Tanya Dokter

Demam Berdarah: Epidemiologi dan Penanganannya

Dijawab oleh dr. Munif Amar, M. Kes


Pertanyaan dari ART212-045057 Fajar Okta:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah. Dok, mau tanya apakah yang pernah terjangkit demam berdarah bisa terkena lagi?

Jawaban:

Virus demam berdarah itu selain serotipenya ada empat tadi, juga memang hidup di tubuh manusia terbatas dan imun di tubuh manusia juga terhadap demam berdarah terbatas. Jadi kita memang bisa terjangkit lagi meskipun dulu pernah kena virus demam berdarah. Mungkin yang DENV-1 atau DENV-2, berikutnya bisa DENV-3 atau bisa berulang lagi karena kekebalan tubuh atau imun yang bertahan di tubuh manusia dari virus dengue ini hanya enam bulan. Vaksin untuk demam berdarah memang ada, tapi kita ulang tiga kali dengan jarak enam bulan, karena bisa terjangkit lagi virus demam berdarah tersebut.


Pertanyaan dari ART211-12220 Aseptia Nova, Kota Palembang:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, saya Ibu Aseptia Nova dari Kota Palembang, yang sekarang memang sedang banyak pasien DBD-nya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, Dok.

Pertama, mengapa untuk mengecek penyakit DBD itu dilihat dari indikator trombosit? Mengapa tidak eritrosit (dari darah merah) atau leukosit? Kemudian saat kapan kita harus mengecek ke laboratorium? Kalau kita di rumah kan kita panas, indikasinya biasanya ada bintik-bintik merah di kulit, nah kemudian turun. Waktu untuk mengecek ke laboratorium itu saat kapan?

Kebetulan saya juga kader di sini. Kalau untuk DBD itu harus laporan kemudian nanti dibawa ke dinas, kemudian nanti ke puskesmas, kemudian semuanya itu di-fogging, Dok. Kira-kira, ada tidak efek fogging? Perasaan setiap tahun komplek kami itu di fogging-fogging terus tapi penyakit DBD masih muncul terus. Apakah nyamuknya kebal?

Kalau saya itu lebih cenderung membasmi jentik sajalah dari pada fogging-fogging karena lama-lama buktinya masih kena juga. Jangan-jangan, nanti nyamuknya jadi resisten ya. Nah, kemudian ada di slide dokter, pantau buang air besar dan urine. Itu maksudnya apa ya, Dok? Apakah lihat warnanya, apakah keseringan buang air kecilnya atau kurang. Itu saja, terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Mungkin saya jawab yang dari laboratorium dulu ya. Memang yang utama itu kita periksa trombosit karena virus ini akan memengaruhi trombosit, yaitu dinding trombosit tersebut, sehingga dinding trombosit atau trombositnya dianggap benda asing oleh tubuh, sehingga dirusak oleh lien kita atau sistem kekebalan tubuh kita di darah. Trombosit dihancurkan oleh tubuh (lien) kita sendiri, karena virus tersebut menjangkiti dinding-dinding sel trombosit.

Kedua, selain melihat trombosit, kita biasanya melihat sel darah putih atau yang tadi disebut leukosit. Leukosit biasanya normal atau turun, karena ini infeksi virus bukan bakteri. Jadi, kadar leukositnya bisa normal atau rendah.

Yang ketiga, biasanya, kita melihat kekentalan darah atau kita sebut hematokrit. Itu juga melihat kebocoran dari plasma atau cairan darah. Kita biasanya melihat dengan meningkatnya hematokrit tersebut. Jika naik lebih dari 20%, kita sebut bahwa ada penurunan plasma, sehingga dokter biasanya berhati-hati, harus menyiapkan cairan yang cukup untuk pasien tersebut.

Pertanyaan kedua, ada sangkut pautnya dengan tadi pemeriksaan mengukur kadar kencing atau melihat volume kencing. Jika volumenya rendah, kita harus berhati-hati bahwa itu artinya ada kebocoran plasma darah atau kebocoran cairan darah. Kita melihat dari kencingnya, jika kencingnya banyak, insyaallah masih aman. Kalau sudah berkurang, kita harus menaikkan cairan yang masuk dengan pemberian infus.

Fogging itu memang membunuh nyamuk yang sudah dewasa, jadi beda karakter dengan abate atau jentik nyamuk. Kalau frekuensi dari perkembangbiakan nyamuk memang cepat. Aides ini, dari telur sampai jadi nyamuk dewasa, hanya 10 hari dan itu memang cepat perputarannya. Sehingga kita mencegah jentiknya, juga mencegah nyamuk dewasanya. Jaga kebersihan dari ruangan rumah kita dan mengurangi gantungan baju. Rumah kita harus banyak masuk cahaya, sehingga nyamuk tersebut tidak betah di rumah kita. Juga ada program dari pemerintah yang 3M itu, bukan 3M masker tapi ya, tapi 3M:

  • Menguras,
  • Menutup tempat simpanan air, dan
  • Mengubur barang-barang atau benda-benda sampah yang terbuang, sehingga nyamuk tersebut tidak bisa hidup di lingkungan kita.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kalau tiap tahun fogging-fogging tapi nyamuknya masih banyak terus? Ada banyak nyamuk yang beradaptasi sehingga kebal, virusnya juga beradaptasi sehingga kebal. Salah satu tujuan fogging untuk menghabiskan nyamuk dewasa. Jadi kalau memang fogging maka pemakaian pestisidanya dengan campuran yang betul, dengan kriteria yang betul, sehingga nyamuk tersebut memang benar-benar mati. Tidak hanya sekedar mengeluarkan asap. Kalau hanya mengeluarkan asap, nyamuknya tidak mati, bisa jadi malah lebih kebal dari yang sebelumnya.

Pertanyaan berikutnya, kalau tiap tahun menghisap asap itu kira-kira apakah ada efek ke badannya? Katanya lama-lama akumulasi ke kanker? Masuk ke organ hati memang ternyata bisa jadi kanker, tapi waktu disemprot kan kita memang disuruh keluar rumah. Setelah disemprot atau fogging, benda-benda yang ada di rumah kita dibersihkan lagi. Insyaallah aman itu. Sama seperti kita semprot obat nyamuk biasa. Tidak boleh masuk kamar sebelum dua jam, sehingga bagian-bagian partikel-partikel pestisidanya sudah ada di bawah, jadi sudah tidak ada di udara.


Pertanyaan dari ibu Latifa:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tadi dikatakan DB menular. Apakah menularnya tetap dari gigitan nyamuk atau kontak dengan pasien DB, Dok?

Jawaban:

Memang demam berdarah menularnya lewat vektor nyamuk tersebut, jadi tidak bisa kita menderita demam berdarah langsung menularkan ke orang lain, tidak bisa. Harus ada pembawanya, yaitu nyamuk aedes itu. Jadi setiap kita yang sudah pernah terinfeksi virus dengue dan kita tergigit nyamuk, nyamuk tersebut akan membawa virus dengue dan akan menyebarkan ke orang lain.

Hidupnya virus dengue di nyamuk hanya sepanjang umurnya nyamuk tersebut. Tidak bisa mati atau hilang begitu saja. Jadi nyamuk yang sudah terinfeksi virus dengue akan ada virus denguenya terus di dalam tubuhnya, selama nyamuk itu hidup.

0