Liputan Khusus Raker HSI 2025 (bagian 1)

Reporter : Rizky Aditya Saputra

Redaktur : Dian Soekotjo


لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Apabila kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan nikmat kepadamu [QS Ibrahim: 7]

Bersyukur merupakan salah satu bentuk ibadah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan amalan tersebut melalui kalam-Nya. Meski terlihat tak sulit diucapkan, tapi bersyukur bukan hal mudah untuk dilaksanakan. Betapa banyak nikmat yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya saja, nampaknya, kita sering lalai menyandarkan rasa syukur itu kepada-Nya.

Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, M. A. mengingatkan hal itu dalam Rapat Kerja Divisi HSI yang diadakan di Solo, awal November lalu. Di hadapan para pengurus inti dan ketua-ketua divisi, Ustadzuna menyampaikan bahwa semua patut bersyukur atas capaian HSI. Sejak dibentuk tahun 2013, HSI terus melakukan pembaruan.

Hasilnya, kini, ratusan ribu santri telah ikut mengambil manfaat, utamanya dalam upaya meluruskan aqidah dengan belajar tauhid. Selama 11 tahun berdiri, Allah ‘Azza wa Jalla jua yang memudahkan HSI terus berkembang. Hingga sekarang, Alhamdulillah, HSI telah memiliki 31 divisi yang mewadahi berbagai keperluan para pencari ilmu.

Rapat Program Kerja ke-3

Ketua Panitia Penyelenggara Rapat Program Kerja (Raker) HSI 2025, Akhuna Qodri Abu Hamzah, menyatakan kepada Majalah HSI bahwa Raker kali ini adalah yang ketiga kalinya diselenggarakan, sejak HSI berdiri. Menurut Akhuna Qodri kegiatan ini bertujuan melakukan pembenahan dan sinergi antar divisi di HSI. “Perbaikan demi perbaikan dilakukan HSI agar dapat memberikan pelayanan dakwah secara maksimal,” ujarnya.

Akhuna Qodri mengungkapkan bahwa setiap divisi memiliki program kerja dan kegiatan khusus. Di mana, program tersebut perlu dikemas secara sistematis agar mudah diikuti para penuntut ilmu sesuai dengan minatnya. Sebelum program dijalankan, divisi-divisi lebih dulu menyusunnya dalam sebuah rapat program kerja tahunan. Tahun ini, Rapat Program Kerja HSI 2025 diselenggarakan di Hotel Syariah Lorin, Solo, Jawa Tengah, selama tiga hari, yaitu tanggal 8 hingga 10 November 2024 lalu.

Akhuna Qodri memberikan informasi bahwa selama berlangsung, Raker dihadiri sekitar 54 orang. Di antara yang hadir, ada Ketua Yayasan HSI, Bapak Heru Nur Ihsan, para pengurus inti Yayasan HSI AbdullahRoy, para ketua divisi, dan mereka yang bertugas dalam steering committee atau panitia pelaksana. Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, M. A. hafizhahullahu ta’ala, selaku pembina yayasan, juga nampak diundang. Beliau hafidzahullah, berkenan menyimak paparan tiap divisi dan bahkan memberikan catatan-catatan perbaikan.

Akhuna Qadri juga menambahkan bahwa para pengurus HSI yang akhwat datang bersama mahramnya. Ini perlakuan khusus karena demikianlah syariat mengatur ketika seorang perempuan bersafar.

Raker HSI tahun ini, memilih tema “Mewujudkan Perubahan Sistemik dan Terukur Menuju Kemajuan Berkelanjutan di Tahun 2030”. Menurut Akhuna Qodri, targetnya selama lima tahun ke depan, berbagai program dan kegiatan HSI dapat semakin berkembang secara lebih terukur.

Bedah Program Kerja Lintas Divisi

Presentasi Program Kerja Divisi HSI kali ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Raker 2025 tak lagi sekadar rapat kerja terbatas. Dalam dua rapat kerja sebelumnya, setiap divisi membahas berbagai program dan masalah secara bersamaan. Namun pada rapat kerja kali ini, setiap divisi lebih dulu menggelar rapat internal dan membahas semua masalah yang ada. Setelah semua program rampung dan berbagai masalah berhasil diselesaikan, barulah tiap divisi mempersiapkan materi presentasinya.

