🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)


Mau Naik Level di Jalan Ilmu? Ayo Gabung ke Program Takhassus!

Reporter: Gema Fitria

Redaktur: Dian Soekotjo


Allah Ta'ala berfirman,

فَاسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” [QS. An-Nahl: 43]


Menuntut ilmu adalah jalan menuju cahaya. Ini ialah kewajiban tiap jiwa sehingga seorang muslim patutnya tidak berhenti dalam ketidaktahuan, tetapi bersegera mencari penjelasan dari ahlinya. Ilmu agama bukan sekadar pengetahuan yang dibaca, melainkan petunjuk hidup yang harus dipahami dan diamalkan dengan benar.

Maka belajar agama secara serius bukanlah pilihan bagi seorang muslim, melainkan sejatinya kebutuhan mendasar. Kesungguhan memenuhi kebutuhan dasar itu sedikit banyak akan terlihat dalam upaya seseorang ketika menimba ilmu. Bagaimana ia rela meluangkan waktu untuk belajar, bagaimana ia berusaha memahami ilmu, hingga kesempatan bermajelis bersama para ulama atau guru yang berkompeten, yang tentu tak akan dilewatkannya.

Tampaknya semangat inilah yang ingin dihidupkan oleh HSI AbdullahRoy melalui program baru Kelas Takhassus. Setelah sukses menjalankan program perdana di grup akhwat sejak Agustus lalu, insyaallah, November 2025 ini Program Takhassus kembali membuka pendaftaran di dua kelompok sekaligus, ART dan ARN atau grup akhwat juga grup ikhwan.

Untuk Belajar Lebih Serius

Program Takhassus pertama kali membuka pendaftaran pada bulan Juli tahun 2025 untuk grup akhwat saja. Antusiasme santri ternyata luar biasa, buktinya target membuka 6 grup berkapasitas masing-masing 50 santri terpenuhi. Setidaknya ini sinyal adanya keinginan para santri HSI untuk naik level dalam belajar agama.

Penanggung Jawab Program Takhassus grup akhwat, Ukhtuna Surya Sari atau yang akrab disapa Mbak Sari, mengemukakan bahwa saat ini, Program Takhasus baru ditawarkan untuk kalangan intern HSI atau para santri pemilik NIP yang telah mengikuti program reguler.

Menurut Mbak Sari, program ini dirancang bukan sekadar sebagai kelas berbayar, melainkan ada kelengkapan sistem pembelajaran. Mbak Sari membenarkan bahwa Program Takhassus memberi ruang kepada santri untuk tidak hanya menerima ilmu, tapi juga menciptakan kondisi agar santri menjalani proses belajar dengan lebih serius.

Setelah bertahun-tahun dikenal dengan kelas reguler yang terbuka untuk umum dan gratis, HSI Abdullah Roy kini menghadirkan terobosan pembelajaran yang lebih mendalam dan terarah. Kelas Takhassus hadir sebagai wadah bagi para santri yang ingin melangkah lebih serius dalam memahami tauhid, dengan sistem dan fasilitas yang lebih lengkap.

Fasilitas Eksklusif yang Mendekatkan Santri dengan Asatidz

Kelas Takhassus memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari kelas reguler. Setiap peserta memperoleh kitab materi dalam bentuk cetak, mengikuti evaluasi rutin, dan memiliki akses untuk berinteraksi langsung dengan asatidz.

Inilah momen yang menjadi pembeda sekaligus tampaknya diimpikan banyak santri daring. Bisa dengan leluasa bertanya dan mendapatkan penjelasan langsung dari guru meski jarak memisahkan, tentu bukan perkara mudah untuk kebanyakan program belajar daring.

Mbak Sari menerangkan bahwa Program Takhassus menyediakan kesempatan bermajelis dengan guru sepekan sekali pada setiap silsilah. “Jadwalnya setiap Kamis malam selama satu jam,” ujar Mbak Sari. Ditambahkannya bahwa Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafizahullah sendiri menyediakan waktu untuk Program Takhassus, meskipun tentu saja disesuaikan dengan kesibukan Ustadzuna.

Disebutkan oleh Mbak Sari, selain Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, M. A. hafizahullah, ada Ustadz Muhammad Jauhari, B.A., M.A. hafizahullah yang turut membersamai proses belajar di Program Takhassus. Ustadz Jauhari akan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan para santri Takhassus melalui link G-sheet.

Menurut Mbak Sari, timnya memang sengaja menyediakan saluran mengajukan pertanyaan secara tertulis untuk memberi ruang lebih leluasa kepada para santri untuk mengajukan pertanyaan. “Sehingga santri yang mungkin berhalangan hadir di majelis atau mungkin malu mau bertanya langsung, tetap bisa menyampaikan pertanyaannya,” terang Mbak Sari.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut beserta jawaban dari Ustadz Jauhari hafizahullah kemudian ditampilkan dalam sebuah channel Telegram khusus, sehingga seluruh peserta dapat mengambil manfaat dari tanya-jawab tersebut.

