Comdev HSI: Dari Komunitas, Membangun Lingkungan Selaras Sunnah
Reporter: Rizky Aditya Saputra, Dian Pujayanti
Redaktur: Dian Soekotjo
Dari Abu Musa al-Asyโari Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda:
ู ูุซููู ุงูุฌููููุณู ุงูุตููุงููุญู ููุงูุณููููุกูุ ููุญูุงู ููู ุงูู ูุณููู ููููุงููุฎู ุงููููุฑูุ ููุญูุงู ููู ุงูู ูุณููู: ุฅูู ููุง ุฃููู ููุญูุฐูููููุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุจูุชูุงุนู ู ูููููุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุฌูุฏู ู ููููู ุฑููุญูุง ุทููููุจูุฉูุ ููููุงููุฎู ุงููููุฑู: ุฅูู ููุง ุฃููู ููุญูุฑููู ุซูููุงุจูููุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุฌูุฏู ุฑููุญูุง ุฎูุจููุซูุฉู
Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk.
(HR. Bukhari, no. 5534; Muslim, no. 2628)[1]
Manusia tak mungkin hidup sendiri. Ia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran manusia lain. Teman dekat maupun komunitas tempatnya tumbuh, sedikit banyak akan memengaruhi cara berpikir, kebiasaan, hingga semangatnya dalam beramal. Karenanya, merajut lingkungan yang kondusif menjadi salah satu ikhtiar penting untuk membantu seseorang tetap teguh dalam kebaikan dan ketaatan.
Menyadari besarnya peran lingkungan dalam menjaga semangat seseorang untuk terus bertumbuh dalam kebaikan, Yayasan HSI AbdullahRoy menghadirkan Divisi Community Development (ComDev). Unit ini berfokus pada pembinaan dan pengembangan komunitas dengan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam interaksi di dalamnya.
Bersama ComDev HSI, komunitas-komunitas hendak dibangun tidak sekadar menjadi tempat berkumpul karena kesamaan minat, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat belajar agama serta beramal.
Merawat Komunitas sebagai Wasilah Dakwah
Menurut Ketua ComDev HSI, Akhuna Andry Anuttama Swaputra, pembentukan divisi ini berangkat dari pandangan bahwa komunitas dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam menyampaikan dakwah.
โComDev adalah sebuah divisi, singkatan dari Community Development. ComDev HSI berarti Community Development HSI,โ papar Akhuna Andry memperkenalkan satuan kerja yang dipimpinnya. Ia menjelaskan, ComDev berfokus pada pembinaan komunitas agar terus berkembang dan dapat memberikan manfaat, terutama dalam hal dakwah.
Menurut Akh Andry, ComDev juga berkomitmen agar jaringan komunitas yang berada dalam pendampingannya, mampu menghadirkan hal-hal positif dan kebaikan, baik bagi anggota komunitas sendiri maupun bagi umat secara lebih luas.
Selama ini, Yayasan HSI AbdullahRoy telah memiliki berbagai divisi dengan program masing-masing. Namun, kenyataannya, belum ada wadah yang secara khusus berfokus pada pembinaan dan pengembangan komunitas. Padahal, komunitas memiliki potensi besar menjadi ruang tumbuh yang dekat dengan keseharian anggotanya.
Ujung-Ujungnya Dakwah
Potensi komunitas sebagai ruang tumbuh, ingin dioptimalkan oleh ComDev. Akh Andry menyebut salah satu arahan Ketua Yayasan HSI AbdullahRoy, Bapak Heru Nur Ihsan, yang menjadi prinsip di lingkungan HSI.
โApa pun yang dilakukan, ikhtiar-ikhtiar kebaikan, baik itu yang bersifat pembelajaran ataupun kegiatan-kegiatan dari semua divisi di HSI AbdullahRoy, umumnya berprinsip UUD, yaitu Ujung-Ujungnya Dakwah,โ tutur Akh Andry menirukan pesan Pak Ihsan yang memang kerap disampaikan di berbagai kesempatan. Prinsip UUD ini turut diadopsi ComDev.
โBagaimana dakwah itu bisa berjalan melalui influence atau pengaruh dari pertemanan dan juga dari aktivitas kesamaan interest ataupun hobi,โ tutur santri HSI Angkatan 202 tersebut membocorkan pendekatan yang hendak ditempuh Comdev.
Dengan demikian, komunitas bukan hanya menjadi tempat menyalurkan kegemaran. Ia dapat menjadi lingkungan yang membantu seseorang mengenal kebaikan, belajar bersama, bergaul dengan orang-orang baik, hingga terdorong untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan.