Perubahan sistem rapat kerja ini merupakan inisiasi Kepala Divisi HRD HSI, Akhuna Krisnaji Sunyoto. Menurutnya, perubahan sistem perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan kinerja pengurus HSI agar lebih efektif.

“Tahun ini sangat berbeda. Ketika rapat kerja ke Solo, setiap divisi presentasi program yang sudah bulat. Sehingga jika ada revisi, itu tidak major. Konsolidasi sudah dilakukan di keuangan, jadwalnya pun sudah disampaikan,” ungkap Akhuna Krisnaji.

Dengan adanya sistem baru di dalam rapat kerja, tiap divisi nampaknya lebih siap dan fokus dalam memaparkan program-program unggulannya. Kondisi ini berbeda dengan format rapat kerja yang diadopsi HSI sebelumnya, di mana diskusi masalah mendapat porsi besar. “Ada yang bilang itu kurang optimal. Karena hampir 50 persen waktu habis untuk diskusi masalah. Sehingga pulang raker masih ada masalah yang belum selesai,” Akhuna Krisnaji menuturkan. “Dengan sistem baru, ini sangat efektif. Ibarat bumi dan langit karena tidak ada lagi persoalan antardivisi,” Akhuna Krisnaji membeberkan alasan.

Hal ini dibenarkan Ketua Yayasan HSI, Bapak Heru Nur Ihsan. Menurut Pak Ihsan, demikian beliau kerap disapa, sistem baru ini menjadi terobosan yang manfaatnya dirasakan oleh semua divisi. Ditambah lagi, program yang dipresentasikan oleh tiap divisi, masih dapat diberi masukan oleh divisi lain, sehingga makin meminimalisir masalah yang mungkin terjadi di kemudian hari.

“Kemarin itu raker yang benar-benar raker. Hampir sebulan sebelumnya, sudah dipersiapkan matang. Ada diskusi dengan kepala divisi, ada mentoring, ada coaching, sehingga berbeda rasanya,” Pak Ihsan menyampaikan. “Meski di raker kemarin secara zhahir hanya menyampaikan program kerja yang sudah disusun, tetapi sangat baik. Jadi teman-teman selama presentasi, mereka dapat masukan dari divisi lain,” ujar Pak Ihsan menyambung keterangan.

“Namun tetap akan ada monitoring per divisi. Tiap divisi ada one on one coaching. Jadi kalau ada kendala, akan dicarikan solusi,” Pak Ihsan menambahkan. “Kami dampingi, seberapa jauh mereka bisa menjalankan dan menghadapi kendala yang terjadi,” imbuhnya kemudian.

Perubahan Sistemik Menuju 2030

Perbaikan demi perbaikan, nampaknya akan terus menjadi konsentrasi utama HSI sebagai platform dakwah online. Tak hanya pelayanan sistem yang terus-menerus ditingkatkan, melainkan perubahan perspektif dalam berdakwah juga diperhatikan. HSI kini berfokus agar kegiatan dakwah menjadi rutinitas normal yang dapat dilakukan kapanpun dan di mana pun.

Pengemasan dakwah secara sistematis juga menjadi hal tak kalah penting yang diperhatikan HSI. Pak Ihsan menyebutkan bahwa dalam rapat kerja tahun ini, HSI mengangkat tema yang bertujuan untuk merepresentasikan kegiatan selama enam tahun ke depan. Terlebih lagi, dengan izin Allah Ta’ala, HSI telah menapaki satu dasawarsa.

Pak Ihsan menuturkan, “Tema raker tersebut untuk persiapan HSI sudah satu dasawarsa. Dakwah online ini sebuah nikmat tersendiri. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk terus berkontribusi dalam dakwah. Sehingga kita bisa memberikan manfaat kepada umat.”

Pak Ihsan juga menyatakan, “Tujuan raker, sebagai wujud ikhtiar yang lebih serius, serta untuk menumbuhkan bounding teman-teman antar divisi, saling komunikasi dan kolaborasi.”

