Tanya Dokter
🎧 Dengarkan Artikel (Digenerate dengan Gemini AI)

Bahaya Mikroplastik bagi Tubuh dan Upaya Pencegahannya

Dijawab oleh dr. Iwing Dwi Purwandi, M.M., Sp.OK


Pertanyaan dari Fulanah

Bagaimana cara membersihkan mikroplastik dalam tubuh kita?

Jawaban:

Bahan-bahan yang masuk ke dalam tubuh, yang dianggap berbahaya sebagai racun, akan dibersihkan oleh dua organ tubuh kita, yaitu hati dan ginjal. Namun, beberapa zat yang berbahaya, tidak bisa dibersihkan jika sudah menempel.

Adapun upaya yang bisa kita lakukan untuk membantu peluruhan atau pembersihan zat-zat tersebut ialah dengan banyak minum air. Dengan banyak konsumsi air, itu akan membuat kerja ginjal jadi lebih lancar, sehingga mikroplastik yang ada, bisa lebih mudah untuk dikeluarkan oleh tubuh.

Jika bahan-bahan mikroplastik tersebut menumpuk di tubuh dan sudah menempel, proses pembersihannya agak susah. Meski bahan tersebut nanti akan luruh sendiri, karena tidak dibutuhkan oleh tubuh, namun prosesnya akan membutuhkan waktu, tidak bisa dalam waktu yang singkat.


Pertanyaan dari Fulanah

Selamat pagi, Assalamu’alaikum. Kalau harus mulai dari satu kebiasaan Dok, perubahan apa yang paling berdampak untuk mengurangi paparan mikroplastik?

Jawaban:

Mitigasi untuk mengurangi paparan mikroplastik yaitu dengan mengurangi penggunaan plastik. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memulai kebiasaan dengan membawa tumbler. Jika ada acara kantor atau perusahaan misalnya, stok air minum kemasan, yang biasanya memakai air botol atau air gelas plastik untuk dikonsumsi, bisa diganti menggunakan air galon dengan wadah gelas untuk minum, yang terbuat dari bahan stainless, kaca, atau bahan plastik yang bisa daur ulang. Ini salah satu cara untuk mengurangi pemakaian bahan sekali pakai, karena bahan mikroplastik air minum kemasan baik botol maupun gelas, lebih mudah luruh dibandingkan bahan galon jika terkena panas.

Selanjutnya, jika berbelanja kebutuhan, usahakan tidak menggunakan plastik sebagai wadah belanjaan, apalagi menggunakan plastik-plastik yang ukuran kecil. Jika mampu bisa gunakan plastik ukuran besar saja. Karena plastik yang ukuran kecil lebih banyak mengandung mikroplastik dibanding yang ukuran besar. Namun, kembali lagi dari kemampuan masing-masing.

Apabila membeli kosmetik, sebaiknya kandungan bahan-bahan kosmetik tersebut diperhatikan. Di produk terkadang tertulis mengandung bahan-bahan plastik, ini sebaiknya dihindari. Terkadang ada juga yang tidak mencantumkan label di produknya. Namun ada juga yang memberikan label seperti “mikroplastik free” atau “plastic free”, hingga biodegradable, yang berarti produknya aman dari paparan mikroplastik.


Pertanyaan dari Fulanah

Kita telah berusaha mengurangi penggunaan plastik. Namun, di beberapa kondisi, kita tidak bisa menghindari plastik-plastik lain yang tidak kita gunakan, misalnya melalui udara atau yang lainnya, Dok. Seberapa besar risiko mikroplastik pada tubuh kita, berdasarkan penelitian kepada hewan yang sudah berjalan saat ini, Dok? Efeknya menyerang di bagian mana saja, Dok? Supaya kita bisa lebih memperhatikan kondisi-kondisi tersebut.

Jawaban:

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di UI (Universitas Indonesia), efek mikroplastik ini berpengaruh pada otak, pengaruhnya mampu mengurangi intelegensi atau kognitif dari otak, mampu mempercepat penurunan daya ingat dan sebagainya.

Selain itu mikroplastik di beberapa zat itu sifatnya karsinogenik, bisa menyebabkan kanker, makanya ini tidak diizinkan sebetulnya. Tapi masih aman jika penggunaan dalam batas tertentu.

Beberapa waktu lalu pernah ada berita terkait penggunaan galon yang dikaitkan dengan mikroplastik. Bahan mikroplastik dalam galon itu dalam tahap aman, galon juga tidak dipanaskan atau semacamnya. Kalaupun ada yang luruh ke air masih dalam tahap aman.


Pertanyaan dari ART134-0416 Presma

Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh, Ustadz dan Dokter. Ana izin bertanya terkait pencegahan untuk penggunaan mikroplastik. Biasanya ibu-ibu itu sayang untuk membuang barang, apalagi thinwall yang sering menjadi kemasan jika kami membeli jajanan atau makanan, apalagi zaman sekarang serba memakai thinwall. Jika masih mulus, sayang untuk dibuang, bisa dimanfaatkan kembali untuk wadah cabe yang ditaruh di kulkas, serta wadah bumbu-bumbu, kebiasaan seperti ini bagaimana ya, Dok? Jika penggunaan berulang dibolehkan, apakah ada batas maksimalnya sampai berapa kali dicuci? Jazaakumullahu khayran, baarakallahu fiikum. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Jawaban:

Plastik ataupun kantong plastik dari awal dibuat sebetulnya bukan untuk sekali pakai. Jika untuk penggunaan sekali pakai, akan banyak kantong plastik yang menjadi limbah. Jika hal tersebut terjadi maka akan mencemari lingkungan, karena penguraian yang lama.

Jika limbah plastik sudah kita buang, bukan berarti kita sudah aman dari mikroplastik. Jadi sebenarnya plastik dibuat, untuk pemakaian berulang, yang menjadi masalah adalah bagaimana supaya plastik itu aman selama kita gunakan.

Kalau untuk thinwall, sebetulnya bukan untuk sekali pakai. Thinwall bisa kita pakai berulang. Tapi sering kali yang terjadi, habis pakai dibuang. Hal itu hanya menambah sampah plastik. Jika thinwall tersebut digunakan berulang, usahakan tidak digunakan untuk bahan-bahan yang panas, yang membuatnya berdegradasi. Jangan dijemur dibawah sinar matahari, jika thinwall terkena sinar ultraviolet, maka akan mendegradasi juga. Jangan digunakan sebagai wadah makanan yang susah dibersihkan, seperti makanan berlemak, ataupun bersantan agar proses membersihkannya tidak memakai alat pembersih yang bermaterial kasar ataupun sabun yang banyak yang membuat mikroplastiknya terdegradasi.

Kalau untuk batas maksimal penggunaan, bisa kita lihat dari pemakaian, jika bentuknya sudah mulai rusak, pinggirnya sudah kripis-kripis, sudah mulai terdegradasi atau rapuh, kita mulai pensiunkan saja. Tetapi jika masih bagus, kita bisa tetap pakai. Kami belum melihat panduan berapa kali penggunaan bahan plastik tersebut. Ketika kita menggunakan dengan baik, masih aman untuk digunakan. Seperti tidak terkena panas, atau tidak menggunakan bahan kimia yang bisa meluruhkan plastiknya, tidak menggunakan bahan-bahan yang terlalu asam atau basa, seperti sabun detergen, makanan santan, atau berlemak, yang akan mudah terdegradasi dari mikro plastiknya.


14