Tautan rekaman: https://youtube.com/9ZduBLMhDxY?si=nj30efuBPPhM3t8D
Bantulah Saudaramu
Ditranskrip oleh: Avrie Pramoyo
Editor: Faizah Fitriah
Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita diminta pertolongan oleh orang lain. Seorang miskin yang datang kepada kita, orang yang sedang membutuhkan hingga dia berutang kepada kita, atau meminta bantuan tenaga, syafaat, atau kedudukan.
Banyak sekali orang yang datang kepada kita dan meminta pertolongan. Dalam keadaan seperti ini, banyak di antara kita yang merasa keberatan, merasa berat untuk menolong orang lain. Kita sering mengatakan bahwa kita sedang sibuk atau tidak ada waktu. Padahal, kita mampu memberikan pertolongan kepada saudara kita tersebut.
Maka, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengabarkan kepada setiap orang yang mau membantu saudaranya.
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan,
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Dan Allah akan terus menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Hadits ini merupakan hadits yang agung yang menunjukkan tentang keutamaan orang yang menolong saudaranya. Menolong dengan harta, menolong dengan tenaga, atau menolong dalam bentuk apapun. Apa balasannya? Allah Subhanahu wa Ta'ala akan terus menolongnya.
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ
“Dan Allah akan terus menolong seorang hamba.”
مَا كَانَ الْعَبْدُ
“Selama dia masih mau memberikan pertolongan kepada orang lain.”
Maka, di situlah akan turun pertolongan-pertolongan dari Allah. Dan siapa di antara kita yang tidak ingin ditolong oleh Allah? Masing-masing dari kita punya masalah, masing-masing dari kita punya urusan, dan masing-masing dari kita ingin agar seluruh permasalahan kita dimudahkan oleh Allah dan diberi jalan keluar.
Maka, di antara cara untuk mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan kita mau menolong saudara kita.
Seorang yang sadar, yakin, dan beriman dengan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, hendaklah dia memiliki semangat yang tinggi untuk menolong orang lain dan menunaikan hajat mereka.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab beliau Raudhatu al-Muhibbin menceritakan bagaimana guru beliau yang tercinta, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau mengatakan,
كان شيخ الإسلام ابن تيمية يسعى في حوائج الناس سعياً شديداً
“Dahulu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menunaikan hajat-hajat manusia.”
Artinya, beliau menolong manusia dengan kesungguhan, bukan hanya setengah hati. Beliau menolong orang yang ada di sekitarnya dengan sepenuh hati, dengan apa yang beliau miliki, سَعْيًا شَدِيدًا (dengan usaha yang keras).
Kemudian beliau mengatakan,
لأنه يعلم أنه كلما أعان غيره أعانه الله
“Karena beliau mengetahui, beliau sadar, selama beliau masih mau menolong saudaranya, maka di situlah Allah akan menolongnya.”
Ini menunjukkan pemahaman seorang alim karena beliau ingin ditolong oleh Allah. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa pertolongan Allah akan datang selama kita masih mau menolong saudaranya.
Maka, jangan kita mengikuti bisikan setan yang mengatakan bahwa jika kita membantu si Fulan atau si Fulan, kita akan kesusahan, kita sendiri kekurangan waktu, kita sendiri punya banyak masalah. Justru dengan kita membantu saudara kita, pertolongan dari Allah akan datang dan kita akan diberikan jalan keluar.
Ini menunjukkan tentang fiqh, pemahaman seorang hamba terhadap agama Allah.
Kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Allah, saya mengajak diri saya sendiri dan semuanya untuk bersemangat membantu saudara-saudara kita, menolong mereka dengan apa yang kita mampu. Semoga dengan demikian, kita dapat mendatangkan pertolongan dari Allah.