Doa

Doa Ketika Memasuki Usia 40 Tahun

Penulis: Fadhila Khasana

Editor: Za Ummu Raihan


LAFAL DOA

رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

“Wahai Rabbku, tunjukilah aku agar aku dapat mensyukuri nikmatMu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai. Dan perbaikilah keturunanku untukku. Sesungguhnya aku bertobat kepadaMu, dan sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. Al-Ahqāf: 15)[1]

MAKNA LAFAL:

  • أَوْزِعْنِى artinya meminta petunjuk dan taufik.[2] Yaitu meminta pertolongan kepada Allah agar menjadikannya mudah untuk mensyukuri nikmat Allah atas diri dan kedua orang tuanya.[3]
  • أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وٰلِدَىَّ artinya meminta pada Allah agar dapat mensyukuri hidayah dan rasa kasih sayang kedua orang tua yang telah mengasuhnya saat masih kecil.[4]
  • وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضَىٰهُ artinya meminta ilham agar dapat melakukan amal shalih yang Allah ridhai.[5]
  • وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ artinya meminta diberi kebaikan untuk diri sendiri dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucunya. Yakni dengan mejadikanlah anak keturunannya sebagai orang-orang yang benar-benar shalih.
  • إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ artinya bertaubat dari segala dosa-dosa.
  • وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِين artinya menyerahkan diri dan tunduk dalam ketaatan serta ikhlas untuk mengesakan Allah.

ULASAN DOA:

  1. Surat Al-Ahqaf ayat 15 memuat perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua. Dalam ayat ini disebutkan bagaimana seorang ibu telah bersusah payah mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya dalam waktu yang panjang.[6]
  2. Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada hamba-hambaNya agar memperbanyak doa ketika memasuki usia 40 tahun. Hal ini karena pada usia tersebut, kebanyakan manusia disibukkan dengan urusan keluarga, seperti istri, anak-anak, serta berbagai tanggung jawab kehidupan. Pada masa ini pula, manusia sangat membutuhkan pertolongan Allah agar mampu berbakti kepada kedua orang tuanya.[7]
  3. Dalam ayat lain, yaitu Surah An-Naml ayat 19, disebutkan doa yang serupa. Ayat ini memuat doa Nabi Sulaiman ‘alaihis salam ketika beliau merasakan nikmat dari Allah berupa kemampuan mendengar dan memahami bahasa semut.[8]
  4. Mendapatkan hidayah dari Allah merupakan sebuah kenikmatan yang agung. Demikian pula, memiliki orang tua yang juga mendapat hidayah dariNya merupakan karunia yang patut disyukuri.[9]

Daftar Referensi:

  1. Al-Qur’an al-Karim.
  2. As-Sa‘di, ‘Abdurrahman bin Nashir. Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalām al-Mannān.
  3. Ibn ‘Ashur, Muhammad at-Tahir. At-Tahrir wa at-Tanwir. Maktabah Syamilah.
  4. Al-Qurthubi, Imam. Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’ān. Maktabah Syamilah.
  5. Al-Asyqar, Muhammad Sulaiman. Zubdat at-Tafsir min Fath al-Qadir. Beirut: Dār an-Nafā’is.


0