Liputan Khusus Raker HSI 2024 (bagian 2) 

Reporter : Gema Fitria

Redaktur : Dian Soekotjo


Esensi diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah semata. Kelak setelah dunia binasa, kita semua akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah kita lakukan di dunia. Oleh sebab itu, jangan sampai kita lalai dari mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Para pengurus Divisi di HSI AbdullahRoy nampak berupaya menjadikan perkara akhirat itu menjadi prioritas. Mereka bersinergi membantu dakwah dengan kapasitas masing-masing. Mudah-mudahan demi rida Allah semata.

Melalui rapat kerja yang diselenggarakan tiga hari di Solo, 8-10 November 2024 lalu, divisi-divisi berupaya mengoptimalkan kinerja demi performa yang lebih baik. Mengambil tema Mewujudkan Perubahan Sistemik dan Terukur Menuju Kemajuan Berkelanjutan di Tahun 2030, Raker tersebut digadang menghasilkan peta prioritas yang dapat memudahkan kerja divisi-divisi. Pada bagian dua liputan khusus Raker HSI ini, Majalah merangkum beberapa program kerja yang layak disimak. Berikut laporannya..

Rencana Pembukaan Kelas Premium

Divisi KBM merupakan divisi belajar yang dibentuk pertama kali. Tak berlebihan jika divisi ini disebut sebagai urat nadi HSI karena merupakan kegiatan utama yang diusung Yayasan HSI AbdullahRoy, bahkan semenjak awal berdiri. Salah satu misi yang diusung divisi ini, adalah menyebarkan dakwah tauhid ke semua lapisan masyarakat agar mereka memahami pondasi agama Islam yang dianut.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Divisi KBM memaparkan program kerja yang telah dirancang untuk tahun 2025. Program tersebut antara lain: pelaksanaan KBM dan rutin up-grading atau peningkatan kapasitas pengurus, pembuatan modul pembelajaran, dan rencana pembukaan kelas premium.

Lebih lanjut, Koordinator KBM kelas akhwat atau ART, Ukhtunaa Fauziana, mengatakan bahwa kelas premium akan diadakan khusus bagi santri baru. Sesuai namanya, program ini menawarkan beberapa kelebihan.

“Kelas berbayar, benefit diantaranya modul/kitab silsilah, tanya jawab Ustadz terkait materi yang disampaikan, anggota kelas yang relatif sedikit, Musyrifah grup yang qualified. Metode belajar dan silabus sama seperti kelas reguler, insyaallah,” tutur Ukhtuna Fauziana memberi gambaran.

Dikatakannya kelas premium adalah program kerja unggulan yang akan diprioritaskan pelaksanaannya. Namun demikian, beberapa program lain juga saling mendukung, seperti pengadaan kitab dan pelatihan pengurus.

Untuk melaksanakan program kerja tersebut, langkah yang sudah diambil dan sedang berjalan saat ini antara lain kerja sama dengan HSI Pernik untuk proses pembuatan kitab silsilah dan kerja sama dengan Divisi HRD untuk peningkatan SDM Pengurus berupa pengadaan pelatihan pengurus KBM.

Cita-cita Jangka Panjang Divisi HSI Mahazi

Di samping materi aqidah, seperti kita ketahui, HSI juga menyediakan program khusus belajar fiqih haji, umrah, dan ziarah Madinah sesuai tuntunan Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam yang dikenal dengan Program Mahazi.

Saat ini, HSI Mahazi membuka pendaftaran santri satu kali dalam setahun. Masa KBM biasanya dimulai dari bulan Rabi’ul Awwal hingga Dzulhijjah. Sejauh ini, mayoritas santri adalah dari kalangan internal atau santri HSI Reguler yang berdomisili di Indonesia dan beberapa negara tetangga.

Bukan hanya santri baru, peserta lama pun diizinkan kembali mengikuti Mahazi bila berkeinginan ilmunya makin melekat hingga saat keberangkatan haji atau umrahnya tiba. “Namun jadi kelemahan juga karena setelah berulang, motivasinya jadi menurun, karena materinya kok itu-itu aja,” tutur Akhuna Restu, Ketua Divisi HSI Mahazi.

