Kesehatan

Banyak Asap, Waspada Pneumonia

Penulis: dr. Sri Setya Wahyu Ningrum

Editor: dr. Avie Andriyani


“Di mana-mana bau asap!” Sering atau tidak mendengar protes itu? Akhir-akhir ini, sepertinya memang banyak di antara kita yang kerap mengeluhkan bau asap, terutama di kota-kota besar atau kala kemarau berkepanjangan. Perkara asap rokok, asap hasil pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, asap pabrik, hingga asap kebakaran hutan, seperti rutin menjadi berita yang berseliweran. Polusi udara ini memicu munculnya berbagai masalah kesehatan terutama pada sistem pernapasan.

Menurut penelitian dari Seran pada tahun 2024, anak usia 1-5 tahun yang tinggal di rumah dengan kerabat yang merokok, memiliki resiko 6,6 kali lebih besar terserang pneumonia dibanding mereka yang tidak terpapar asap rokok dari kerabat di rumahnya.

Apa sebenarnya pneumonia itu? Benarkah asap rokok maupun hasil pembakaran sampah dapat menyebabkan pneumonia dan bagaimana mencegahnya? Mari kita bahas di Rubrik Kesehatan Majalah HSI edisi kali ini.

Apa itu Pneumonia?

Pneumonia adalah bentuk peradangan paru-paru akibat infeksi akut. Ini terjadi ketika kantong-kantong udara yang berbentuk kecil seperti gelembung di salah satu atau kedua paru-paru, terinfeksi kuman hingga menimbulkan peradangan. Keadaan ini membuat kantong-kantong udara berisi nanah maupun lendir atau cairan sehingga menyebabkan sulit bernapas. Kondisi paru-paru yang berisi nanah, lendir atau cairan ini juga dikenal dengan istilah paru-paru basah.

Pneumonia termasuk jenis Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) yang paling berat karena dapat menyebabkan kematian. Pneumonia bisa menyerang siapa saja dan anak-anak usia 1-5 tahun merupakan kelompok usia paling rentan. Kasus pneumonia di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan kasus pneumonia lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2024 dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari 2025 saja, ditemukan 105 kasus pneumonia dengan 12 kejadian kematian. Ini menunjukkan bahwa pneumonia adalah ancaman serius bagi kesehatan anak bahkan dinobatkan sebagai penyakit pembunuh nomor satu pada balita.

Kenali Tanda dan Gejalanya

Gejala pneumonia sering kali diawali infeksi saluran pernapasan atas (hidung dan tenggorokan) seperti flu dan batuk, baik batuk kering atau batuk berdahak yang disertai lendir. Pada beberapa anak, dapat diamati adanya tarikan dinding dada bagian bawah setiap kali menarik napas. Beberapa gejala lain yang juga biasa muncul ialah demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, kelelahan, keringat dingin, dan muntah.

Apabila kondisi semakin parah, penderita akan kesulitan bernafas sehingga warna bibir dan kuku jadi membiru.

Apakah Menular?

Pneumonia dapat menular secara langsung maupun tidak langsung. Penularan langsung terjadi apabila menghirup percikan air liur dari penderita pneumonia saat penderita batuk atau bersin.

Penularan tidak langsung dapat terjadi saat ada penderita pneumonia yang bersin atau batuk tanpa menutup mulut dan hidungnya, kemudian mengenai permukaan benda. Apabila orang lain menyentuh permukaan benda tersebut, diikuti dengan menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, kuman penyebab pneumonia dapat masuk ke saluran pernapasan. Tisu yang digunakan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin dan tidak langsung dibuang ke tempat sampah, juga dapat menjadi media penularan.

Benarkah Pneumonia Disebabkan Asap Beracun?

Anak memiliki sistem pertahanan tubuh yang masih lemah dan belum sempurna sehingga rentan terkena infeksi. Apabila anak terpapar asap rokok, hasil pembakaran sampah, obat nyamuk bakar, maupun asap kendaraan bermotor, maka zat-zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam asap tersebut, akan ikut terhirup. Kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko terinfeksi kuman penyebab pneumonia.

Selain terpapar asap beracun, anak dapat beresiko lebih tinggi terkena pneumonia apabila mengalami beberapa kondisi seperti kekurangan gizi, belum memperoleh vaksin pneumonia, lahir prematur, tidak mendapat ASI eksklusif saat bayi, dan terdapat kelainan bawaan pada paru-paru atau sistem pernapasan.

Bagaimana Mencegahnya?

Setelah mengetahui hal-hal yang dapat meningkatkan resiko terserang pneumonia, kita bisa menentukan langkah pencegahan. Pada anak baru lahir, proteksi terhadap kuman penyebab pneumonia dapat diupayakan dengan mulai memberikan ASI eksklusif dan memberikan imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine). Imunisasi PCV bertujuan melindungi anak dari kuman penyebab pneumonia. Imunisasi ini diberikan kepada anak usia 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan di posyandu, puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Langkah selanjutnya dapat ditempuh dengan menjaga anak dari paparan asap beracun seperti asap rokok, asap hasil pembakaran sampah, asap obat nyamuk bakar, dan asap kendaraan bermotor. Kebiasaan mencuci tangan juga merupakan langkah penting untuk mencegah penularan pneumonia.

Terapkan etika batuk atau bersin, yaitu menutup mulut dan hidung dengan masker, tisu, atau siku tangan. Mari memulai dari diri sendiri dan keluarga dalam rangka mencegah terjadinya pneumonia. Dimulai dari tidak merokok dan mengubah kebiasaan membakar sampah menjadi mengelola sampah dengan lebih bijak. Hentikan perilaku yang dapat merugikan tidak hanya diri sendiri, tapi juga orang lain. Apabila muncul gejala yang mengarah pada pneumonia, maka segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:

  • https://ayosehat.kemkes.go.id/asap-rokokmu-merenggut-nyawa-anakku
  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/cara-mudah-hindari-pneumonia-pada-anak
  • Norkamilawati et al, Hubungan Paparan Asap Rokok, Obat Nyamuk Bakar, dan Pembakaran Sampah dengan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung Tahun 2021, eprints.uniska-bjm.ac.id
  • Seran GC, et al, 2024, Knowledge, Smoking Behaviour, and Physical Environment's Effect on the Pneumonia Incidence among Toddlers in Belu District, Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region, Vol. 7(2)
  • Disalin dari: Majalah HSI Edisi 77 - https://readymag.website/majalahhsi/edisi77/kesehatan-2/
0