Tanya Dokter

Manfaat Mengonsumsi Daging Kurban bagi Kesehatan

Dijawab oleh dr. Syuma Adhy A, M.Kes, Sp.GK (K)


Pertanyaan dari Dewi Ummu Zahra (ART171-14030, 51 tahun, Pekanbaru):

Kolesterol saya tinggi. Kemudian saat Hari Raya Kurban kemarin, makan agak banyak sup tulang, daging sapi, dan kuahnya. Paginya, kaki saya ngilu-ngilu, Dok. Saya pikir mungkin saya kecapekan, sehingga saya tidak makan sup itu lagi. Dua hari kemudian, saya makan lagi sup kaldu, besoknya kaki saya ngilu-ngilu lagi. Apakah ada hubungannya atau tidak sengaja ya, Dok?

Jawaban:

Semua makanan yang berdaging ada kolesterolnya. Apakah ini bisa memberikan dampak? Tentunya perlu dilihat asupan makanan yang lain. Kalau ibu hanya mengonsumsi daging saja, besoknya langsung ada gejala itu, kemungkinan memang itu pemicunya dari sisi makanan. Kita asumsikan seperti itu. Akan tetapi, tentu banyak faktor.

Apakah bisa kalau kita makan daging hari itu langsung kolesterolnya naik? Kolesterol sebenarnya paling banyak dihasilkan oleh tubuh kita sendiri. Kolesterol dibentuk dari cadangan lemak kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh banyak makan kolesterol. Meskipun daging bukan berarti kolesterol, tapi di dalam daging ada kolesterolnya, sehingga perlu dibatasi. Tidak boleh lebih dari 200mg/hari.

Faktanya, di dalam daging domba per 100 gram, daging kambing per 100 gram, daging sapi per 100 gram, mengandung kolesterol kurang lebih 200 mg. Apalagi kalau yang dimakan termasuk lemaknya. Tentunya akan berlebihan. Jadi kalau makannya agak banyak, kemungkinan memang kolesterolnya kelebihan.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa itu bisa menyebabkan gejala?Kemungkinan bisa. Tapi lihat juga bagian yang lain, seperti kolesterol, gula. Kalau kita membahas tentang makanan kurban, ada daging, dan juga jerohannya. Kemudian ada hati yang cukup tinggi purinnya. Meskipun yang tertinggi pada hati ayam. Kolesterolnya tinggi, purinnya juga tinggi. Apalagi kalau ditambah minumnya sirup buah. Jadilah sesaat itu gula darahnya naik sehingga menyebabkan badan pegal-pegal.

Disarankan untuk usia 45 tahun keatas, konsumsi daging dalam seminggu cukup sekali saja. Misalnya konsumsi sate, ada daging ditambah lemaknya, kadar kolesterol juga pasti bertambah. Masaknya menggunakan bumbu kecap, kecap itu isinya garam dan gula. Kemudian ada cabainya. Jadilah racikannya kurang sehat, apalagi minumnya sirup. Ini menyebabkan terakumulasi sakitnya. Sehingga gizi seimbang harus tetap menjadi patokan kita. Mungkin kita berpikir, karena setahun sekali, konsumsinya tidak mengapa agak berlebihan. Akan tetapi, baiknya dikonsumsi bersama dengan sayuran. Kalau saya menyarankan dengan sayuran, bukan buah karena buah itu fruktosa. Ini tidak bagus kalau bertemu lemak dan gula yang lain.

Pertanyaan dari Febri Abu Fadlan (ARN181-25071, Depok):

Saya juga penyuka daging terutama daging kambing. Qadarullah, waktu cek kolesterolnya tinggi. Apalagi saya dari Minangkabau, bumbunya sangat banyak rempah dan segala macamnya. Nah, yang jadi pertanyaan saya, kadang-kadang habis makan gulai kambing, kemudian buah-buahannya menggunakan jus timun. Apakah itu memang benar berpengaruh untuk menurunkan kolesterol, Dok? Apakah memang benar ada penelitiannya atau bagaimana?

Jawaban:

Sebenarnya prinsipnya sudah saya sampaikan di awal. Yang pertama, tentunya kita sebaiknya tidak konsumsi berlebihan. Semua jenis makanan yang berlebihan tentu akan disimpan sebagai cadangan makanan di tubuh kita.

