Donor Darah: Amal Kemanusiaan yang Menyehatkan
Reporter : dr. Sri Setya Wahyu Ningrum
Redaktur: dr. Avie Andriyani
Rasulullaah ๏ทบ bersabda,
ู ููู ููููููุณู ุนููู ู ูุคูู ููู ูููุฑูุจูุฉู ู ููู ููุฑูุจู ุงูุฏููููููุง ููููููุณู ุงูููู ุนููููู ูููุฑูุจูุฉู ู ููู ูููุฑูุจู ุงููุขุฎูุฑูุฉู
โBarangsiapa melapangkan seorang mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan melapangkan kesulitannya di akhiratโ (HR. Muslim).
Setiap hari, ribuan pasien di rumah sakit, bergantung pada transfusi darah untuk mempertahankan hidup. Korban kecelakaan, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, pasien kanker, hingga penyandang talasemia merupakan sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan pasokan darah.
Ketersediaan stok darah menjadi kebutuhan vital dalam layanan kesehatan. Sayangnya, jumlah stok darah yang tersedia sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, meskipun berbagai ajakan kepada masyarakat untuk mendonorkan darah terus digencarkan.
Di sinilah donor darah memegang peranan penting. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud kepedulian terhadap sesama.
Di balik setetes darah yang didonorkan, terdapat berbagai aspek yang penting untuk dipahami, mulai dari manfaat, persyaratan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mendonorkan darah. Artikel Rubrik Kesehatan Majalah HSI kali ini akan mengulasnya secara ringkas. Mari simak pembahasannya, lalu ambil bagian dalam ikhtiar menyelamatkan sesama melalui donor darah.
Apa Itu Donor Darah dan Bagaimana Prosesnya?
Donor darah adalah proses menyumbangkan sebagian darah yang kita miliki untuk membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Proses ini dilakukan menggunakan jarum suntik steril yang dihubungkan dengan selang tipis dan kantong penampung darah. Darah yang telah terkumpul kemudian disimpan di Unit Donor Darah (UDD) PMI atau bank darah rumah sakit. Di sana, darah akan diperiksa, diproses, dan disimpan hingga saat dibutuhkan untuk transfusi.
Pengambilan darah pada proses donor darah, umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Volume darah yang ditampung berkisar 350 sampai 450 ml. Volume itu bukan atas permintaan sang pendonor, melainkan mengikuti aturan kesehatan yang telah ditetapkan. Secara umum 350 ml diambil dari pendonor dengan berat badan 45 hingga 54 kg, sedang 450 ml diambil dari mereka yang memiliki berat badan lebih dari 54 kg.
Penentuan volume darah yang diambil juga mempertimbangkan keamanan pendonor. Jumlah darah yang diambil umumnya tidak melebihi sekitar 8 hingga 10 persen dari total volume darah dalam tubuh sehingga masih dianggap aman bagi orang yang memenuhi syarat pendonor.
Selain hal-hal tersebut, volume darah yang diambil juga harus sesuai dengan kapasitas kantong darah. Kantong tersebut telah berisi cairan antikoagulan steril dengan takaran tertentu. Antikoagulan yaitu cairan khusus yang berfungsi mencegah darah membeku selama proses pengambilan dan penyimpanan Jika darah yang terkumpul terlalu sedikit atau terlalu banyak, perbandingan darah dan antikoagulan menjadi tidak ideal sehingga memengaruhi kualitas darah yang akan ditransfusikan kepada pasien.
Mengapa Donor Darah Sangat Dibutuhkan?
Darah merupakan komponen terpenting dalam tubuh manusia yang fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen, zat gizi, hormon, dan berbagai molekul penting lain ke seluruh tubuh. Darah juga berperan mengangkut sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh serta membantu sistem kekebalan melawan infeksi. Apabila tubuh kekurangan atau kehilangan banyak darah, maka keseimbangan tubuh jelas akan terganggu.
Kehilangan darah terus menerus dalam jumlah besar bisa berakibat fatal bahkan mengancam nyawa. Sayangnya, darah tidak dapat diproduksi secara buatan. Hingga saat ini, satu-satunya sumber darah untuk transfusi adalah dari manusia yang mendonorkannya secara sukarela.
Kebutuhan darah sendiri tidak pernah berhenti. Setiap hari, rumah sakit memerlukan pasokan darah untuk membantu banyak pasien dari berbagai kasus. Oleh sebab itu, ketersediaan stok darah yang aman dan mencukupi, menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Semakin banyak masyarakat yang memenuhi syarat dan bersedia mendonorkan darahnya, semakin besar pula peluang pasien memperoleh pertolongan yang mereka butuhkan.
