Kesehatan

Ini Dia yang Perlu Diketahui Seputar Asam Urat

Penulis: dr. Avie Andriyani

Editor: Happy Chandraleka


Benarkah jempol bengkak disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi?

Apakah sayuran hijau merupakan penyebab naiknya kadar asam urat?

Apa yang harus dilakukan jika memiliki kadar asam urat yang tinggi?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas, kerap terlontar dari para penderita asam urat atau pun mereka yang dihantui bayang-bayang penyakit satu ini. Meski sering diidentikkan dengan penyakit kaum manula, ternyata kadar asam urat tinggi bisa menyerang siapa saja yang abai pada kandungan asupan yang dikonsumsi.

Lalu, apa sebenarnya asam urat dan apa saja penyebab maupun gejalanya, Rubrik Kesehatan Majalah HSI kali ini akan menampilkan ulasannya. Mari simak bersama...

APA ITU ASAM URAT?

Asam urat atau uric acid merupakan zat sisa metabolisme dari purin di dalam tubuh manusia. Purin merupakan zat yang secara alami ada di dalam tubuh manusia. Purin juga didapatkan dari luar yaitu dari berbagai makanan seperti daging (sapi, kambing), seafood (udang, kerang), minuman beralkohol, dan jeroan (usus, jantung). Asam urat larut di dalam darah dan selanjutnya dibuang lewat air kemih setelah melewati ginjal. Jika jumlah asam urat melebihi batas normal maka ginjal akan kesulitan memproses dan akhirnya tidak bisa membuang seluruhnya. Akibatnya, banyak asam urat yang menumpuk di dalam tubuh atau disebut juga hiperurisemia atau asam urat berlebih. Selanjutnya asam urat akan membentuk kristal monosodium urat di lokasi tertentu terutama bagian sendi (jari, pergelangan tangan dan kaki). Jika hal ini dibiarkan akan berakhir menjadi penyakit gout arthritis yaitu radang sendi akibat tumpukan kristal yang mengeras.

APA SAJA GEJALANYA?

Gejala awal gout arthritis berupa nyeri akibat peradangan pada persendian terutama di jempol kaki, lutut, dan pergelangan kaki . Selain nyeri, gejala juga bisa dilihat langsung karena biasanya memerah dan bengkak. Rasa nyeri semakin bertambah ketika digerakkan atau disentuh. Gejala awal pada saat serangan ini berlangsung kurang lebih selama dua hingga sepuluh hari. Adapun jika gejala berlangsung lama (kronis) maka penderita harus menyesuaikan diri dengan rasa sakit pada area persendian sehingga mempengaruhi cara bergerak, gaya berjalan, dan bahkan postur tubuh penderita. Gout arthritis yang parah akan menyerang semakin banyak sendi dan menimbulkan kerusakan yang menetap. Berat ringannya gejala yang muncul berbeda pada setiap orang karena tergantung pada tingginya kadar asam urat dalam darah, seberapa lama mengalami gout arthritis, dan riwayat penyakitnya.

APA FAKTOR RESIKO PENYAKIT gout arthritis?

Gout arthritis atau penyakit radang sendi akibat asam urat berlebih seringkali dipicu oleh kelebihan konsumsi makanan yang mengandung purin dan juga karena kerja ginjal yang terganggu. Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang memperbesar kemungkinan seseorang mengalami penyakit gout arthritis, antara lain:

  • Konsumsi makanan dan minuman tinggi purin. Terlalu berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar purin yang sangat tinggi seperti seafood (udang, kerang), daging merah (sapi, kambing), dan minuman beralkohol.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi ini memicu munculnya berbagai penyakit dan salah satunya adalah gout arthritis.
  • Faktor keturunan. Seseorang yang memiliki riwayat menderita gout arthritis di dalam keluarganya maka akan memperbesar kemungkinan penyakit tersebut.
  • Faktor jenis kelamin. Laki-laki lebih berisiko mengalami gout arthritis.
  • Faktor usia. Semakin bertambah usia maka risiko mengalami gout arthritis juga semakin besar. Pada perempuan, masa menopause juga semakin meningkatkan faktor risiko mengalami gout arthritis.

BAGAIMANA DIAGNOSISNYA?

