Baitul Qur’an HSI: Menghafal Al-Qur’an Itu Mudah

Reporter: Dian Soekotjo

Redaktur: Hilyatul Fitria


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” [QS Al Qamar: 17]

Mengarungi ilmu yang luas bak samudra memerlukan titian. Barang siapa melalui perjalanan menuntut ilmu dengan tahapan dan tingkatan, maka ia telah mengikuti jejak salafus shalih, yaitu para pendahulu umat yang shalih. Ilmu yang pertama dipelajari oleh para salaf ialah menghafal Kitabullah -Al-Qur’an- serta memahaminya. Demikian dituturkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr, ulama besar Islam abad ke-4, dari Cordova, Spanyol. Uraian tersebut tersari dalam kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi.[1]

Jika mempelajari Al-Qur’an adalah fase pertama dan fondasi, rasanya tak masuk akal bila tahapan ini dinilai sebagai langkah yang sulit. Ketua Divisi Baitul Qur’an HSI AbdullahRoy, Ustadzah Widy Nurhaliza Diputri, mengungkapkan hal senada dalam pernyataannya tentang latar belakang penyelenggaraan Musabaqah Hifzil Qur'an lil Aulaad. Ini adalah ajang lomba menghafal Al-Qur’an untuk anak-anak.

Menghafal Al-Qur’an Itu Mudah

Sejak awal Juni lalu, Divisi Baitul Qur’an memang tengah menggelar lomba menghafal Al-Qur’an khusus untuk anak atau Musabaqah Hifzil Qur'an lil Aulaad.

“Ini sebagai syiar, sebagai dakwah, kepada para hadirin, para penonton yang hadir, dan mereka yang membaca informasi ataupun hadir melihat dan semacamnya, bahwasannya belajar Al-Qur’an atau menghafal Al-Qur’an itu mudah. Bahkan anak-anak pun, Allah berikan kemudahan untuk bisa melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an,” ungkap Ustadzah Widy kepada Majalah HSI.

Ditambahkannya bahwa ajang Musabaqah Hifzil Qur’an lil Aulaad sekaligus bertujuan menyuntikkan motivasi pada khalayak untuk menghafal Al-Qur’an. “Ketika melihat anak-anak kecil sudah menghafalkan, bisa melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an tanpa melihat mushaf, semoga bisa menjadi motivasi bahwasannya menghafal Al Qur’an itu mudah, atau dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk dipelajari, dan untuk dihafalkan,” tutur Ustadzah Widy.

Dibuka Dua Kategori

Informasi pendaftaran peserta Musabaqah Hifzhil Qur’an lil Aulaad telah mulai disebarkan ke grup-grup diskusi santri pada awal Juni 2025 lalu. Ketua panitia Musabaqah Hifzhil Qur’an lil Aulaad, Ibu Norma, memberikan data kepada Majalah bahwa lomba akan dibuka dalam dua kategori. Kategori A untuk usia 4 hingga 6 tahun, kemudian kategori B untuk usia 7 hingga 9 tahun.

Menurut keterangan Bu Norma, pendaftaran peserta dijadwalkan hingga 19 Juni. Setelahnya, baru dilakukan proses seleksi melalui rekaman suara yang dikirim peserta kepada panitia. Hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Juli 2025. Peserta dalam Kategori A akan diseleksi melalui bacaan Surat Al Kafirun, sementara Kategori B harus menyerahkan rekaman bacaan Surat Asy Syams.

Pada tahap final, kontestan dari Kategori A akan diuji hafalan Al-Qur’an-nya mulai dari Surat An Nas hingga Adh Dhuha. Sedangkan finalis dari Kategori B akan diuji dari Surat Al Lail hingga Al Insyiqaq. Bu Norma mengabarkan bahwa mekanisme tes akan berupa uji sambung ayat.

Mengenai elemen penilaian, Ustadzah Widy berkenan membocorkan sedikit informasi. “Poin penilaian dalam musabaqah adalah yang pertama kelancaran, yang kedua tajwid secara umum. Karena usia anak-anak masih sangat kecil, 4 sampai 6 tahun dan 7 sampai 9 tahun jadi penilaiannya secara umum saja,” ungkapnya. “Ya makhraj, sifat, ahkam, semua aspek dalam tajwid dinilai, tetapi secara umum saja,” imbuhnya.

10 finalis dari kedua kategori akan melalui babak semifinal dan final di hadapan juri dan penonton. Dari tiap kategori akan diambil masing-masing 3 pemenang, yaitu juara 1, juara 2, dan juara 3. Rencananya penampilan para finalis akan dapat disaksikan dalam kegiatan Pasar Cantik Muslimah.

