Kesehatan
🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Hijrah Menuju Hidup Sehat: Menjaga Tubuh sebagai Amanah

Reporter : dr. Sri Setya Wahyu Ningrum

Redaktur : dr. Avie Andriyani


Di era serba cepat, praktis, dan modern saat ini, banyak orang tanpa sadar hidup dengan pola yang kurang sehat. Makan berlebihan, tidur larut malam, kurang bergerak, hingga terlalu sering mengonsumsi makanan instan. Dampaknya angka kejadian penyakit metabolik semakin meningkat pada beberapa tahun terakhir. Hipertensi, diabetes melitus, obesitas, stroke, hingga serangan jantung banyak terjadi, bahkan di usia muda.

Menariknya, Islam sejak dahulu telah mengajarkan prinsip hidup sehat melalui teladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim no. 2664). Lalu, bagaimana cara berhijrah menuju hidup yang lebih sehat, sederhana, dan berkah? Yuk, simak pembahasannya di Majalah HSI edisi 91 berikut ini.

Gaya Hidup Modern dan Ancaman Penyakit

Berdasarkan World Obesity Atlas (2022), Indonesia menempati urutan ketiga dari 10 negara di Asia Tenggara dengan estimasi prevalensi obesitas tertinggi, baik pada perempuan maupun laki-laki. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan angka obesitas dewasa (kelompok usia lebih dari 18 tahun) mengalami peningkatan dari 21.8% (tahun 2018) menjadi 23.4% (tahun 2023). Penyakit jantung koroner juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hasil survei nasional menunjukkan bahwa 95,8 persen orang dewasa di Indonesia kurang aktivitas fisik. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh populasi dewasa belum memenuhi standar aktivitas fisik minimal yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.

Kebiasaan sering begadang, mengonsumsi makanan cepat saji dan tidak sehat, duduk dan berbaring terlalu lama, hingga kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga, menjadi salah satu faktor risiko utama. Apalagi di era yang serba digital ini, kebiasaan duduk lama karena pekerjaan yang serba online, berbaring sepanjang hari sambil bermain game maupun scrolling media sosial sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Gaya hidup yang tidak sehat ini seiring waktu dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.

Metabolisme tubuh dan sirkulasi darah yang terganggu dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam darah, gangguan pemecahan gula, meningkatnya berat badan berlebih, hingga gangguan kognitif dan perilaku. Dampak jangka panjangnya adalah semakin tingginya risiko terjadi hipertensi, diabetes melitus, obesitas, stroke, penyakit jantung, bahkan gangguan cemas dan depresi. Semua ini dapat berujung pada menurunnya kualitas hidup masyarakat.

Hijrah Pola Makan, Sehat dan Tidak Berlebihan

Dalam satu dekade terakhir, tren masyarakat mengonsumsi makanan instan, minuman manis semakin meningkat. Konsumsi makanan instan, gula, garam, dan lemak yang berlebihan justru bisa meningkatkan risiko penyakit-penyakit metabolik maupun kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, hingga obesitas. Sehingga konsumsi makanan yang bergizi seimbang menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Islam mengajarkan kita untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib, tidak berlebihan, serta menjauhkan diri dari makanan haram. Dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31, Allah berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Rasulullah pun melarang sikap berlebih-lebihan. Beliau pernah bersabda tentang anjuran pembagian isi perut, bahwa sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas. Bercermin pada keseharian Rasulullah dalam urusan makanan, beliau shallallahu ’alaihi wasallam tidaklah berlebihan dan hanya makan secukupnya. Seperti banyak dinukil, beliau shallallahu ’alaihi wasallam mengutamakan kurma, madu, susu, dan makanan alami.

Tidur Cukup dan Menjaga Ritme Kehidupan

Jauh sebelum para ahli kesehatan menjelaskan manfaat tidur bagi tubuh, Al-Qur'an telah mengingatkan bahwa tidur merupakan salah satu bentuk rahmat yang Allah berikan kepada manusia.

Nyatanya, keluhan kurang tidur kerap dilontarkan manusia zaman sekarang akibat pola aktivitas harian yang berlama-lama di depan gadget. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Tubuh menjadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan kesehatan mental. Padahal, saat tidur tubuh menyimpan energi, mempercepat proses pemulihan ketika sakit, serta memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan. Karena itu, tidur memiliki peran yang sama pentingnya dengan kebutuhan makan, aktivitas fisik, dan kebutuhan dasar lainnya dalam menjaga kesehatan fisik, psikis, dan sosial.

