Kabar Yayasan
๐ŸŽง Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Dari Edukasi Syariat hingga Berbagi Qurban ke Pelosok Negeri

Penulis: Leny Hasanah

Editor: Subhan Hardi


Dari Jabir Radhiyallahu anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุซูŽู‡ูุฏู’ุชู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ููŽู„ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุฎูุทู’ุจูŽุชูŽู‡ู ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูู†ู’ุจูŽุฑูู‡ู ููŽุฃูุชููŠูŽ ุจููƒูŽุจู’ุซุฑู ููŽุฐูŽุจูŽุญูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆ ู„ู ุงู„ู„ู‘ู‡ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ู‡ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู†ูู‘ูŠ ูˆูŽุนู…ูŽู‘ู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุถูŽุญูู‘ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชููŠ

โ€œAku menyaksikan bersama Nabi ๏ทบ shalat Id Al-Adha di Mushalla (tanah lapang). Ketika selesai khutbahnya, beliau turun dari mimbarnya, lalu dibawakan seekor kambing dan Rasulullah menyembelihnya dengan tangannya langsung, dan berkata: โ€œBismillah wa Allahu Akbar hadza anni wa amman lam yudhahi min ummati (Bismillah Allahu Akbar, ini dariku dan dari umatku yang belum menyembelih)โ€ 

(HR.  Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari Ilmu, Penyembelihan, hingga Berbagi ke Pelosok Negeri

Kegiatan Daurah Juru Sembelih Halal, Festival Qurban Sumbawa, dan Kajian Qurban mewarnai rangkaian Program Qurban 1447 Hijriyah yang digelar Lembaga Amil Zakat (LAZ) HSI BERBAGI. Tak hanya menyalurkan hewan qurban ke berbagai daerah, program ini juga menghadirkan edukasi dan pemahaman tentang ibadah qurban sesuai tuntunan syariat Islam.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, HSI Berbagi berupaya memastikan bahwa ibadah qurban tidak berhenti pada proses penyembelihan dan distribusi semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, dakwah, dan penguatan amanah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tahun ini, HSI Berbagi menerima amanah dari 362 shohibul qurban dengan total penghimpunan mencapai Rp1.490.500.000,00. Dana tersebut diwujudkan dalam bentuk pengadaan 14 ekor sapi dan 326 ekor kambing/domba yang kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Wilayah distribusi mencakup Padang, Mempawah (Kalimantan Barat), Balikpapan (Kalimantan Timur), Lampung Selatan, Mataram, Sumbawa, Bekasi, Pandeglang, Cianjur, Garut, Sukabumi, Magelang, Yogyakarta, Solo, Tuban, Lumajang, Gunungkidul, Magetan, dan Boyolali. Penyaluran menjadi bagian dari upaya pemerataan manfaat qurban bagi masyarakat yang masih minim akses terhadap distribusi hewan qurban.

Namun bagi HSI Berbagi, qurban bukan sebatas jumlah hewan yang terhimpun atau luasnya wilayah distribusi. Ibadah ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman umat tentang syariat qurban, menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam penyembelihan halal, serta memperluas manfaat qurban hingga ke pelosok negeri.

Memahami Makna Qurban yang Benar

Rangkaian Program Qurban 1447 H diawali dengan edukasi kepada masyarakat melalui Webinar Fiqih Qurban yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026 bertepatan dengan 10 Dzulqa'dah 1447 H.

Mengangkat tema โ€œQurban: Antara Ibadah dan Sedekahโ€, webinar tersebut menghadirkan Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. hafizhahullah. Dalam kajian tersebut, peserta diajak memahami hukum dan keutamaan qurban, syarat sah hewan qurban, tata cara penyembelihan sesuai syariat, hingga berbagai kekeliruan yang masih sering ditemukan dalam pelaksanaan qurban di tengah masyarakat.

Edukasi kemudian berlanjut melalui Kajian Fiqih Qurban bertajuk โ€œMaqashid Syariah di Balik Ibadah Qurbanโ€ yang diselenggarakan secara online pada 17 Mei 2026 bersama Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, Lc., M.A., Dewan Pembina Syariah LAZ HSI Berbagi.

Kajian tersebut mengajak peserta merenungkan kembali makna qurban yang sesungguhnya. "Sudah berqurban setiap tahun, tapi pernahkah kita benar-benar memahami makna di baliknya?"

Pertanyaan itu menjadi refleksi bahwa banyak orang mungkin telah terbiasa berqurban, tetapi belum tentu memahami tujuan syariat yang terkandung di dalamnya. "Kadang yang kita sibukkan adalah memilih hewan terbaik, namun lupa menyiapkan hati terbaik untuk Allah Azza wa Jalla."

Melalui kajian tersebut, peserta diajak memahami bahwa qurban bukan seremoni penyembelihan hewan semata, melainkan tentang ketakwaan, keikhlasan, dan kecintaan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Menyiapkan Juru Sembelih yang Amanah

Pemahaman syariat yang baik, tentu perlu diikuti dengan pelaksanaan yang benar. Karena itu, HSI Berbagi menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal bagi Takmir Masjid di Grha Nur Ramadhan, Mlati, Sleman, pada 9 Mei 2026.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Kuota sebanyak 150 peserta bahkan telah terpenuhi tiga hari sebelum pelaksanaan. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Magelang, Karanganyar, hingga luar Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Panitia Pelaksana, Akhuna Muhammad Gigih Nanggoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya berbagai praktik penyembelihan yang belum sepenuhnya sesuai syariat.