Tampil di Pasar Cantik

Selain dukungan internal, Divisi Baitul Qur’an juga dibantu oleh Divisi HSI Pro khususnya dalam gelaran tahap semifinal dan final. “Biidznillah, pada momentum kali ini, ada penawaran juga dari Tim HSI Pro untuk mengadakan Musabaqah Hifzil Qur’an Lil Aulaad, terutama tahfidz anak, maka kami senang dengan adanya hal ini,” Ustadzah Widy mengungkapkan kegembiraan.

Dalam kesempatan terpisah, mewakili Divisi HSI Pro, Akhuna Asep Muhammad Rifai, membenarkan adanya kerja sama antara kedua divisi.

“HSI Pro sebagai syar’i organizer bertanggung jawab merancang, mengelola, dan menjalankan rangkaian event Pasar Cantik,” ujar Akhuna Asep yang mendapat amanah sebagai Koordinator Content & Communities Event Pasar Cantik Muslimah. Program Pasar Cantik Muslimah ini sendiri ialah acara yang digagas HSI Pro sebagai bagian dari syiar dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami tidak mengonsepkan Pasar Cantik Muslimah ini hanya sekedar pasar seperti namanya,” ungkap Akhuna Asep. “Kami menyediakan dan mengisi event ini dengan kajian, tahsin, dan termasuk di dalamnya Musabaqah Hifzhil Qur’an lil Aulaad,” tambahnya.

Dalam acara Pasar Cantik Muslimah inilah babak semifinal dan final Musabaqah Hifzil Qur’an lil Aulaad akan ditampilkan. Akhuna Asep menyampaikan bahwa insyaallah, kegiatan tersebut hendak digelar HSI di AD Premier Ballroom, jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan, tanggal 11 dan 12 Juli 2025.

Program Perdana Divisi BQ

Musabaqah Hifzhil Qur’an lil Aulaad yang tengah berlangsung dibenarkan Ustadzah Widy merupakan program perdana divisi ini.

“Sebelum-sebelumnya, kegiatan yang diadakan, yang di luar KBM, adalah daurah dan yang semacamnya,” tutur Ustadzah Widy menjelaskan.

Berbagai kegiatan yang dimaksud Ustadzah Widy adalah program-program BQ kala masih menjadi bagian HSI QITA. “Alhamdulillah sebenarnya BQ sudah berdiri menjadi divisi tersendiri sejak akhir 2024, sekitar bulan Oktober-November,” ujarnya.

Resmi Menjadi Divisi Tersendiri

Fokus kegiatan yang berbeda, tampaknya menjadi salah satu latar belakang Baitul Qur'an menjadi divisi tersendiri. “Jadi fokus dari Baitul Qur’an HSI adalah menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur’an secara offline atau luring. Fokus kami menyelenggarakan halaqah-halaqah atau pembelajaran-pembelajaran Al-Qur’an secara tatap muka langsung, secara offline, di rumah-rumah, atau ada yang di masjid,” papar Ustadzah Widy.

“Sehingga santri itu datang langsung dan bertalaqi, bermusyafahah secara langsung, kepada guru di tempat,” ujarnya menambahkan.

Jangkauan tersebut tentu berbeda dengan HSI QITA yang sedianya menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur’an secara online. “Karena manajemen yang berbeda serta administrasi yang berbeda, dan mungkin teknis pembelajaran yang berbeda pula, sehingga sistem pembelajaran di Baitul Qur’an perlu dipilih yang sesuai dengan sistem offline tersebut,” Ustadzah Widy memaparkan.

Program-program Baitul Qur’an

Alhamdulillah, hingga berita ini diturunkan, Baitul Qur’an HSI telah beroperasi di 12 tempat, di antaranya di beberapa tempat di Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi, serta Jawa Barat. Berikut daftar alamat Baitul Qur’an yang telah beroperasi:

1. Baitul Qur'an HSI Cabang Payakumbuh

Alamat : Jl. Raya Payakumbuh - Bukittinggi. KM 7, Piladang, Kec. Akabiluru, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

Narahubung : 0821-8000-4183

Link Maps: https://g.co/kgs/dr3FRgo

2. Baitul Qur'an HSI Cabang Subang

Alamat : Perumahan Bumi Abdi Praja Blok B3 No 257 RT.58/RW.16 Sukamelang, Subang.