Jumlah santri eksternal yang mengikuti program Mahazi, dirasa juga belum optimal. “Persentasenya kurang dari 10% yang eksternal, dalam setiap angkatan,” lanjut Akhuna Restu. Namun, Akhuna Restu optimis bisa menjangkau lebih banyak peserta eksternal dengan cara mengampanyekan pendaftaran Mahazi secara masif.

Berbagai upaya menarik minat santri pun dilakukan. Santri yang berprestasi akan diberikan reward. “Dari Mahazi, kami sama teman-teman prefer hadiahnya itu dari HSI pernik dibandingkan hadiah pulsa karena sepertinya lebih berkesan gitu ketika mendapat bingkisan dari HSI,” sambungnya beropini.

Untuk program kerja non rutin, Mahazi berencana membentuk tim media HSI Mahazi, melakukan rekrutmen manajer media Mahazi dan tim kreatif dengan tetap berkolaborasi dengan media HSI official.

Dalam kesempatan Raker kemarin, Akhuna Restu mengungkap cita-cita jangka panjang Divisi Mahazi, yakni memproduksi materi manasik Haji dan Umrah dalam format visual. Langkah besar ini sebetulnya telah dimulai dengan membuat ringkasan materi berupa poster. Poster-poster dibuat dengan fokus dalil dan dibuat bervariasi bahkan sejak angkatan awal. Perkara desain juga tak luput dari perhatian, Divisi Mahazi mengupayakan yang terbaik. Akhuna Restu menjabarkan bahwa tanya jawab antara jamaah haji dengan Ustadzuna Abdullah Roy juga telah dibuatkan poster.

“Tentunya kita mau melangkah lebih jauh lagi setelah yang sudah kita buat selama ini, yaitu mungkin membuat semacam video manasik, mungkin bisa dibuat dari manasik umrah yang lebih simpel,” ujarnya berharap.

Diakuinya hal ini tidak mudah karena harus melewati tahapan yang panjang, mulai dari membuat script sesuai materi, dalil, dan fiqih yang tepat dan cocok dijadikan video, juga proses produksi hingga review dan approval dari yayasan atau dari Ustadzuna agar layak tampil.

Akhuna Restu selanjutnya juga berharap diadakan daurah khusus untuk santri Mahazi dan calon jamaah haji peserta program. Meskipun sifatnya opsional, diharapkan daurah akan menambah motivasi santri dan tentunya bisa menjadi sarana pendalaman materi fiqih haji dan umrah karena dilengkapi tanya jawab interaktif.

Kaderisasi Guru Lewat PIM QITA

Divisi belajar lainnya adalah Qismu Ta’limul Qur’an atau QITA. Seperti diketahui bersama, ini adalah program khusus perbaikan bacaan Al Qur’an. Di dalamnya ada pembelajaran teori ilmu tajwid yang berjenjang, dari dasar sampai dengan husnul adaa’.

Beberapa kelas belajar yang ada di semester 2 tahun 2024 adalah tahsin mualaf yang sudah berjalan tiga semester. Lalu ada tahsin ummahat yang khusus diperuntukkan bagi ibu-ibu lansia, dan tahsin khusus pengurus, kelas bersama syaikhah, tashih umum, tashih pengurus, talaqqi Al Qur’an (dulunya disebut program Pra Qita), PIM (Program I’dad Mu’allimat), dan tahsin aulad.

Ketua Divisi HSI QITA kelas Akhwat, Ukhtuna Lely Halida, menyampaikan rencana kerja tahun 2025 diantaranya tahsin ummahat dan tahsin pengurus yang akan dilaksanakan satu kali setiap pekan dengan lama masa belajar adalah 4 bulan. Talaqqi dimulai dari juz 30.

“Harapannya santri mampu membaca surat-surat pendek tanpa lahn dan menerapkannya dalam shalat lima waktu sehari-hari,” ujarnya.