"Qadarullah, kita masih sering menjumpai jagal atau juru sembelih yang tidak menjaga shalat. Padahal shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir. Bahkan ada pendapat ulama yang menyatakan sembelihan orang yang meninggalkan shalat itu tidak halal," ujarnya.

Selain aspek aqidah dan ibadah seorang juru sembelih, panitia juga menyoroti berbagai praktik yang masih ditemukan di lapangan, seperti tidak membaca Bismillahi Allahu Akbar saat penyembelihan hingga kurangnya perhatian terhadap aspek kebersihan dan higienitas.

Peserta mendapatkan materi fiqih penyembelihan dari Ustadz Abdusallam Buysro, Lc., serta praktik langsung bersama Ustadz Abul Aswad Al-Bayyati, praktisi jagal syar'i bersertifikat BNSP. Sebanyak lima ekor domba digunakan sebagai media praktik agar peserta dapat memahami penyembelihan halal secara lebih komprehensif.

Menebar Manfaat ke Berbagai Daerah

Berbekal edukasi dan persiapan tersebut, amanah para shohibul qurban kemudian disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain memastikan pelaksanaan qurban sesuai syariat, HSI Berbagi juga berupaya menghadirkan manfaat qurban secara lebih merata, khususnya di wilayah yang selama ini relatif jarang menerima distribusi hewan qurban.

Direktur LAZ HSI Berbagi, Akhuna Qodri Abu Hamzah, menyebut bahwa secara umum pelaksanaan program tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah, qurban tahun ini secara penyebarannya atas izin Allah terbilang sukses. Pencapaian target dari tahun lalu meningkat sekitar 25 persen, walaupun secara harapan ini belum seluruhnya tercapai," ujarnya.

Jalan Dakwah di Tanah Samawa

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan dalam Program Qurban 1447 H adalah Qurban Fest 1447 H โ€œBerbagi Qurban ke Pelosok Negeriโ€ yang digelar di Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Gagasan ini bermula dari komunikasi antara HSI Berbagi dan sejumlah pegiat dakwah yang melihat peluang penguatan dakwah sunnah di wilayah tersebut. Setelah melakukan asesmen lapangan dan berdialog dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat, HSI Berbagi memutuskan untuk menggabungkan program qurban dengan kegiatan edukasi dan dakwah.

Ketua Panitia Qurban Fest, Akhuna Abdullah Sam, menjelaskan, kegiatan ini tidak semata bertujuan menyalurkan daging qurban. "Tujuan kegiatan adalah sebagai pembuka agar dakwah sunnah ini bisa masuk dengan mudah, ada atsar dakwah serta memberikan rasa bahagia kepada warga dengan adanya berbagi qurban," ujarnya.

Selain penyembelihan dan distribusi qurban, kegiatan ini juga diisi dengan daurah fiqih qurban, pelatihan penyembelihan sesuai syariat, kajian umum di Masjid Jami' Sumbawa, kajian khusus muslimah, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Puncak kegiatan berlangsung pada 10 Dzulhijjah 1447 H. Panitia bersama masyarakat melaksanakan penyembelihan, pengemasan, dan pendistribusian daging qurban kepada warga di Dusun Kukin A, Kukin B, Unter Emas, Ai Bari, Bajo, serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau sekitar 600 kepala keluarga penerima manfaat. Selain menghadirkan manfaat berupa daging qurban, kegiatan ini juga membantu menggerakkan perekonomian masyarakat karena sebagian hewan qurban dibeli langsung dari peternak setempat.

Menjaga Amanah Sembari Berbenah

Di balik berbagai capaian yang diraih, HSI Berbagi tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun ini. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sistem dokumentasi dan pelaporan kepada para shohibul qurban.

"Khusus laporan kepada shohibul qurban, ini harus benar-benar diperbaiki baik dari sisi pelayanan donatur, dokumentasi yang dikirim oleh mitra, maupun laporan yang diterima shohibul qurban," ujar Akhuna Qodri Abu Hamzah.

Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh amanah qurban telah ditunaikan sesuai akad dan ketentuan syariat.

"Alhamdulillah atas izin Allah, hewan qurban yang dibeli sesuai akad dan pemotongannya seluruhnya dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah," jelasnya.

Rangkaian Program Qurban 1447 H mungkin telah berakhir. Namun semangat berbagi, pembelajaran, dan dakwah yang menyertainya diharapkan terus memberikan manfaat bagi umat.

HSI Berbagi mengucapkan jazaakumullahu khayran kepada seluruh shohibul qurban, relawan, mitra, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya program ini. Semoga Allah Ta'ala menerima amal ibadah qurban yang telah ditunaikan dan membalas setiap kebaikan yang dilakukan dengan pahala yang berlipat ganda.

0