Menata Langkah agar Tak Sporadis
Mengembangkan komunitas bukan sekadar mengumpulkan orang-orang dengan kesamaan minat. Ada proses yang perlu ditata agar komunitas dapat tumbuh dan memberikan manfaat.
Menurut Akh Andry, salah satu tantangan utama ComDev adalah menyusun sistematika pembinaan dan pengembangan komunitas. โKita perlu mempunyai reference, acuan, guidance, dan hal-hal yang bisa membuat kita ini bisa bekerja, berikhtiar secara lebih sistematis, dan terarah. Tidak sporadis,โ ujarnya.
Sistematika tersebut diperlukan sebagai acuan dalam menentukan prioritas. ComDev sendiri menyasar dua kondisi dalam membangun komunitas. Pertama, menggandeng komunitas yang sudah ada untuk dibina dan dikembangkan. Kedua, merintis dari nol, meskipun di satu sisi, membangun komunitas yang baru juga bukan perkara mudah. โHow to create one from zero itu yang paling menantang,โ ungkapnya.
Menghadapi dua pilihan dengan tantangan masing-masing, ComDev mengawali langkah dengan merangkul komunitas yang telah lebih dahulu tumbuh di lingkungan HSI. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menata pola pembinaan sebelum mengembangkan komunitas dari nol. Salah satu komunitas yang kemudian digandeng adalah Muslim Archery Club (MAC) HSI.
Menggandeng MAC, BQ, hingga Komunitas Ojol dan Kurir Mengaji
MAC HSI merupakan komunitas panahan yang telah tumbuh sebelum ComDev berdiri. MAC digandeng sebagai pilot project untuk mengembangkan pola pembinaan komunitas di bawah ComDev.
Sedikit berkilas balik, cikal bakal MAC bermula dari kegiatan Horse and Archery Camp yang digagas HSI Pro. Horse and Archery Camp mempertemukan HSI dengan para pemanah yang sedikit banyak telah belajar sunnah. Dari pertemuan tersebut, muncul kegelisahan akan kondisi dunia panahan muslim, yang kala itu masih banyak diwarnai hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat.
Kegelisahan tersebut tersampaikan kepada Ustadzuna Dr. Abdullah Roy, MA di Pandeglang, pada suatu kesempatan. Hingga Ustadzuna hafidzahullah memberi dorongan agar kaum muslimin yang memahami sunnah, turut mengambil bagian dalam menghidupkan sunnah memanah. Nasihat Ustadzuna hafidzahullah menjadi titik awal lahirnya MAC.
Menurut Ketua MAC, Akhuna Syahrul Ramadhan atau yang akrab disapa Coach Syahrul, kini komunitasnya telah diikuti 120 pemanah. MAC terpusat di wilayah Ciputat, namun anggotanya berasal dari Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, serta sejumlah wilayah lain di Jakarta. Kegiatan MAC beragam, mulai dari latihan rutin hingga kompetisi. Aktivitas mengaji hingga belajar agama, turut disisipkan dalam agenda latihan. Lingkup intern memberinya tajuk Rimember, singkatan dari Mari Mengaji Dan Memanah Bersama.
Bagi Coach Syahrul, MAC memang tidak dapat mewakili seluruh karakter komunitas. Namun, proses pertumbuhannya yang organik membuat MAC memiliki pengalaman yang dapat dipelajari oleh komunitas-komunitas lain. Terlebih, MAC memiliki tujuan untuk mewarnai dunia olahraga panahan dengan batasan-batasan syarโi. Sehingga pengalaman dan jaringan yang dimilikinya menjadi potensi untuk menghadirkan dakwah di lingkungan panahan.
Selain menggandeng MAC, ComDev HSI mulai menyiapkan enam komunitas baru. Komunitas tersebut adalah Al-ITQON Indonesia bagi penghafal dan pengajar Al-Qurโan, Komunitas Ojol dan Kurir Mengaji, Pengemudi Mengaji, Sahabat IT, Komunitas Praktisi Sembelih Halal, serta Komunitas Pemuda Aktivis Dakwah.
Pemilihan komunitas tersebut dilakukan dengan pertimbangan tertentu. Untuk tahap awal, ComDev memprioritaskan komunitas yang aktivitasnya memiliki keterikatan kuat dengan ibadah. โUntuk tahun pertama sampai tahun kedua mungkin ya, kita fokus di komunitas-komunitas tersebut. Jadi kita agak batasi dulu untuk komunitas yang aktivitasnya mubah,โ jelas Akh Andry.
Sementara, dalam rangka mendukung kegiatan komunitas-komunitas yang ada, ComDev melibatkan berbagai potensi yang dimiliki HSI. Seperti BQ HSI atau Divisi Baitul Quran yang dipinang menjadi mitra pembangunan Komunitas Al-ITQON.