Sementara, program terbaru QITA yaitu PIM (Program I’dad Mu’allimat) yang merupakan program pengkaderan guru QITA.

“Ini adalah program terbaru kita yaitu I’dad Mu’allimat, disingkat dengan PIM Qita. biidznillah Allah berikan taufik dan pertolongan, ini adalah kader untuk guru Qita. Pendidikannya talaqqi Al Qur’an, dan teori tajwid, ada micro teaching, dengan lama pendidikannya 3 bulan, talaqqi juz 30 dan juz 1, pengenalan dan penerapan husnul adaa’,” urai Ukhtuna Lely Halida.

“Jadi kita bagi dua, untuk program I’dad Mu’allimat yang intensif, sepekan tiga kali bertatap muka langsung via zoom dengan guru terpilih. Kita sebutnya guru IM. Kemudian yang reguler adalah dua kali selama sepekan. Harapannya peserta mampu membaca Al Qur’an tanpa lahn jaly, tanpa lahn khofy, dan mampu membaca dengan husnul adaa’ karena ini adalah kaderisasi dari guru QITA dan mengajarkan di lingkungan QITA maupun selainnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ukhtuna Lely menyampaikan bahwa insyaallah juga akan dibuka kelas pra tahsin yang akan rilis pada bulan Januari 2025 dengan kuota sebanyak 500 orang dan tahsin reguler yang akan dibuka pada bulan Juni 2025.

Selain kelas belajar, akan dilaksanakan juga Daurah Manzhumah Tanbihat fil Adaa’ untuk para guru serta insyaallah diselenggarakan beberapa daurah lainnya.

“Ada pun program Mu’allimat yang sedang berjalan, ada talaqqi, daurah dan tashih Mu’allimat plus, biidznillah Allah beri taufik dan pertolongan dibantu dengan divisi lainnya di lingkungan HSI Abdullah Roy,” ucap Ukhtuna Lely mengakhiri presentasi pada Raker.

Minimnya Minat Santri Menghafal Mutun

HSI juga memiliki Divisi Mutun yang dapat menjadi sarana antum yang berminat menghafal mutun kitab aqidah. Diperlukan niat dan motivasi kuat untuk menghafal, karena jika tidak, akan berakibat mundur di tengah jalan. Inilah yang terjadi pada sebagian peserta HSI Mutun. Ketua Divisi Mutun Ikhwan, Akhuna M. Sidiq, memaparkan kendala yang dihadapi divisinya ada pada minimnya minat santri untuk menghafal mutun. Banyak santri yang merasa menghafal mutun tidak bermanfaat, sehingga banyak santri yang berguguran dalam proses belajar karena tidak sanggup menghafal sesuai target yang ditentukan.

“Menghafal memang butuh tekad yang kuat, dan mungkin bisa diberi berupa reward atau hadiah kepada santri di tiap sesinya. Mungkin bisa berupa barang atau yang bisa diberikan sebagai kenang-kenangan,” ujar Akhuna Sidiq menguraikan rencana jalan keluar dari proyeksi kendala.

Ke depan, Divisi Mutun Ikhwan berencana mengadakan daurah berisi kajian khusus terkait materi menghafal dan materi daurahnya tersendiri. Divisi Mutun juga mengagendakan musabaqah berkelanjutan untuk memancing minat santri.

Program lain divisi ini adalah mencari calon Mu’allim untuk menyimak bacaan santri dan Musyrif yang akan berkoordinasi dengan para santri di tiap grup diskusi.

Rencana serupa juga diungkapkan Ketua Divisi Mutun Akhwat, Ustadzah Maryati, saat berkesempatan menjabarkan program kerja divisi asuhannya. Ustadzah Maryati berkeinginan agar santri yang berprestasi diberi semacam reward. “Berprestasi mungkin maknanya bukan hanya mereka bisa menghafal, tapi santri juga disiplin dalam hafalan mereka. Bisa me-manage waktu mereka,” tuturnya.

