Dari Redaksi
๐ŸŽง Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Alhamdulillahilladzii biniโ€™matihi tatimmush shalihat.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Taโ€™ala yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Di dunia ini pernah ada seseorang yang sangat menginginkan keselamatan bagi sebanyak mungkin manusia, baik yang hidup sezaman dengannya maupun zaman setelahnya. Seseorang yang tidak rela melihat manusia lainnya berada dalam kesulitan, terus mengingatkan ketika mulai terjadi penyimpangan, menunjukkan jalan ketika banyak orang tersesat, dan berharap sebanyak mungkin manusia memperoleh kebaikan meskipun kebanyakan manusia sering kali tidak menyadarinya.

Sosok itu tiada lain adalah Rasulullah Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala menggambarkan besarnya perhatian beliau kepada umatnya dalam firman-Nya,

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงู“ุกูŽูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽู†ููุณููƒูู…ู’ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู†ูุชู‘ูู…ู’ ุญูŽุฑููŠุตูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู… ุจููฑู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฑูŽุกููˆููŒ ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูŒ

โ€œSungguh, benar-benar telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, dan terhadap orang-orang mukmin beliau sangat penyantun lagi penyayang.โ€ (QS. At-Taubah: 128)

Ayat ini menjadi salah satu potret paling indah tentang Rasulullah ๏ทบ. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa beliau sangat menginginkan umatnya memperoleh hidayah, terhindar dari kesesatan, serta selamat dari azab Allah. Seluruh perjuangan beliau selama lebih dari dua puluh tahun menyampaikan risalah tidak lain bertujuan agar manusia mengenal Allah dan memperoleh keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Keinginan besar agar umat memperoleh keselamatan itu tampak dalam seluruh perjalanan hidup beliau. Beliau menghadapi penolakan, caci maki, pemboikotan, pengusiran, hingga berbagai ancaman pembunuhan demi sampainya hidayah kepada manusia. Ketika syariat diturunkan, beliau selalu memilih kemudahan selama tidak mengandung dosa, melarang umat bersikap berlebihan dalam beragama, mengingatkan mereka dari berbagai fitnah yang dapat merusak agama, dan terus membimbing mereka menuju jalan yang diridhai Allah. Semua itu merupakan bukti nyata betapa besarnya perhatian Rasulullah ๏ทบ terhadap keselamatan umatnya.

Menjelang wafat, ketika tidak mungkin lagi beliau melakukan apa-apa, yang ia pikirkan adalah keselamatan umatnya. Beliau senantiasa menyeru kepada Allah, โ€œYa Allah โ€ฆ umatkuโ€ฆ umatku.โ€ Sungguh perhatian dan kasih sayang yang tidak terkira, padahal Beliau sendiri sedang diambang ajal.

Bahkan perhatian tersebut tidak berhenti ketika beliau wafat. Dalam berbagai hadits yang sahih dijelaskan bahwa pada Hari Kiamat beliau memperoleh berbagai kemuliaan yang berkaitan dengan umatnya. Beliau diberikan Maqam Mahmud, memperoleh syafaat kubra, memiliki telaga Al-Kautsar, menjadi orang pertama yang mengetuk pintu surga, serta terus memohon kepada Allah agar umatnya memperoleh rahmat dan ampunan. Ketika manusia diliputi kegelisahan pada Hari Kiamat, Rasulullah ๏ทบ tetap menunjukkan perhatian yang besar terhadap keselamatan umatnya dengan izin Allah Ta'ฤlฤ.

Di sisi lain, tidak sedikit kaum muslimin yang mengenal Rasulullah ๏ทบ hanya melalui kisah-kisah kelahiran beliau, perjalanan hijrah, atau peperangan yang beliau pimpin. Sebagian lainnya lebih mengenal berbagai bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah ๏ทบ, namun belum banyak merenungkan bagaimana besarnya perjuangan beliau agar umat ini memperoleh hidayah dan keselamatan. Akibatnya, hubungan emosional dengan Rasulullah ๏ทบ terkadang dibangun di atas rasa kagum semata, belum bertumpu pada pemahaman yang utuh terhadap pengorbanan, perhatian, dan perjuangan beliau.

Melalui edisi ini, Majalah HSI mengajak pembaca menyusuri jejak perjuangan Rasulullah ๏ทบ dalam mengantarkan umat menuju keselamatan. Pembaca diajak melihat bagaimana Al-Qur'an menggambarkan perhatian beliau kepada umat, bagaimana sunnah memperlihatkan pengorbanan beliau dalam membimbing manusia, bagaimana syariat yang beliau bawa merupakan bentuk kasih sayang kepada umat, serta bagaimana perhatian beliau terus berlanjut hingga Hari Kiamat melalui berbagai kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada beliau.