Islam pun memberikan perhatian terhadap pentingnya tidur sebagai bagian dari keseimbangan hidup manusia. Tidur bukan sekadar jeda dari aktivitas, tetapi merupakan nikmat dan sarana istirahat yang Allah karuniakan bagi hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

"Dan Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat." [QS. An-Naba: 9]

Ayat ini mengingatkan bahwa tidur merupakan bagian dari fitrah yang Allah tetapkan bagi manusia. Dengan menjaga pola tidur yang cukup dan teratur, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal serta menjaga kesehatan tubuh serta pikirannya.

Olahraga sebagai Bentuk Menjaga Amanah Tubuh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umat muslim untuk berkuda, berenang, maupun memanah. Hal ini sebagai bentuk menjaga amanah dan bersyukur atas nikmat sehat yang Allah karuniakan kepada kita. Oleh karenanya olahraga dapat bernilai ibadah, selain berbonus tubuh menjadi lebih sehat dan kuat. Alhamdulillah, di satu sisi, hal ini selaras dengan fakta yang ada kini bahwa tren olahraga semakin meningkat. Tidak hanya anak muda, orang dewasa hingga lansia pun, sekarang tampak gandrung berolahraga.

Kelihatannya kesadaran untuk membiasakan gaya hidup sehat semakin meningkat. Tidak heran apabila banyak bermunculan komunitas-komunitas olahraga dari berbagai kelompok usia. Masyarakat mulai sadar manfaat olahraga dalam membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme tubuh, dan kesehatan mental. Olahraga pun tidak harus mahal dan ekstrem. Banyak cabang olahraga yang mudah dan dapat dijangkau seperti jalan kaki, bersepeda, angkat beban, stretching, dan banyak pilihan lainnya.

Menghindari Kebiasaan yang Merusak Kesehatan

Hendaknya kita menghindari kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi makanan instan berlebihan, sering begadang di malam hari, malas bergerak, lebih banyak rebahan, kebiasaan memendam stress dan tidak mengelolanya dengan baik. Kebiasaan-kebiasaan ini dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan. Penting untuk kita menjaga keseimbangan hidup, baik fisik maupun spiritual. Tidak harus langsung berubah dalam satu waktu, tetapi lakukan bertahap. Islam melarang umatnya untuk membahayakan diri sendiri. Rasulullah bersabda,

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Tidak boleh memberikan mudarat tanpa disengaja atau pun disengaja (Hadits hasan, HR. Ibnu Majah, no. 2340; Ad-Daraquthni no. 4540, dan yang lainnya).

Mulai sekarang, mari hijrah menuju pola hidup yang lebih sehat. Jangan jadikan hidup sehat sekadar tren. Niatkan untuk beribadah dan sebagai bentuk syukur kepada Allah. Perubahan kecil yang konsisten lebih bermakna daripada perubahan besar secara instan tetapi tidak bertahan lama dan kembali ke kebiasaan lama.

Mari kita mulai dari hal sederhana seperti memperbaiki pola makan, tidur yang cukup, rutin bergerak aktif atau olahraga, dan menjaga kesehatan mental maupun spiritual. Dengan tubuh yang sehat, insyaallah beribadah, bekerja, dan beraktivitas sehari-hari akan lebih nyaman dan optimal. Baarakallahu fiikum.

Sumber :

  • https://almanhaj.or.id/2515-kaidah-ke-15-tidak-boleh-melakukan-sesuatu-yang-membahayakan.html
  • Keputusan Menteri Kesehatan, 2025, Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Obesitas Dewasa
  • https://muslimah.or.id/24836-hadis-mukmin-yang-kuat-lebih-dicintai-kuat-apanya.html
  • https://rumaysho.com/23904-hadits-arbain-32-tidak-boleh-memberikan-mudarat-sengaja-atau-pun-tidak.html
  • https://muslim.or.id/52404-diet-sehat-ala-rasulullah-1.html
  • Nasution et al, 2025, Systematic Review: Pengaruh Gaya Hidup dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Risiko Penyakit Jantung Koroner, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 4(2), pp. 287-298
0