Narahubung : 0821-8000-4223

Link Maps : https://maps.app.goo.gl/NsRm9pMnc8dXprRB9

3. Baitul Qur'an HSI Cabang Bone

Alamat : Jl. Poros Makassar - Soppeng, Kel. Lalebata, Kec. Lamunu, Kab. Bone, Sulawesi Selatan

Narahubung : 0821-8000-4263

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/XjcCVqiRPWdeQByHA

4. Baitul Qur'an HSI Cabang Tasikmalaya

Alamat :Kantor Hafshoh Private Learning, Jl. Cilembang No.68, RT.03/RW.14, Cilembang, Kec. Cihideung, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46123, Indonesia

Narahubung : 0821-8000-4303

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/cEoMB9bxJ15d3CES9

5. Baitul Qur'an HSI Cabang Sumedang

Alamat : Desa Galudra Dusun Galudra RT 02/RW 01 no. 134 Kec. Cimalaka Kab. Sumedang 45353

Narahubung : 0821-8000-4513

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/SRndScHqbCNWJXjr6

6. Baitul Qur'an HSI Cabang Cilembu, Sumedang

Narahubung : 0821-8000-4543

7. Baitul Qur'an HSI Cabang Luwu

Alamat: Jl. Sabe 1, kecamatan Belopa Utara, kabupaten Luwu , Sulawesi Selatan

No. Hp: 0821-8000-4643

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/5chtGwj6cPYAQhkb6

8. Baitul Qur'an HSI Cabang Tarakan

Alamat : Perumahan Darussalam Blok F6 Jl. Bersama I RT. 45, Pasir Putih, Kel. Karang Anyar, Kec. Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara

Narahubung : 0821-8000-5043

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/Pe1HZ5Tz2bbjs7nP9

9. Baitul Qur'an HSI Cabang Tangerang

Alamat : Jl. Raya Lengkong Gudang Timur (Ruko sebrang Apartemen AKASA BSD) Serpong Tangerang Selatan

Narahubung : 0821-8000-5233

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/3qviN4qtGQPre7xAA

10. Baitul Qur'an HSI Cabang Karawang

Alamat : Perumahan Saung Indah Blok D5 no. 25, Bengle, Kec. Majalaya, Karawang, Jawa Barat

Narahubung : 0821-8000-5723

Link Maps: https://maps.app.goo.gl/bSshCrF7Z91abCcH7

11. Baitul Qur'an HSI Cabang Majalengka

Alamat: Blok Sabtu RT 04/RW 01 no. 11 Kel. Beusi Kec. Ligung Kab. Majalengka Jawa Barat 45456

Narahubung : 0821-8000-7913

Link maps : https://maps.app.goo.gl/J5bFwZXCR92tueqw5

12. Baitul Qur'an HSI Cabang Serang Baru

Alamat:Perum Telaga Pasiraya Blok E7 No. 8 Sukasari, Serang Baru, Bekasi.

Narahubung: 0821-8000-5913

Link maps: https://maps.app.goo.gl/sC6eM4r9QuhqKj2V6

“Setiap cabang programnya sama yaitu ada KBM secara umum,” ungkap Ustadzah Widy. Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam kegiatan belajar yang diselenggarakan Baitul Qur’an, ditetapkan kelas atau tingkatan-tingkatan meliputi:

1. I’dad

Ini adalah tingkatan bagi para santri yang belum lancar membaca Al Qur’an. Kitab yang digunakan adalah Kitab Falahu Ajran

2. Takmili

Level ini untuk memperlancar para santri yang telah selesai belajar Kitab Falahu Ajran tetapi masih memerlukan pendampingan untuk memperlancar bacaan Al Qur’an. Dalam Kelas Takmili, para santri akan melakukan tadarus Al Quran

3. Tahsin

Di tingkatan Tahsin, santri mulai mempelajari berbagai teori. Berbeda dengan dua tingkat sebelumnya di mana santri hanya mempraktikkan bacaan Al Qur’an sesuai bimbingan asatidz. Kelas ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah lancar membaca Al Qur’an dan akan terus diperbaiki bacaannya. Di sini sudah ada tugas menghafalkan ayat yang sudah di-talaqqi dari Juz 30 sehingga target setelah menyelesaikan level ini adalah bacaannya baik dan benar serta mempunyai hafalan Juz 30.

4. Tahfidz

Ini adalah tahap lanjutan setelah kelas Tahsin.

Menurut Ustadzah Widy selain kegiatan belajar reguler di kelas-kelas, Baitul Qur’an mengagendakan berbagai daurah. Beberapa BQ bahkan telah menyelenggarakan daurah-daurah tersebut.

Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat, kini, makin banyak sarana belajar yang disediakan HSI bagi umat. Dalam hal mempelajari Al-Qur’an, biidznillah, selain secara online melalui HSI QITA, sekarang tersedia metode talaqqi bertatap muka langsung dengan asatidz secara offline melalui program-program Baitul Qur’an. Mari temukan Baitul Qur’an HSI di kota antum-antunna dan mari belajar Al Qur’an di sana. Tunggu kehadiran BQ HSI di kota-kota lainnya ya.. Baarakallahu fiikum

0