HSI Akademi

Divisi belajar paling anyar di HSI adalah HSI Akademi, yang baru diluncurkan Juli 2024 lalu. HSI Akademi merupakan program pendidikan online pengkaderan da’i/da'iyah yang disiapkan untuk berdakwah.

Ketua Divisi HSI Akademi, Ustadz Said Abu Ukkasyah, menyatakan bahwa saat ini, hanya ada satu program studi pada angkatan perdana, yakni program studi I’dadud Du’at wad Da’iyyat (persiapan para da’i putra dan putri) dengan tiga standar kompetensi lulusan, meliputi penguasaan ilmu syar’i level lanjutan, mampu mengamalkan, dan mampu mendakwahkan ilmunya.

Lebih lanjut Ustadz Said menguraikan ada dua jenis perkuliahan yang menjadi inti HSI Akademi. Pertama adalah perkuliahan intra kurikuler atau perkuliahan pokok yang akan ditempuh selama empat semester, dengan mata kuliah di antaranya Aqidah, Fiqih, Tafsir Al Qur’an, Hadist, Manhaj, Fiqih Dakwah, Ushul Tafsir, Qowa’idul Fiqhiyyah, Ushul Fiqih, juga Mustholah Hadist.

Yang kedua adalah perkuliahan ekstra kurikuler atau perkuliahan penunjang, reguler maupun intensif. Program reguler mencakup daurah dan pelatihan online. Ada pun program intensif mencakup pengayaan materi yang bertujuan menguatkan kemampuan ilmiah Mahasantri dalam menguasai mata kuliah pokok.

Saat ditanya program kerja yang dirancang, Ustadz Said menyampaikan tiga program kerja utama untuk tahun 2025, yakni membangun sistem Akademi dengan SOP yang terstandardisasi, membangun tim yang solid, dan terus menyempurnakan kurikulum yang integral, baik mencakup bimbingan terhadap Mahasantri dari sisi ilmiah, amaliah, maupun sisi dakwahnya.

“Dengan terlaksananya tiga program kerja ini, kita berharap kepada Allah akan dihasilkan nantinya profil alumnus HSI Akademi yang ‘alim, ‘amil, dan da’i ilallah,” ucapnya.

Ustadz Said melanjutkan, untuk mewujudkan terlaksananya program kerja, ada dua langkah yang telah dilakukan, yaitu mengambil sebab maknawi, yang merupakan sebab dengan pengaruh terbesar. Semua tim didorong untuk senantiasa ikhlas, sesuai sunnah (mutaba’ah), tawakkal, dan doa kepada Allah semata serta bertaubat dan memperbanyak ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Selanjutnya mengambil sebab hissi (fisik materi), antara lain menyiapkan para pengajar asatidzah sunnah yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, membuat SOP, dan rekrutmen personil tim kerja.

Harapan Memiliki Kantor Offline HSI Umrah

Sementara Divisi HSI Umrah melalui ketuanya, Akhuna Faizal Sukma, dalam pemaparan menyampaikan visi HSI Umrah yaitu menjadi biro umrah terpercaya yang mengutamakan pelaksanaan ibadah sesuai sunnah demi menghadirkan pengalaman spiritual yang penuh berkah dan kemuliaan bagi setiap jamaah.

Ada pun misinya adalah membimbing jamaah melaksanakan ibadah umrah sesuai sunnah, mengutamakan kualitas ibadah dan kenyamanan jamaah, serta menyediakan program edukasi umrah sesuai sunnah sebelum keberangkatan.

Lebih lanjut Akhuna Faizal mengatakan keunggulan HSI Umrah adalah pembekalan ilmu umrah yang lebih mendalam dibanding biro lain.

“Jadi bisa belajar dari HSI Mahazi. Jadi kalau ada jamaah yang mau daftar, itu biasanya kita arahkan juga untuk mendaftar di HSI Reguler atau mungkin di HSI Mahazi. Jadi di HSI Mahazi biasanya kan lebih detail gitu untuk hajinya dan umrahnya juga,” tukasnya.