Ketua BQ HSI AbdullahRoy, Ustadzah Widy Nurhaliza Diputri, membenarkan rencana tersebut. โJadi, ya peran kami tentunya men-support ya.. Men-support kegiatan. Karena kan Baitul Quran HSI juga tersebar di wilayah-wilayah Indonesia. Nah, mungkin bisa berkolaborasi dengan teman-teman Al-ITQON yang ada di beberapa wilayah nantinya,โ papar Ustadzah Widy.
Agenda tersebut dinilai Ustadzah Widy turut memberikan pengaruh positif. Menurutnya, di wilayah yang belum memiliki Baitul Quran HSI misalnya, komunitas Al-ITQON dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan dan mengembangkan program-program BQ.
Dari Satu Komunitas Menjadi Jaringan
Bila satu komunitas dapat memberikan manfaat bagi anggotanya, bagaimana jika komunitas-komunitas tersebut saling terhubung?
Analogi ini rupanya telah dirangkum ComDev HSI menjadi rencana kerja. Tahun pertama, fokus diarahkan pada pembentukan dan pengembangan komunitas. Di tahun berikutnya, barulah komunitas-komunitas dihubungkan.
Menurut Akh Andry, rencana tersebut bahkan akan didukung sebuah platform digital. โKita akan membuat mereka bersinergi, membuat mereka berkolaborasi, dan kita juga insyaallah akan membuatkan platform digital, yaitu digital community hub, yang mana nanti akan membantu. Akan menjadi sebuah platform yang menghubungkan antar komunitas tersebut,โ jelasnya.
Dengan terhubungnya komunitas-komunitas, ComDev HSI berharap jaringan yang dibangun tidak berhenti pada keberadaan masing-masing. Dalam jangka panjang, setiap komunitas diharapkan turut memperluas manfaat dan dakwah sunnah dengan menjadi bagian dalam jaringan Community by HSI.
Community by HSI, Sebuah Cita-Cita Jangka Panjang
ComDev tidak berhenti pada target membentuk tujuh komunitas yang telah disebutkan. Ada cita-cita yang jauh lebih panjang. Melalui ComDev, HSI hendak mengelola sebuah payung identitas berlabel Community by HSI.
โMulai dari yang kecil tentunya, beberapa komunitas, untuk kemudian, direncana ya mungkin lima-sepuluh tahun yang akan datang, kita bisa menghasilkan atau meninggalkan sebuah legacy ataupun warisan,โ Akh Andry membagikan visinya.
Dalam jangka panjang, ia membayangkan semakin banyak komunitas dari beragam bidang yang bernaung di bawah Community by HSI. Mungkin akan ada komunitas olahraga selain panahan, komunitas profesi, komunitas berlatar sosial, dan bidang kehidupan lain, selama aktivitasnya tidak bertentangan dengan syariat dan memungkinkan untuk dikembangkan bersama.
Jadi hasil akhirnya tentu bukan sekadar cacah perkumpulan yang mau bernaung. Akan tetapi lebih pada upaya agar setiap komunitas sanggup memberikan pengaruh kebaikan ke dalam maupun keluar. Akh Andry mengibaratkannya sebagai sebuah pipeline atau aliran. Melalui banyak komunitas, dakwah diharapkan dapat mengalir ke berbagai lingkungan dan membangun nuansa di tengah masyarakat.
โDan itu semua satu per satu, setiap komunitasnya membawa kontribusi yang signifikan terhadap dakwah sunnah,โ harap Akh Andry.
Tujuh komunitas yang sedang dirintis, barulah permulaan. Laksana benih yang sedang ditanam dan dirawat serta diharapkan tumbuh menjadi jaringan komunitas yang luas, saling terhubung, serta memberikan manfaat bagi anggota dan umat.
โSemoga Allah berikan kemudahan apa yang sedang kita rintis saat ini,โ pungkasnya. Aamiin.. Kita doakan bersama.
Bagaimana dengan komunitas antum dan antunna? Bayangkan jika wadah yang selama ini menjadi ruang berkumpul, belajar, bekerja, berolahraga, atau berbagi minat itu, dapat sekaligus menjadi tempat tumbuhnya kebaikan. Lalu dakwah sunnah pun mengucur dalam urat nadi kesehariannya. Dan ketika langkah pertama itu kita yang mencanangkan, bayangkan aliran pahala jariyah yang bakal sesak memenuhi kitab catatan amal, biidznillah.
Jadi, sudah siapkah mengambil bagian? Mari bawa komunitas antum-antunna bertumbuh bersama ComDev dan menjadi bagian dari Community by HSI. Jangan lewatkan ya.. Baarakallahu fiikum.