Membedah Mitos: 'Mata Minus Bisa Sembuh Total dengan Senam Mata'
Pembicara : dr. Bramantya Surya Pratama, Sp.M, MMRS
Ditranskrip oleh : dr. Sri Setya Wahyu Ningrum
Pertanyaan dari Fulan
Assalamu’alaikum, Dok. Kapan seseorang sebaiknya memeriksakan mata ke dokter spesialis mata meskipun merasa minusnya belum terlalu mengganggu? Bagaimana kalau mata sudah minus tapi tetap memaksakan tidak memakai kacamata karena berharap minusnya sembuh sendiri? Apa dampaknya bagi kesehatan mata? Jazakallahu khairan penjelasannya, Dok.
Jawaban:
Kalau sudah ada minus sebaiknya kita segera pakai kacamata. Ketika mata kita minus kemudian kita gunakan untuk melihat maka otot-otot mata akan dipaksa mengakomodasi. Akomodasi itu seperti menarik otot-otot mata agar bisa melihat jelas. Begitu pula pada orang tua, kenapa pada orang yang sudah tua kalau melihat jarak dekat menjadi kabur padahal dulu tidak demikian? Karena otot-otot yang berakomodasi ini sudah tidak berfungsi dengan baik. Apalagi ketika kita dari muda, mata sudah minus tapi tidak mau pakai kacamata. Otot-otot mata akan cepat rusak, akan cepat tidak bisa berfungsi dengan baik. Ini yang berbahaya.
Kemudian, apakah bisa minusnya berkurang? Justru ketika mata kita makin dipaksa, minusnya malah lebih cepat naik. Jadi kami sarankan, kalau sudah ada minus segera pakai kaca mata. Apakah harus ke dokter mata? Sebenarnya tidak. Sekarang sudah ada optik mata. Optik ini spesialisasinya memang untuk menangani kacamata. Tidak harus ke dokter untuk resep kacamata, bisa ke optik kecuali pada anak-anak. Anak-anak usia di bawah 10 tahun perlu teknik khusus untuk pemeriksaan mata sehingga perlu ke dokter spesialis mata. Jika usia di atas 10 tahun, ukuran kacamata di optik sudah sesuai dan nyaman, menurut saya belum perlu ke dokter spesialis mata. Jadi yang saya sarankan untuk periksa ke dokter spesialis mata adalah anak-anak usia di bawah 10 tahun.
Pertanyaan dari Ibu Muaidah ART 241-59131 (Solo)
Semoga dokter selalu dalam lindungan Allah. Izin bertanya, ibu hamil yang mengalami mata minus apakah aman ketika melahirkan secara normal? Saya memiliki minus di atas empat. Mitosnya tidak aman untuk melahirkan secara normal. Apakah ini benar? Terima kasih, Dok.
Jawaban:
Ada yang menyebutkan kalau minusnya tinggi maka tidak boleh melahirkan normal. Ini separuh benar dan separuh salah, ya. Sebenarnya kembali lagi ke teori bola mata. Ketika mata minusnya tinggi otomatis bentuk bola mata semakin lonjong. Kalau bentuk bola mata semakin lonjong, saraf mata atau retina akan semakin tertarik. Retina ada di lapisan dalam bola mata kita. Lapisannya tipis sekali. Ketika lapisan retina ini tertarik maka retina akan cenderung menipis dan dapat berisiko terjadinya robekan pada retina atau biasa disebut ablasio retina (retinal detachment). Kondisi ini menyebabkan kebutaan.
Nah, apakah pasti yang matanya minus tinggi harus melahirkan dengan operasi? Tidak. Ibu harus diperiksa dulu apakah sudah ada penipisan dari saraf mata (retina) atau tidak. Kalau belum ada penipisan pada saraf mata, insya Allah aman untuk melahirkan secara normal. Jadi meskipun mata minus 5 -10 tapi apabila belum ada penipisan pada saraf matanya, maka insya Allah tidak ada masalah melahirkan secara normal.
Ketika melahirkan secara normal itu ada fase mengejan, ya. Saat mengejan dapat menyebabkan adanya tarikan pada saraf mata. Inilah yang ditakutkan apabila tarikannya bisa sampai menimbulkan robekan pada saraf mata. Tapi kalau saraf matanya belum ada penipisan, belum ada tanda-tanda robekan, maka insya Allah aman. Jadi, ibu-ibu hamil yang matanya minus terutama minus tinggi, kami sarankan periksa dahulu ke dokter mata. Waktu yang disarankan untuk periksa ke dokter mata sekitar usia kehamilan 8 bulan atau di awal usia kehamilan 9 bulan. Jika ada penipisan pada saraf mata, kami akan menyarankan kepada dokter kandungan untuk dilakukan operasi saja karena berisiko jika melahirkan secara normal.