Pada silsilah pertama yang telah diselenggarakan, Program Takhassus juga menyediakan majelis menjelang pelaksanaan Evaluasi Akhir. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Jauhari hafizahullah mendampingi para santri memuraja'ah seluruh materi halaqah yang telah diberikan sebagai upaya persiapan menghadapi Evaluasi Akhir.

Kembali Dibuka Pendaftaran untuk Grup Ikhwan dan Akhwat

Kesuksesan angkatan pertama akhwat menjadi semangat baru bagi HSI untuk melangkah ke tahap berikutnya. Insyaallah, pada tanggal 10 hingga 17 November 2025 mendatang, HSI akan membuka kembali pendaftaran Program Takhassus.

Kali ini pendaftaran dibuka untuk kedua kelompok sekaligus, yaitu kelompok ikhwan maupun akhwat. Kelompok akhwat adalah angkatan kedua sedangkan kelompok ikhwan merupakan angkatan perdana.

Penanggung Jawab Program Takhassus grup ikhwan, Akhuna Muhadi Tasmingan atau yang kerap disapa Pak Muhadi, menyampaikan kepada Majalah HSI bahwa fasilitas yang akan diterima santri Program Takhassus grup ikhwan sama dengan grup akhwat, yaitu ada kitab modul, kesempatan tambahan bermajelis dengan Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, M.A. hafizahullah, dan mendapatkan syahadah cetak setiap akhir level.

Pak Muhadi menambahkan, “Yang akan kami tonjolkan juga adalah pendampingan belajar yang lebih privat, komunikasi dan diskusi diupayakan lebih intensif dipandu Musyrif maupun Muraqib dengan kualifikasi khusus.”

Lebih dari sekadar sistem pembelajaran, Program Takhassus tampaknya merupakan upaya HSI untuk menjaga kesinambungan dakwah tauhid dengan mutu yang tinggi. “Kami berharap dari Program Takhassus ini akan membantu santri lebih istiqamah dalam belajar, dan semoga akan muncul dari program ini santri-santri HSI yang lebih berkualitas,” ungkap Pak Muhadi mengemukakan harapan. Terlihat program ini menjadi wujud komitmen HSI dalam memfasilitasi masyarakat muslim yang ingin belajar agama secara serius, meski secara daring..”


Suara Santri Takhasus: “Belajar Jadi Lebih Paham dan Terarah”

Sebagai angkatan perdana, para santri Takhassus memberikan beragam kesan positif. Program ini dirasakan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dalam dan terarah.

Ukhtuna Dian Rachmawati misalnya. Ia mengungkapkan, “Materi sih sama ya, fokus buat saya masih tentatif, semua kembali ke niat. Yang memudahkan di Takhassus adalah adanya buku. Dulu saya di reguler agak keteter (tertinggal, bahasa Jawa red) karena harus dengar sambil mencatat, jadi butuh waktu lebih banyak untuk fokus.”

Ada juga Umm Lathifah, santri berusia 65 tahun, yang turut berbagi kesan. “Untuk materi Takhassus ini sebenarnya sudah diajarkan sebelumnya, tetapi sekarang setelah saya mengikuti kelas Takhassus, saya merasa jauh lebih dapat mengerti. Yang lebih utama, kita diberikan kesempatan pertemuan dengan para Ustadz yang sangat berkompeten, yang bisa langsung menjawab pertanyaan kita. Itu sangat menguntungkan bagi saya,” ujar warga Denpasar tersebut.

Umm Lathifah menambahkan, “Bagi saya yang sudah berumur 65 tahun ini, kadang belajar masih agak lambat. Tapi Alhamdulillah dengan adanya HSI Takhassus, saya merasa bisa belajar lebih baik dan mempelajari aqidah dengan benar. Terima kasih kepada Ustadzuna Dr. Abdullah Roy dan seluruh tim HSI, semoga Allah memberkahi semua.”

Sementara Ukhtuna Arifah Nurdieni menuturkan bahwa kelas Takhassus membuat pemahaman semakin kuat. “Alhamdulillah belajar di Takhassus ini lebih mendalam dan lebih paham dibanding di reguler. Penjelasan Ustadz saat Zoom menambah pemahaman dari kitab yang sudah diberikan,” akunya.

Segera Ikut Mendaftar

Ilmu memang harus ditempuh dengan kesungguhan karena siapa yang mau kehilangan kemudahan menuju surga. Dan siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, demikian bunyi terjemahan hadits yang disampaikan Ustadzuna Dr. Abdullah Roy sebagai petuah, saat memberikan semangat kepada para santri Takhassus dalam sebuah kesempatan majelis.

Dengan semangat itu, Kelas Takhassus bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi mudah-mudahan menjadi jalan untuk mencari ridha Allah melalui proses belajar yang sungguh-sungguh.

Bagi para santri yang siap melangkah lebih serius dalam menuntut ilmu, November ini adalah saat yang tepat untuk bergabung. Ilmu yang kokoh lahir dari langkah yang serius dan Kelas Takhassus hadir untuk menemani langkah itu. 10 hingga 17 November 2025, jangan lupa ikut mendaftar ya… Mari bergabung di Program Takhassus, mari belajar dengan lebih serius. Semoga menjadi pembuka jalan yang mudah menuju surga Allah ‘Azza wa Jalla. Baarakallahu fiikum

110