adalah masa keemasan perkembangan otak. Beliau justru menambahkan bahwa perkembangan tersebut melingkupi berbagai aspek, baik motorik, kognitif, sosial, emosional, maupun karakter. “Oleh sebab itu, agar perkembangannya terbentuk dengan baik, pendidikan sangat perlu dibalut dengan ilmu agama,” ujar santri HSI Angkatan 191 tersebut.

TK Tunas HSI Membuka Program Trial Class

Dalam rangka menjaring pendaftar untuk tahun ajaran baru yang dimulai insyaallah pertengahan bulan Juli 2025, TK Tunas HSI menyelenggarakan program uji coba kelas secara gratis atau free trial class. Program free trial class memberikan kesempatan calon peserta didik beserta orang tua atau wali merasakan suasana, metode, maupun fasilitas belajar. Menurut Ustadzah Meyta, free trial class TK Tunas HSI telah dibuka sejak bulan November tahun lalu dan akan terus tersedia hingga tahun ajaran baru dimulai.

Alhamdulillah, sejak perdana dibuka yang diisi juga dengan kajian parenting, program free trial class cukup menarik perhatian para calon wali murid,” ungkap Ustadzah Meyta. Meski secara umum TK Tunas HSI mensyaratkan usia 4 tahun sebagai usia termuda peserta free trial class, tetapi terbukti ada juga orang tua mengikutsertakan anandanya yang masih berumur 3 tahun. Tampaknya ini isyarat animo orang tua mendaftarkan ananda ke TK Tunas HSI.

Menghadirkan Lingkungan Islami Bermanhaj Salaf

Kehadiran TK Islam boleh dikatakan menjamur. Apalagi di kota besar seperti Tangerang yang menjadi tempat TK Tunas HSI berdiri. Saat ini, rasanya mudah menjumpai lembaga pendidikan yang mengusung tarbiyah Islam sebagai fokus program. Namun, menemukan sekolah yang menyediakan pendidikan Islam yang lurus, bermanhaj salaf, tampaknya masih perlu ekstra memilah.

Menjawab kesangsian tersebut, Ustadzah Meyta memberikan pernyataan, “Alhamdulillah, SDM (Sumber Daya Manusia, red) kami sendiri bagian dari keluarga besar HSI AbdullahRoy, yaitu pengurus dan peserta HSI AbdullahRoy.”

Beliau menambahkan, “Syarat utama menjadi guru atau staf kami, wajib bermanhaj salaf, atau peserta HSI AbdullahRoy yang telah melewati silsilah beriman kepada hari akhir.”

Hal ini menjadi kelebihan tersendiri tentunya, karena berarti para pengelola TK Tunas HSI telah seragam di atas manhaj yang hak. Di samping hal tersebut, menurut Ustadzah Meyta, timnya insyaallah mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap lembaga karena sama-sama menuntut ilmu di HSI dan TK tempat mereka berkarya juga di bawah naungan Yayasan HSI AbdullahRoy.

Ustadzah Meyta kembali menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya sekaligus menitikberatkan pembentukan karakter dan keterampilan pembelajar abad 21, dengan tetap mengedepankan aqidah shahihah. Berbagai kegiatan yang diagendakan telah menjadi bukti, misalnya dengan keikutsertaan santri cilik TK Tunas HSI dalam Kajian Anak HFC Ragunan 2024 dan Kajian Anak Online pada Ramadhan 1446 H lalu yang diadakan Divisi HSI Pro.

Tak terhenti dengan kegiatan bersama santri didik saja, TK Tunas HSI disampaikan Ustadzah Meyta, kerap melibatkan wali murid dalam berbagai agenda dakwah, seperti dalam kegiatan dakwah sosial yang bekerja sama dengan HSI Berbagi dan Duta HSI Tangerang Raya pada bulan Ramadhan lalu.

Pendaftaran Hingga Juni 2025

“Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TK Tunas HSI telah dibuka sejak bulan September 2025 dan masih memungkinkan hingga Juni 2025,” terang Ustadzah Meyta memberikan informasi seputar jadwal pendaftaran. “Insyaallah, kegiatan belajar akan mulai pada 16 Juli 2025, diawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 3 hari sebagai fase awal siswa-siswi mengenal sekolah,” sambungnya.

Ustadzah Meyta juga berkenan membagikan rincian biaya belajar di TK Tunas HSI bagi pendaftar tahun ajaran baru. Biaya yang perlu disiapkan meliputi :

  • Biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,00
  • Biaya Masuk sebesar Rp. 5.400.000,00
  • Biaya SPP per bulan (bulan Juli) sebesar Rp. 450.000,00, dan
  • Biaya seragam sebesar Rp. 550.000,00

Di luar biaya pendaftaran yang memang wajib dibayarkan di muka, TK Tunas HSI memberikan kebijakan yang terbilang luwes perihal tenggat pelunasan biaya pendidikan awal. “Orang tua dapat melakukan pembayaran dengan mengangsur, yaitu 60% saat pembayaran pertama, kemudian 40% berikutnya untuk pelunasan. Tetapi insyaallah, kami memberi kemudahan dan keringanan bagi wali murid yang ada kendala,” ujar Ustadzah Meyta menyampaikan komitmen.

