Fakta Kesehatan Seputar Daging Qurban
Kontributor: Nurul Hikmah Ilyas, S.Ft., Ftr.
Redaktur: dr. Avie Andriyani
Momen Idul Adha sangat erat kaitannya dengan ibadah qurban. Berqurban, layaknya ibadah ada umumnya, merupakan jalan seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah sebagai bentuk ketakwaan. Ibadah qurban juga merupakan bentuk syukur atas nikmat yang Allah karuniakan. Di lain sisi, ibadah ini menempa rasa peduli terhadap sesama. Ada keberkahan di setiap potongan daging qurban sehingga biidznillah memiliki banyak manfaat, untuk kesehatan juga tentunya.
Sebagaimana yang telah diatur dalam syariat, kita boleh menyembelih hewan qurban seperti domba, kambing, sapi, unta, juga kerbau, pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Daging merah pada hewan qurban memiliki kandungan gizi tinggi. Namun benarkah konsumsinya harus dibatasi supaya tidak memicu berbagai penyakit? Pada edisi kali ini, kita akan membahas berbagai fakta kesehatan seputar daging qurban.
Kandungan Gizi Daging Qurban
Daging merah pada hewan qurban seperti domba, kambing, sapi, kerbau, maupun unta, memiliki kandungan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan gizi dalam daging qurban antara lain protein hewani, lemak, vitamin B12, Zinc, hingga zat besi (Fe) yang bermanfaat sebagai sumber energi, untuk memperbaiki sel-sel tubuh, hingga mendukung kelancaran metabolisme tubuh.
Berdasarkan keterangan Subdirektorat Pengelolaan Konsumsi Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat Kementrian Kesehatan RI, kandungan gizi daging kambing dan sapi (per 100 gram) adalah 18,0 gram lemak, 24,9 gram protein, 268,9 kalori dan 0 gram karbohidrat (tidak megandung karbohidrat). Rinciannya sebagai berikut :
- Protein hewani dalam daging berfungsi membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, memproduksi hormon, enzim, dan zat kimia lain dalam tubuh, membentuk otot, tulang, kulit, dan darah, memperkuat imun tubuh, serta sebagai sumber tenaga.
- Lemak berfungsi sebagai sumber energi, menunjang fungsi otak, membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, K, dan mineral. Daging sapi dan kambing mengandung lemak jenuh yang tidak baik jika dikonsumsi berlebihan.
- Mineral Zinc sangat penting untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah, guna mencegah anemia.
- Vitamin B khususnya B12, berfungsi dalam menjaga kelancaran proses metabolisme tubuh. Satu porsi daging kambing dapat memberikan 74 sampai 100 persen dari kebutuhan harian untuk vitamin B12.
Tips Konsumsi Daging yang Aman dan Sehat
Ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan manfaat daging qurban, antara lain :
- Pastikan mengonsumsi daging yang segar
- Pilih bagian tubuh yang rendah lemak, buang bagian lemak yang terdapat pada daging, hindari area perut dan jeroan.
- Bagi penderita hiperkolesterol, sebaiknya memilih daging bagian sirloin atau tenderloin dan membatasi jumlah yang dikonsumsi.
- Pastikan daging yang dikonsumsi dimasak secara matang sempurna.
- Pilih metode memasak daging yang lebih sehat seperti dengan cara direbus atau dikukus. Hindari menggoreng daging karena akan menambah kadar lemak, dan membakar daging, karena berisiko menambah zat karsinogenik penyebab kanker.
- Membatasi porsi makan daging secukupnya. Konsumsi protein hewani dari sumber lainnya sehingga lebih bervariasi, seperti ikan, ayam, ataupun telur.
- Konsumsi daging bersama dengan sayur dan buah agar kandungan serat terpenuhi.
- Pastikan konsumsi air putih 8-10 gelas sehari untuk menghindari sembelit dan tetap melakukan olahraga ringan serta aktivitas fisik lainnya untuk membakar kelebihan lemak.
Bahaya Mengonsumsi Daging Secara Berlebihan
Menurut penelitian, mengonsumsi daging secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga penyakit degeneratif. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan protein yang dianjurkan untuk orang dewasa rata-rata 65 gram per orang per hari. Berarti kita bisa mengonsumsi daging 2-3 kali dalam seminggu.
Semua yang berlebihan tentu tidak baik, efek yang bisa terjadi secara langsung jika berlebihan mengonsumsi daging yaitu gangguan pencernaan seperti sembelit, rasa pusing, dan mual. Adapun beberapa penyakit degeneratif yang bisa timbul yaitu penyakit jantung koroner, aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta penyakit gout akibat kadar asam urat yang tinggi. Selain itu, mengonsumsi daging secara berlebihan juga mengakibatkan kegemukan dan bisa memicu kanker.
