Jangan Abaikan Anemia! Kenali Sejak Dini
Dijawab oleh dr. Indra Karno
Pertanyaan dari Ibu Utami (38 tahun) di Sukoharjo, Jawa Tengah:
Saya dan anak saya sering mengalami pusing ketika menstruasi. Mungkin saya terkena anemia karena setelah kami minum suplemen Sangobion atau Etabion, kondisinya membaik. Ketika kita mengonsumsi misalnya sate kambing atau yang lainnya yang proteinnya agak tinggi itu agak lumayan. Ketika kita pas menstruasi dan tidak mengonsumsi makanan tersebut, kita pusingnya dari awal sampai menstruasinya selesai. Suplemen atau makanan atau minuman apa yang mungkin bisa meningkatkan sel darah merah kita? Mana yang lebih bagus, mengonsumsi bubur kacang hijau atau sari kacang hijau?
Jawaban:
Sel darah merah, sel platelet (keping darah yang berperan dalam pembekuan), maupun sel darah putih itu membutuhkan nutrisi yang cukup berimbang. Zat yang utama itu adalah zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Zat besi banyak terdapat pada daging, susu, hewani, maupun dari nabati seperti tumbuh-tumbuhan. Asam folat banyak terdapat pada sayur-mayur (bayam, brokoli, atau selada), daging, atau telur. Untuk vitamin B12 terutama terdapat pada susu dan daging. Daging itu macam-macam, bisa daging kambing atau daging sapi. Ibu penanya kalau makan daging kambing maka keluhannya akan lebih ringan. Sebenarnya bukan hanya daging kambing saja, karena daging sapi juga banyak mengandung zat besi. Asupan dari zat besi itu akan diproduksi oleh sel tubuh untuk membentuk sel darah merah.
Kacang hijau sarinya itu biasanya dari airnya. Jadi kalau ada gangguan pencernaan umpamanya, kita tidak boleh makan serat, kita bisa minum sarinya, tapi kalau tidak ada keluhan maka lebih baik kita makan utuh untuk kita ambil seratnya untuk memperbaiki pencernaan kita. Kacang hijau itu termasuk biji-bijian yang mengandung asam folat, zat besi, maupun vitamin B12. Manfaatnya untuk anemia hampir sama antara sari maupun buburnya. Kalau makan bubur itu maka seratnya juga ikut. Untuk mengatasi masalah anemianya itu sama-sama bagus untuk kita konsumsi. Sebenarnya selain sarinya, lebih bagus kalau kita makan juga dengan seratnya.

Pertanyaan dari Ibu Nanda (27 tahun):
Saya mengetahui bahwa kadar hemoglobin normal untuk seseorang wanita adalah 12 sampai 14. Saya pernah melakukan pengecekan hemoglobin pada hari sebelum menstruasi. Paginya saya melakukan pengecekan hemoglobin dan kebetulan siangnya ternyata saya menstruasi, hasilnya adalah 12. Saya juga pernah melakukan pengecekan kadar hemoglobin sehari atau dua hari setelah menstruasi itu kadarnya 10. Saya sudah rajin mengonsumsi suplemen zat besi. Yang ingin saya tanyakan, apakah kondisi dengan kadar hemoglobin yang demikian itu masih dikategorikan sebagai normal atau sudah terkategori sebagai anemia, mengingat saya saat ini sedang dalam tahap perencanaan kehamilan. Kemudian pertanyaan yang kedua, ketika saya rajin rutin mengonsumsi suplemen zat besi maka siklus menstruasi saya akan normal, sedangkan ketika saya tidak rajin mengonsumsi suplemen zat besi maka siklus haid saya jadi lebih panjang. Apakah kondisi yang demikian itu masih dalam kategori normal atau sebetulnya terjadi gangguan yang sudah dapat dikategorikan sebagai anemia?
Jawaban:
Produksi sel darah merah yang namanya hematopoietin terjadi tiap kira-kira tiap tiga bulan sekali. Jadi semisal kita menstruasi sekarang kita minum suplemen itu otomatis nanti darahnya kita langsung turun. Misal menstruasinya banyak, kemunginan Hb (hemoglobin) bisa turun tapi tidak langsung. Kalau menstruasi yang wajar mungkin umpamanya dari Hb 14 akan turun menjadi 13 atau 12. Ketika menstruasi, kita meminum suplemen zat besi itu gunanya supaya tubuh tidak kekurangan zat besi.
Kelangsungan produksi atau pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Proses pembentukan sel darah itu supaya tidak terganggu atau kurang maka sebaiknya diatasi dengan meminum suplemen. Tapi tidak langsung atau tiba-tiba naik, misal Hb 11 karena menstruasi, lalu minum zat besi selama 7 hari kemudian langsung naik. Jadi tetap siklusnya itu kira-kira 3 bulan sekali. Kalau 3 bulan sekali, kenapa kita perlu supply zat besi pada waktu menstruasi? Karena di waktu menstruasi proses produksi sel tetap berlangsung di sumsum tulang.
Proses pembentukan bakal sel darah yang sudah mau setengah matang, nantinya dalam tiga bulan akan menjadi matang. Setelah itu akan diedarkan ke seluruh pembuluh darah di seluruh tubuh. Ada tahapan-tahapan, jadi jangan sampai pada tahap pembuatan inti sel yang masih mentah itu kekurangan zat besi sehingga nanti pada proses pematangan selanjutnya akan terganggu. Maka dari itu, waktu menstruasi tetap kita butuh asupan zat besi dari makanan atau dari suplemen agar pada waktu yang setengah matang itu tidak kekurangan besinya, jadi pada proses selanjutnya pematangan sel akan sempurna, tidak ada kekurangan besinya. Dengan demikian sel darah marah yang dikeluarkan ke seluruh tubuh itu merupakan sel darah merah yang normal.
Sekarang ibu sedang menjalani program hamil, maka pesan saya jaga asupan gizi yang seimbang protein, karbohidrat, dan mineral. Beri tahu pasangannya agar jangan merokok karena kalau hamil itu butuh sel sperma yang bagus dan sel telur yang berkualitas. Salah satu hal yang memengaruhi kualitas sperma itu rokok. Pasangannya menjadi perokok pasif dan ada residu-residu kimia rokok yang akan menempel ke tubuh pasangannya dan dikhawatirkan akan mengganggu kualitas dari sel telur.