Doa

Memohon Maaf Kepada Yang Maha Memaafkan

Penulis: Fadhila Khasana

Editor: Za Ummu Raihan


LAFAL DOA

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

(HR. At Tirmidzi, dalam As-Sunan, no. 3513, An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra, no. 7712, dan Ibnu Majah dalam As-Sunan, no. 3850)

MAKNA LAFAL:

  • عَفُوٌّ yaitu: Salah satu sifat Allah Ta’ala yang berarti Yang Maha Menghapus kejelekan hamba, padahal Dia mampu untuk memberikan hukuman atas kejelekan tersebut. Tidak seperti manusia yang memaafkan karena sudah tidak punya jalan lain. Pintu maaf Allah sangat sempurna.[1] Bahkan Allah menghapus jejak dosa hamba.[2]
  • تُحِبُّ الْعَفْوَ yaitu: Allah Ta’ala menyukai hamba-Nya yang pemaaf kepada orang yang zhalim terhadap dirinya.[3]
  • فَاعْفُ عَنِّى yaitu: Dosaku banyak tetapi pintu maaf-Mu sangat lebar. Dosaku bila disandingkan dengan maaf-Mu, maka sungguh maaf-Mu lebih besar.[4]

ULASAN DOA:

  1. Doa ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha saat dia bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang diucapkan tatkala malam lailatul qadar.[5] [6] [7]
  2. Manusia itu pasti tetap punya kesalahan walaupun dia adalah seorang yang berkedudukan tinggi. Oleh sebab itu hendaknya manusia hendaknya berdoa dengan doa ini di waktu-waktu mustajab, terlebih saat sujud.[8]
  3. Seseorang harus berusaha mendapatkan malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.[9]
  4. Doa ini hendaknya selalu diucapkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.[10]
  5. Berdoa dengan doa apapun bebas diucapkan, tetapi doa ini khusus doa yang harus diperbanyak pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.[11]
  6. Sunnah berdoa setelah melakukan amal shalih atau ibadah apapun.[12]

Referensi:

  1. Syarah Riyadhush Shalihin, Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Maktabah Syamilah.
  2. Latha’iful Ma’arif, Al Imam Ibnu Rajab, Maktabah Syamilah.
  3. Syarah Bulughul Maram, Abdul Karim Al Khudhair, Maktabah Syamilah.
  4. Sunan At-Tirmidzi, Al Imam At Tirmidzi, Maktabah Syamilah.
  5. Sunan Ibnu Majah, Al Imam Ibnu Majah, Maktabah Syamilah.
  6. Sunan An-Nasa’i, Al Imam Nasa’i, Maktabah Syamilah.
  7. Asy-Syarhul Mukhtashar ‘Ala Bulughil Maram, Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Maktabah Syamilah.
  8. Baina Yadai Ramadhan, Muhammad Ahmad Isma’il, Maktabah Syamilah.
  9. Al Adzkar, Al Imam An Nawawi, Maktabah Syamilah.
  10. Al-Mufashshal fi Fiqhid Da’wah ilallahi Ta’ala, Ali bin Nayif, Maktabah Syamilah.
0