Ia menambahkan, “Kalau dilihat dari sekarang ke 2030 itu sekitar enam tahun lagi. Dengan perkembangan teknologi, di tahun 2030 kita melihat akan banyak perbedaan. Sekarang saja sudah ada AI. Setelah pandemi Covid-19 orang bilang new normal, itu betul. Dulu rapat atau belajar yang normal ya offline, sekarang rapat dan belajar sudah terbiasa online.”

Pak Ihsan berharap perubahan sistemik yang terukur dapat kian memudahkan para santri HSI dalam menuntut ilmu syar’i. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) pun sempat menjadi wacana khusus. Hanya saja, saat ini penggunaan AI belum menjadi fokus utama HSI dalam memberikan pelayanan dakwah kepada umat.

“Banyak perubahan dalam pandangan kami, apalagi sekarang adanya AI. Nanti akan ada teknologi baru, kita pernah wacanakan (menggunakan AI) untuk beberapa fitur. Mungkin nantinya akan ada, tapi saat ini di HSI, kami sudah bekerja dengan pertolongan Allah. Jadi sistem-lah yang kami bentuk, di antara wasilah yang Allah berikan,” Pak Ihsan melontarkan penjelasan.

Ladang Amal Jariyah

Rapat kerja yang diselenggarakan HSI, dirancang untuk mengumpulkan para pimpinan divisi. Ada maksud tentunya, di balik bentuk pertemuan yang digagas berkala ini.

“Harapan kami, bisa saling mengenal dan bersinergi antar divisi,” Akhuna Qodri, Ketua Panitia Raker, menyampaikan. “Tidak masing-masing. Bukan sekadar satu orang atau satu divisi saja, melainkan satu tujuan bersama, yaitu akhirat,” tambahnya.

Semangat membenahi HSI agar menjadi wadah bersama penuh manfaat ini juga disampaikan Pak Ihsan. Dikutip dari salah satu sesi Raker, Pak Ihsan menyampaikan, “Sebagai generasi awwalun, harapannya kita bisa meninggalkan atsar (jejak, red) untuk orang-orang setelah kita.”

Generasi awwalun yang beliau maksud, tentu saja adalah para pengurus yang memang kebanyakan merupakan santri senior. Seperti dari Angkatan 134 atau mereka yang belajar sejak 2013 dan 2014, Angkatan 151-152 yang belajar sejak 2015, atau beberapa angkatan di bawahnya.

Pak Ihsan menyampaikan, “Hendaknya HSI bisa menjadi ladang amal jariyah bagi kita semuanya, di mana pun divisi kita.” Beliau juga mengajak, “Ayo kita tinggalkan atsar yang baik, jejak yang baik, legacy yang baik, warisan yang baik melalui HSI ini.”

“Sehingga program-progam yang terus dijalankan orang-orang setelah kita, kemudian dikembangkan oleh orang-orang setelah kita ini, ketika kita berada di alam barzah, kita masih mendapatkan hasanah, kebaikan, pahala,” amanat Pak Ihsan.

Agenda Kolaborasi hingga Ganti Nama

Selama tiga hari Raker, para peserta secara bergantian diberi kesempatan menjabarkan rencana kerja tahun 2025. Masing-masing utusan menampilkan rencana kerja sesuai analisis SWOT yang lazim dikenal sebagai metode praktis memetakan potensi strategis dalam suatu badan, lembaga, atau organisasi.

Ada strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) yang telah dirumuskan tiap-tiap divisi dan ditampilkan dalam Raker tersebut. Rumusan ini diperlukan sebagai acuan awal mencapai program kerja yang realistis sehingga mudah diwujudkan nantinya.

Majalah merekam beberapa rencana program kerja yang cukup menarik dari Raker HSI 2025. Di antaranya, KBM grup ART yang sempat berencana hijrah ke aplikasi Telegram, Divisi Hifdzul Mutun yang akan berkolaborasi dengan Baitul Quran, Divisi Kibar yang akan berganti nama menjadi Fusha Academy, serta daurah-daurah offline yang digagas berbagai divisi, salah satunya Divisi QITA.

Jangan ketinggalan.. Insyaallah, kejutan-kejutan tersebut, akan diturunkan Majalah HSI dalam Liputan Khusus Raker 2025 (bagian 2) pada Edisi 71. Nantikan laporannya..

0