Pertanyaan dari ART191-48112 Lutfi Dianing (Surabaya).
Dokter, izin bertanya. Untuk faktor genetik, seberapa besar pengaruhnya pada anak-anak? Apakah dari ayah atau ibu yang dominan dan bagaimana dengan efektivitas konsumsi vitamin A baik secara alami dari makanan maupun vitamin A bentuk tablet. Jazakumullahu khairan. Barakallahu fikum.
Jawaban:
Terkait faktor genetik, sebenarnya sama ya. Keduanya sama-sama bisa menurunkan gen minus pada mata. Seperti hidung mancung, mata sipit pada orang tua juga dapat diturunkan ke anak-anaknya. Jadi untuk genetik, antara ayah dan ibu, peluang keduanya menurunkan gen mata minus ke anak 50:50.
Kemudian tentang vitamin A, banyak yang masih salah paham, ya. Misalnya, kalau matanya minus, diberikan vitamin A saja seperti wortel supaya minusnya berkurang. Ini mitos yang kurang benar. Vitamin A manfaatnya bukan untuk mengurangi minus, tetapi untuk saraf mata (retina). Pada retina, ada sel batang dan sel kerucut. Kedua sel ini membutuhkan vitamin A. Apabila asupan vitamin A tercukupi dengan baik, maka saraf matanya juga akan baik. Jadi tidak ada hubungannya dengan bentuk bola mata yang lonjong pada mata minus.
Pertanyaan dari ARN181-15104 Bapak KFI (Ciledug).
Untuk anak usia 6 tahun yang menderita mata minus dan silinder, terapi mandiri apa yang bisa dilakukan di rumah supaya memperlambat pertambahan minus dan silindernya?
Terapi mandiri yang perlu dilakukan untuk memperlambat minus dan silindernya, nomor satu adalah kacamata. Kacamata wajib diberikan terlebih dahulu. Jangan sampai tidak diberikan untuk mengoreksi minus dan silindernya. Kedua, pembatasan paparan gadget. Untuk memperlambat penambahan minus pada anak usia di bawah 10 tahun, screen time hanya boleh maksimal 20 menit per hari. Kalau usia di atas 10 tahun, maksimal 60 menit dalam sehari dan dibagi menjadi tiga sesi (setiap 20 menit, harus ada jeda).
Kemudian, penting untuk cek kacamata setiap 3-6 bulan sekali. Pada anak-anak, yang ditakutkan adalah minus mata cepat bertambah. Kalau kacamata tidak pas maka akan cepat naik. Jadi minimal 3-6 bulan sekali perlu cek ulang kacamata. Masih sama atau sudah perlu dikoreksi ulang minus pada kacamatanya. Karena pada anak-anak, koreksi minus pada kacamata harus benar-benar akurat ukurannya.
Pertanyaan dari Bapak Nur Basuki Anwar.
Izin bertanya, Dok. Apa benar secara empiris bunga telang bisa menjadi pengobat atau penyehat mata? Jika benar, jenis keluhan mata yang seperti apa, dokter? Jazakallahu khairan.
Jawaban:
Bunga telang adalah jenis bunga yang mengandung antioksidan tinggi. Ini sangat bagus untuk mata karena bisa memperbaiki sel-sel mata yang rusak. Contohnya pada orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes, kalau sudah menyerang mata disebut retinopati diabetik. Retinopati merupakan kerusakan pada saraf mata. Ada perdarahan pada saraf mata karena penyakit diabetesnya. Ketika kita berikan bunga telang yang mengandung antioksidan tinggi, kita harapkan sel-sel mata yang sudah dirusak tadi oleh diabetes, perlahan bisa mengalami regenerasi sel. Meskipun butuh waktu yang panjang dan yang utama memang mengontrol gula darahnya dulu.
Ikhtiar dengan mengonsumsi bahan herbal berupa bunga telang ini diperbolehkan dan saya sangat menyarankan. Tetapi dengan catatan, obat medis seperti obat diabetes wajib tetap dikonsumsi. Bunga telang untuk tambahannya. Kalau manfaat bunga telang untuk mata minus bagaimana? Untuk memperlambat progresivitas minus, menurut saya lebih efektif dengan cara-cara yang kita sebutkan di pertanyaan sebelumnya. Tapi jika ingin ditambahkan dengan konsumsi bunga telang, diperbolehkan hanya sebagai penunjang saja.