🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Melipatgandakan Pahala Puasa Bersama Program Berbagi Ifthar HSI Berbagi

Reporter : Muhammad Wildan Zidan

Redaktur : Happy Chandraleka


مَنْ فَطَّرَ صَائمًا، كانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أجْر الصَّائمِ شيءٍ

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)


Bulan Ramadhan selalu melahirkan gema kebaikan. Di detik-detik menjelang azan Maghrib, aromanya begitu khas: wangi nasi hangat, suara gelas yang berdenting, dan senyum lega keluarga yang menunggu berkumandangnya azan.

Namun jauh dari hingar bingar meja penuh hidangan, banyak saudara kita menanti waktu berbuka dengan perut keroncongan. Di antara mereka adalah pekerja harian, fakir miskin, atau keluarga terdampak krisis yang sekadar menanti seteguk air bersih dan sepotong kurma.

Di sinilah program HSI Berbagi Ifthar Ramadhan 1447 H hadir sebagai jembatan antara mereka yang mampu dan yang membutuhkan. Melalui program ini, setiap santri, muhsinin, dan masyarakat umum dapat meraih keutamaan berlipat: membantu sesama sekaligus menggandakan pahala puasa mereka.

Keutamaan Bersedekah

Islam menempatkan sedekah sebagai salah satu amalan tertinggi. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, “Tidaklah para hamba memasuki suatu hari melainkan dua malaikat turun dan salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,’ dan malaikat lain berkata: ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.’

Hadits ini secara gamblang menegaskan bahwa setiap hari, dua malaikat mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah dan mendoakan kebinasaan bagi orang yang enggan mengeluarkan hartanya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa doa ini diulang setiap hari; menunjukkan betapa dermawan akan selalu mendapat balasan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alalihi wa Sallam juga mengabarkan bahwa siapa pun yang memberi makan orang berpuasa akan kecipratan pahala seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun — sebagaimana tercantum dalam hadits di atas.

Keutamaan-keutamaan tersebut menjadi pondasi spiritual program HSI Berbagi. Melalui sedekah paket iftar, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik saudaranya, tetapi juga memadamkan sifat kikir, menumbuhkan kasih sayang, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Mengenal Program HSI Berbagi

Program HSI Berbagi Ifthar bukanlah agenda dadakan. Akhuna Cipto Roso, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan HSI Berbagi sejak 1440 H. “Program Berbagi Ifthar telah menjadi bagian dari rangkaian program Ramadhan HSI Berbagi sejak 1440 H. Sejak awal pelaksanaannya, program ini terus dihadirkan secara konsisten setiap Ramadhan, dengan cakupan dan tata kelola yang semakin matang dari tahun ke tahun, menyesuaikan kebutuhan umat dan kondisi lapangan,” ujarnya.

Fokus utama tahun ini adalah memastikan saudara-saudara muslim yang berada dalam keterbatasan tetap dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang. Selain memenuhi kebutuhan dasar, program ini diarahkan untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dan ukhuwah Islamiyah. Dana dihimpun melalui kanal donasi resmi HSI Berbagi, dikelola terpisah sesuai pos program Ramadhan, lalu diwujudkan dalam paket berbuka yang disalurkan melalui jaringan mitra, masjid, atau relawan setelah proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat.

Pak Cipto menegaskan bahwa peran santri dan muhsinin bukan hanya menyumbang dana. “Selain donasi dana, santri dan muhsinin dapat terlibat sebagai relawan, mitra penyaluran, maupun penghubung informasi di daerah masing-masing. Ada pula peluang untuk mengusulkan masjid, pesantren, atau komunitas yang layak menerima manfaat, tentu dengan tetap mengikuti mekanisme verifikasi,” jelasnya. Dengan membuka ruang seluas-luasnya, program ini menjalin kolaborasi sehingga siapa pun bisa menjadi bagian dari rantai kebaikan Ramadhan.

Realita Sosial di Bulan Ramadhan

Suasana menjelang berbuka puasa selalu penuh haru. Bagi sebagian besar kita, secangkir teh dan sepiring lauk tersaji rapi di atas meja. Namun realitas di lapangan tidak seindah itu. Banyak masyarakat dhuafa, pekerja harian, dan keluarga terdampak krisis ekonomi yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari pun kesulitan. Selama bulan Ramadhan, harga bahan makanan cenderung meningkat sehingga beban mereka bertambah.

Kondisi serupa juga terlihat di berbagai sudut kota: pekerja bangunan pulang dalam keadaan letih, tukang becak menepi menahan lapar, atau keluarga di pelosok hanya memiliki nasi tanpa lauk untuk berbuka. Penerima manfaat program ini tidak terbatas pada fakir miskin. Para musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh, para santri di ma’had/pesantren, jamaah masjid yang jauh dari keluarga, hingga masyarakat umum yang mengalami kesulitan ekonomi juga merasakan manfaatnya. Bagi mereka, satu paket iftar bukan hanya makanan. Itu adalah ungkapan perhatian, doa, dan harapan. Melalui paket ini, mereka merasakan bahwa ada saudara seiman yang peduli dan turut merasakan lapar mereka.

