Doa
๐ŸŽง Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Doa Berlindung dari Murka Allah

Penulis: Athirah Mustadjab

Editor: Yum Roni Askosendra, Lc., M. A.


ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุฑูุถูŽุงูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽุฎูŽุทููƒูŽุŒ ูˆูŽุจูู…ูุนูŽุงููŽุงุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู‚ููˆู’ุจูŽุชููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ู„ุงูŽ ุฃูุญู’ุตููŠู’ ุซูŽู†ูŽุงุกู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุซู’ู†ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ

โ€œYa Allah, sungguh aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu; serta berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu; dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu; aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.โ€

(HR. Abu Daud, No. 125)

Makna Lafal

  • (ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุฑูุถูŽุงูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽุฎูŽุทููƒูŽ)

    Di antara contoh perbuatan Allah Ta'ala adalah murka dan menghukum. Dalam lafal doa ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berlindung dua hal tersebut. Demikian pula, beliau memohon kebalikannya (yaitu keselamatan dari murka dan hukuman Allah).[1]

    Maksudnya adalah โ€œAku memohon keridhaan-Mu dan aku meminta agar Engkau tidak murka kepadaku. Jangan sampai aku melakukan suatu perbuatan yang membuat-Mu murka.โ€[2]

  • (ูˆูŽุจูู…ูุนูŽุงููŽุงุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู‚ููˆุจูŽุชููƒูŽ)

    Maksudnya adalah โ€œAku memohon agar Engkau memberiku keselamatan dan tidak menghukumku.โ€[3]

  • (ูˆูŽุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ูƒูŽ)

    Maksudnya adalah โ€œAku berlari dan kembali kepada-Mu agar Engkau tidak mengazabku karena dosaku dan kelalaianku.โ€[4]

  • (ู„ุงูŽ ุฃูุญู’ุตููŠู’ ุซูŽู†ูŽุงุกู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ)

    Maknanya, โ€œAku tidak sanggup melakukannya, tidak sampai pada puncaknya dan tidak mampu meliputi hakikat pengenalan terhadap-Mu.โ€[5]

    Maksudnya adalah โ€œAku tidak sanggup dan tidak mampu memuji-Mu sebagaimana yang Engkau pantas terima dan Engkau cintai. Bahkan, aku lemah sehingga pujianku tidak akan pernah sampai pada kadar kelayakan-Mu.โ€[6]

  • (ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุซู’ู†ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ)

    Maka bagi Allah Taโ€™ala segala pujian hingga Allah Taโ€™ala rida.[7]

    Makna lafal ini selaras dengan firman Allah Taโ€™ala di Surah Al-Jatsiyah ayat 36 dan 37 yang artinya, โ€œMaka segala puji bagi Allah, Rabb langit, Rabb bumi dan Rabb seluruh alam. Dan milik-Nya segala kebesaran di langit dan di bumi; dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.โ€[8]

Ulasan Doa

  1. Seorang muslim hendaknya memohon dua hal kepada Allah, yaitu keselamatan dan keridhaan-Nya, serta berlindung kepada-Nya dari dua hal, yaitu kemurkaan-Nya dan hukuman-Nya.[9]
  2. Secara umum, ketika Allah Taโ€™ala mengingatkan hamba terhadap Zat-Nya maka itu semakna dengan perintah untuk takut kepada-Nya dan perintah untuk bertakwa kepada-Nya.[10]
  3. Takwa dalam diri seorang muslim akan membantunya untuk selamat dari azab Allah Taโ€™ala.[11]
  4. Pujian terhadap Allah Taโ€™ala tiada terhitung banyaknya. Hanya Allah Taโ€™ala yang mengetahui segala pujian untuk diri-Nya. Bahkan, orang yang termulia, yaitu Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam, hanya mengetahui setetes ilmu tentang Allah sesuai dengan kadar yang diajarkan oleh Allah Taโ€™ala kepada beliau.[12]

Referensi

  • Syarh Sunan Abi Daud, Abul โ€˜Abbas Ahmad bin Husain bin Ruslan Al-Maqdisi, 1437 H, Dar Al-Falah, Mesir. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  • Syarh Mashabih As-Sunnah lil Imam Al-Bahgawi, Muhammad bin Izzuddin Ibnu Malak, 1433 H, Idarah Tsaqafah Islamiyyah. Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  • Bayanu Talbis Al-Jahmiyyah fi Taโ€™sisi Bidaโ€™ihim Al-Kalamiyyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, 1427, Mujammaโ€™ Al-Malik Fahd, Arab Saudi. Al-Maktabah Asy-Syamilah.


89