Harapannya, setelah mengenal lebih dekat besarnya perhatian Rasulullah ๏ทบ terhadap keselamatan umatnya, pembaca akan semakin menghargai risalah yang beliau bawa, semakin mencintai sunnah beliau, serta terdorong untuk istiqamah menempuh jalan yang telah beliau tunjukkan. Sebab, bentuk penghormatan terbaik kepada Rasulullah ๏ทบ bukan sekadar mengagumi pribadi beliau, tetapi menerima petunjuk yang beliau bawa dan berjalan di atas jalan keselamatan yang telah beliau perjuangkan untuk umatnya.

Dalam Rubrik Utama Edisi ini, pembaca akan diajak menelusuri bagaimana perhatian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam terhadap keselamatan umat tercermin sepanjang perjalanan hidup beliau. Dari dakwah dan perjuangan, nasihat dan bimbingan, hingga perhatian beliau terhadap umat pada Hari Kiamat. Semua itu mengantarkan kita pada satu kesadaran bahwa risalah yang beliau bawa adalah jalan keselamatan yang Allah karuniakan kepada manusia.

Rubrik Tausiyah Ustadz menghadirkan pembahasan mengenai keistimewaan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Mengenal kedudukan dan keistimewaan beliau bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi agar kita dapat memuliakan beliau dengan benar, menumbuhkan kecintaan kepada beliau, serta mengikuti petunjuknya dengan penuh kesungguhan.

Sementara itu, Rubrik Mutiara Al-Qurโ€™an kembali mengajak kita merenungi QS. At-Taubah ayat 128, ayat yang menjadi jantung tema edisi ini. Adapun Rubrik Mutiara Hadits mengangkat gambaran perjuangan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam menyelamatkan umatnya dari neraka. Dua rubrik ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang Rasulullah kepada umat bukan sekadar kisah yang menyentuh hati, tetapi sesuatu yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah.

Pada Rubrik Fiqih, pembaca akan menemukan pembahasan tentang thaharah dan shalat dalam kondisi darurat. Pembahasan ini mengingatkan kita bahwa syariat yang dibawa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah syariat yang penuh rahmat dan kemudahan, sekaligus memberikan jalan bagi seorang muslim untuk tetap beribadah sesuai kemampuannya.

Adapun rubrik-rubrik keluarga dan pembinaan generasi membawa tema kasih sayang Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ke dalam kehidupan yang lebih dekat dengan kita. Bagaimana seorang suami memperlakukan keluarganya, bagaimana orang tua mendidik anak dengan keteladanan, bagaimana seorang muslim menjaga emosinya, hingga bagaimana generasi muda memahami cinta kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Sebab, mengikuti beliau tidak berhenti di masjid atau majelis ilmu, tetapi harus terlihat di rumah, di tengah keluarga, dan dalam interaksi kita sehari-hari.

Edisi ini juga membagikan pengalaman seorang santri yang menetap di Madinah yang menunjukkan bagaimana mempelajari sirah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dapat mengubah cara seseorang memandang kehidupan. Mengenal perjuangan beliau membuat kecintaan kepada Rasulullah tumbuh lebih dalam, sekaligus mengubah cara memaknai kesuksesan: bukan semata pencapaian dunia, tetapi keselamatan di akhirat.

Semua itu pada akhirnya mengantarkan kita kepada satu kesadaran: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah menunjukkan jalan keselamatan. Maka, jika benar kita mencintai beliau, jangan sampai kita justru menjauh dari jalan yang beliau tunjukkan. Jangan sampai kita mengagumi perjuangan beliau, tetapi tidak mengikuti petunjuknya. Jangan sampai kita menangisi penderitaan beliau, tetapi tidak peduli terhadap sunnahnya. Jangan sampai kita mengaku mencintai beliau, tetapi memilih jalan yang justru beliau peringatkan darinya. Sebab, cinta kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam seharusnya membawa kita mengikuti orang yang sepanjang hidupnya berusaha menunjukkan jalan keselamatan kepada kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala memperkenalkan kita kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dengan pengenalan yang benar. Semoga Dia menumbuhkan kecintaan yang jujur kepada beliau di dalam hati kita, menjadikan kita ringan mengikuti sunnahnya, menerima nasihatnya, menjauhi larangannya, serta istiqamah menempuh jalan yang beliau tunjukkan. Semoga kelak, ketika kita bertemu dengan beliau di akhirat, kita termasuk umat yang membuat beliau ridha, bukan umat yang membuat beliau bersedih. Aamiin Ya Rabbal โ€˜Alamiin.

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุงู‡ููŠู…ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠุฏูŒ



803