Siapa Saja yang Membutuhkan Donor Darah?
Orang yang membutuhkan donor darah umumnya adalah mereka yang kehilangan banyak darah atau mengalami kelainan darah sehingga sel darahnya rusak dan perlu digantikan melalui transfusi. Dalam kondisi seperti ini, transfusi darah berperan membantu menjaga fungsi tubuh hingga penyebab penyakit atau perdarahannya dapat ditangani.
Kehilangan darah dalam jumlah besar dapat terjadi pada korban kecelakaan, terutama yang mengalami patah tulang terbuka atau cedera berat. Kondisi serupa juga dapat dialami pasien yang menjalani operasi besar serta ibu yang mengalami perdarahan saat atau setelah proses persalinan. Pada keadaan-keadaan tersebut, transfusi darah sering kali menjadi tindakan yang sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.
Selain itu, transfusi darah juga dibutuhkan oleh pasien dengan penyakit kronis tertentu, seperti talasemia, leukemia, kanker, dan anemia berat. Berbeda dengan pasien yang mengalami perdarahan akut, sebagian penderita penyakit kronis memerlukan transfusi darah secara berulang dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, penyandang talasemia mayor umumnya harus menjalani transfusi darah secara rutin sepanjang hidupnya.
Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan darah di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 6 hingga 10 persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat talasemia. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga memperkirakan, setiap tahun, sekitar 2.500 bayi lahir dengan talasemia. Tingginya angka tersebut menjadikan ketersediaan stok darah yang aman dan memadai sebagai kebutuhan yang terus berlangsung.
Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan dan Psikologis
Ternyata, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sang pendonor. Menolong orang lain yang membutuhkan transfusi darah sering kali menumbuhkan rasa puas, bahagia, dan bermakna. Perasaan positif tersebut dapat mendukung kesehatan mental dan emosional.
Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan kadar hemoglobin. Meskipun pemeriksaan ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, hasilnya dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan seseorang.
Setelah melakukan donor darah, tubuh pendonor akan secara alami menggantikan cairan dan sel darah yang telah diambil melalui proses pembentukan sel darah baru. Proses ini merupakan mekanisme normal tubuh untuk menjaga keseimbangan volume dan fungsi darah. Karena itu, bagi orang yang memenuhi syarat kesehatan, donor darah secara berkala umumnya aman dilakukan sesuai dengan interval yang dianjurkan.
Mitos dan Fakta tentang Donor Darah
Beragam mitos tentang donor darah masih beredar di masyarakat. Tidak sedikit orang yang mengurungkan niatnya untuk mendonorkan darah karena mempercayai informasi yang keliru. Berikut beberapa mitos yang paling sering ditemui beserta faktanya.
- Mitos: Donor darah menyebabkan tubuh lemas permanen dan kehabisan darah. Fakta: Donor darah tidak menyebabkan tubuh lemas secara permanen maupun membuat tubuh kehabisan darah. Sebagian pendonor mungkin merasakan lemas atau pusing ringan sesaat setelah donor karena tubuh sedang menyesuaikan diri terhadap berkurangnya volume darah. Kondisi ini umumnya bersifat sementara. Tubuh akan mengganti cairan darah dalam waktu singkat dan secara bertahap memproduksi sel darah baru. Dengan istirahat yang cukup serta asupan makanan dan minuman yang baik, kebanyakan pendonor dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
- Mitos: Donor darah membuat ketagihan. Fakta: Secara ilmiah, donor darah tidak mengandung zat ataupun mekanisme yang menyebabkan ketergantungan. Berhenti mendonorkan darah juga tidak menimbulkan efek putus zat maupun gangguan kesehatan. Keinginan untuk kembali donor umumnya muncul karena pengalaman positif setelah dapat membantu orang lain. Dengan kata lain, yang mendorong seseorang untuk kembali berdonor adalah kepuasan batin dan kepedulian sosial, bukan karena ketagihan secara fisik.
- Mitos: Donor darah berbahaya bagi kesehatan. Fakta: Donor darah aman dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat kesehatan dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Sebelum donor, setiap calon pendonor akan menjalani skrining kesehatan untuk memastikan bahwa proses donor aman bagi dirinya maupun bagi penerima darah. Karena itu, tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darah selama dilakukan di fasilitas resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Persiapan Sebelum Donor Darah
Sebelum mendonorkan darah, tubuh perlu dipersiapkan dengan baik karena akan kehilangan sebagian volume darah. Persiapan yang tepat tidak hanya membantu proses donor berjalan lancar, tetapi juga membuat tubuh lebih cepat beradaptasi setelah pengambilan darah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum donor darah.