Ketika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gout arthritis, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yaitu dengan memeriksa kondisi sendi dan mengevaluasi tanda-tanda peradangan seperti pembengkakan atau kemerahan. Selain itu, diperlukan juga pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dan urin (air kemih). Kadar asam urat normal dalam darah adalah 2,4-6 mg/dL pada perempuan dan 3,4-7mg/dL pada laki-laki. Jika semua pemeriksaan baik fisik maupun laboratorium mengarah pada diagnosis gout arthritis maka dokter akan meresepkan obat anti nyeri, anti radang, dan obat penurun kadar asam urat. Dokter juga akan memberikan edukasi seputar pola makan, aktivitas fisik, beserta pantangan apa saja yang perlu diketahui oleh pasien. Gout arthritis merupakan penyakit yang bisa terkontrol dengan obat dan perubahan gaya hidup tapi juga sangat rentan mengalami kekambuhan, sehingga dibutuhkan kesadaran dari penderita untuk memperoleh kesembuhan.

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

Mencegah insyaallah lebih baik daripada mengobati. Berikut ini beberapa hal yang bisa ditempuh supaya kita terhindar dari penyakit akibat asam urat berlebih :

  • Mengurangi konsumsi makanan yang berkadar putin tinggi seperti jeroan, daging merah, makanan laut, dan lain-lain.
  • Mengurangi makanan yang mengandung kadar lemak dan minyak yang tinggi.
  • Mengurangi konsumsi minuman manis dan yang mengandung alkohol.
  • Mengatur pola makan sehat dan aktif bergerak supaya terhindar dari obesitas (berat badan berlebih).
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih minimal 2 L dalam sehari.

SEPUTAR MITOS DAN FAKTA

Berikut ini beberapa mitos dan fakta yang banyak beredar seputar penyakit gout arthritis:

  • Mitos: hanya laki-laki yang berisiko mengalami gout arthritis. Faktanya, jenis kelamin laki-laki memang lebih berisiko mengalami gout arthritis tapi fakta lainnya adalah perempuan juga bisa mengalaminya, terutama pada wanita setelah memasuki masa menopause.
  • Mitos: gout arthritis hanya dialami oleh seseorang dengan berat badan berlebih. Faktanya, banyak juga pasien dengan berat badan ideal memiliki kadar asam urat yang tinggi pula.
  • Mitos: penderita gout arthritis sama sekali tidak boleh mengonsumsi sayuran hijau. Faktanya, penderita gout arthritis disarankan mengurangi konsumsi sayuran hijau tertentu seperti bayam, brokoli, terung, dan labu. Mengurangi disini bukan berarti dilarang sepenuhnya, jadi penderita tetap boleh makan sayur hijau dan bisa mencukupi kebutuhan serat harian tanpa khawatir kambuh lagi penyakitnya.
  • Mitos: Tidak perlu minum obat, cukup menerapkan gaya hidup sehat saja. Faktanya, pola hidup sehat memang penting tapi menurut penelitian dari Gout and Uric Acid Education Society, penurunan kadar asam uratnya hanya sekitar 1 mg/dL saja, selebihnya harus dibantu dengan obat penurun kadar asam urat. Adapun gejala seperti nyeri dan radang juga membutuh obat-obatan berdasarkan gejala (simptomatik) seperti obat anti nyeri dan anti radang.

Demikianlah penjelasan tentang penyakit akibat kadar asam urat berlebih atau disebut juga dengan gout arthritis. Tidak perlu khawatir berlebihan sehingga antipati dengan sayuran hijau atau makanan yang bersumber dari laut. Kita tetap disarankan untuk menyantap makanan bergizi lengkap dan seimbang, yang terpenting adalah porsinya disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Semoga bermanfaat.

Referensi:

  1. Asam Urat - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, https://www.honestdocs.id/asam-urat, diakses tanggal 6 Februari 2025.
  2. Lumintang, C. T., & Wetik, S. V. (2021). Diet pada Penderita gout arthritis. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(2), 143-148.
  3. Mubarak, A. N., & Astuti, Z. (2022). Hubungan konsumsi makanan yang mengandung purin dengan kadar asam urat: Literature Review. Borneo Studies and Research, 3(3), 2659-2663.
  4. Yang, T., Bi, S., Zhang, X., Yin, M., Feng, S., & Li, H. (2024). The Impact of Different Intensities of Physical Activity on Serum Urate and Gout: A Mendelian Randomization Study. Metabolites, 14(1), 66.
0