Mencukupkan Diri dengan yang Halal
Penulis: Abu Ady
Editor: Yum Roni Askosendra, Lc., M. A
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحَلَّ الطَّيِّبَاتِ، وَحَرَّمَ الْخَبَائِثَ، وَوَعَدَ مَنِ اتَّقَاهُ وَصَبَرَ بِالْفَرَجِ وَالرِّزْقِ الْحَلَالِ، وَنَهَى عَنْ أَكْلِ الْحَرَامِ وَالطَّمَعِ وَالْجَشَعِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ،
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan takwa yang sebenar-benarnya. Takwa yang membawa kita untuk tunduk dan patuh kepada semua perintah Allah, serta menjauh dari segala larangan-Nya, dalam keadaan lapang maupun sempit, senang maupun susah. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا۟ اتَّقُوا۟ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُم مُسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Kehidupan yang kita jalani pada saat ini bukanlah hari-hari yang mudah. Kita menyaksikan sendiri bagaimana berbagai kebutuhan hidup semakin mahal, biaya pendidikan meningkat, lapangan pekerjaan semakin sempit, dan pemasukan sebagian keluarga berkurang drastis. Tak sedikit di antara saudara-saudara kita yang terpaksa berutang untuk menyambung hidup. Bahkan ada yang kehilangan pekerjaan dan tidak tahu bagaimana memenuhi kebutuhan keluarganya keesokan hari.
Dalam kondisi seperti ini, keimanan dan keteguhan hati kita sebagai seorang muslim benar-benar diuji. Di saat sulit, banyak orang yang mulai goyah. Ada yang tergoda mencari jalan pintas untuk memperoleh harta, meskipun dengan cara yang haram. Ada yang rela meninggalkan kejujuran demi mendapatkan keuntungan. Bahkan, ada yang nekat mencuri, korupsi, menipu atau jual-beli barang haram hanya demi bertahan hidup. Naʿuzubillah. Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari perbuatan buruk ini, amin.
Namun, ketahuilah wahai kaum muslimin, kesulitan hidup bukanlah alasan untuk melanggar batas-batas Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam keadaan sulit sekalipun, seorang mukmin harus tetap menjaga kehormatan dirinya. Ia tidak akan menggadaikan agamanya demi dunia yang fana.
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Syariat Islam dengan tegas memerintahkan umatnya untuk hanya mencari yang halal dan meninggalkan yang haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Rezeki halal meski sedikit, mengandung keberkahan. Rezeki yang halal menenangkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjauhkan kita dari murka-Nya. Sebaliknya, harta haram meskipun tampak banyak dan cepat datang, tetapi akan membawa petaka. Harta haram menutup pintu-pintu doa, merusak keluarga, dan menjadi sebab siksaan di akhirat kelak.
Betapa banyak orang yang memaksakan diri mengambil yang haram, namun kemudian harta itu menjadi musibah bagi dirinya sendiri? Keluarganya menjadi rusak, rumah tangganya penuh pertengkaran, anak-anaknya durhaka, hatinya gelisah, dan keberkahan pun hilang darinya.
Sebaliknya, orang yang bersabar dengan yang halal, walau sedikit, hidupnya penuh berkah, hatinya tenang, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mencukupkan kebutuhannya dengan cara yang tidak ia duga.
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Mari kita hadapi masa sulit ini dengan kesabaran, doa, dan upaya yang bersih dari perbuatan yang membawa kepada perkara haram. Jangan biarkan iman kita terkikis oleh desakan dunia. Jika kita bertahan dalam kejujuran dan hanya mengambil yang halal, insya Allah, keberkahan akan menyertai hidup kita.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan jalan rezeki kita, menjauhkan kita dari yang haram, dan memberi kita kekuatan untuk selalu rida dengan ketentuan-Nya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ عَلَىٰ إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَىٰ تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الدَّاعِي إِلَىٰ رِضْوَانِهِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ.
Amma ba’du
Jamaah Shalat Jumat rahimakumullah,
Kita telah mendengar betapa pentingnya mencukupkan diri dengan sesuatu yang halal dan menjauhi yang haram dalam setiap keadaan, terutama ketika hidup berada dalam kesempitan. Kunci untuk menghadapi masa sulit ini adalah takwa karena takwa membuka pintu keberkahan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا - وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Oleh karena itu, janganlah pernah kita merasa putus asa dalam mencari rezeki yang halal. Jangan pula kita menyangka bahwa dengan mengambil jalan haram, kita bisa keluar dari kesempitan. Justru, siapa yang bersabar dalam perkara yang halal, Allah akan melapangkan urusannya di dunia dan akhirat.
Jangan panik dalam menghadapi masa sulit. Jangan tertipu oleh kenikmatan sesaat dari yang haram karena itu akan membawa murka Allah dan kesengsaraan jangka panjang. Harta yang haram tidak akan pernah membawa keberkahan. Marilah kita perbanyak doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupkan aku dengan yang halal dari-Mu daripada yang haram, dan kayakan aku dengan karunia-Mu daripada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi nomor 3563)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita jadikan masa-masa sulit ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, memperbanyak istighfar, memperkuat tawakal, memperbaiki amal, dan mempererat silaturahmi serta saling tolong-menolong di antara sesama untuk meringankan beban saudara kita.
Di akhir khutbah ini, marilah kita bershalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kita lanjutkan dengan doa untuk diri kita dan seluruh kaum muslimin. Tak lupa, kita doakan para pemimpin kita agar diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dimudahkan dalam mengatur urusan umat, dan diberi kemampuan untuk menegakkan keadilan serta menjaga kemaslahatan rakyat.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلاةَ أُمُوْرِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ خَيْرُ الإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، واشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ.
Referensi:
Imam At-Tirmizi, Sunan At-Tirmizi, Al-Maktabah Asy-Syamilah.