Kalender HSI 2025 : Mengenal Amalan Ringan tapi Berat di Timbangan

Reporter : Anastasia Gustiarini

Redaktur : Dian Soekotjo


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا لِيْ وَلِلدُّنْيَا؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا؟! إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia, ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon. Ia istirahat sesaat, kemudian meninggalkannya.”

(HR. Ahmad, I/391, 441 dan at-Tirmidzi, no. 2377; Ibnu Mâjah, no. 4109 dan al-Hâkim, IV/310 dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu . Imam at-Tidmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.” Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah, no. 438)

sumber : almanhaj.co.id

Waktu adalah hal yang demikian berharga dan akan dipertanggungjawabkan tiap manusia, kelak, pada hari perhitungan. وَٱلْعَصْرِ , Allah sampai-sampai bersumpah dengannya dalam salah satu ayat Al-Qur’an. Ini tanda bahwa waktu adalah hal istimewa yang harus diperhatikan oleh para hamba.

Kesempatan beramal shalih sepanjang hayat dikandung badan yang sangat singkat, seolah-olah memang tak sebanding dengan kehidupan akhirat yang abadi. Namun, tak perlu galau dengan ketetapan Sang Maha Berkehendak yang sudah pasti adil. Bermodal ilmu, manusia mampu melalui masa persiapan yang super kilat di dunia, demi mendiami masa depan yang bakal kekal, dengan penuh kemuliaan dan kebahagiaan. Insyaallah.

Amalan Ringan tapi Berat di Timbangan

Membekali diri dengan ilmu mengenai berbagai amalan ringan nan berat di timbangan, mungkin bisa jadi salah satu cadangan. Jika istiqamah kita lakukan, insyaallah, amal tersebut menjadi jalan terbilang mudah, meraih surga Allah di akhirat kelak. Divisi Pernik HSI menghadirkan tema ini dalam produk terbarunya, Kalender 2025.

General Manager Divisi Pernik HSI, Akhuna Adi Dwi Priyono, menyatakan bahwa usulan mengusung tema Amalan Ringan tapi Berat di Timbangan, berasal dari tim. Divisi ini nampaknya menyediakan tim khusus pengelola produksi kalender tiap tahunnya.

Menurut Abu Adi, sapaan akrab Akhuna Adi Dwi Priyono, meski tidak secara langsung di bawah pengawasan Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, tetapi tema-tema produk kalender digarap oleh tim yang berkompeten. Abu Adi memaparkan, “Kalender HSI 2025 di bawah pengawasan murid sekaligus menantu beliau, Ustadz Isfaul Choiry, yang masuk ke dalam Tim Kalender HSI 2025.”

Bebas Ongkir untuk Pulau Jawa

Sama seperti program tahun-tahun sebelumnya, Abu Adi menjelaskan bahwa HSI Pernik menghapus ongkos kirim alias biaya pengiriman untuk pemesanan Kalender 2025. Kebijakan ini berlaku bagi pemesanan di area Pulau Jawa.

“Sedangkan untuk luar Jawa, ada subsidi ongkir 15 ribu rupiah,” imbuhnya. Penghapusan maupun pengurangan biaya pengiriman produk Kalender 2025, diharapkan mempermudah para santri memiliki produk salah satu divisi usaha milik HSI tersebut.

Kalender Dinding dan Kalender Meja

Tidak jauh berbeda dengan produk sebelumnya, Kalender 2025 HSI dicetak dalam dua versi. Ada kalender dinding dan ada kalender meja. Abu Adi merinci bahwa kalender dinding dicetak dalam ukuran 31 cm x 48 cm (portrait), bermateri art carton 210, dengan total 13 lembar tanpa cetak bolak-balik, full colour, bending spiral, dan terdapat hanger besi atau materi penggantung dari besi.

Sedangkan kalender meja dibuat berukuran 21 cm x 15 cm (landscape), kertas art carton 210, terdapat 13 lembar dengan cetak bolak-balik, full colour, bending spiral, dan terdapat dudukan berbahan linen master.

Dapat Dipesan hingga 20 November 2024

Menurut Abu Adi, Kalender 2025 HSI ditawarkan dalam tiga pilihan paket, yaitu Paket A yang terdiri dari dua kalender dinding, Paket B berupa satu kalender dinding dan satu kalender meja, serta Paket C yang berisi dua kalender meja. Harga masing-masing paket sama, yaitu sekitar seratus ribuan saja.

Santri Angkatan 152 yang berdomisili di Yogyakarta ini kemudian menambahkan, bahwa nantinya kalender-kalender yang dipesan, akan dikemas dengan kemasan plastik sehingga aman sampai tujuan. Disebutkan oleh Abu Adi, kali ini divisinya mentargetkan 10.000 eksemplar kalender untuk didistribusikan.

“Kalender sudah bisa dipesan hingga 20 November mendatang melalui https://pernik.hsi.id/,” ujarnya melengkapi keterangan.

Terus Mengupayakan Perbaikan

Di akhir wawancara, Abu Adi menyisipkan cerita bahwa produksi kalender kali ini, melibatkan bantuan para santri HSI penggiat dakwah dari divisi lain. “Kali ini dibantu personil Majalah HSI dan KBM ART untuk pembuatan naskah dan quality control (QC)-nya,” ungkap Abu Adi.

Pernik HSI sudah ke-6 kalinya mencetak kalender sejak divisi itu terbentuk dan resmi bertugas. Abu Adi menuturkan bahwa Pernik HSI berupaya senantiasa mengupayakan perbaikan terutama dalam hal kualitas produk. “Kita menyadari tidak ada yang sempurna kecuali Kitabullah. Namun kami senantiasa berusaha melakukan perbaikan agar meminimalisir kesalahan,” Abu Adi menyampaikan. “Diantaranya berupa memperketat proses QC dengan memberikan checklist di setiap objek yang tampil di kalender,” imbuhnya.

Nah, antum sudah pesan atau belum? Yuk, jangan sampai ketinggalan. Segera pesan Kalender 2025 produk Divisi Pernik HSI melalui website resmi https://pernik.hsi.id/ ya… Mari amalkan ilmu seputar amalan ringan yang ditampilkan per halaman tiap bulannya. Mudah-mudahan istiqamah dan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan kelak di hari perhitungan, insyaallah, aamiin..

14