Fimosis Patologis Vs Fisiologis
Pembicara : dr. Alexandra Sp. B, Sp.BA (K)
Pertanyaan dari Ibu Siti Haryani NIP ART192-24150 (Sumsel)
Semoga Allah selalu menjaga dokter keluarga Ustaz Abdullah Roy dan para tim. Aamiin. Saya mau bertanya kira-kira untuk menghindari terjadinya fimosis patologis, apa saja yang bisa dilakukan sejak dini pada bayi laki-laki? Kira-kira khitan yang lebih tepat pada usia berapa pada anak bayi laki-laki.
Jawaban:
Sebetulnya setiap bayi lahir itu semuanya pasti fimos karena tidak ada bayi yang langsung terbuka kulit kemaluannya dan kelihatan kepala penisnya. Jadi itu yang termasuk disebut diagnosis fisiologis. Fimosis fisiologis itu saya suka anjurkan di umur enam bulan atau 7 bulan. Dicoba dibuka kulitnya sehingga kelihatan kepala penisnya. Karena kalau sudah kelihatan kepala penis artinya sisa air kencing yang terkumpul di bawah kulit kemaluannya jauh berkurang. Untuk menjaga dan mencegah agar tidak terjadi fimosis yang patologis dijaga betul kebersihan di daerah kemaluannya. Jika anak kita menggunakan pampers maka harus diperhatikan agar penisnya tidak terkompres oleh air kencingnya. Jadi harus sering dicek dan dibersihkan.
Tentang kapan waktu sunat yang tepat, sebetulnya tidak ada batasan umur. Masalahnya adalah pembiusannya. Anak-anak di bawah 1 bulan itu masih bisa dilakukan dengan bius lokal. Tapi kalau sudah di atas 1 bulan pergerakan kakinya hebat, sehingga akan mempersulit proses pekerjaannya. Oleh sebab itu, bayi di atas 1 bulan biasanya kita lakukan dengan bius total. Tidak perlu khawatir dengan bius total karena bius total sekarang obat-obatnya sudah jauh lebih modern. Mereka menggunakan gas untuk membuat anak tertidur. Perawatan pasca sunat juga lebih mudah. Kalau pada anak-anak di atas 6 bulan biasanya tidak rawat, dikerjakan pagi biasanya siangnya bisa pulang. Walaupun dengan dibius total. Jadi tidak ada batasan umur untuk khitan. Umur berapapun bisa dilakukan.
Pertanyaan dari Fulan
Assalamu’alaikum, Dok. Bagaimana cara membersihkannya, penis anak yang masih mengalami fimosis fisiologis tanpa menimbulkan cedera dan bagaimana penanganannya, Dok?
Jawaban :
Biasanya, anak di bawah umur 1 tahun itu kulitnya masih elastis, walaupun dia sempit tetapi elastis. Biasanya saya anjurkan bahwa anak di bawah umur 1 tahun penisnya masih bisa dibuka, kalau bahasa kedokterannya dilakukan dilatasi. Jadi si kulit kemaluannya itu kalau kita lihat itu bisa kita tarik ke bawah. Jika kita tarik ke bawah nanti kepala penisnya itu yang akan mendorong membuka kulit bagian depan. Jadi tidak pakai alat apa-apa. Tetapi kalau kita temukan di pampers anak ada bercak seperti nanah atau setiap pipis keluar nanah artinya itu sudah mulai infeksi. Kalau infeksi ada baiknya kita terapi infeksinya. Nanti setelah infeksinya diatasi, baru kita evaluasi lagi bagian kulit kemaluannya apakah bisa dibuka atau kita anjurkan untuk disunat. Anak-anak yang terkena infeksi kadang-kadang ada yang kulitnya masih baik, tapi ada juga yang kulitnya terus jadi lebih kaku di bagian depannya. Kalau kulitnya lebih kaku di bagian depannya saya sarankan lebih baik disunat. Disunat itu bukan berarti emergensi harus besok harus lusa. Bisa kapan saja dikerjakan sesuai kenyamanan anak dan orang tua.
Pertanyaan dari Fulan
Pascakhitan, di kepala kulup anak seperti keluar air atau nanah dan mlenting-mlenting (bentol kecil-kecil, bahasa Jawa, red). Apakah itu bisa kita basuh atau kita lap? Bagaimana penanganan pascakhitan, Dok?