Mitos dan Fakta Seputar Daging Qurban
Ada banyak mitos seputar daging yang beredar di tengah masyarakat. Berikut ini beberapa mitos yang seringkali dipercaya kebenarannya, padahal tidak sesuai dengan fakta :
Mitos :
Mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah
Fakta :
Mengonsumsi daging kambing tidak berhubungan dengan tekanan darah dan hipertensi. Daging kambing merupakan sumber protein yang baik, kadar kolesterol daging kambing lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lainnya. Namun, kita tetap harus berhati-hati dalam pengolahannya. Hindari pengolahan daging kambing dengan digoreng ataupun bersantan kental, dipanaskan berulang, serta penggunaan bumbu yang berlebihan seperti kecap, saos, atau garam yang mengandung natrium tinggi sehingga bisa menaikkan tekanan darah.
Mitos :
Penderita hipertensi tidak boleh mengonsumsi daging
Fakta :
Penderita hipertensi atau orang dengan tekanan darah tinggi masih bisa mengonsumsi daging, namun dengan memperhatikan cara pengolahan, yaitu tidak mengandung banyak garam maupun bersantan, tidak dibakar, bukan makanan kalengan, perhatikan jenis daging, hindari bagian yang mengandung lemak, dan konsumsi dengan porsi yang tepat.
Mitos :
Ibu hamil tidak boleh mengonsumsi daging kambing
Fakta :
Ibu hamil dianggap tidak diperbolehkan mengonsumsi daging kambing, karena dikhawatirkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, faktanya adalah daging kambing memiliki sejumlah kandungan yang cukup baik untuk tumbuh kembang janin yang sedang dikandung. Mengonsumsi daging kambing diperbolehkan selama itu tetap berada pada batas wajar dan tidak berlebihan. Pastikan daging yang diolah matang seutuhnya, perbanyak minum air putih, dan konsumsi daging dibarengi dengan makanan bergizi lainnya seperti buah dan sayur.
Tips Aman dan Sehat Menyimpan Daging Qurban
Menyimpan daging harus memperhatikan beberapa hal penting berikut ini supaya daging tidak mudah rusak dan kualitasnya tetap terjaga :
- Hindari mencuci daging segar, karena bisa menyebabkan kontaminasi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan
- Jika daging terlihat kotor, dapat dibersihkan dengan cara direbus dalam air mendidih minimal 30 menit lalu dibuang air rebusan pertamanya.
- Daging yang akan disimpan bisa digiling terlebih dahulu atau daging bisa dipotong sesuai kebutuhan, untuk memudahkan ketika hendak dimasak dan dikemas di dalam wadah yang tertutup rapat atau wadah yang tervakum.
- Daging dimasukkan ke dalam chiller suhu 2ᵒC-5ᵒC minimal 24 jam kemudian baru disimpan di dalam freezer. Hal ini dilakukan agar proses pendinginan berlangsung rata dan tidak mendadak, serta untuk menjaga struktur daging tetap stabil bahkan lebih empuk.
- Jika daging beku yang disimpan di freezer hendak dimasak, maka pindahkan ke chiller terlebih dahulu, agar proses thawing (pencairan) dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging tetap bagus.
- Pastikan daging dimasak dengan benar dan matang, untuk meminimalisir kontaminasi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
Kita perlu meletakkan segala ancaman kesehatan akibat mengonsumsi daging secara proposional. Sehingga ketakutan tanpa dasar untuk makan daging pada momen Idul Adha, bisa kita hindari. Perintah dari Allah tentu tak membahayakan hamba-Nya. Akibat buruk yang menimpa, jangan-jangan berasal dari kekeliruan kita sendiri. Mudah-mudahan, bekal ilmu yang cukup menjadikan kita kian bijak serta menghindarkan diri kita dari keburukan atau celaka. Selamat berqurban dan yuk.. jangan takut makan daging qurban.
Referensi:
- Cara Sehat Mengonsumsi Daging Kurban, https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/cara-sehat-mengonsumsi-daging-kurban, diakses tanggal 13 Mei 2025
- Healthy Aging Tips Older Adults Your Life, https://www.nia.nih.gov/healthy-aging-tips-older-adults-your-life, diakses tanggal 15 Mei 2025
- Mitos Seputar Daging Kurban, https://baznas.go.id/Mitos_Seputar_Daging_Kurban, diakses tanggal 13 Mei 2025
- Peran Aktivitas Fisik Dalam Mencegah Penyakit Degeneratif, https://dinkes.bandaacehkota.go.id/peran-aktivitas-fisik-dalam-mencegah-penyakit-degeneratif, diakses tanggal 13 Mei 2025
- Tata Cara Pengolahan Dan Penyimpanan Daging Saat Idul Adha, https://teknologiveteriner.sv.ugm.ac.id/tata-cara-pengolahan-dan-penyimpanan-daging-saat-idul-adha, diakses tanggal 13 Mei 2025
- Tips Sehat Dan Aman Konsumsi Daging Kurban, https://unair.ac.id/tips-sehat-dan-aman-konsumsi-daging-kurban, diakses tanggal 13 Mei 2025