Diksar HSI Berbagi: Menempa Pribadi Tangguh, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
Reporter: Leny Hasanah
Redaktur: Subhan Hardi
Dalam menghadapi bencana yang datang tanpa diduga, kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Relawan yang tangguh tak lahir dari niat baik semata, tetapi dari latihan yang terukur, disiplin yang teruji, dan karakter yang terbangun melalui proses panjang. Di sinilah pentingnya peningkatan kapasitas bagi Tim Tanggap Bencana agar mereka tak hanya memiliki semangat membantu, tetapi juga keterampilan, mental kuat, dan ketahanan fisik yang siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan.
Maka, pelatihan-pelatihan menjadi sarana strategis untuk membangun kesiapan relawan. Seperti agenda Diksar yang diikuti Tim Tanggap Bencana HSI Berbagi baru-baru ini, yang bukan hanya menguji tenaga, tetapi juga menempa keteguhan mental.
“Latihan yang sangat menguras energi dan mental. Namun, alhamdulillah, kami mendapat banyak ilmu yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan tanggap bencana. Semoga ke depan giat seperti ini terus berlanjut, agar pengetahuan kami di bidang kebencanaan dan tanggap darurat makin terasah,” ungkap Akhuna Sopian Awaludin, salah satu Tim Tanggap Bencana HSI Berbagi yang mengikuti Diksar.
Siapkan Generasi Berkarakter dan Cinta Tanah Air
Akhir Agustus 2025 menjadi momen tak terlupakan bagi para pengurus dan relawan HSI Berbagi. Selama tiga hari, 29–31 Agustus 2025, sebanyak 46 peserta ditempa mengikuti Program Pendidikan Karakter, Kedisiplinan, dan Bela Negara. Ini adalah hasil kolaborasi HSI Berbagi, Batalyon Infanteri (Yonif) 310/Kidang Kancana, dan Pramuka Peduli Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar di SMA IT HSI Sukabumi ini bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, serta semangat cinta tanah air. Para peserta berasal dari Relawan Tanggap Bencana (TB) HSI Berbagi, fungsional HSI Berbagi, dan asatidzah SMA IT HSI Sukabumi.

Materi pelatihan mencakup wawasan kebangsaan dan bela negara, kedisiplinan, tanggung jawab, survival dasar serta penyelamatan, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga kerja sama tim. Para peserta juga mengikuti kajian sunnah bersama Ustadz Fauzi dan Ustadz Fadzla Mujaddid hafizhahumullah untuk memperkuat fondasi iman dan akhlak.
Latihan Disiplin dan Jiwa Korsa
Pasi Intel Yonif 310 Kidang Kancana, Lettu Inf Subhanudin memimpin pelatihan dengan pendekatan dan disiplin gaya militer. “Kegiatan berjalan lancar dan tertib, tidak ada hal menonjol. Dari 46 peserta, yang berdiri di depan saya saat ini 43 orang, satu sakit dan dua orang mendahului karena keperluan mendesak,” jelasnya.
Ia menekankan, bahwa dalam pelatihan semua diatur dengan ketat, dari bangun tidur, waktu makan, hingga latihan fisik. “Inilah yang ingin kami tanamkan, bagaimana mengatur diri sendiri sebelum mengatur orang lain. Disiplin pribadi adalah dasar dari disiplin organisasi,” tegasnya.
Berkubang Lumpur dan Pelajaran Hidup
Tak hanya penuh tantangan, kegiatan ini juga menyimpan banyak kesan kepada para peserta. Salah satunya datang dari Akhuna Muhammad Nasirudin As-Salafy, peserta asal Subang, Jawa Barat, yang baru pertama kali mengikuti kegiatan relawan dan pelatihan dasar.
“Karena saya pertama kali ikut pelatihan relawan dan baru mulai belajar di HSI AbdullahRoy, kegiatan ini sangat berkesan. Mandi lumpur bersama ala militer memberikan banyak pelajaran tentang kedisiplinan dan manajemen waktu untuk diri sendiri. Semoga kegiatan ini dapat menjadi wasilah, agar kami menjadi pribadi yang lebih disiplin. Saya berharap HSI Berbagi terus mengadakan pelatihan lain, misalnya pelatihan pertolongan pertama kecelakaan atau cara mengobati orang. Semoga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan kepada HSI Berbagi,” ungkapnya.
Pengalaman fisik seperti berkubang di lumpur, latihan baris-berbaris, hingga kerja sama dalam tim membuat para peserta memahami arti ketangguhan dan kebersamaan yang sesungguhnya.