Jawaban:
Biasanya pada anak-anak itu ada kulit kemaluan yang masih menempel dengan kepala penisnya. Jika kita tarik itu bisa dibuka. Sunat membebaskan kulit menempel di kepala penis. Setelah pascasunat akan suka muncul cairan bening yang bahasa awamnya darah putih. Cairan bening yang keluar itu dalam bahasa kedokteran kita sebut namanya plasma. Plasma itu bisa mengering. Setelah mengering plasma akan kelihatan seperti keropeng-keropeng. Terutama di daerah sekitar kepala penis. Ini sebetulnya bukan infeksi tapi itu reaksi. Nanti setelah anak itu mulai mandi, keropeng-keropeng itu akan lepas dengan sendirinya. Di area jahitannya juga akan seperti itu dan ini adalah sesuatu yang normal. Jadi perlu diingat bahwa setiap ada luka itu pasti butuh waktu untuk proses penyembuhan luka, yang biasa disebut dengan healing process. Proses penyembuhan luka ini ada teoritisnya. Biasanya tiga hari di awal kalau ada jahitan terbuka, jangan sampai kena basah karena itu proses penyembuhan luka. Tetapi kalau basah karena kena pipis tidak mengapa. Basah itu artinya jangan dimandikan dulu. Ada juga teknik yang lain yang menggunakan isoakril. Isoakril itu selain ditempelkan pada luka juga bisa melindungi lukanya.
Pertanyaan dari Fulan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dokter. Semoga Allah menjaga dokter dan keluarga. Amin, Dok. Apakah infeksi saluran kemih pada anak bisa berhubungan dengan fimosis? Selain sunat, apakah ada terapi lain untuk menangani fimosis patologis ini?
Jawaban:
Infeksi saluran kencing biasanya berhubungan dengan fimosisnya. Infeksi saluran kencing harus dibuktikan selain dengan gejala-gejalanya harus dibuktikan juga dengan pemeriksaan urin di laboratorium, apakah ada infeksi atau tidak. Jika hasilnya normal berarti gejalanya di daerah kulit kemaluannya saja. Tetapi kalau misalnya ternyata urinnya ada yang mengarah ke arah infeksi saluran kencing biasanya kita obati dulu infeksinya. Kemudian nanti dilihat kulit kemaluannya. Kalau usia anak dibawah satu tahun, maka kulit kemaluannya masih bisa dibuka. Jika anak usia dua tahun itu biasanya saluran kencing itu sudah berhubungan dengan kulitnya dan biasanya agak susah untuk dibuka. Untuk yang seperti ini, biasanya kita sarankan untuk disunat. Tetapi kita tidak menganjurkan disunat dalam keadaan infeksi. Karena kalau dalam keadaan infeksi penyembuhan lukanya biasanya tidak bagus. Jadi lebih baik disunat dalam keadaan infeksinya sudah teratasi.
Pertanyaan dari Fulan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dok. Bolehkah orang tua mencoba untuk menarik kulup anak agar cepat terbuka gitu, Dok? apakah ada risiko dan apakah menarik kulup secara paksa dapat menyebabkan fimosis patologis. Terima kasih atas jawabannya, Dok
Jawaban:
Sebetulnya orang tua bisa melakukannya. Akan tetapi untuk pertama kali sebaiknya dilakukan oleh Dokter. Kemudian Dokter mengajarkan kepada orang tua agar bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Biasanya setelah dua minggu kita evaluasi, InsyaAllah biasanya hasilnya bagus. Saya anjurkan menarik kulup bisa dimulai sejak umur enam bulan atau tujuh bulan. Karena pada usia tersebut lebih mudah untuk dilakukan. Coba ditarik pelan-pelan ke bawah, ini bisa dilakukan dengan mudah. Penis sebaiknya jangan dari atas ke bawah tetapi dari samping-samping batang penisnya ini kulit tarik ke bawah. Perlakuan ini akan mendorong penis untuk membuka. Jadi, tidak dipaksa kulitnya ditarik-tarik agar terbuka.
Pertanyaan dari Fulan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dokter. Dok, apakah keterlambatan menangani fimosis patologis dapat menimbulkan komplikasi? Jika anak tidak mengeluh nyeri tetapi kulup belum bisa ditarik hingga usia sekolah, apa perlu diperiksakan ke dokter atau sebagai orang tua, tindakan apa yang perlu kami lakukan jika itu terjadi?
Jawaban:
Sebenarnya jika terjadi fimosis patologis pasti pernah ada riwayat sebelumnya. Akan tetapi apakah ada riwayat atau tidak, jika masalahnya hanya tidak bisa terbuka tanpa ada gejala-gejala infeksi itu mungkin juga bisa dimasukkan dalam kategori fimosis fisiologis.
Kalau pada anak-anak, makin besar problemnya adalah higiene pada daerah penisnya. Jadi kan bagian dalamnya tidak bisa dibersihkan. Nah, pada anak-anak yang lebih besar biasanya kita anjurkan kalau tidak bisa dibuka akan lebih baik dilakukan sunat. Karena dengan disunat kepala penisnya akan terbuka. Kalau kepala penis terbuka maka akan lebih mudah untuk membersihkan.