Membantu Armalah, Menjadi Mujahid yang Dicintai Allah

Reporter : Leny Hasanah

Redaktur : Subhan Hardi


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini--Masjid Nabawi--selama sebulan penuh” (HR. Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Hidup di dunia ini hanyalah persinggahan dan sementara. Adapun bekal untuk akhirat adalah yang utama, sehingga perlu dipupuk sejak sekarang. Salah satunya dengan berinfaq dan menyantuni fakir miskin dan janda dhuafa. Amalan ini bukan hanya mencerminkan cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla, tetapi juga mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Insyaallah.

Butuh Amunisi

Sudah 18 tahun berlalu sejak Ummu Anti menjadi seorang janda. Suaminya meninggal dunia tatkala anak tunggal mereka baru berusia satu tahun. Dengan keterampilan menjahit sebagai satu-satunya modal, Ummu Anti berjuang keras menghidupi keluarganya yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, hidup yang sederhana dan desakan kebutuhan sehari-hari, terutama untuk pendidikan anaknya, memaksanya harus berutang. Ini kerap terjadi dan dilakukan untuk dapat bertahan hidup sebagai single parent menopang keluarga.

Pada tahun 2021, Ummu Anti pernah menerima bantuan dari Program Armalah. Kini, dia kembali mengajukan permohonan bantuan, kali ini untuk membeli peralatan jahit dan melunasi utangnya yang kian mendesak.

“Ini kali kedua saya mengajukan bantuan melalui Program Armalah. Saya membutuhkan modal untuk membeli peralatan jahit dan juga melunasi utang,” ungkapnya.

Menjahit adalah pekerjaan utama yang menopang kehidupan Ummu Anti, sekaligus sebagai sumber pemasukan satu-satunya bagi keluarganya. Dengan anaknya yang kini telah berusia 19 tahun dan lulus SMA, tanggung jawab sebagai kepala keluarga semakin besar.

Bantuan sebesar Rp4.568.500,00 yang diterimanya pada 20 September 2024 menjadi jawaban atas doanya. Dengan uang tersebut, Ummu Anti bisa membeli benang dan peralatan jahit lainnya, serta melunasi sebagian utang yang selama ini menyesakkan dada.

Perasaan lega dan penuh syukur menyelimuti Ummu Anti setelah menerima bantuan ini. "Alhamdulillah, ikhtiar saya dikabulkan oleh Allah melalui HSI Berbagi," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Baginya, Program Armalah bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga dukungan moral yang membantunya melanjutkan perjuangan hidup dengan lebih optimis. Di akhir percakapan, Ummu Anti tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh Tim HSI Berbagi. Ia berharap program ini dapat terus berjalan, memberikan manfaat yang sama kepada banyak saudara-saudara yang membutuhkan bantuan.

Bantuan ini, bagi santri HSI Angkatan 212 ini sebagai wujud nyata dari rezeki Allah yang datang di saat yang paling dibutuhkan. Dengan modal usaha yang baru dan beban utang yang berkurang, ia kini memiliki harapan besar untuk melanjutkan usahanya dan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anaknya.

Program Armalah Bahagia

Pada tanggal 19 Agustus 2024, HSI Berbagi kembali meluncurkan Program Armalah. Program ini bertujuan membantu meringankan sedikit beban ekonomi santri akhwat HSI AbdullahRoy yang berstatus janda, baik karena cerai mati ataupun cerai hidup.

Syarat-syarat pendaftaran Program Armalah tahun 2024 tidak mengalami perubahan, yakni merupakan santri aktif HSI AbdullahRoy akhwat (ART), berstatus janda dan tergolong dhuafa, memiliki surat keterangan resmi cerai mati/hidup, belum menikah lagi, serta tidak menerima bantuan HSI Berbagi dalam 12 bulan terakhir.

“Alhamdulillah, ada 175 permohonan yang masuk dalam Program Armalah ini. Saat ini proses seleksi terus berjalan, kami akan melihat permohonan mana yang memenuhi persyaratan dan tidak,” ujar Sekretaris Program Armalah HSI Berbagi, Tania Latinina.

Menurut dia, hingga saat ini, ada 175 permohonan yang masuk. Proses seleksi masih berjalan, dan beberapa permohonan telah ditolak karena tidak memenuhi kriteria, seperti tidak menyertakan surat keterangan resmi atau pernah menerima bantuan sebelumnya dalam kurun waktu satu tahun.

“Semoga Allah mudahkan urusan tim Program Armalah. Saat ini sudah ada penerima manfaatnya, dan besaran bantuan bervariasi disesuaikan dengan had kifayah masing-masing pemohonan,” jelas Tania.

Saudaraku, jadilah mujahid yang mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan meringankan sedikit beban saudara kita. Insyaallah, amal yang dipenuhi kebaikan akan bernilai pahala di sisi Allah Ta’ala.

12