Ia menyambung, sama seperti HSI Reguler dan Mahazi, Divisi Umrah juga menyediakan audio materi dan evaluasi.

“Jadi semua calon jamaah umrah itu akan dibuatkan akun sementara edu.hsi.id. Mereka walaupun sudah jadi santri atau belum jadi santri, kita akan buatkan akun sementara. Mereka akan belajar sama seperti HSI Reguler.”

Dikatakannya, HSI Umrah telah memberikan pelayanan sejak tahun 2019. Kelemahan divisi yang dipimpinnya, diakui Akhuna Faizal, terletak pada keterbatasan personil serta minimnya bekal skill pengelolaan umrah, juga belum adanya SOP layanan berikut jadwal keberangkatan umrah yang baku. Program kerja tahun 2025, yang direncanakan Divsi Umrah, antara lain merapikan jadwal keberangkatan serta membuka kantor offline.

“Kenapa harus ada offline? Karena insyaallah ini akan lebih meyakinkan konsumen. Biasanya mereka lebih nyaman tanya-tanya langsung ke orang, ngobrol langsung. Kemudian waktu ngambil perlengkapan dan menyerahkan paspor, itu bisa lebih nyaman langsung ketemu dari pada harus online atau sekadar dikirim-kirim gitu aja. Jadi kita berusaha mendekatkan diri kepada konsumen terutama yang berada di area Jabodetabek,” ujarnya mengungkap alasan.

Menjadi Orang Yang Selalu Mengingat Akhirat

Raker yang diikuti divisi-divisi HSI November tahun lalu itu, bukan saja berisi rapat maupun presentasi program kerja, karena Ustadzuna Dr. Abdullah Roy juga berkenan memberikan kajian ilmu demi menjadi penyemangat jajaran pengurus. Ustadzuna mengingatkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk melakukan sebuah tugas utama, yaitu mewujudkan tauhid dan peribadatan kepada Allah. Ini adalah tugas utama dan amanah yang besar. Allah tidak menjadikan dunia ini selama-lamanya. Allah menjadikan bumi yang kita tinggali saat ini akan binasa dan masing-masing kita akan kembali kepada Allah.

Kalau sekadar kembali tanpa ada tanggung jawab, maka itu sesuatu yang ringan. Namun Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban atas segala yang dilakukan manusia di dunia. Oleh karena itu hendaklah masing-masing menyadari bahwa kelak akan kembali dan akan ditanya oleh Allah.

Ustadzuna menegaskan bahwa kehidupan sebenarnya adalah kehidupan akhirat, maka jangan sampai gemerlap dunia membuat kita lupa dan lalai dengan kehidupan abadi setelahnya. Nabi telah mengabarkan perbedaan seseorang yang keinginannya dunia dengan seseorang yang keinginannya adalah akhirat. Barang siapa yang akhirat selalu ada di pikirannya, Nabi menjanjikan 3 perkara untuknya, yaitu:

  • Allah mengumpulkan untuknya urusannya.
  • Allah menjadikan ia selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.
  • Dunia akan datang kepada orang tersebut dari arah yang tidak disangka-sangka.

Sebaliknya, barang siapa yang dunia memenuhi pikirannya, dia terancam dengan 3 perkara, yakni:

  • Allah akan mencerai beraikan urusannya.
  • Allah akan menjadikan kefakiran di depan matanya.
  • Dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang telah ditetapkan Allah.

Ustadzuna Abdullah Roy mengingatkan para pengurus divisi agar fokus dalam tiap urusan, fokus saat mengurus lembaganya, juga fokus menjadikan setiap detik hidupnya hanya untuk Allah. Tidak mencari pujian dan tidak peduli dengan celaan orang, dan yang terpenting adalah selalu berdoa kepada Allah.

Mudah-mudahan Allah membalas apa-apa yang telah diupayakan oleh semua pengurus divisim dengan pahala yang sempurna. Semoga Allah mudahkan bertugas sehingga harapan-harapan indah yang direncanakan di dalam program kerja 2025 berhasil terwujud, biidznillah. Baarakallahu fiikum

2