- Tidur yang cukup. Usahakan tidur minimal 8 jam pada malam sebelum donor agar tubuh lebih segar dan siap menjalani proses donor.
- Konsumsi makanan bergizi dan kaya zat besi. Sebaiknya makan sekitar 3 hingga 4 jam sebelum donor darah. Pilih makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah tanpa lemak, hati, ikan, kacang-kacangan, bayam, dan sayuran hijau lainnya. Zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
- Perbanyak minum air putih. Pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi sebelum donor darah. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih mudah beradaptasi terhadap berkurangnya volume darah dan membantu mengurangi risiko pusing atau lemas setelah donor.
- Pastikan dalam kondisi sehat. Donor darah sebaiknya dilakukan saat tubuh dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengalami demam, flu, infeksi, atau penyakit lain yang dapat memengaruhi keamanan donor.
Perawatan Setelah Donor Darah
Setelah mendonorkan darah, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan kembali cairan dan sel darah yang telah diambil. Agar proses pemulihan berjalan optimal, lakukan beberapa hal berikut.
- Beristirahat sejenak. Luangkan waktu untuk beristirahat setelah donor dan hindari terburu-buru kembali beraktivitas.
- Perbanyak minum air putih. Minumlah air putih yang cukup, sekitar 8 gelas atau lebih dalam sehari, untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.
- Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak makanan yang mendukung pembentukan sel darah, seperti daging merah tanpa lemak, hati sapi atau hati ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, sayuran hijau, produk olahan susu, dan buah-buahan.
- Hindari aktivitas fisik berat. Sebaiknya hindari olahraga berat atau aktivitas yang menguras tenaga selama 24 hingga 48 jam setelah donor darah agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dan pulih dengan baik.
Membangun Budaya Donor Darah di Kalangan Muslim
Donor darah bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga wujud kepedulian, ta'awun, dan kasih sayang terhadap sesama. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan bagi pasien yang sedang berjuang mempertahankan hidup. Karena itu, semakin banyak kaum muslimin yang bersedia menjadi pendonor, semakin besar pula peluang terpenuhinya kebutuhan darah bagi mereka yang memerlukan.
Budaya donor darah juga dapat tumbuh dari lingkungan yang dekat dengan kehidupan kita. Masjid, majelis ilmu, maupun berbagai komunitas Islam memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak masyarakat mengenal dan membiasakan donor darah. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) atau fasilitas kesehatan setempat, kegiatan donor darah dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menebar manfaat bagi sesama.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฎูููุฑู ุงููููุงุณู ุฃูููููุนูููู ู ููููููุงุณู
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. At-Tabarani)
Semoga setelah memahami manfaat, syarat, dan proses donor darah, kian mantap langkah kita mengambil bagian dalam amal kebaikan ini. Tentunya biidznillah, apabila Allah memberikan kesehatan dan kesempatan. Karenanya, satu kantong darah yang kita donorkan sangat berarti dan bisa menjadi sebab seseorang dapat kembali memeluk keluarganya, melanjutkan hidup, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya untuk kita di sisi Allah Taโala.
Mari menjadi bagian dari mereka yang menghadirkan harapan bagi sesama melalui donor darah. Semoga Allah menerima setiap kebaikan yang kita lakukan dan menjadikannya pemberat timbangan amal kelak. Baarakallahu fiikum ..
Sumber :
- Azzahra et al, 2025, Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Quality Of Life Pada Anak Talasemia Mayor, Jurnal Gema Keperawatan, Vol. 18(1), pp. 1-14.
- Gracilia et al, 2026, Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah Pada Anak Dengan Talasemia Di RSUD Pasar Rebo 2025, Jurnal Intelek dan Cendekiawan Nusantara, Vol.3(2), pp. 1091-1104.
- https://www.who.int/publications/i/item/9789241548519
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2596/pentingnya-mengetahui-manfaat-dan-persiapan-sebelum-donor-darah
- https://konsultasisyariah.com/5741-donor-darah.html
- https://konsultasisyariah.com/36364-keutamaan-meringankan-beban-seorang-muslim.html
- https://muslimafiyah.com/jangan-ragu-donorkan-darah-anda-medis-dan-syariat.html
- https://muslimah.or.id/6435-pribadi-yang-bermanfaat.html