Doa agar Menjadi Keluarga Muslim yang Bertakwa
Penulis: Athirah Mustadjab
Editor: Yum Roni Askosendra, Lc., M.A.
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أَنْ أُظْلَمَ
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah: 128)
Makna Lafal
(وَٱجْعَلْنا مُسْلِمَيْنِ لَكَ)
Ulama memberikan penafsiran yang berbeda terkait makna [1] مُسْلِمَيْنِ لَكَ
- Orang yang berserah diri sepenuhnya kepada perintah Allah, tunduk dalam ketaatan kepada-Nya, tidak mempersekutukan seorang pun bersama-Nya dalam ketaatan, dan tidak menyembah selain-Nya. (Pendapat Ibnu Jarir)
- Orang yang ikhlas kepada Allah. (Pendapat Abdul Karim yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim)
Menurut Salam bin Abi Muthi, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail meminta agar dijadikan orang yang berserah diri. Beliau menambahkan, “Mereka memang sudah muslim, tetapi mereka memohon keteguhan (istiqamah) dalam Islam.”
(وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ)
- As-Suddi berkata, ‘Yang dimaksud أُمَّةً مُّسْلِمَةً (umat yang berserah diri) adalah bangsa Arab. Namun, menurut Ibnu Jarir, makna yang benar mencakup bangsa Arab dan selain mereka karena dari keturunan Nabi Ibrahim juga lahir Bani Israil, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A‘raf ayat 159.[2]
Menurut Ibnu Katsir, pendapat Ibnu Jarir dan As-Suddi tidak bertentangan karena pengkhususan bangsa Arab di dalam surah Al-Baqarah: 128 tidak menafikan selain bangsa Arab. Konteks ayat memang sedang berbicara tentang bangsa Arab, tetapi itu tidak menafikan bahwa risalah beliau berlaku bagi seluruh manusia, baik bangsa Arab maupun non-Arab, berdasarkan banyak dalil, misalnya firman Allah di surah Al-A‘raf ayat 158.[3]
(وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا)
- Dalam ayat tersebut, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar ditunjuki tata cara ibadah haji.
- Menurut Atha’, maknanya adalah: Tampakkanlah itu kepada kami, ajarkanlah kepada kami.[4]
- Menurut Mujahid, maknanya adalah: Perlihatkanlah tempat-tempat yang disyariatkan bagi kami untuk menyembelih.[5]
Makna “an-nusuk” (النسك) secara bahasa adalah ibadah. Adapun dalam konteks ayat ini, maknanya adalah tata cara ibadah haji.[6]
Ulasan Doa
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia menguji kekasih-Nya, Ibrahim, dengan beberapa kalimat (perintah-perintah) yang Dia wahyukan kepadanya. Allah memerintahkannya untuk melaksanakannya, lalu Ibrahim pun menyempurnakannya, sebagaimana Allah Yang Maha Mulia telah mengabarkan bahwa ia benar-benar melakukannya. Allah ‘Azza wa Jalla mengabarkan serangkaian perintah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Lalu, beliau melaksanakannya dalam rangka menaati Allah serta menjalankan perintah-Nya yang diwajibkan atas Nabi Ibrahim.[7]
Referensi:
- Jami‘ Al-Bayan ‘an Ta’wil Ay Al-Qur’an, Abu Ja‘far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
- Tafsir Al-Qu’ran, Abu Al-Muzhaffar As-Sam’ani, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
- Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Abul Fida' Isma‘il bin Katsir, Al-Maktabah Asy-Syamilah.