Suara Para Donatur

Program Berbagi Ifthar tidak akan berjalan tanpa kontribusi para muhsinin. Mereka datang dari latar belakang berbeda namun memiliki semangat yang sama: menggandakan pahala puasa dengan berbagi.

Akhuna Amir Faisol — santri HSI yang telah belajar sejak 2018, pensiunan BUMN Batubara berusia 64 tahun — menaruh kepercayaan penuh terhadap pengelolaan program ini. “Saya sudah lama menjadi santri HSI Abdullah Roy,” ungkapnya. “Apa pun program HSI saya yakin semuanya akan dikelola secara profesional, amanah, dan insyaallah berhasil. Semua organ HSI ini orangnya amanah dan profesional, termasuk dalam pengelolaan keuangannya. Ini membuat para santri maupun stakeholder lainnya tidak ragu menitipkan tabungan akhiratnya.”

Bapak Amir sendiri menjadi pengurus sebuah masjid di Pulomas, Jakarta Timur. Dirinya terlibat langsung melayani ratusan jamaah yang berbuka di masjidnya. Setiap hari selama Ramadhan lebih dari 200 orang datang ke masjidnya untuk berbuka.

“Sebagian besar sengaja datang karena memang tidak mampu, sisanya musafir atau sopir ojek daring. Program seperti ini sangat bermanfaat dan ditunggu oleh masyarakat kita,” ujarnya. Motivasi utamanya? Hadits Rasulullah tentang pahala memberi iftar. “Hadis Nabi inilah yang mendorong saya bersedekah untuk iftar santri atau jamaah masjid. Sedekah iftar ini akan mendapatkan dua manfaat: sosial di dunia dan pahala di akhirat,” tuturnya.

Seorang muhsinin lain dari angkatan 222 menuturkan hal serupa. Ia menilai laporan publik HSI menunjukkan konsistensi program setiap tahun. “Kalau dilihat dari sana, pengelolaan dana sudah tepat sasaran,” kata beliau. Meski tidak terlibat langsung dalam mekanisme penyaluran, ia merasa tenang karena HSI dikelola oleh orang-orang berpendidikan syar’i dan berpegangan pada sunnah. Ia mengakui, janji pahala yang setara dengan orang berpuasa menjadi motivasi utamanya. “Mendekati bulan Ramadhan, kita sering diperdengarkan hadits tentang besarnya pahala menyediakan makanan bagi orang yang berpuasa. Untuk mengamalkan hal tersebut, kapan lagi kita bisa kalau bukan saat Ramadhan sudah di depan mata?” ujarnya penuh semangat.

Donatur ini juga menceritakan sisi emosionalnya: saat merasakan lapar dan dahaga dalam berpuasa, ia selalu bersyukur bisa berbuka dengan makanan yang baik. Ia membayangkan nikmat yang sama dirasakan oleh penerima paket iftar. Bahkan, di luar Ramadhan pun ia berusaha menyiapkan santapan bagi orang yang berpuasa Senin-Kamis. Meski jumlahnya tidak banyak, sedekah tersebut baginya adalah investasi abadi. “Saya siap berkontribusi lebih jauh dengan menyisihkan lebih banyak dari rezeki saya,” tambahnya.

Jangkauan dan Penerima Manfaat

Program HSI Berbagi dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Penerima manfaat meliputi perorangan, masjid, dan ma’had/pesantren. Melalui jaringan relawan dan mitra, paket iftar disalurkan ke kampung-kampung dhuafa, rumah singgah, pesantren di daerah, hingga jamaah masjid di perkotaan.

Pendistribusian program diawali dengan pendataan dan verifikasi calon penerima agar bantuan tepat sasaran. Dana yang dihimpun melalui donatur dikelola terpisah sesuai posnya, lalu disalurkan secara profesional. Para penerima manfaat tidak hanya menikmati hidangan berbuka, mereka juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan relawan, mendengar tausiyah singkat, dan merasakan kehangatan ukhuwah.

Bentuk kontribusi donatur bukan hanya berupa uang. Banyak santri mendaftarkan masjid atau tetangga sebagai calon penerima manfaat, membantu mengantarkan paket ke pelosok, atau menjadi relawan yang menyiapkan makanan. Kolaborasi ini menegaskan bahwa program Berbagi Ifthar adalah ruang bagi siapa pun untuk terlibat dalam kebaikan Ramadhan.

Ramadhan adalah momen emas untuk melipatgandakan pahala. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa sedekah tidak mengurangi harta seseorang; justru Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Program HSI Berbagi Ifthar menjadi salah satu jalan paling mudah untuk mewujudkannya. Mungkin bagi kita, satu paket iftar terasa sederhana. Namun bagi saudara-saudara yang menerimanya, nilainya sangat besar. Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam program ini. Bila tahun ini belum sempat, niatkan untuk Ramadhan berikutnya. Semoga Allah menerima setiap sedekah kita dan menjadikannya pemberat timbangan kebaikan pada hari akhir.


861