Yang kedua, dalam cara pandang konsep kesehatan tidak bagus, dalam konsep agama, juga tidak baik makan berlebihan. Sehingga kita perlu mengetahui kebutuhan nutrisi harian. Ada namanya Angka Kecukupan Gizi. Terutama kalori jangan berlebihan. Mengingat di lingkungan kita lebih banyak makanan yang “condong ke kandungan nutrisinya tidak bagus” karena banyak mengandung gula. Gula bukan zat gizi esensial untuk tubuh kita sehingga tidak perlu berlebihan. Bahkan perhitungannya kalau mengikuti panduan Kementerian Kesehatan, tidak lebih dari 4 sendok makan per hari.

Terkait interaksi dengan makanan, kalau saat hari raya pasti berlebih. Karena kalau disebutkan per 100 gram daging domba, kambing, sapi itu kolesterolnya sudah lebih hampir 200 mg. Belum ditambah jerohan dan lain-lain. Kalau kita makan makanan yang seperti itu apalagi digoreng, ada tepungnyam ini memberikan respon inflamasi sehingga badan menjadi tidak nyaman. Orang yang sudah terbiasa dengan itu, bisa saja tidak merasakan gejala, tertutupi oleh rasa di lidah yang nyaman. Tapi kalau diperiksa, sebenarnya tubuhnya sedang ada inflamasi.

Kemudian terkait timun, semua sayur mayur boleh. Berdasarkan penelitian, timun bisa digunakan untuk bermacam-macam. Yang perlu diperhatikan saat makan daging, sebenarnya di dalam daging ada kandungan untuk memperbaiki sehingga membuat keseimbangan pada pembuluh darah dan sebagainya. Prinsipnya, apapun selalu menciptakan homeostasis, keseimbangan dalam tubuh. Termasuk dalam daging ini ada counter-nya yang menyeimbangkan asalkan tidak berlebihan.

Kalau dengan timun bagaimana? Bagus. Saya sarankan. Bisa kalau analoginya untuk menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian menyebutkan timun, bayam, bisa menurunkan tekanan darah. Ingat, yang menyebabkan berbahaya itu, lemak dan gula yang dibiarkan kadarnya terus menerus di atas normal. Karena sistem tubuh kita itu keseimbangan. Dia akan menetralkan, Saat menetralkan membutuhkan peran pankreas, ginjal, dan hati untuk mendetoksifikasi. Tentunya kerjanya akan semakin berat. Jadi kalau kita makannya berlebihan, disimpan menjadi lemak, tubuh berusaha keras untuk mengeluarkan racunnya sebelum disimpan menjadi lemak. Oleh karena itu, konsumsi makanan termasuk tepung pemanasan tinggi tidak boleh berlebihan. Silakan konsumsi timun karena timun termasuk golongan sayur yang karbohidratnya rendah.

Pertanyaan dari Ibu Elvira (ART241-72172, 44 tahun, Pandeglang):

Apa daging kambing atau domba bisa mengatasi anemia atau kurang darah? Dan apa bedanya kurang darah dan darah rendah?

Jawaban:

Iya, bisa. Sumber zat besi itu dari heme dan non heme. Heme dari daging-dagingan. Non heme dari sayuran, buah-buahan yang mengandung zat besi. Tetapi penyerapan terbaik yang sumbernya dari daging. Sumber yang tertinggi dari makanan adalah daging dan hati. Tapi sesuatu harus tetap ada kesimbangan, jadi jangan lupa vitamin-vitamin yang lain. Karena pembentukan sel darah merah juga membutuhkan vitamin B, asam folat misalnya. Kalau tidak ada itu, tidak bisa. Protein harus cukup.

Bagaimana supaya zat besi bisa diserap dengan baik? Hindari sayuran berdaun hijau. Disarankan mengonsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Misalnya, makan daging bersama dengan minum es lemon tanpa gula. Ingat, lebih baik mengatur pola makan demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Kemudian, untuk perbedaan kurang darah dan darah rendah, kurang darah itu kekurangan sel darah merah (anemia), kalau darah rendah itu tekanan darahnya rendah.

0