Pesan Ketua Divisi HSI Berbagi: Jaga Disiplin, Jaga Kepedulian
Dalam sambutannya di akhir sesi pelatihan, Ketua Divisi HSI Berbagi, Akhuna Mujiman Abu Ibrahim, memberikan apresiasi yang sangat besar kepada relawan dan seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah menyiapkan kegiatan ini sejak sebulan sebelumnya. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat. Terima kasih kepada Yonif 310, Pramuka Peduli, dan juga seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sampai akhir. Khusus kepada Lettu Subhanudin, jazaakallahu khairan atas pelatihan dan pendidikan yang diberikan. Sangat bermanfaat, baik bagi guru, relawan, maupun pengurus HSI Berbagi,” ungkapnya.
Akhuna Mujiman kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, dan saling menghormati. “Hargai waktu, hargai rekan kerja, dan tingkatkan komunikasi antar tim. Kepedulian juga penting. Jika ada teman yang sakit atau butuh bantuan, segera tolong. Begitu pula dalam pekerjaan, hargai teman ketika berbicara. Ini semua pelajaran penting yang harus kita amalkan,” pesan Akhuna Mujiman.
Bangun Semangat Kebersamaan
Akhuna Aryo Abu Khonsa, selaku Ketua Pelaksana, menilai kegiatan ini berjalan sukses. “Alhamdulillah, semua berjalan sesuai harapan. Kami melihat semangat luar biasa dari peserta, disiplin mereka meningkat, dan yang paling penting, ada rasa kebersamaan yang tumbuh kuat,” ujarnya.
HSI Berbagi berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan mental pejuang bagi para relawan dan tenaga pendidik. “Kami ingin mereka pulang dengan hati yang lebih teguh, disiplin yang mantap, keterampilan berguna, dan cinta tanah air yang tumbuh dari dalam jiwa,” pungkas Akhuna Aryo.
Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter bisa berjalan berdampingan dengan pengabdian sosial. Tujuannya membentuk pribadi tangguh yang siap mengabdi untuk umat dan bangsa.
Susur Sungai untuk Membersihkan Sampah
Salah satu tantangan kegiatan ini adalah perubahan mendadak dari jadwal pelatihan. Sesuai laporan Ketua Pelaksana, Akhuna Aryo Abu Khonsa, kegiatan lapangan semula dijadwalkan untuk latihan fisik, kedisiplinan, dan simulasi tanggap bencana. Namun, akhirnya disesuaikan menjadi giat susur sungai untuk bersih-bersih Sungai Cikembar.
“Kegiatan ini berubah setelah adanya permintaan langsung dari Ibu Camat Cikembar Anna Rudiananugraha. Jadi, seluruh peserta diarahkan membantu membersihkan Sungai Cikembar,” ungkap Akhuna Aryo Abu Khonsa.
Dalam giat susur sungai tersebut peserta dibagi menjadi dua tim. “Semua ikut terlibat. Selain latihan kedisiplinan, ini juga menjadi latihan kepedulian bagi lingkungan dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Ironis memang, sungai yang seharusnya bebas dari limbah sampah dan pencemaran lainnya, justru terlihat dipenuhi sampah plastik dan rumah tangga. Tampaknya belum tumbuh rasa tanggung jawab dan kepedulian dampak sampah terhadap lingkungan serta bencana yang mungkin ditimbulkan. Dari aksi peduli lingkungan tersebut, lebih dari 1 ton sampah dapat diangkut dari sungai.
“Masyaallah, seluruh tim berjibaku bahu membahu membersihkan dan mengangkat sampah dari area sungai yang tercemar. Di kesempatan itu, Ibu Camat terlihat terjun langsung dan membaur bersama relawan melaksanakan giat yang membangun semangat kepedulian dan kebersamaan,” ungkapnya menjelaskan.

Tak bisa ditampik, perubahan mendadak skenario pelatihan, justru menjadi pengalaman nyata tentang pentingnya adaptasi dalam situasi darurat, sesuai dengan semangat pelatihan tanggap bencana yang diusung HSI BERBAGI dan TNI Yonif 310.
Pelatihan Diksar yang diikuti HSI Berbagi tampaknya bukan sekadar ajang mengasah fisik dan mental, melainkan cermin dari semangat pengabdian yang sejati. HSI Berbagi bersama seluruh relawan, TNI, dan masyarakat sekitar telah membuktikan, bahwa berkontribusi bagi bangsa bisa dimulai dari hal sederhana, melatih diri untuk tangguh, peduli, dan siap siaga dalam setiap keadaan. Semoga Allah mudahkan Tim Tanggap Bencana menyalurkan bantuan para muhsinin dan memberi manfaat bagi kaum muslimin. Baarakallahu fiikum…