Tausiyah Ustadz


Diringkas oleh Tim Majalah HSI dari rekaman kajian Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafizhahullah.
Tautan rekaman: https://youtu.be/YP2lJCUzWrw?si=ULM5sUkk7oF9dznl

Kiat-Kiat Sukses di Bulan Ramadhan

Ditranskrip oleh: Avrie Pramoyo

Editor: Faizah Fitriah


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinantikan oleh kaum muslimin. Secara umum, mereka bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Nabi shallallahu ʼalaihi wa sallam bersabda,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah Azza wa Jalla mewajibkan kepadamu untuk berpuasa di bulan itu. Di bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan yang durhaka dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka sungguh ia telah diharamkan (dari segala kebaikan)." (HR. Ahmad, An-Nasa'i dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih An-Nasa'i)

Ada tiga kelompok orang yang didoakan dengan kejelekan oleh Jibril alaihis salam dan diaminkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah:

(1) Orang yang ketika disebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berselawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(2) Orang yang menemukan Ramadhan, tetapi ia tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

(3) Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya hingga lanjut usia, namun hal tersebut tidak memasukkannya ke dalam surga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Jibril menampakkan dirinya ketika aku sedang menaiki tangga. Lalu ia berkata, 'Rahmat Allah jauh bagi orang yang menemukan kedua orang tuanya di waktu tua atau salah satunya, lalu ia tidak memasukkannya ke dalam surga.'

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu aku berkata, ‘Aamiin’.” Jibril alaihis salam berkata, "Rahmat Allah jauh bagi orang yang ketika namamu disebutkan tetapi ia tidak berselawat kepadamu." Lalu aku berkata, "Aamiin."

Jibril alaihis salam berkata, "Rahmat Allah jauh bagi orang yang menemukan Ramadhan tetapi ia tidak diampuni." Lalu aku berkata, "Aamiin."

Orang yang menjumpai bulan Ramadhan, tetapi ia tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah, maka ini adalah orang yang keterlaluan. Padahal di siang hari ia berpuasa, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Satu hari berpuasa—jika puasanya ikhlas karena Allah—maka akan diampuni dosanya yang telah lalu. Padahal selama bulan Ramadhan, ia tidak hanya berpuasa satu hari, melainkan berpuasa (maksimal yaitu) 30 hari. Oleh karenanya, harus orang yang berpuasa setiap hari, yang ketika keluar dari bulan Ramadhan, dosa-dosanya dihapuskan oleh Allah.

Ditambah lagi di malam hari dia disyariatkan untuk shalat tarawih

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Ketika di siang hari ia berpuasa, maka diampuni dosanya. Demikian juga di malam harinya, diampuni dosanya yang telah lalu. Maka celaka bagi orang yang tidak sukses di bulan Ramadhan. Kalau bulan Ramadhan saja tidak dimanfaatkan dengan baik, lalu bagaimana lagi dengan bulan selainnya?

Maka dari itu, perhatikan kiat-kiat sukses di bulan Ramadhan berikut ini:

Pertama, menyambut bulan Ramadhan ini dengan gembira, yakni bergembira dengan rahmat Allah yang akan turun.

Allah Ta'ala berfirman,

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (QS. Yunus: 58)

Kedua, mempersiapkan bulan Ramadhan dengan ilmu. Sebagaimana Imam Al-Bukhari rahimahullah mengatakan,

بَابُ: العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالْعَمَلِ

Bab: Ilmu sebelum berkata dan beramal.

Di antaranya mengetahui sunnah-sunnah puasa, yaitu menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Di antara yang membatalkan puasa: makan, minum, atau mendatangi istri di siang hari.

Mengetahui amalan-amalan yang harus diperbanyak di bulan Ramadhan, misalnya melaksanakan shalat tarawih sesuai sunnah.

Ketiga, berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah supaya bisa memanfaatkan dengan baik bulan Ramadhan ini.

Kemudian, meminta kesehatan kepada Allah agar bisa maksimal melaksanakan ibadah puasa, mampu melaksanakan shalat tarawih, serta mampu mengkhatamkan Al-Qur’an beberapa kali. Isti’anah dan meminta pertolongan kepada Allah.

Terakhir, berusaha untuk menyusun jadwal dan membuat rencana apa yang akan kita lakukan selama bulan Ramadhan.

0