“Kami masih mungkin memberi keringanan pembayaran hingga 3 kali, 4 kali, bahkan 5 kali angsuran, selama memang orang tua menyampaikan di awal. Biasanya akan ada diskusi khusus antara pihak sekolah dan orang tua jika kondisinya memang sangat ingin belajar di TK Tunas HSI, tapi Qadarullah ada kendala pembayaran,” tutur Ustadzah Meyta. “Insyaallah kita memberikan keringanan selama ada itikad baik orang tua dan ada komunikasi yang terbuka,” sambungnya.

Selanjutnya, Ustadzah Meyta menitipkan saluran telepon ataupun WA official yang dapat dihubungi para calon pendaftar jika menghendaki informasi tambahan, yaitu di nomor +62 812-1230-6072.

Melampaui Ekspektasi

Secara terpisah, Majalah HSI berkesempatan mewawancarai dua orang tua santri-santri cilik. Keduanya berkenan membagi pengalaman menyekolahkan sang buah hati di TK Tunas HSI.

Yang pertama, ada Ukhtuna Herliana Widyantari yang merasa yakin mendaftarkan putra keduanya ke TK Tunas HSI tahun lalu. Istri santri HSI tersebut mengatakan, “Alhamdulillah, sejak beberapa tahun belakangan, saya dan suami mulai belajar bagaimana akidah Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dan suami saya juga ikut HSI. Tahun lalu, sudah waktunya anak nomor 2 masuk TK.”

Menurut Ukhtuna Herliana, ia dan suami ingin menanamkan nilai-nilai Islam yang benar. “Tidak sekedar sekolah di Sekolah Islam saja,” tandasnya. “Maasyaa Allah, saat itu juga mendapatkan info tentang pembukaan pendaftaran TK HSI. Jadi kami putuskan untuk memasukan anak kami ke TK HSI,” ungkapnya.

Ibunda santri Kelas A atas nama Atharrazka Omar Yolton ini, mengaku telah mengambil keputusan tepat kala mempercayai TK Tunas HSI menjadi tempat anaknya menuntut ilmu di usia dini. “Untuk pembelajaran di TK, terutama penanaman aqidah Islam serta hafalan surat-surat Juz 30 dan Hadist, untuk setingkat TK-A, Alhamdulillah, sudah sesuai dengan harapan kami,” tutur warga Tangerang tersebut.

“Bahkan hasil didikannya kadang Maasyaa Allah, melampaui ekspektasi kami sebagai orang tua. Contohnya tentang menggunakan celana panjang. Athar, anak kami, jadi lebih kritis soal panjang celananya. Jangan sampai melebihi mata kaki karena isbal, katanya. Atau saat iseng bermain, dia bersenandung tapi yang disenandungkan hafalan-hafalan dari sekolah seperti doa dzikir pagi atau surat-surat dari Al-Qur’an atau hadist. Maasyaa Allah, Alhamdulillah,” ujar Ukhtuna Herliana terdengar bangga sekaligus bersyukur.

Biaya Pendidikan Insyaallah Terjangkau

Penilaian terhadap TK Tunas HSI lainnya, datang dari Ukhtuna Gita Andjani. Ukhtuna Andjani mengaku memilih TK Tunas HSI karena TK Tunas HSI berada di bawah bimbingan ulama dengan ilmu yang lurus. “Pembimbingnya pun Ustadz Abdullah Roy hafidzahullahu ta'ala, yang keilmuannya tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Ibunda santri Kelas A bernama Amirah Qudsiyah tersebut, juga mempertimbangkan perihal jarak. “TK Tunas HSI adalah sekolah sunnah yang terdekat dari rumah,” paparnya. Kedekatan jarak berarti memudahkan Ukhtuna Andjani mengakses sekolah sekaligus mengoptimalkan penjagaan untuk putri kecilnya. Satu lagi alasan penting yang menjadi pertimbangan Ukhtuna Andjani adalah masalah biaya. “Biayanya juga insyaallah terjangkau,” pungkasnya.

Setuju ya, bahwa memilih sekolahan untuk buah hati, bukan perkara sepele. Mendaftarkan ananda ke sebuah lembaga pendidikan, maknanya menyerahkan mereka pada suatu sistem yang lengkap. Ada program-program, muatan ilmu, bahkan lingkungan yang akan ‘memberi warna’ pada anak-anak kita. Kelak, di hari perhitungan, para orang tua tentu mempertanggungjawabkan keputusannya dalam memilih sekolah untuk anak. Maka, jangan sampai salah opsi.

Kalau menghendaki pendidikan agama yang lurus untuk putra-putri kita yang masih usia dini, juga lingkungan yang pas bermanhaj salaf, TK Tunas HSI tampaknya tempat yang tepat. Mari berdoa bersama ya.. Mudah-mudahan segera diresmikan TK-TK Tunas HSI lainnya di tiap kota di negeri kita, dari yang terbarat TK Tunas HSI Sabang, hingga pinggir timur, TK Tunas HSI Merauke. Sehingga santri-santri HSI di mana pun berada, bisa menitipkan pendidikan putra-putrinya tanpa was-was, insyaallah, biidznillah. Semoga Allah ijabah… aamiin. Yuk, ramai-ramai mendaftarkan ananda ke TK Tunas HSI, atau mari ikut serta, bahu-membahu, mewujudkan mimpi tadi. Dukung terus dakwah sunnah, dakwah yang hak ya… Baarakallahu fiikum

0